travel date: 08 - 19 mei 2019

setelah 2 kali ke negara impian, akhirnya rista berhasil membujukku untuk menemaninya ke korea. mumpung ada promo tiket garuda indonesia. perjalanan di luar dugaan, dengan rencana mendadak dan itin yang dibuat sesukanya. perjalanan terpanjang kami sekaligus perjalanan pertama bawa koper. ya, edisi traveling dengan koper. bukan untuk gaya-gayaan tapi karena ga mau rugi dengan free baggage 30 kg yang sayang dilewatkan. maklum kebiasaan menggunakan low cost carrier tanpa bagasi, coba kita nikmati pengalaman pertama ini.

sebelum pergi aku bahkan diwanti-wanti rista untuk tidak terlalu polos -versinya-. secara khusus aku bahkan membeli lipstick -ya lipstick yang berimbas jadi kecentilan- supaya tidak terlalu polos untuk berbaur dengan warga lokal di detinasi kami. kemana aja? sebisa mungkin 1 negara kami kelilingi karena aku ga tahu kapan lagi berniat ke negara ini. go...

day 1 (gangwon-do)
- arrive at incheon
- jump to gapyeong
- nami island
- jump to sokcho
- dinner at street food
- stay at egg house sokcho guesthouse

day 2 (sokcho)
- seoraksan
- daepohang
- lunch at daepohang fish market 
- teddy bear farm
- dinner at sokcho jungang market
- jump to seoul
- stay at dongdaemun well-being hostel

day 3 (seoul)
- bukchon hanok village
- gyeongbokgung palace
- gwanghwamun square
- lunch at gwangjang market
- namsan tower
- stay at dongdaemun well-being hostel

day 4 (juwangsan)
- jump to juwangsan
- juwangsan national park
- jump to gyeongju
- dinner at jungang market
- stay at doo-baki guesthouse

day 5 (gyeongju)
- bulguksa temple
- gyeongju tower
- cheomseongdae
- lunch at gyori gimbab
- gyochon traditional village
donggung palace and wolji pond 
- dinner at dosol maeul
- jump to ulsan
- stay at remnant guesthouse

day 6 (ulsan)
- daewangam park
- taehwan river garden
- jump to busan
- dinner at haeundae market
- stay at guest house 710

day 7 (busan)
- haedong yonggungsa temple
- oryukdo sky walk
- gamcheon cultural village
jagalchi market
stay at guest house 710

day 8 (jeonju)
- jump to jeonju
- stay at gangneongjeon hanok stay 

day 9 (jeonju-seoul)
- jaman mural village
- omokdae & imokdae
- jump to seoul
- lunch at dongwon jib
- namsangol hanok village
- cheonggyecheon stream
- dongdaemun
- stay at 

day 10 (seoul)
- king cross
yeouido hangang park
- myeongdong
- namdaemun
- lottemart seoul
- stay at 

day 11
- ewha university
- haneul park
- gangnam
- banpo bridge
- stay at 

day 12
- jump to incheon
- back to jakarta
-***-
phraya nakhon cave
di thailand banyak kuil, iya. tapi apa iya mau wisata kuil yang gitu-gitu aja? apalagi untuk kau yang sudah cukup sering ke negara ini. rista yang selalu jalan bareng aku juga nyaris bosan ke kuil mulu. beruntung dalam kunjungan ketiga ini kami menemukan salah satu kuil yang termasuk dalam kuil terindah di thailand, sekaligus kuil yang paling mistis dan misteriusphraya nakhon cave.
akses masuk taman nasional khaom sam roi yot
phraya nakhon cave dapat ditempuh selama 1,5 jam dari hua hin menggunakan kendaraan pribadi. berada dalam kawasan taman nasional khaom sam roi yot, kau harus membayar biaya masuk sebesar 200 ฿. biaya ini adalah biaya masuk taman nasional, sedangkan untuk masuk ke phraya nakhon cave tidak dipungut biaya alias gratis. akses masuk ke gua berada di dekat pantai laem sala dan ada 2 jalur menuju ke sana. 
tiket masuk taman nasional khaom sam roi yot
pertama, jika kau cukup biaya gunakan perahu dari pintu masuk taman nasional menuju pantai laem sala seharga 200 ฿ pergi pulang atau 100 ฿ sekali jalan. perjalanan dengan perahu ditempuh selama 10 menit. tapi kau harus berjalan ke tengah pantai karena perahu tidak bisa merapat ke tepi baik dari pintu masuk taman nasional maupun di pantai laem sala. tidak ada dermaga di pantai ini. selain itu biasanya perahu akan berangkat jika sudah terisi penuh, jadi bersiaplah untuk menunggu jika kau masuk ke perahu yang masih sepi penumpang.
perahu yang tidak merapat di pintu masuk taman nasional
perahu yang tidak merapat di pantai laem sala
kedua, kau perlu tracking melintasi bukit untuk sampai ke pantai laem sala. jalur melintasi bukit ini dapat ditempuh dalam waktu sekitar 20 menit tergantung kecepatan dan stamina. jalur awal memang cukup landai dan mudah karena sudah ditata dengan tangga, sedangkan menuju ke ujung jalur mulai terjal. di tengah perjalanan bahkan ada bagian jalur yang rusak dan dibangun jembatan sementara dari kayu. tapi ada bonus dalam perjalanan ini yaitu pemandangan pantai yang dapat kau nikmati dari atas bukit. siapkan fisik sungguh-sungguh karena begitu sampai ke pantai laem sala kau harus tracking lagi menuju phraya nakhon cave
tracking melipir bukit
pantai laem sala
jika kau memilih jalur kedua, maka kau tidak akan terkejut dengan 430 m perjalanan menuju phraya nakhon cave. persiapkan alas kaki yang nyaman serta air dan makanan karena kau tidak akan menemukan warung makan di pantai laem sala. kumpulan warung makan ada di pintu masuk taman nasional yang akan kau temui jika pulang nanti. 
kawasan taman nasional
seakan menembus hutan
secara pribadi aku menyukai tempat ini karena termasuk salah satu wisata lengkap. kau dapat merasakan suasana gunung, pantai sekaligus hutansebelum masuk ke dalamnya perhatikan peraturan mendaki yang ditetapkan di taman nasional. tetap berada di jalur, jangan merusak habitat dan yang paling penting jangan nyampah. setelah itu siaplah dengan jalur pendakian yang pendek namun cukup terjal karena terdiri dari bebatuan. sedangkan di ujung jalan digantikan dengan jalur tanah liat yang licin jika terkena air.
430 m menuju phraya nakhon cave
pada jalur pendakian yang walaupun terjal tetap ada pos istirahat dengan sajian pemandangan gulf of thailand. jika langit cerah sepertinya kau bisa melihat langit dan lautan biru. tapi untuk hari ini mereka cukup kelabu. melanjutkan perjalanan lagi kau akan menemukan tanda masuk ke gua. mulai dari sini kau seakan dibawa menuju perut bumi dengan jalur yang menurun tajam. jalanannya cukup sempit sampai kau temukan gua pertama yang juga menjadi tempat ritual.
mulut gua
gua pertama
walaupun di dalam gua tapi cahaya masuk memenuhi ruangan dari mulut gua yang lebar. selain itu cahaya menembus ke dalam dari lubang yang ada di puncaknya. tidak ada kuil khusus di dalam gua pertama ini sampai kau masuk ke dua kedua yang dihubungkan dengan jembatan kayu dari gua pertama. kau perlu menyesuaikan mata karena jembatan kayu ini seakan menjadi blind spot yang tidak tertembus cahaya.
asal cahaya
inside phraya nakhon cave
cahaya dapat dilihat lagi di gua kedua yang menembus masuk melalui puncaknya. puncak gua ini sering disebut dengan jembatan neraka karena jika ada binatang dari atas gunung phraya nakhon yang jatuh terporosok pasti akan mati. namun pada gua dengan jembatan neraka inilah, tepat di bawahnya, berdiri bangunan keemasan serupa kuil yang menjadikan kemegahan di dalam phraya nakhon cave. bangunan kuil yang disebut kuha karuhas ini berada di puncak bukit kecil dimana cahaya matahari menerangi bagian dalam gua. jika kau datang di waktu yang tepat -pukul 11 pagi- kau akan menyaksikan pemandangan yang menakjubkan dimana sinar matahari tepat berada di lubang atas gua dan menyinari langsung kuil yang ada di tengahnya.
kuha karuhas
tanda para raja
kuha karuhas sekaligus bagian-bagian lain di dalam gua menjadi tempat pemujaan warga setempat. kuil ini awalnya dibangun sebagai tempat pemujaan oleh raja chulalongkorn (rama v) akhir abad ke 19. namun raja setelahnya seperti raja prajadhipok (rama vii) dan rada bhumibol adulyadej (rama ix) tetap mengunjungi kuil ini juga. tanda peninggalan rama v dan rama vii dapat ditemukan di sebelah kanan kuil. untuk mendatangi tempat ini saja memerlukan usaha khusus, bagaimana dengan orang-orang yang dulu membangunnya. 
altar doa di sekitar gua
berada di dalam phraya nakhon cave terasa tenang dan damai. selain kemegahan kuha karuhas yang berada di tempat yang tidak biasa, kau bisa menemukan tempat-tempat pemujaan di setiap sisinya baik yang berupa altar doa atau tumpukan batu biasa. dengan kebesaran gua dan kemegahan kuha karuhas aku juga merasa kecil di dalamnya. menyadari ketidakmampuanku saat berada di sana dibandingkan mereka yang membangun kemegahan tempat ini. tanpa mereka dan alam yang mendukung aku mungkin tidak akan mengunjungi tempat ini. bahkan tidak akan berpikir bahwa tempat seperti ini ada.
berasa menjadi penjelajah gua
selain kemegahan kuha karuhas di dalam phraya nakhon cave kau dapat menemukan pemandangan lain yang disajikan dari stalaktit dan stalakmit di dalam gua. di sebelah jalan turun ke gua pertama kau bahkan bisa melihat dry waterfall yang bentuknya menyerupai serumpun stalaktit. tempat ini menjadi indah karena letaknya. kuil ini dibangun di tempat yang tidak biasa dan membutuhkan usaha luar biasa untuk mencapainya. dengan perhitungan yang pemilihan tempat yang tepat menghasilkan sebuah karya yang megah dan tidak dapat dijumpai sembarang orang, yang berusahalah yang menikmatinya
kumpulan stalaktit dan stalakmit gua dengan tempat pemujaan
andai aku bisa cukup lama berada di sana untuk menyaksikan alam pun mendukung keberadaan kuil. sayang kami hanya sempat melihat phraya nakhon
cave dengan sinar matahari pagi yang biasa. semua bagian di dalam gua mendapatkan penyinaran yang cukup jelas untuk kami jelajahi. tapi ini sudah cukup bagiku untuk tahu, bahwa memang kuil ini cantik, mistis dan misterius.

-***-
previous: hua hin night market
next:
gua maria tritis
ada perasaan haru ketika aku melihat kembali tempat ini. bukan, aku bukan orang yang religious. tapi aku lahir dengan seorang ayah yang membentukku menjadi seperti sekarang ini. memisahkan pekerjaan dan kehidupan pribadi. weekday kau boleh manghabiskan waktu di kantor, tapi weekend adalah waktu bersama keluarga atau untuk recharge diri sendiri. ayah pulalah yang selalu mengajak kami 'liburan' setiap akhir pekan. dan tempat ini adalah salah satu tempat yang selalu kukunjungi bersama beliau di masa hidupnya. 
mulut gua maria tritis
setelah 11 tahun berlalu, ini adalah kali pertama aku menginjakkan kaki kembali di sini dan tidak bersamanya. nanalah yang mengajakku kesini karena dia belum pernah ke gua maria tritis. seorang sahabat yang bersamanya aku selalu melakukan kunjungan-kunjungan religi. aku memang sering mengunjungi tempat ibadah atau pemujaan lain untuk wisata, tapi untuk berdoa? jarang pastinya. dan bersama nanalah aku selalu diingatkan untuk melakukannya.
jalan masuk menuju gua maria tritis
gua maria tritis berada di palian, gunung kidul. berada di tepi jalan jalur lintas selatan yang mengarah ke sejumlah pantai di bagian selatan jogja. dapat ditempuh sekitar 1,5-2 jam dari pusat kota. setelah pertigaan palian kau akan mudah menemukan pintu masuk ke gua tritis di sebelah kiri jalan dengan petunjuk nama besar bewarna kuning. akses masuk ini berbeda dengan akses masuk lama yang berada sekitar 500 meter sebelumnya.

jalan masuk gua tritis langsung mengarah ke parkiran yang jaraknya cukup dekat dengan gua. lebar jalanan pun lumayan, dapat dilalui 1 mobil besar, hanya saja tanjakannya cukup curam. berbeda dengan jalan masuk gua tritis dulu yang aku ingat dimana kami harus melalui pendakian panjang sebelum masuk ke mulut gua, saat ini jalanannya cukup rata dan dekat dengan gua. suasana hijau tanaman jati digantikan suasana gersang khas pegunungan kapur. walaupun cukup dekat, tidak sampai 10 menit perjalanan dari parkiran, bawalah penutup kepala jika kau tidak tahan dengan panasnya gunung kidul.
stalaktit gua
patung maria
gua maria ini dinamakan tritis karena terdapat banyak tetesan air dari stalaktit yang banyak dijumpai di dalamnya. inilah mengapa dalam ingatanku gua maria tritis berkesan mistis dan dingin. dingin yang menyejukan bukan dingin yang membuat merinding. tapi sekarang sudah banyak perubahan, patung maria yang dulunya berada dalam relung gua dengan ukuran besar dan bewarna putih dipindah dan digantikan dengan patung maria bewarna hitam dan lebih kecil. posisinya juga lebih rendah dan menjorok keluar menghadap ke teras doa. gua yang dulu beralaskan tanah lembab dengan penutup tikar yang membuatmu merasakan kedekatan dengan alam berganti dengan conblock dan berkursi.
wajah baru gua maria tritis
perubahan paling mendasar adalah alas gua sekarang lebih rata dan kering dengan pemasangan conblock tetapi tidak menggantikan esensi gua maria itu sendiri. masih tetap ada patung maria, yesus dan altar. tak lupa kolam air tempat peziarah biasa mengambil air sendhang. di sini kolam air benar benar berwujud kolam ya, jangan mencari keran seperti yang biasa ada di gua maria lain.
sendhang gua maria tritis
rosario besar di atas batuan
di bagian lain terdapat juga rosario besar yang diletakkan di atas batu agak ke atas dan menjorok ke dalam. kau tidak akan melihatnya dalam sekilas pandangan tetapi perlu melongok di antara batu besar. beberapa spot doa ini sebenarnya ditujukan untuk meneguhkan iman akan tuhan dan menumpahkan berbagai harapan baik. tidak ada aturan khusus untuk mengunjungi tempat yang teduh, nyaman dan tenang ini. cukup membawa niat baik dan menjaga ketenangan supaya tidak mengganggu peziarah yang berada di sana.

gua maria tritis menempatkan diri bukan hanya sebagai tempat ibadah orang katolik tetapi juga menerima keberagaman. bahkan ketika kami datang ke tempat ini tidak sedikit penganut agama lain yang berkunjung ke sini untuk sekedar menyaksikan keindahan gua. terlebih lagi setelah peresmian gua maria tritis telah banyak berbenah.
fasilitas toilet bersiih
perubahan wajah gua maria tritis ini tak lepas dari perjalanan gua maria yang baru saja diresmikan pada 20 mei 2019. walaupun udah lama dikenal tapi ternyata baru 2 bulan lalu gua maria ini diresmikan. peresmian ini juga mempengaruhi fasilitas di sekitar gua maria. yang paling terasa adalah adanya toilet yang bersih dan mudah ditemukan. dalam pengamatanku di spot-spot penting selalu ada toilet, di parkiran, di dekat doa dan di jalur jalan salib. pembangunan selanjutnya adalah jalan salib, dari jalanan yang dulunya sempit menjadi lebih lebar, dari yang sebelumnya relief menjadi diorama.
perbaikan jalur jalan salib
diorama 3 pemberhentian terakhirlah yang paling menarik bagiku. ada tiga salib besar yang didirikan di bukit kapur yang menandakan pemberhentian ke-12, yesus wafat di kayu salib. bukit ini dinamakan bukit golgota. walaupun memang lebih menyerupai kisah aslinya, yesus disalibkan di puncak bukit, tapi aku lebih menyukai aura tenang yang ada di bukit golgota lama. 3 kayu salib yang berada di tengah taman hijau yang membuatmu lebih nyaman untuk bersama tuhan. 
akses menuju bukit golgota
ntah mengapa bukit golgota yang baru bagiku lebih mirip tempat wisata daripada tempat untuk mencari ketenangan dan pengalaman rohani. aku dapat merasa lebih dekat dengan sang pencipta di bukit golgota lama. dan sayangnya, efek dari pembangunan goa maria tritis, bukit golgola lama sudah tidak dapat diakses pengunjung lagi karena terlibas pembangunan akses jalan masuk ke gua maria. sama dengan bukit golgota yang baru, kau hanya bisa memandang dari bawah saja.
bukit golgota baru
bukit golgota lama
pemberhentian ke-13, yesus diturunkan dari salib. pada pemberhentian ini terdapat pieta yesus yang terbaring di pangkuan maria. di sini juga disediakan tempat lilin jika kau ingin berdoa. jika kau ingin tempat doa yang dekat parkiran, di sinilah tempatnya. tapi memang tempatnya di luar gua dan tidak ada pelindung apapun. panas kepanasan, hujan kehujanan.
pieta
kubur yesus pada perhentian ke-14 yang seharusnya menggambarkan yesus dimakamkan menurutku agak kurang pas. diorama di sini lebih seperti menggambarkan kebangkitan yesus, saat kubur terbuka separo dan tidak ditemukan jasad di dalam kubur, yang tertinggal hanya kain kafan. kemanakah yesus?
kubur batu
kubur tanpa jasad
kembali lagi, jika kau percaya, yakini aja. aku di sini untuk berdoa dan bernostalgia. ada sebagian kenangan lama yang hilang tapi ada hal baru datang. apakah mampu saling menggantikan? jika memang perubahan ini menjadi lebih baik, membawa kebersamaan dalam keberagaman, membawa sebuah keyakinan bukan akar dari perselisihan, mungkin aku akan menerima perubahan baik ini. semoga kedepannya gua maria-gua maria lain makin dikenal luas dan akan mempererat toleransi keberagaman. kita bisa saling menghormati karena saling memahami, bukan saling memaki karena saling tidak tahu diri. -***-
NewerStories OlderStories Home