warna-warni lampion di halaman daeungjeon
berkunjung ke kuil bukan menjadi hal baru bagi kami selama di korea. maklum ini sudah hari kelima. tapi secara khusus berkunjung ke kuil baru hari ini, ke bulguksa.

bulguksa temple merupakan kuil utama ajaran buddha tradisional yang di menyimpan 7 harta nasional korea. kuil ini ditetapkan sebagai UNESCO world heritage bersama dengan seokguram grotto yang tidak kami kunjungi karena akses dan waktu yang kurang memadai. nama bulguksa memiliki arti kuil negeri buddha
taman di antara bulguksa temple dan bulguksa temple museum
negeri ini bermula dari kuil kecil yang dibangun tahun 528 dan mengalami beberapa kali renovasi sampai dengan 1805. setelah renovasi pun, bangunan yang kita lihat saat ini adalah hasil restorasi besar-besaran yang dilakukan pada 1969 dan 1973. mungkin karena restorasi besar-besaran inilah kau akan menemukan museum dan tourist attraction lainnya sebelum mencapai kuil
bulguksa temple
sama seperti kuil di seoraksan maupun juwangsan, bulguksa temple juga berada di kaki gunung. karena lokasinya, kita harus melalui track sedikit menanjak. tanjakan ini tidak ekstrim, hanya saja beberapa lansia yang kami temui dibantu trekking pole selama perjalanan. halte bus langsung berada di depan depan kompleks kuil sehingga tempat ini dapat diakses dengan bus dari mana pun yang melalui bulguksa temple.
persiapan perayan dengan background jembatan yeonhwagyo-chilbogyo
hari ini adalah hari minggu. keramaian pengunjung maupun pedagang kaki lima terlihat mulai dari tempat parkir. keramai bertambah padat semakin menuju kuil. ntah hari ini adalah hari besar atau memang hari keagamaan mereka adalah di hari minggu.
lampion lotus yang banyak dipasang pada perayaan di depan daeungjeon dan jembatan cheongungyo-baekungyo dan yeonhwagyo-chilbogyo 
banyak lampion terpasang mulai dari bentuk original, warna-warni sampai bentuk lotus. bunga lotus memiliki banyak makna dalam ajaran buddha. bahkan salah satu bangunan di sini pun banyak dihiasi dengan ornamen lotus. untuk masuk ke bangunan utama, akses yang dibuka ada di samping kanan karena bagian utama tertutup untuk persiapan perayaan.
daeungjeon hall
bulguksa temple memiliki 4 aula utama. aula pertama yang paling besar dan paling depan yaitu daeungjeon, hall of great enlightenment. aula doa ini diperuntukkan bagi buddha sakyamuni. di dalamnya terdapat patung buddha berlapis emas peninggalan kerajaan silla. di bagian depan aula ini terdapat 33 anak tangga sebagai simbol harapan, bahwa orang biasa pun dapat mencapai nirwana asalkan mau berusaha. 33 ini juga merupakan jumlah tahapan dalam pencerahan buddha. tangga ini dinamakan cheongungyo -jembatan awan biru- yang terdiri dari 17 anak tangga dan baekungyo -jembatan awan putih- yang terdiri dari 16 anak tangga. 
jembatan cheongungyo-baekungyo yang berujung pada gerbang jahamun 
jembatan ini berujung pada jahamun yang merupakan gerbang kabut lembayung. gerbang ini menjadi penghubung bagian bawah yang merupakan dunia manusia dengan bagian atasnya yang melambangkan nirwanamasuk ke dalam gerbang sebelum sampai ke daeungjeon kau akan menemukan pemandangan yang tidak biasa dengan adanya 2 pagoda. kuil-kuil pada umumnya memiliki sebuah pagoda, sementara bulguksa temple memiliki dabotap pagoda di sebelah timur dan seokgatap pagoda di sebelah barat.
dabotap pagoda
dabotap pagoda melambangkan dabo buddha -buddha pendahulu- dan dalam sutra dituliskan sebagai funeral tower. menara ini muncul sebagai penanda lokasi khotbah sang buddha. pagoda ini memiliki desain kompleks beralas persegi dengan tangga di setiap sisinya. di atasnya terdapat pilar oktagonal yang menyangga tingkap bulat bermotif lotus dan bentuk bunga sampai puncaknya yang bulat.

desain pagoda yang kompleks ini menggambarkan keberagaman alam semesta. ruang kosong di antara pilar kemungkinan pernah berisi patung buddha. hanya saja yang tersisa tinggal sebuah patung singa di sebelah barat yang tidak tampak jelas karena tertutup lampion hias. ketiga patung lainnya sudah tidak ada lagi di posisi semula. mau tahu bentuk patung singa yang lebih jelas? kau bisa melihatnya di koin  10. pagoda ini memang istimewa sebagai peninggalan kerajaan silla sampai diabadikan dalam mata uang korea. 

berbanding terbalik dengan kekompleksan dabotap pagoda, seokgatap pagoda lebih simple dan minimalis tetapi memiliki keseimbangan yang dinamis. bentuk ini juga semacam menjadi bentuk dasar pagoda di wilayah gyeongju. bentuk pagoda dengan dasar persegi, 3 tingkat menara dan bagian atas yang mengecil.
seokgatap pagoda
seokgatap pagoda melambangkan buddha sakyamuni. saat restorasi tahun 1966 ditemukan relik pada bagian dalam tingkat kedua yang berisi salinan sutra tertua di dunia dan relik buddha lainnya. jika dabotap pagoda istimewa dengan desainnya bagiku seokgatap pagoda istimewa dengan apa yang diam-diam tersimpan di dalamnya. dia yang sederhana tapi menyimpan banyak rahasia dan peninggalan untuk kita yang ada saat ini. 

o iya, walau bentuknya lebih sederhana, tapi bagiku pagoda ini lebih berkarakter. di antara keramaian pengunjung dan warna-warni lampion, pagoda ini justru menunjukkan pesonanya dengan cara yang tidak biasa. semacam mercusuar yang diam tapi menarik perhatian.
dabotap berdampingan dengan seokgatap di halaman daeungjeon 
seakan-akan kedua pagoda ini memang ditempatkan di sini untuk mengisi satu sama laindabotap pagoda yang menggambarkan buddha pendahulu dan seokgatap pagoda yang melambangkan buddha masa kini semacam menjadi bukti bahwa ajaran saat ini adalah khotbah yang diturunkan dari pendahulunya. di dalam lambang buddha masa kini jugalah tersimpan sutra sebagai dasar ajaran buddha bagi pengikut-pengikut selanjutnya. sebuah pemikiran luar biasa peninggalan kerajaan silla.
pemasangan ujub doa pada lampion-lampion kuil
di belakang daeungjeon terdapat museoljeon, hall of no words. aula ini dinamakan demikian sebagai lambang bahwa ajaran buddha tidak cukup melalui kata-kata saja. bangunan ini merupakan bangunan tertua dalam kompleks bulguksa temple yang dibangun pertama kali sebelum aula-aula lain dibangun. keramaian di hari perayaan membuatku memutuskan untuk tidak masuk ke daeungjeon maupun museoljeonkau pasti tidak mau terganggu juga kan saat beribadah? 
view-nya sih udah ok, kameranya yang belum bersahabat diajak selfie
aku harus cukup puas dengan menyaksikan kecerian warna-warni lampion yang terpasang di halaman kuil. warna-warni ini membawa nuansa segar di area kuil yang didominasi warna keabuan. keceriaan dan kesegaran juga aku rasakan dari salah satu keunikan yang baru kutemukan di kuil korea. selain melalui lampion, doa serta permohonan atau persembahan di sini disampaikan melalui karangan bunga. banyak bunga-bunga cantik yang baru pertama kali kulihat di korea dari rangkaian karangan bunga yang disusun rapi di sekitar daeungjeon dan museoljeon.
bunga apakah ini? kerabat lotus kah?
deretan lampion dan karangan bunga ddi depan museoljeon
di belakang museoljeon, di tempat paling tinggi pada komplek bulguksa temple terdapat aula kedua, gwaneumjeon. aula ini merupakan tempat doa yang ditujukan untuk memuja dewi kwan in sehingga disebut juga hall of avalokitesvara bodhisattva. di dalamnya terdapat patung kwan in dan lukisan dinding. pada lukisan ini tergambar boshisattva dengan seribu tangan dan mata. setiap telapak tangan memiliki mata yang menggambarkan kekuatan dan kemampuan sang buddha. masing-masing tangan membawa benda berbeda sebagai gambaran cara buddha untuk menjawab setiap permohonan yang berbeda-beda pula.
gwaneumjeon, hall of avalokitesvara bodhisattva
patung avalokitesvara dengan lukisan boddisattva di belakangnya
tidak hanya seribu tangan dan mata, boddisattva pun digambarkan memiliki banyak wajah. banyaknya wajah ini menyimbolkan kemampuan buddha melihat ke semua penjuru untuk mengamati mereka yang kesusahan secara menyeluruh. wajar jika aula doa ini didirikan di titik tertinggi bulguksa temple, supaya cakupan pandangan buddha semakin luas. seperti pemandangan yang dapat kita lihat dari halaman gwaneumjeon ke seluruh komplek kuil yang ada di bawahnya.  
birojeon dengan pagoda di halamannya
di bawah gwaneumjeon terdapat aula ketiga, birojeon. aula doa ini ditujukan untuk memuja vairocana buddha dan di dalamnya terdapat patung vairocana buddha berlapis perunggu yang juga menjadi salah satu harta nasional korea. patung setinggi 1.77 meter ini melambangkan kebijaksanaan dengan paras sang buddha yang tegas tetapi penuh kelembutan. patung vairocana mudah dikenali dengan melihat posisi tangannya. telunjuk kanan sang buddha ditutup dengan tangan kiri yang menunjukan penerangan sempurna.
patung vairocana buddha
pada halaman birojeon juga terdapat harta nasional korea lainnya yaitu pagoda yang menyerupai lampion batu. pagoda ini sempat diambil oleh jepang tahun 1906 tetapi dikembalikan lagi ke korea pada 1933. ukurannya jauh lebih kecil dibanding dengan dabotap dan seokgatap, hanya setinggi 2.1 meter. 
pagoda di halaman birojeon
sekilas aku kira ini hanya lampion batu. tetapi keberadaannya cukup mencolok karena bangunan indah yang menaunginya. pada bagian kepala pagoda terdapat ukiran buddha di keempat sisi. di dalamnya ditemukan relik kristal peninggalan dari biksu yang terkenal pada masanya. bagian kepala ini disangga oleh alas bermotif lotus dan bagian badan yang dihias dengan ukiran-ukiran. sedangkan pada bagian atasnya terdapat semacam atap berbentuk kerucut datar heksagonal. walaupun dibangun pada dinasti goryeon, tetapi terlihat adanya pengaruh kesenian dari kerajaan silla.

berjalan kembali ke bagian depan kau akan masuk ke aula keempat yaitu geuknakjeon, hall of supreme bliss. aula ini sebenarnya berada di samping daeungjeon yang dihubungan dengan pintu dan tangga turun. sedangkan dari bagian depan kuil, dari 'dunia manusia' yang ada di bawahnya pengunjung harus melewati yeonhwagyo -jembatan bunga lotus- dan chilbogyo -jembatan tujuh keajaiban-. jembatan ini berujung ke anyangmun sebelum masuk ke geuknakjeon
lukisan anak yang dipamerkan pada tembok penghubung daeungjeon dan geuknakjeon
aula ini untum memuja amitabha buddha yang menjaga dunia setelah kematian. di dalamnya terdapat patung perunggu amitabha buddha. seperti vairocana buddha, amitabha buddha mudah dikenali dari posisi tangannya. selain itu amitabha buddha juga merupakan buddha yang paling populer di asia. tangan kirinya terangkat sementara tangan kanannya tetap di pangkuan.

ketiga patung utama (sakyamuni-amitabha-vairocana) merupakan suatu kepaduan pada aliran hwaeom. aliran ini menekankan persatuan dengan mengakui perbedaan. sehingga walaupun menyatukan ketiga buddha, masing-masing patung buddha ditempatkan pada ruangan yang berbeda.
patung murid-murid buddha dan 3 patung utama yang ada di dalam nahanjeon
keluar dari 4 aula utama masih terdapat satu aula penting bagi mereka yang berdoa di sini, nahanjeon, hall of disciples, yang di dalamnya terdapat patung murid-murid buddha dan 3 patung utama. patung-patung di sini beraneka rupa untuk menggambarkan beragam perjalanan hidup sang buddha. tapi sebelum 1984, tempat ini merupakan sansin atau kuil dewa gunung. dewa ini merupakan dewa yang populer dalam cerita rakyat korea dan sebagian besar kuil di korea memang berada di gunung. tempat ini merupakan bukti adanya akulturasi terhadap kepercayaan tradisional yang dilakukan untuk mendekati calon pengikut dalam menyebarkan ajaran buddha. 
salah satu sotapji aka pagoda mini, apakah ini termasuk menyuap buddha? 
di sebelah nahanjeon terdapat sotapji atau pagoda-pagoda kecil. kau akan menemukan berbagai macam pagoda yang didirikan oleh pengunjung dengan beragam bentuk dan ukuran. karena dibangun dengan batu dan orang yang berbeda, bentuknya tidak ada yang sama walaupun serupa. doa-doa para pengunjung dikumpulkan di sini dengan beraneka cara. melalui tumpukan batu yang disusun menjadi pagoda.
salah satu artefak yang dipamerkan di bagian luar museum bulguksa
perjalanan di kuil bulguksa berakhir ketika kau menemukan toko souvenir. tokonya relatif kecil untuk menampung pengunjung saat perayaan seperti hari ini. tapi apa yang dijual di sini bisa bilang limited edition. souvenir khas bulguksa dan beberapa tentang gyeongju dijual di sini. my suggestion, jangan lewatkan membeli souvenir bulguksa di sini karena kau belum tentu menemukannya di tempat lain. sedangkan souvenir gyeonju masih bisa kau beli di tempat-tempat wisata lainnya.
bagian luar museum bulguksa
taman di samping museum bulguksa
di luar kompleks kuil tetapi masih dalam satu kawasan terdapat juga bulguksa. museum ini dibuka pada november 2018 dengan tiket masuk  6.000. bukan tarif yang murah untuk museum kecil menurutku sehingga kami memutuskan untuk mengeksplore bagian luarnya saja. melihat papan penunjuk yang ada di bagian luar kami memperkirakan di dalamnya mengimpan artikel dan relik yang ditemukan selama restorasi kuil ini.
taman museum bulguksa dengan berbagai replika harta nasional yang ada di dalam kuil
jika kuil dan bagian luar museum aja sudah cukup menarik, apakah kau masih tertarik untuk masuk ke dalam museum kuil bulguksa?

doc: beberapa rista punya
kek lok si *temple*
'penang itu pulau kecil'

so what? beberapa orang yang mengetahui rencana perjalanan 4 hariku di penang berkomentar demikian. tapi jangan salah, kuil buddha terbesar se-malaysia justru ada di pulau kecil ini. kek lok si namanya.

kuil surgawi yang dalam bahasa hokkien di sebut kek lok si banyak dikunjungi peziarah dari asia terutama dari hong kong. kek lok bearti surgawi dan si bearti kuil. jadi sebenarnya penulisan judul ini juga kurang tepat, karena si juga bearti temple.
turning point at kek lok si
kek lok si dapat diakses menggunakan bus rapid penang yang melalui air itam. kebetulan aku mendatangi kuil ini langsung dari bandara begitu sampai di penang. tidak ada bus langsung dari penang international airport menuju kek lok si. jika kau ingin langsung ke kuil ini, kau dapat menggunakan jasa taksi atau mobil sewaan yang banyak tersedia di airport.
komtar tower, bus terminal ada di bawah bangunan ini
aku memilih menggunakan bus, lebih merakyat dan hemat. selain juga merasakan lebih dekat budaya setempat. ada beberapa rute bus rapid penang yang dapat dipilih menuju kek lok si dari airport. rute yang kupilih adalah yang paling aman menuju komtar bus terminal. dari terminal ini aku mencari bus menuju air itam.
komtar bus terminal jarlur 4, tunggu bus melewati air itam di sini
komtar bus terminal jarlur 4, tunggu bus melewati air itam di sini
bus menuju air itam tersedia di jalur 4 komtar bus terminal. kau tinggal membaca papan informasi yang tersedia di setiap jalurnya. ada beberapa pilihan bus yang melalui air itam, pilih saja yang pertama datang. air itam terkenal dengan pasarnya, jadi bersiaplah saat bus melewati pasar. tak jauh dari sana akan ada tempat pemberhentian bus.
jalan pasar, jalan utama sebelum masuk ke laksa air itam & kek lok si di sebelah kanan
untuk mencapai kek lok si kau perlu sedikit berjalan dari pemberhentian bus. tapi jangan khawatir tersesat karena petunjuk jalan yang jelas dan pagoda kek lok si dapat kau lihat begitu keluar dari bus. sebelum mengeksplore kuil ini aku menyempatkan sarapan sekaligus makan siang di laksa air itam karena akan banyak tenaga dibutuhkan untuk berkeliling kuil.
rute menuju kek lok si
lokasi kek lok si berada tidak jauh dari penang hill, sehingga memiliki suasana kaki bukit yang sama. aku skip kunjungan ke penang hill karena membayangkannya mirip dengan genting highland yang aku pernah aku kunjungi. tapi ternyata di sini udaranya tidak sesejuk di genting highland, cenderung panas bahkan untuk kawasan di sekitar kaki bukit.
kolam kura-kura
populasi kura-kura di kolam
jika kau menggunakan kendaraan pribadi kau dapat langsung menuju area parkir kuil utama. tetapi aku memilih rute pejalan kaki dengan pintu masuk di bagian bawah komplek kuil yang disambut dengan kolam kura-kura. terdapat ratusan kura-kura di kolam ini mulai dari anakan sampai dewasa. hal ini berkaitan dengan tradisi pernikahan yang melepaskan kura-kura. semakin banyak pasangan menikah di kuil ini, semakin banyak juga kura-kura di dalam kolamnya. 
akses menuju kek lok si
udah nanjak, banyak tangga pula, tapi ga berat kok buat yang fit
kolam ini juga menjadi salah satu atraksi di kek lok si. di sini pengunjung dapat memberi makan kura-kura. pakannya dapat dibeli pedagang yang ada di sekitar kolam berupa pellet maupun sayuran segar. cukup aku saja yang makan, kura-kuranya jangan. supaya kepadatan kolam tetap terjaga maka aku melanjutkan perjalanan melalui beberapa anak tangga menuju bagian utama kuil.
main hall kek lok si
kek lok si
tempat yang terakses pertama kali adalah aula doa yang cukup luas. patung dewa-dewa besar ada di bagian dalam aula sedangkan di bagian dindingnya terpasang ribuan patung dewa-dewa berukuran kecil. salah satu yang menarik untukku adalah wishing ribbon yang ada di dekat pintu keluar. untuk menyematkan seutas pita kita cukup berdonasi RM 1. hanya saja semua pita ditulis dengan bahasa china yang tidak aku mengerti arti lengkapnya. daripada salah doa, mending tidak usah mencoba.
aula doa kek lok si. bandingkan dengan orang berbaju hijau, kau akan merasakan betapa luasnya ruangan ini
lampion, wishing ribbon dan ribuan patung buddha mini di semua bagian dinding
keluar dari aula menuju ke bangunan di atasnya kau akan melalui taman dengan patung buddha yang dikelilingi oleh 5 biksu. aku tidak tahu apakah ini tempat doa atau patung penghias taman karena tidak ada pengunjung maupun peziarah yang berdoa di sini saat aku lewat. di samping taman ini terdapat jalan menuju amitabha buddha pagoda yang sayangnya banyak disinggahi pengemis.
buddha dengan 5 biksu
akses yang dimanfaatkan mereka yang kurang beruntung
amitaba buddha pagoda terdiri dari 3 lantai. di sekelilingnya terdapat patung amitabha buddha dalam posisi berdiri yang sama disusun berdampingan. warna kuning yang mendominasi dinding dan patung buddha sangat kontras dengan warna merah pagoda yang ada di bagian tengahnya. belum lagi pintu bulat yang menjadi akses masuk menjadi pemandangan cantik. berada di taman ini saja aku sudah menemukan keheningan yang nyaman
amitaba buddha pagoda
deretan patung di amitaba buddha pagoda
lantai 1 digunakan sebagai souvenir shop maupun perlengkapan doa. kau bisa menemukan souvenir kek lok si maupun kerajinan khas penang. aku membeli pembatas buku kayu dengan hiasan pita seperti yang digunakan pada wishing ribbon dan gantungan kunci sebagai oleh-oleh. naik ke lantai 2 terdapat ruangan dengan 3 patung amitabha buddha. aku tidak yakin apakah ini tempat doa karena tidak terdapat altar doa seperti yang terpasang di aula doa sebelumnya.
my favorite! pintu bulat sebulat muka yang baru bangun tidur di pesawat :D
ruangan pada lantai kedua amitaba buddha pagoda
sayangnya tangga ke lantai 3 ditutup untuk pengunjung. tapi jika dilihat dari jauh, di lantai ini lagi-lagi terdapat patung amitabha buddha ukuran normal yang mengelilingi patung utama yang lebih besar. sama dengan patung dewi kwan in, patung di bagian puncak ini juga dinaungin dengan pavilion.
puncak amitaba buddha pagoda
taman amitabha buddha pagoda terhubung dengan hall of devas dan mahavira hall. arsitektur kedua tempat ini sangat berbeda dengan amitabha buddha pagoda. jika amitabha pagoda didominasi dengan warna yang cerah, kedua tempat ini lebih banyak dihiasi dengan pilar-pilar kayu dengan warna aslinya. kalau pun diberi warna, warna-warna yang ada di sini lebih natural. jika di tempat sebelumnya aku menemukan keheningan yang nyaman, di sini aku dihadapkan pada ketenangan magis. suasana yang akan kau temukan di tempat orang-orang khusyuk berdoa.
berbagai patung dewa di hall of devas
buddha maitreya
sesuai namanya pada hall of devas ada berbagai patung dewa dari yang berparas sangar sampai yang riang. sedangkan mahavira hall biasanya merupakan aula utama tempat beradanya 3 patung buddha sekaligus menjadi tempat doa utamanamun aku melihat ada yang tidak biasa di sini. selain aula doa di bagian kuil paling bawah dan mahavira hall, masih terdapat aula doa lain yang terletak di samping pagoda.
mahavira hall
sebelum sampai ke pagoda kau akan melewati kantin dengan deretan toko souvenir. sedikit menyesal sudah membeli beberapa souvenir tadi karena pilihan di sini ternyata lebih banyak. tapi tetap saja ada yang kubeli yaitu kartu pos kek lok si. sayangnya aku hanya menemukan penjual post card tanpa ada yang menjual perangko.
post card kek lok si: patung dewi kwan in sebelum ditutup pavilion dan gemerlap kek lok si malam hari. ada yang tau 1 lagi di belakang ada post card apa?
sampai di sini yang telah aku kunjungi dapat diakses gratis oleh pengunjung. namun setelahnya mulai berbayar atau disediakan kotak donasi. pada ujung kios souvenir inilah terdapat petugas lift untuk naik ke pelataran atas. kau harus membayar RM3 untuk perjalanan naik turun. tidak ada akses lain.
patung kwan in yang hanya sempat kulihat dari kejauhan
aku lupa mengapa aku batal naik, sepertinya terlupa saat sibuk memilih post card. aku baru tahu kemudian ternyata dari sanalah kau bisa naik menuju patung dewi kwan in setinggi 30.2 meter dari perunggu. patung perunggu ini menggantikan patung gips putih yang terbakar sebelumnya. patung ini dinaungi dalam pavilion setinggi 60.9 meter yang memiliki atap 3 tingkat dan 16 tiang penyangga. selebihnya tidak tampak karena aku hanya berhasil menintip dari kejauhan dan ingat setelah di bawah belum masuk ke tempat ini.
aula doa yang ramai dengan mereka yang sedang mengadakan perayaan
ada juga altar persembahan di samping aula doa yang diberi nomor ntah menurut apa
melanjutkan ke tempat berikutnya aku harus membayar RM 2 untuk masuk ke aula doa. sepertinya di tempat ini baru ada perayaan karena ada meja-meja doa terpasang bersama dengan kitab-kitab dan kumpulan pendoa. tidak seperti mahavira hall yang sepi dan cocok untuk berdoa atau bermeditasi, suasana hiruk pikuk tampak di sini. sungkan menganggu mereka aku segera melanjutkan ke pagoda yang juga menjadi daya tarik kek lok si.
taman di bawah pagoda kek lok si, dari sini kau bisa melihat kota yang ada di bawahnya
pagoda rama yang menjadi salah satu icon kuil ini
pagoda ini dikenal dengan pagoda rama yang memiliki kekompleksan desain. bagian dasar berbentuk oktagonal dengan arsitektur china, sedangkan bagian tengah bergaya thailand dan atapnya bergaya myanmar. kombinasi arsitektur ini melambangkan harmoni buddha mahayana dan buddha theravada yang ada di sini. 
when you walk alone: suka kagum-kagum sendiri, asik sendiri trus lupa apa waktu. tau-tau udah sore 'n ga bisa eksplore maksimal
didalamnya konon ada 10.000 patung buddha. namun karena adanya perayaan di aula doa, beberapa akses terbatas untuk pengunjung sehingga aku pun harus cukup puas dengan mengeksplore taman tanpa naik ke pagoda setinggi 30 meter ini. taman ini dihiasi puluhan lampion yang sepertinya cantik jika dikunjungi malam hari. dari sini pun kau juga bisa menyaksikan bagian kota yang ada di bawahnya.

ada yang pernah masuk ke pagoda ini? cerita dong biar aku juga tau bagaimana isinya.
jungang market
jungang market
tempat pertama yang kami tuju begitu sampai di gyeongju adalah pasar malam. maklum, kami sampai saat hari sudah petang, setelah perjalanan panjang dari juwangsan, dengan kelelahan dan kelaparan. untungnya rute menuju penginapan dari gyeongju bus terminal melewati jungang market yang langsung menarik perhatian mata dan perut kami.

masuk ke sini seakan masuk ke food zone. kedai makanan berderet rapi di tepian dengan tempat makan di bagian tengah. meja disediakan dengan bangku-bangku pendek bergerombol. aneka makanan dijual, mulai dari makanan barat, timur tengah dan tentunya makanan korea.
deretan penjual makanan dengan tempat makan di bagian tengah pasar
jungang market adalah pasar lokal yang beroperasi dari pagi sampai sore hari. tapi setiap 5 hari sekali ada semacam pasar tiban di petang sampai dengan malam hari yang khusus menjual makanan. event ini banyak digunakan muda-mudi lokal maupun keluarga untuk berkumpul atau sekedar hang out saat pulang kerja. dan kami beruntung ada di gyeongju saat event berlangsung.
beberapa penjual pasar yang masih berjualan di malam hari
berkeliling di tempat makan dalam kondisi lelah dan lapar ternyata bukan hal yang mudah. banyaknya pilihan makanan justru membuat kami semakin tidak fokus dalam menentukan pilihan yang akan kami makan. akhirnya rista justru memilih menu sederhana, tteokbokki. sedangkan aku memilih sundae karena belum menemukan makanan ini di indonesia.
tteokbokki walau seperti hanya dibungkus plastik tapi masih ada paper cup-nya di bagian luar
bagaimana rasanya? tteokbokki seharga ₩ 5.000 yang rista pesan ternyata jauh di bawah ekspektasi. berharap memakan makanan pedas yang hangat untuk menyegarkan mood dan tenaga yang hilang setelah pendakian. ternyata rasanya cenderung plain untuk lidahku, tidak sebanding dengan warnanya yang tampak merah bergairah. rista yang memesan makanan saja juga kurang puas dengan apa yang dia makan dan berujung melipir ke toserba yang ada di dalam pasar.
penjual sundae dan tumisan seafood
sementara rasa sundae ₩ 5.000 yang aku pesan tidak terlalu mengecewakan. rista tidak bisa makan makanan ini karena tidak tahan dengan aroma darah babinya. mungkin aku terbiasa dengan makan saren -darah ayam yang direbus dan biasanya dimasak dengan bumbu bacem- di jogja sehingga tidak terlalu kaget dengan aroma dan teksturnya. penasaran justru, apakah sesama menu berbahan dasar darah ini akan memiliki rasa yang serupa?

saren di jogja terbuat dari darah ayam tanpa tambahan yang memiliki taste manis ringan. sedangkan sundae korea yang berasal dari darah babi memiliki taste manis dan cenderung berat. selain karena glass noddle yang dicampur dengan darah dimasukkan ke dalam usus babi, rasa berat ini juga berasal dari aneka saus yang digunakan. belum lagi irisan bawang bombay dan ntah daun apa, membuat makanan ini lebih cocok dimakan bersama dengan nasi. tetapi karena porsinya cukup besar untukku dan rista tidak mau diajak share akhirnya aku putuskan memakan sundae tanpa nasi.
sundae before-after diaduk, glass noodle-nya gendut-gendut, gimana ga kenyang
selain rasa manis, sundae juga memiliki rasa pedas ringan yang lebih cepat hilang dibanding dengan aroma daun yang digunakan sebagai taburan. ntah mengapa aku mudah terganggu dengan aroma dedauan yang asing atau belum pernah kumakan. seperti dedauan di makanan thailand. that's for me

sementara rista tidak terganggu dengan aroma daun ini dan lebih terganggu dengan aroma darah. mungkin untuk yang tidak terbiasa, sundae akan terasa aneh pada awalnya. tapi untuk yang terbiasa dengan aromanya pun, menghabiskan 1 porsi ini sendirian cukup membuatku eneg kekenyangan :D   
penjual laksa air itam
laksa air itam? awalnya aku skeptis dengan makanan ini. walaupun penggemar noddle tapi ntah mengapa aku ga akur dengan rasa laksa, baik laksa malaysia maupun laksa singapore. cuman ga sah bukan kalau mengunjungi tempat baru tanpa mencoba makanan khasnya. dan di penang, makanan yang paling banyak direkomendasikan adalah laksa air itam. jadi mari kita coba. 

walaupun sering disebut laksa air itam ternyata warnanya tidak sehitam bayanganku. sebutan ini melekat karena letak kedai laksa berada di jalan pasar yang berada di sebelah pasar air itam. sangat mudah ditemukan. seperti kebanyakan kedai kaki lima, tempatnya jauh dari nyaman. kedai ini beroperasi mulai 10.30 sampai dengan jam 7 malam.
penjual es tebu giling
aku memilih waktu makan siang untuk mencoba laksa air itam. dan ternyata itu bukan waktu yang tepat. bukan karena kedai yang ramai tetapi karena hawa panas siang itu tidak sesuai dengan makanan berkuah panas yang disajikan. untuk mengimbanginya kau bisa memesan es tebu yang langsung digiling di sebelahmu seharga RM 2 per gelas.

kondisi kedai bisa dibilang ramai lancar. walau banyak pengunjung tapi dipastikan kau akan mudah mendapatkan bangku kosong karena penyajian makanan cukup cepat. selain karena menu yang ditawarkan hanya laksa sehingga pembeli tidak perlu lama memilih menu, cukup menyebutkan jumlah yang kau pesan. tetapi juga karena makanan ini cukup simple penyiapannyarice noddle dengan bentuk seperti spaghetti bulat disiram berulang-ulang dengan kuah panas sebelum diberi topping irisan bawang, semacam seledri atau daun mint dan cabai merah. 
suasana kedai laksa air itam
untuk mendapatkan semangkuk laksa kau cukup membayar RM 5. bayar dulu, baru makan. karena makanan akan disajikan setelah kau membayar makanan yang kau pesan. berbeda dengan laksa malaysia peranakan yang disajikan dengan kuah santan dan bercita rasa asam pedas, laksa air itam disajikan dengan kuah campuran ikan, udang dan aneka rempah. mienya kenyal dengan kuah sedikit kental. rasanya cenderung manis dibanding dengan laksa peranakan. rasanya mengingatkanku pada kuah sate celup bercampur dengan aroma belacan. ada taste amis di setiap suapan.
laksa air itam yang tidak hitam
menurut lidahku, kuah laksa ini bisa dibilang 'kotor'. mungkin karena ikan makarel dan udang giling di dalam kuah yang tidak halus sempurna. kadang masih dapat kau temukan serpihan tulang ikan maupun kulit udang. walaupun dihidangkan dengan kuah kental, tapi laksa air itam tidak seperti pasta. masih bisa diseruput hanya saja mungkin tersedak karena 'kotor'-an tadi. overall... untuk makan siang laksa ini membantu perutku, tapi tidak dengan lidah dan hidungku.
NewerStories OlderStories Home