jepang rasa indonesia di iyashi no sato

'di sini, anda tidak mencuci kaki anda'
aku tertegun membaca peringatan sebelum masuk toilet begitu turun dari saiko sight seeing bus -green line-. sebenarnya aku ini berada dimana? peringatan berbahasa indonesia dengan font paling dominant dibanding tulisan lain. apa ini maksud sebenarnya? apakah aku berada di indonesia? atau apakah banyak wisatawan indonesia begitu 'bebal'nya sehingga harus keluar peringatan khusus ditulis dalam bahasa supaya orang indonesia mampu memahaminya?
aku dimana?
view danau saiko dari dalam bus
ada yang tahu dimana? ya, iyashi no sato atau juga disebut dengan nemba hama. sebuah desa tradisional jepang, di sebelah barat danau saiko, masih sekitaran kaki gunung fuji. semula desa ini adalah pemukiman petani yang kemudian diubah menjadi desa wisata tradisional seperti halnya shirakawago dan boso no murasebelum dibuka sebagai museum terbuka desa ini pernah hancur dilanda angin typhoon pada tahun 1966. 
iyashi no sato ticket
di desa ini berdiri sekitar 20 rumah tradisonal beratapkan jerami dan berdinding anyaman bambutapi rumah-rumah ini bukanlah hunian sebenarnya, mereka diubah menjadi galeri, tempat pameran, toko souvenir bahkan kedai makanan dan minumansetiap rumah yang ada di sini memiliki kekhasan masing-masing. fungsi dan barang yang dipamerkan atau dijual pun berbeda. beberapa rumah mengijinkan pengunjung untuk berfoto di dalamnya namun ada juga yang memasang larangan mengambil gambar.
jajaran rumah adat di iyashi no sato
bangunan pertama iyashi no sato, kedai
hampir setengah dari bangunan yang ada di sini menjual kerajinan lokal. salah satu favoritku adalah bangunan 17 yang merupakan kios kerajinan keramik. selain hasil kerajinan yang bernuansa burung hantu, bagian depan bangunan ini banyak digantung lonceng angin. dengan hembusan angin pegunungan, musik alam ini menjadi salah satu hiburan mahal untuk orang yang jenuh oleh keriuhan kota.
bangunan 17, kios kerajinan keramik
hasil kerajinan keramik
suasana desa yang tenang dan pemandangan yang segar sebenarnya sesuai dengan sebutan untuk desa ini, healing village. tapi aku tidak terlalu dapat merasakan penyembuhan itu karena tidak seperti yang dikonsepkan, desa dengan suasana tradisional jepang, yang ada adalah desa yang bising dengan turis terutama rombongan indonesia. jujur saja, untuk solo traveler sepertiku, emak-emak dan rombongan indonesia ini sangatlah berisik. bahkan tidak jarang beberapa pengunjung lokal harus mengalah demi mereka yang suka bergerombol di spot-spot tertentu untuk berfoto.
bangunan 16, kios kerajinan sutra
kerajinan sutra
walaupun demikian, iyashi no sato tetap aku rekomendasikan untuk dikunjungi jika kau punya cukup waktu di fujikawaguchiko. mengalami pengalaman berada jauh dari keramaian dan wisata mainstream danau kawagichiko, iyashi no sato bersama dengan wisata-wisata lain di saiko dapat menjadi pengalaman lain. semakin pagi kau datang semakin baik karena kemungkinan gunung fuji terlihat lebih besar. sayang sekali ketika aku datang kemegahan fujisan tertutup awan.
gunung fuji mengintip di iyashi no sato
sungai di tengah iyashi no sato
jika cuaca cerah dan menampilkan gunung fuji, tempat yang paling tepat untuk menikmatinya adalah jembatan yang menghubungkan kedua bagian desa. desa ini terbagi menjadi 2 bagian tepat di tengahnya oleh sebuah sungai sederhana seperti yang ada di film-film ghibli dengan airnya yang jernih. pantas saja jika pengelola memasang larangan mencuci kaki di sini. siapa yang tidak tergoda untuk mencelupkan kaki ke dalam air sebening ini.
kedai ice cream
wasabi ice cream
untuk masuk ke iyashi no sato kau akan dikenakan biaya 350 yen -seharga ice cream :')-. namun untuk pemegang 3 day pass hakone-fuji, kau akan mendapatkan potongan 50 yen lengkap dengan peta petunjukkau tidak harus membeli kerajinan tangan atau souvenir di sini karena memang harga yang ditawarkan sedikit lebih mahal dibanding yang dijual di sentra souvenir sekitar danau kawaguchiko. tapi jika kau tetap ingin membelanjakan yen-mu, cobalah mampir di kedai ice cream yang menawarkan berbagai macam variant ini. ada variant sakura bahkan wasabi. tertarik?
-***-
related posts:
- full itinerary of this trip 
previous: arakura sengen shrine
- next: oishi park
NewerStories OlderStories Home

0 comments:

Post a Comment