travel date: 08 - 19 mei 2019

setelah 2 kali ke negara impian, akhirnya rista berhasil membujukku untuk menemaninya ke korea. mumpung ada promo tiket garuda indonesia. perjalanan yang benar-benar mendadak, dengan rencana mendadak dan itin yang dibuat sesukanya. perjalanan terpanjang kami sekaligus perjalanan pertama bawa koper. ya, bukan untuk gaya-gayaan tapi karena ga mau rugi dengan free baggage 30 kg yang sayang dilewatkan. maklum kebiasaan menggunakan low cost carrier tanpa bagasi, coba kita nikmati pengalaman pertama ini.

sebelum pergi aku bahkan diwanti-wanti rista untuk tidak terlalu polos -versinya-. secara khusus aku bahkan membeli lipstick -ya lipstick yang berimbas jadi kecentilan- supaya tidak terlalu polos untuk berbaur dengan warga lokal di detinasi kami. kemana aja? sebisa mungkin 1 negara kami kelilingi karena aku ga tahu kapan lagi berniat ke negara ini. go...

day 1 (gangwon-do)
- arrive at incheon
- jump to gapyeong
- nami island
- jump to sokcho
- stay at egg house sokcho guesthouse

day 2 (sokcho)
- seoraksan
- daepo-dong
- teddy bear farm
- sokcho jungang market
- jump to seoul
- stay at dongdaemun well-being hostel

day 3 (seoul)
- bukchon hanok village
- gyeongbokgung palace
- gwanghwamun square
- gwangjang market
- namsan tower
- stay at dongdaemun well-being hostel

day 4 (juwangsan)
- jump to juwangsan
- juwangsan national park
- jump to gyeongju
- jungang market
- stay at doo-baki guesthouse

day 5 (gyeongju)
- bulguksa temple
- gyeongju tower
- cheomseongdae
- lunch at gyori gimbab
- gyochon traditional village
donggung palace and wolji pond 
- dinner at dosol maeul
- jump to ulsan
- stay at remnant guesthouse

day 6 (ulsan)
- daewangam park
- taehwan river garden
- jump to busan
- haeundae market
- stay at guest house 710

day 7 (busan)
- haedong yonggungsa temple
- oryukdo sky walk
- gamcheon cultural village
- jagalchi market
stay at guest house 710

day 8 (jeonju)
- jump to jeonju
- lunch at hankook-jib
- jeonju hanok village
- stay at gangneongjeon hanok stay 

day 9 (jeonju-seoul)
- jaman mural village
- omokdae & imokdae
pungnyeon bakery
- jump to seoul
- lunch at dongwon jib
- namsangol hanok village
- cheonggyecheon stream
- dongdaemun
- stay at 

day 10 (seoul)
- king cross
yeouido hangang park
- myeongdong
- namdaemun
- lottemart seoul
- stay at 

day 11
- ewha university
- haneul park
- gangnam
- banpo bridge
- stay at 

day 12
- jump to incheon
- back to jakarta
-***-
phraya nakhon cave
di thailand banyak kuil, iya. tapi apa iya mau wisata kuil yang gitu-gitu aja? apalagi untuk kau yang sudah cukup sering ke negara ini. rista yang selalu jalan bareng aku juga nyaris bosan ke kuil mulu. beruntung dalam kunjungan ketiga ini kami menemukan salah satu kuil yang termasuk dalam kuil terindah di thailand, sekaligus kuil yang paling mistis dan misteriusphraya nakhon cave.
akses masuk taman nasional khaom sam roi yot
phraya nakhon cave dapat ditempuh selama 1,5 jam dari hua hin menggunakan kendaraan pribadi. berada dalam kawasan taman nasional khaom sam roi yot, kau harus membayar biaya masuk sebesar 200 ฿. biaya ini adalah biaya masuk taman nasional, sedangkan untuk masuk ke phraya nakhon cave tidak dipungut biaya alias gratis. akses masuk ke gua berada di dekat pantai laem sala dan ada 2 jalur menuju ke sana. 
tiket masuk taman nasional khaom sam roi yot
pertama, jika kau cukup biaya gunakan perahu dari pintu masuk taman nasional menuju pantai laem sala seharga 200 ฿ pergi pulang atau 100 ฿ sekali jalan. perjalanan dengan perahu ditempuh selama 10 menit. tapi kau harus berjalan ke tengah pantai karena perahu tidak bisa merapat ke tepi baik dari pintu masuk taman nasional maupun di pantai laem sala. tidak ada dermaga di pantai ini. selain itu biasanya perahu akan berangkat jika sudah terisi penuh, jadi bersiaplah untuk menunggu jika kau masuk ke perahu yang masih sepi penumpang.
perahu yang tidak merapat di pintu masuk taman nasional
perahu yang tidak merapat di pantai laem sala
kedua, kau perlu tracking melintasi bukit untuk sampai ke pantai laem sala. jalur melintasi bukit ini dapat ditempuh dalam waktu sekitar 20 menit tergantung kecepatan dan stamina. jalur awal memang cukup landai dan mudah karena sudah ditata dengan tangga, sedangkan menuju ke ujung jalur mulai terjal. di tengah perjalanan bahkan ada bagian jalur yang rusak dan dibangun jembatan sementara dari kayu. tapi ada bonus dalam perjalanan ini yaitu pemandangan pantai yang dapat kau nikmati dari atas bukit. siapkan fisik sungguh-sungguh karena begitu sampai ke pantai laem sala kau harus tracking lagi menuju phraya nakhon cave
tracking melipir bukit
pantai laem sala
jika kau memilih jalur kedua, maka kau tidak akan terkejut dengan 430 m perjalanan menuju phraya nakhon cave. persiapkan alas kaki yang nyaman serta air dan makanan karena kau tidak akan menemukan warung makan di pantai laem sala. kumpulan warung makan ada di pintu masuk taman nasional yang akan kau temui jika pulang nanti. 
kawasan taman nasional
seakan menembus hutan
secara pribadi aku menyukai tempat ini karena termasuk salah satu wisata lengkap. kau dapat merasakan suasana gunung, pantai sekaligus hutansebelum masuk ke dalamnya perhatikan peraturan mendaki yang ditetapkan di taman nasional. tetap berada di jalur, jangan merusak habitat dan yang paling penting jangan nyampah. setelah itu siaplah dengan jalur pendakian yang pendek namun cukup terjal karena terdiri dari bebatuan. sedangkan di ujung jalan digantikan dengan jalur tanah liat yang licin jika terkena air.
430 m menuju phraya nakhon cave
pada jalur pendakian yang walaupun terjal tetap ada pos istirahat dengan sajian pemandangan gulf of thailand. jika langit cerah sepertinya kau bisa melihat langit dan lautan biru. tapi untuk hari ini mereka cukup kelabu. melanjutkan perjalanan lagi kau akan menemukan tanda masuk ke gua. mulai dari sini kau seakan dibawa menuju perut bumi dengan jalur yang menurun tajam. jalanannya cukup sempit sampai kau temukan gua pertama yang juga menjadi tempat ritual.
mulut gua
gua pertama
walaupun di dalam gua tapi cahaya masuk memenuhi ruangan dari mulut gua yang lebar. selain itu cahaya menembus ke dalam dari lubang yang ada di puncaknya. tidak ada kuil khusus di dalam gua pertama ini sampai kau masuk ke dua kedua yang dihubungkan dengan jembatan kayu dari gua pertama. kau perlu menyesuaikan mata karena jembatan kayu ini seakan menjadi blind spot yang tidak tertembus cahaya.
asal cahaya
inside phraya nakhon cave
cahaya dapat dilihat lagi di gua kedua yang menembus masuk melalui puncaknya. puncak gua ini sering disebut dengan jembatan neraka karena jika ada binatang dari atas gunung phraya nakhon yang jatuh terporosok pasti akan mati. namun pada gua dengan jembatan neraka inilah, tepat di bawahnya, berdiri bangunan keemasan serupa kuil yang menjadikan kemegahan di dalam phraya nakhon cave. bangunan kuil yang disebut kuha karuhas ini berada di puncak bukit kecil dimana cahaya matahari menerangi bagian dalam gua. jika kau datang di waktu yang tepat -pukul 11 pagi- kau akan menyaksikan pemandangan yang menakjubkan dimana sinar matahari tepat berada di lubang atas gua dan menyinari langsung kuil yang ada di tengahnya.
kuha karuhas
tanda para raja
kuha karuhas sekaligus bagian-bagian lain di dalam gua menjadi tempat pemujaan warga setempat. kuil ini awalnya dibangun sebagai tempat pemujaan oleh raja chulalongkorn (rama v) akhir abad ke 19. namun raja setelahnya seperti raja prajadhipok (rama vii) dan rada bhumibol adulyadej (rama ix) tetap mengunjungi kuil ini juga. tanda peninggalan rama v dan rama vii dapat ditemukan di sebelah kanan kuil. untuk mendatangi tempat ini saja memerlukan usaha khusus, bagaimana dengan orang-orang yang dulu membangunnya. 
altar doa di sekitar gua
berada di dalam phraya nakhon cave terasa tenang dan damai. selain kemegahan kuha karuhas yang berada di tempat yang tidak biasa, kau bisa menemukan tempat-tempat pemujaan di setiap sisinya baik yang berupa altar doa atau tumpukan batu biasa. dengan kebesaran gua dan kemegahan kuha karuhas aku juga merasa kecil di dalamnya. menyadari ketidakmampuanku saat berada di sana dibandingkan mereka yang membangun kemegahan tempat ini. tanpa mereka dan alam yang mendukung aku mungkin tidak akan mengunjungi tempat ini. bahkan tidak akan berpikir bahwa tempat seperti ini ada.
berasa menjadi penjelajah gua
kumpulan stalaktit dan stalakmit gua dengan tempat pemujaan
selain kemegahan kuha karuhas di dalam phraya nakhon cave kau dapat menemukan pemandangan lain yang disajikan dari stalaktit dan stalakmit di dalam gua. di sebelah jalan turun ke gua pertama kau bahkan bisa melihat dry waterfall yang bentuknya menyerupai serumpun stalaktit. tempat ini menjadi indah karena letaknya. kuil ini dibangun di tempat yang tidak biasa dan membutuhkan usaha luar biasa untuk mencapainya. dengan perhitungan yang pemilihan tempat yang tepat menghasilkan sebuah karya yang megah dan tidak dapat dijumpai sembarang orang, yang berusahalah yang menikmatinya. andai aku bisa cukup lama berada di sana untuk menyaksikan alam pun mendukung keberadaan kuil. sayang kami hanya sempat melihat phraya nakhon cave dengan sinar matahari pagi yang biasa. semua bagian di dalam gua mendapatkan penyinaran yang cukup jelas untuk kami jelajahi. tapi ini sudah cukup bagiku untuk tahu, bahwa memang kuil ini cantik, mistis dan misterius.
-***-
previous:
next:
gua maria tritis
ada perasaan haru ketika aku melihat kembali tempat ini. bukan, aku bukan orang yang religious. tapi aku lahir dengan seorang ayah yang membentukku menjadi seperti sekarang ini. memisahkan pekerjaan dan kehidupan pribadi. weekday kau boleh manghabiskan waktu di kantor, tapi weekend adalah waktu bersama keluarga atau untuk recharge diri sendiri. ayah pulalah yang selalu mengajak kami 'liburan' setiap akhir pekan. dan tempat ini adalah salah satu tempat yang selalu kukunjungi bersama beliau di masa hidupnya. 
mulut gua maria tritis
setelah 11 tahun berlalu, ini adalah kali pertama aku menginjakkan kaki kembali di sini dan tidak bersamanya. nanalah yang mengajakku kesini karena dia belum pernah ke gua maria tritis. seorang sahabat yang bersamanya aku selalu melakukan kunjungan-kunjungan religi. aku memang sering mengunjungi tempat ibadah atau pemujaan lain untuk wisata, tapi untuk berdoa? jarang pastinya. dan bersama nanalah aku selalu diingatkan untuk melakukannya.
jalan masuk menuju gua maria tritis
gua maria tritis berada di palian, gunung kidul. berada di tepi jalan jalur lintas selatan yang mengarah ke sejumlah pantai di bagian selatan jogja. dapat ditempuh sekitar 1,5-2 jam dari pusat kota. setelah pertigaan palian kau akan mudah menemukan pintu masuk ke gua tritis di sebelah kiri jalan dengan petunjuk nama besar bewarna kuning. akses masuk ini berbeda dengan akses masuk lama yang berada sekitar 500 meter sebelumnya.

jalan masuk gua tritis langsung mengarah ke parkiran yang jaraknya cukup dekat dengan gua. lebar jalanan pun lumayan, dapat dilalui 1 mobil besar, hanya saja tanjakannya cukup curam. berbeda dengan jalan masuk gua tritis dulu yang aku ingat dimana kami harus melalui pendakian panjang sebelum masuk ke mulut gua, saat ini jalanannya cukup rata dan dekat dengan gua. suasana hijau tanaman jati digantikan suasana gersang khas pegunungan kapur. walaupun cukup dekat, tidak sampai 10 menit perjalanan dari parkiran, bawalah penutup kepala jika kau tidak tahan dengan panasnya gunung kidul.
stalaktit gua
patung maria
gua maria ini dinamakan tritis karena terdapat banyak tetesan air dari stalaktit yang banyak dijumpai di dalamnya. inilah mengapa dalam ingatanku gua maria tritis berkesan mistis dan dingin. dingin yang menyejukan bukan dingin yang membuat merinding. tapi sekarang sudah banyak perubahan, patung maria yang dulunya berada dalam relung gua dengan ukuran besar dan bewarna putih dipindah dan digantikan dengan patung maria bewarna hitam dan lebih kecil. posisinya juga lebih rendah dan menjorok keluar menghadap ke teras doa. gua yang dulu beralaskan tanah lembab dengan penutup tikar yang membuatmu merasakan kedekatan dengan alam berganti dengan conblock dan berkursi.
wajah baru gua maria tritis
perubahan paling mendasar adalah alas gua sekarang lebih rata dan kering dengan pemasangan conblock tetapi tidak menggantikan esensi gua maria itu sendiri. masih tetap ada patung maria, yesus dan altar. tak lupa kolam air tempat peziarah biasa mengambil air sendhang. di sini kolam air benar benar berwujud kolam ya, jangan mencari keran seperti yang biasa ada di gua maria lain.
sendhang gua maria tritis
rosario besar di atas batuan
di bagian lain terdapat juga rosario besar yang diletakkan di atas batu agak ke atas dan menjorok ke dalam. kau tidak akan melihatnya dalam sekilas pandangan tetapi perlu melongok di antara batu besar. beberapa spot doa ini sebenarnya ditujukan untuk meneguhkan iman akan tuhan dan menumpahkan berbagai harapan baik. tidak ada aturan khusus untuk mengunjungi tempat yang teduh, nyaman dan tenang ini. cukup membawa niat baik dan menjaga ketenangan supaya tidak mengganggu peziarah yang berada di sana.

gua maria tritis menempatkan diri bukan hanya sebagai tempat ibadah orang katolik tetapi juga menerima keberagaman. bahkan ketika kami datang ke tempat ini tidak sedikit penganut agama lain yang berkunjung ke sini untuk sekedar menyaksikan keindahan gua. terlebih lagi setelah peresmian gua maria tritis telah banyak berbenah.
fasilitas toilet bersiih
perubahan wajah gua maria tritis ini tak lepas dari perjalanan gua maria yang baru saja diresmikan pada 20 mei 2019. walaupun udah lama dikenal tapi ternyata baru 2 bulan lalu gua maria ini diresmikan. peresmian ini juga mempengaruhi fasilitas di sekitar gua maria. yang paling terasa adalah adanya toilet yang bersih dan mudah ditemukan. dalam pengamatanku di spot-spot penting selalu ada toilet, di parkiran, di dekat doa dan di jalur jalan salib. pembangunan selanjutnya adalah jalan salib, dari jalanan yang dulunya sempit menjadi lebih lebar, dari yang sebelumnya relief menjadi diorama.
perbaikan jalur jalan salib
diorama 3 pemberhentian terakhirlah yang paling menarik bagiku. ada tiga salib besar yang didirikan di bukit kapur yang menandakan pemberhentian ke-12, yesus wafat di kayu salib. bukit ini dinamakan bukit golgota. walaupun memang lebih menyerupai kisah aslinya, yesus disalibkan di puncak bukit, tapi aku lebih menyukai aura tenang yang ada di bukit golgota lama. 3 kayu salib yang berada di tengah taman hijau yang membuatmu lebih nyaman untuk bersama tuhan. 
akses menuju bukit golgota
ntah mengapa bukit golgota yang baru bagiku lebih mirip tempat wisata daripada tempat untuk mencari ketenangan dan pengalaman rohani. aku dapat merasa lebih dekat dengan sang pencipta di bukit golgota lama. dan sayangnya, efek dari pembangunan goa maria tritis, bukit golgola lama sudah tidak dapat diakses pengunjung lagi karena terlibas pembangunan akses jalan masuk ke gua maria. sama dengan bukit golgota yang baru, kau hanya bisa memandang dari bawah saja.
bukit golgota baru
bukit golgota lama
pemberhentian ke-13, yesus diturunkan dari salib. pada pemberhentian ini terdapat pieta yesus yang terbaring di pangkuan maria. di sini juga disediakan tempat lilin jika kau ingin berdoa. jika kau ingin tempat doa yang dekat parkiran, di sinilah tempatnya. tapi memang tempatnya di luar gua dan tidak ada pelindung apapun. panas kepanasan, hujan kehujanan.
pieta
kubur yesus pada perhentian ke-14 yang seharusnya menggambarkan yesus dimakamkan menurutku agak kurang pas. diorama di sini lebih seperti menggambarkan kebangkitan yesus, saat kubur terbuka separo dan tidak ditemukan jasad di dalam kubur, yang tertinggal hanya kain kafan. kemanakah yesus?
kubur batu
kubur tanpa jasad
kembali lagi, jika kau percaya, yakini aja. aku di sini untuk berdoa dan bernostalgia. ada sebagian kenangan lama yang hilang tapi ada hal baru datang. apakah mampu saling menggantikan? jika memang perubahan ini menjadi lebih baik, membawa kebersamaan dalam keberagaman, membawa sebuah keyakinan bukan akar dari perselisihan, mungkin aku akan menerima perubahan baik ini. semoga kedepannya gua maria-gua maria lain makin dikenal luas dan akan mempererat toleransi keberagaman. kita bisa saling menghormati karena saling memahami, bukan saling memaki karena saling tidak tahu diri. -***-

tidak ada perjalanan jika tidak ada hiking. ini menjadi kebiasaan setiap aku menyusun itin. untung rista setuju dengan kesepakatan ini. kalau tidak ya... aku ga akan menemaninya ke korea tahun ini :). pemilihan destinasi hiking pun disepakati bersama. salah satu taman nasional yang menjadi icon korea, taman nasional gunung seorak. 

gunung seorak aka mt. seorak aka seoraksan bukan merupakan gunung tertinggi di korea, ketinggiannya hanya 1.708 m. hal ini membuatku bersyukur tinggal di indonesia karena memiliki gunung-gunung tinggi yang serasa membawamu ke atas awan untuk menikmati ketinggian itu. nama gunung seorak bearti puncak salju karena salju di puncak ini lama mencair. tapi saat kami datang tentu saja sudah tidak ada salju karena ini bulan mei
gerbang masuk taman nasional gunung seorak
taman nasional gunung seorak dapat dicapai dengan kendaraan umum dari terminal sokcho selama 1 jam perjalanan. gunakan bus nomor 7 atau 7-1 dari halte di sebelah kanan terminal dan kau akan dihantar langsung ke dekat pintu masuk taman nasional gunung seorak. biaya masuk ke taman nasional sebesar ₩ 3.500 untuk umum. sedangkan biaya masuk untuk pelajar 1.000, anak-anak ₩ 500 dan lansia tidak dikenakan biaya selama menunjukkan tanda pengenal.

masuk ke kawasan taman nasional kau akan disambut patung beruang yang menjadi maskot tempat ini. dari sini kau bisa memilih beberapa jalur pendakian. tentu saja membutuhkan lebih dari 1 hari jika kau ingin mencoba semua jalur. jika kau memiliki waktu yang sangat singkat aku sarankan untuk menggunakan cable car karena perjalanan dari bawah ke atas hanya membutuhkan waktu 5 menit. setengah hari pun cukup jika kau memilih jalur ini.
sogongwon
tetapi karena kami ingin merasakan hiking di taman nasional ini maka kami memilih track ke oryeon falls melalui biseondae. pilihlah weekday untuk berkunjung ke sini karena warga korea memiliki kebiasaan hiking setiap weekend. jadi jika kau berkunjung saat weekend dipastikan penuh pengunjung dan perjalanan lebih tidak nyaman karena harus mengantri jalur. kamis pagi saat kami memulai pendakian bisa dikatakan jalur ke oryeon falls masih sepi. hanya ada 2 atau 3 pengunjung lain. sedangkan saat kami turun jalur ini sudah mulai ramai dengan pengunjung yang rata-rata anak sekolah.

jalur di sebelah kiri pintu masuk sogongwon menuju ke yukdam falls, biryong falls dan jika dilanjutkan dapat sampai ke towangseong falls observatory. aku menyarankan cobalah jalur ini jika kau mempunyai persiapan fisik dan waktu yang cukup selain karena lebih menantang pemandangan yang disajikan juga lebih menarik. 

tongil daebul
bronze buddha statue
sementara kami memilih jalur di sebelah kanan sogongwon. jalur ini melewati deretan kedai makanan dan patung buddha dari perunggu setinggi 14.6 m dengan berat 108 ton. patung yang disebut tongil daebul ini duduk beralaskan teratai setinggi 4.3 m sehingga total ketinggiannya adalah 18.9 m. pada dahi tongil daebul terdapat 8 batu amber berdiameter 8 cm yang mengelilingi batu utama berdiameter 10 cm.

posisi kaki tongil daebul terlipat dengan mata setengah terpejam dan mulut tersenyum. tangannya membentuk posisi mudra yang menyimbolkan pencapaian kesempurnaan. patung buddha perunggu ini sebenarnya menjadi satu kesatuan dengan kuil sinheungsa yang berada tak jauh di seberangnya. jembatan setelah patung buddha sekaligus menjadi percabangan jalur ke ulsanbawi rock melewati kuil sinheungsa atau oryeon falls melalui biseondae rock.

ulsanbawi dilihat dari depan kuil sinheungsa -abaikan toilet truck di pojokan-
walaupun tidak memilih untuk melakukan perjalanan ke ulsanbawi tapi kami tetap menyempatkan diri mengunjungi kuil sinheungsa. perjalanan ke ulsanbawi memiliki jalur lebih pendek tetapi 1 km terakhir cukup curam dengan track anak tangga yang langsung ke jurang. karena ini masih hari kedua, kami tidak ingin memaksakan fisik kami untuk perjalanan ini.
gerbang masuk kuil sinheungsa
toilet & paviliun dengan latar gunung seorak
bersihkan diri sebelum memasuki tempat suci
kegagahan ulsanbawi dapat disaksikan dari kuil sinheungsa. kuil ini merupakan kuil buddha yang dibangun pada masa biksu jajang (653) dan pernah terbakar habis pada 699 sebelum akhirnya dibangun kembali pada 710. belum cukup sampai di sini, kuil ini kembali terbakar pada 1645 dan dibangun kembali pada 1648 dengan mempertahankan bentuk kuil sebelumnya yang dibangun kembali oleh biksu uisang.
kuil pemujaan utama tempat tersimpan patung buddha
ruang pemujaan
ornamen-ornamen cantik kuil sinheungsa
seperti desain kuil buddha yang lain, tempat pemujaan utama ada di bagian dalam. kawasan kuilnya pun dibangun dengan beberapa tingkat. tingkat tertinggi dan terdalam adalah tempat pemujaan. sedangkan di tingkat bawahnya ada pavilium dan bangunan lain. pintu masuk kuil berada pada tingkat paling bawah yang dijaga oleh 2 dewa penjaga gerbang di masing-masing sisinya.
bangunan di komplek kuil
komplek kuil sinheungsa
dari turis bersiap menjadi pendaki
beralih dari kuil sinheungsa kami melanjutkan perjalanan menuju biseondae. terdapat kamera pengawas saat memasukin jalur menuju biseondae. sebuah teknologi yang belum diterapkan di indonesia untuk mengawasi pendaki yang masuk dan keluar. dimulai dari sini terdapat jalur di tengah hutan yang relatif datar dan rata. tidak seperti pendakian di jepang yang minim petunjuk, di sini hampir setiap persimpangan dilengkapi dengan petunjuk jalan. suasana asri tentunya masih sangat dijaga untuk mempertahankan habitat taman nasional. rasanya sejuk dan menenangkan, cocok untuk detoks orang yang terlalu lama terpapar polusi kota.
kuil sinheungsa menuju 
memasuki jalur pendakian taman nasional gunung seorak
pepohonan dan tumbuhan besar di sekitar jalur juga dilengkapi dengan nama tumbuhan tersebut megingatkanku seakan sedang berada di kebun raya bogor. sekitar 1,5 km dari pintu masuk kau akan menemukan jembatan di atas aliran sungai. dari sinilah jalur mulai sedikit menanjak dan berbatu, tidak datar dan rata seperti sebelumnya. walaupun demikian jalur ini masih tetap mudah dilalui karena bebatuan yang ada di sana disusun dengan rapi. semuanya ditata untuk memudahkan pengunjung melaluinya. asal jangan dilalui di saat hujan karena bebatuan di sini adalah tipe batu yang licin jika terkena air.
perbatasan jalur datar & jalur batu
jalur batu
melewati jalur bebatuan ini kau akan dimanjakan dengan pemandangan sungai berair jernih yang ada di samping track. jalur ke biseondae adalah jalur menyusuri sungai sampai bertemu dengan jembatan kayu. setelah jembatan ini bisa dibilang jalurnya sangat aman dan nyaman sampai tak sadar sudah berada di biseondae. biseondae merupakan puncak batu yang menjulang seakan menyentuh langit. di bawahnya terdapat kolam kecil dari tampungan air sungai atasnya. airnya sangat jernih tapi sayang terpaan angin cukup kencang. mungkin karena daerah ini adalah kawasan cekungan. 
sungai di sepanjang perjalanan menuju biseondae
menuju biseondae
finally biseondae
sungguh pemandangan indah yang hanya bisa kurekam dengan 2 mata kepalaku karena saat susah mendapatkan view biseondae dari area kolam. wajar jika tempat ini menjadi inspirasi beberapa penyair dalam menciptakan karyanya. sampai terdapat ukiran pada batu ini yang sepertinya merupakan karya dari salah satu penyair tersebut. mirip nunobiki bukan? 
kolam di bawah biseondae
take a break
karya di biseondae
kami mencoba naik ke atas untuk mendapatkan pemadangan yang lebih bagus. memang benar kami jadi bisa melihat puncak biseondae dan mendengar gemercik sungai yang ada di bawahnya. tetapi semakin tinggi semakin kencang juga angin yang menerpa. yakin harus minum tolak angin saat pulang nanti.
biseondae
gunung dan sungai
masih ragu dengan angin kencang? itu rambut udah kaya' kena topan
perjalanan dari kuil sinheungsa ke bisoendae ditempuh dengan waktu sekitar 1 jam, itu sudah dengan banyak berhenti untuk berfoto. tetapi karena kami merencanakan untuk makan siang di bawah dan melihat jalur di atas biseondae yang sepertinya tidak cocok dengan alas kaki saat ini akhirnya kami memutuskan untuk turun kembali안녕oryeon falls, sepertinya kita belum dapat bertemu saat ini. untuk menghibur diri aku tak lupa menyempatkan bermain air saat perjalanan pulang. belum sah rasanya kalau belum mencelupkan tangan. belajar dari perjalanan di jepang yang tidak memasukkan kaki ke dalam air sungai maka kami pun sekedar membasahi tangan, merasakan langsung dinginnya air gunung seorak. siapa tahu menjadi mantra untuk kembali kesini.
***
full itinerary of this trip
next:   
OlderStories Home