'aku sudah pernah ke bukchon hanok village, apakah worthed berkunjung ke jeonju hanok village?'
![]() |
jeonju hanok village sign, jalan naik untuk mendapatkan pemandangan seperti foto pertama, jalan turun untuk mencapai hanok village |
![]() |
jalan-jalan tenang di jeonju hanok village, pertokoan yang berdampingan dengan penginapan |
for me, yes. walaupun sama-sama berlabel hanok village tetapi banyak pengalaman berbeda yang bisa kau rasakan di jeonju hanok village. apa saja hal menarik di jeonju hanok village selain berkeliling desa hanok dengan hanbok?
pertama, desa wisata yang ramah pengunjung. jeonju hanok village digarap sebagai salah satu daya tarik wisata jeonju. berbeda dengan bukchon hanok village yang harus tenang, kau dapat merasakan keceriaan di sini. semua kegembiraan pengunjung dapat diekspresikan maksimal tanpa penjaga yang mengingatkan pengunjung untuk keep quite.
![]() |
setiap daerah memiliki makgeoli khas, sayang perutku tak mampu menampung semua varian yang ada |
![]() |
bibimbab hanok di bagian tengah kalau siang antri panjang, lucky kami bisa melihat-lihat bebas tanpa antri |
hanok di jeonju juga banyak yang beralih fungsi sebagai pendukung wisata, bukan lagi hunian pribadi. ada yang berubah menjadi kios souvenir, cafe, rumah makan, bahkan penginapan. semuanya untuk membuat pengunjung nyaman. menurutku, kata 'village' yang disematkan di sini sungguh sepadan dengan area yang dapat kita jelajahi, luas.
![]() |
ruas jalan dengan rumah makan yang buka sampai petang, cek jadwal buka sebelum masuk karena tidak banyak yang beroperasi sampai larut malam |
bukan hanya sejarah saja, toleransi pun berdampingan dengan tenang di sini. gyeonggijeon yang bernuansa buddha, berseberangan dengan jeondong cathedral. pemandangan menarik akulturasi budaya dan kepercayaan. sedikit tips kunjungan ke gyeonggijeon adalah datang di sore hari. kau akan menemukan tempat ini jauh lebih sepi dibanding siang hari.
ketiga, pusat kuliner yang banyak pilihan. jeonju jeonju diakui oleh unesco sebagai kota gastronomi dan berkembang menjadi ibu kota makanan korea. rumah makan bersejarah maupun kebanggaan jeonju banyak berada di sini. mulai dari hankook-jib yang masuk dalam micheline guide sampai pungnyeon bakery yang merupakan cikal bakal choco pie, camilan khas korea yang sudah mendunia.
![]() |
pungnyeon bakery choco pie |
keempat, tidak hanya melihat, tetapi juga merasakan. tidak seperti desa wisata lain yang hanya datang dan pulang, di sini banyak rumah tradisional yang beralih fungsi menjadi penginapan dan dikelola oleh penduduk asli. kami tidak melewatkan kesempatan untuk tinggal di hanok walau hanya semalam. merasakan suasana hanok village bukan hanya di saat siang tetapi juga petang yang sepi oleh pengunjung. another tips: banyak tempat makan tidak beroperasi sampai malam, jadi gunakan waktu semaksimal mungkin di siang hari untuk kuliner. sedangkan malam hari kami bertahan dengan sajian hangat dari convenience store.
![]() |
penginapan kami di jeonju, mereka tergabung dalam semacam asosiasi hanok stay, kumpulan rumah-rumah tradisional yang digunakan sebagai penginapan |
![]() |
kamar di hanok stay mungil tapi fasilitasnya lengkap dan great hospitality, ada welcome snack dan free drink di pantry |
masih merasa ragu ke jeonju hanok village? bonus lain, beragam spot wisata dapat dapat diakses dengan jalan kaki dari sini. ada lagi yang mau nambahin?
***
previous: hankook-jib
next: gyeonggijeon
0 comments:
Post a Comment