mengintip osaka castle
osaka castle menjadi icon prefecture kansai terutama bagi para penggemar manga rurouni kenshin. lebih dikenal dengan judul samurai x di indonesia, manga ini mengajarkanku tentang sejarah jepang. termasuk nama dan tokoh yang terlibat dalam peristiwa restorasi meiji. mengunjungi tempat ini semacam menjadi keharusan untukku yang baru pertama kali ke jepang.
osaka castle
oda nobunaga yang muncul dalam manga tersebut ternyata menjadi cikal bakal diresrotasinya kastil ini. toyotomi hideyoshi ingin membangun kastil -yang sekarang kita kenal dengan osaka castleserupa dengan azuhi castle milik oda nobunaga. tetapi hideyoshi menginginkan kastilnya melebihi kastil nobunaga tersebut. bangunan utama kastil memiliki 5 lantai dan ditambah 3 lantai bawah tanah. selain itu kastil ini juga dihias dengan daun emas di tiap sisi menara
parit dan tembok pelinding kastil
hideyoshi terus memperluas kastil sampai 1 kilometer persegi. sekeliling kastil dilindungi oleh tembok batu tinggi menghadap ke parit. tembok ini untuk melindungi penghuni dari penyerang. dalam pertempuran sekigahara, hideyoshi dapat menahan serangan tokugawa karena keberadaan parit pertahanan tersebut.

osaka castle mengalami sejarah panjang sebelum direstorasi pada 1995 dan beralih fungsi sebagai museum pada 1997. dengan peralihan fungsi ini pun interior kastil ikut berubah. perubahan paling mencolok adalah pemasangan elevator di bagian dalam kastil.
osaka international peace center
salah satu pengalamanku yang tak terlupakan juga ada di elevator ini. petugas kastil memberikan sejarah dan arahan singkat cara kunjungan di osaka castle dalam 2 bahasa dengan waktu sekali perjalanan elevator dari lantai dasar ke lantai 5. bel tanda elevator sampai tujuan berbunyi tepat saat kata terakhir diucapkan oleh petugas. aku sangat mengagumi ketepatan waktu orang jepang ini, bahkan dilakukan oleh manusia bernafas bukan robot pun mereka sangat tepat. ntah bagaimana training petugas elevator ini untuk bisa menyampaikan semua arahan tepat dalam satu kali perjalanan.
shachihoko (karakter ikan pada hiasan fish tiger di puncak kastil) dan landscape osaka
penjelajahan kastil dimulai dari lantai teratas, observation deck. di sini kau bisa menikmati pemandangan 360 derajat sekeliling kastil dan osaka sampai batas horison. dari atap inilah kau bisa melihat daun emas yang dimaksud mengelilingi tiap-tiap sudut kastil. selain itu pemandangan taman dan parit yang ada juga dapat dinikmati dari sini.

turun dengan tangga kayu kita dibawa menuju lantai 7 dengan pameran kisah kehidupan toyotomi hideyoshi. di sini dituturkan kembali kisah hideyoshi membangun osaka castle, teori-teorinya sampai dengan pencapaiannya menyatukan jepang.
reproduksi dengan skala 1/20 terdiri dari 307 figure
karena lantai 6 tertutup untuk pengunjung aku langsung turun ke lantai 5, di sini terdapat visualisasi dan miniatur perang. pertempuran yang dikenal dengan the summer war in osaka ini terjadi antara pasukan yukimura sanada dan tadanao matsudaira. setiap figure dibuat detail dengan jumlah yang tidak sedikit pula.

sejarah dan seni jepang yang dapat kau nikmati dalam satu kali kunjungan. hal ini juga masih dapat kau temukan di lantai 4 yang menyimpan peninggalan hideyoshi seperti koleksi barang-barang eropa, mengingat jepang masih tertutup dari budaya barat saat itu. sampai dengan koleksi lukisan hideyoshi serta tulisan tangan hideyoshi yang dikenal dengan tulisan cakar ayamnya. namun siapa sangka tulisan cakar ayam ini justru mengukir strategi-strategi perang jauh di atas kelas ayam.
fish tiger yang sama dengan yang terpasang di puncak osaka castle
koleksi di lantai 4 sepertinya tidak mampu dipamerkan semua di lantai ini sehingga terbagi dengan koleksi yang tersimpan di lantai 3 yang juga menyimpan barang peninggalan pada masa hideyoshi. di sini juga tersimpan replika ruang minum teh hideyoshi. perlu perhatian khusus adanya larangan memotret di lantai 3 dan 4 ya. jangan sampai mengabaikan larangan ini.
dengan yukata sewaan di depan icon osaka castle, sengaja setangah badan karena sandal gunung yang mengacaukan pemandangan
versi full dengan sandal gunung
lantai 2 menjadi salah satu favoritku juga karena terdapat penyewaan yukata. kau dapat berfoto mengunakan yukata selama 15 menit dengan membayar ¥ 300. sayangnya kau hanya dapat berfoto di samping tempat penyewaan, tidak dapat digunakan untuk keliling kastil. plus hanya tersedia sedikit pilihan yukata berukuran kecil yang bisa kupakai. selebihnya masih bisa dibilang murah untuk pengalaman menggunakan yukata di tempat bersejarah.
jejak ishiyama hongan-ji temple di area osaka castle
sampai ke lantai dasar tempat kami masuk tadi. di sini adalah pusat informasi dan movie theater tentang osaka castle. ingin membeli mercendaise? di sini juga terdapat museum shop yang menjual beraneka jenis barang seputar osaka castle dan sejarahnya. mulai replika lukisan yang tenar saat itu sampai kaos dengan desain lukisan tersebut. jika kau ingin membeli souvenir dengan harga yang lebih terjangkau cobalah mengunjungi toko souvenir yang berada di luar bangunan tetapi masih dalam kompleks osaka castle.
jepang ga pernah melewatkan kesempatan untuk naruh hiasan-hiasan cantik
di bagian luar osaka castle terdapat nishinomaru garden yang ditanami lebih dari 600 pohon sakura. sayang ketika aku berkunjung tidak bertepatan dengan hanami sehingga yang kutemukan hanyalah sekelompok pohon berdaun hijau, tidak ada sisa-sisa bunga sakura yang bermekaran. selain taman sakura terdapat juga jajaran kedai makanan dan toko souvenirharga yang ditawarkan pun standar, tidak lebih mahal seperti tempat-tempat wisata di indonesia. 
taman pohon sakura
jika pada musimnya pasti sangat cantik pemadangan di sini
tapi karena di sini juga berlaku pajak, maka harganya akan lebih mahal jika dibandingkan dengan duty free kansai airport. ini baru aku tahu ketika kembali ke indonesia. next, kalau ingin membeli oleh-oleh atau kerajinan jepang sebaiknya belanja saja di duty free kansai airport karena harganya lebih murah. sedikit tips dari bludstory, semoga berguna.
-***-
previous:
next:
spot incaran di bukchon hanok village
siapa yang ga tau bukchon hanok village? kawasan ini menjadi semacam landmark kota seoul bagi wisatawan asing, wajib dikunjungi. mereka yang berburu tempat instagramable atau baru pertama kali ke korea pasti akan memasukan tempat ini dalam destinasi mereka. begitu juga kami.
kawasan hunian modern dan tradisional
dengan lebih banyak proporsi rumah tradisional sebagai hunian
sesuai namanya, hanok yang bearti rumah korea, kawasan ini terdiri dari rumah-rumah tradisional yang mempertahankan arsitektur aslinya. sedangkan bukchon bearti desa di utara. bukchon hanok village memang mudah ditemukan, tapi ternyata tidak mudah untuk menemukan tempat nge-hits berupa slope yang biasa muncul di buku panduan wisata. semua rumah di desa ini tampak kemiripan yaitu dibangun dari kayu, batu dan kertas penutup walaupun sudah ada beberapa yang memodifikasinya dengan menggunakan jendela kaca. cukup susah mengenali gang yang satu dengan gang lain.
lokasi hanok village berada di belakang samcheong-dong
dari sini masih dapat terlihat puncak namsan tower
dengan rumah-rumah yang menyimpan sejarah
desa tradisional yang berada di tengah kemodernan kota ini ternyata telah menyimpan sejarah selama 600 tahun. kawasan ini dulunya merupakan kawasan tempat tinggal bangsawan dari dinasti joseon. wajar, letak desa ini memang berdekatan dengan istana gyeongbokgung. saat ini bukchon hanok village digunakan sebagai pusat kebudayaan tradisional korea dimana pengunjung dapat memiliki gambaran kebudayaan pada masa dinasti joseon.
nyasar di hanok village dengan deretan cafe dan toko souvenir
setelah bertanya sana sini akhirnya sampai juga di slope ngehits hanok village, orang berjaket kuning adalah petugas dari dinas pariwisata yang sengaja ditempatkan di lokasi ini untuk menjaga ketenangan pengunjung
bangunan tradisional tetapi sudah diberikan sentuhan modern berupa sistem keamanan
sentuhan modern lain juga tampak dari instalasi cctv di berbagai tempat
walaupun digunakan sebagai pusat kebudayaan, kawasan ini tetap dihuni oleh pemilik asli maupun ahli waris masing-masing hanok tersebut. beberapa mungkin memang telah diubah menjadi kafe atau toko souvenir, tapi teteplah hargai kehidupan pribadi mereka. pengunjung diharapkan menjaga ketenangan supaya tidak menggangu penduduk asli. bahkan petugas yang ditempatkan di sini pun seakan bisu. mereka hanya akan menjawab pertanyaan pengunjung dengan gerakan tubuh. meski demikian mereka tetap ramah dan sangat membantu kok.
jika kau pemburu foto, pasti akan sangat senang berada di hanok village
bahkan kami yang flashpacker pun mendapatkan banyak foto bersama di sini, rekor!
dan ini adalah spot favoriteku di hanok village
kejadian yang sangat jarang terjadi di tempat wisata lain, maafkan kenarsisan kami ;)
salah satu aktifitas terkenal di tempat ini adalah berkeliling menggunakan hanbok, pakaian tradisional korea. berfoto menggunakan pakaian adat dengan background rumah adat. sebuah konsep wisata yang dikelola baik oleh pemerintah untuk meningkatkan perekonomian lokal. tapi karena alasan fleksibilitas kami memutuskan untuk tidak menyewa kostum ini. aku tidak dapat membayangkan bagaimana ribetnya berkeliling dengan kostum tersebut. namun ga mau terlihat tidak membaur di antara pengunjung berhanbok aku pun memutuskan untuk tidak terlalu tampak kucel hari ini. bagaimana, berhasilkan?

doc: beberapa rista punya
***
previous
nextgyeongbokgung palace
doi pui hmong village
thailand utara terkenal dengan suku pedalamannya. kunjungan yang cukup sering ke negara ini, rasanya ada yang kurang karena belum pernah mengunjungi dan bertemu langsung dengan suku pedalaman. akhirnya pada kunjungan kedua ke chiang mai ini kami memutuskan memasukkan hmong tribal village dalam itinerary kami.

hmong tribal village terletak di doi pui national park. kau bisa mengaksesnya melalui jalan yang sama menuju doi shutep. desa ini berada sekitar 30 menit berkendara dari wat phrathat karena akses jalan yang tidak semulus dan selebar perjalanan ke doi shutep.
secuil bagian pemukiman lokal
di luar bayanganku, ternyata hmong tribal village bukanlah desa pedalaman seperti dapat kau temui di badui. hmong tribal village adalah desa yang digarap sedemikian rupa sebagai tempat wisata yang menjual berbagai macam kerajinan tradisional. aku sedikit kecewa karena harapan untuk merasakan pengalaman bertemu dengan salah satu suku dari 6 suku yang ada di thailand sirna.
akses masuk ke taman bunga
untuk mengobati kekecewaan ini kami pun masuk ke sebuah taman dengan tiket masuk 10 ฿. jalan menuju tempat ini dipenuhi penjual kerajian di kanan kirinya yang sedikit membingungkan karena semua jalan tampak sama. jika kau ingin berpartisipasi dengan perekonomian suku hmong tidak ada salahnya untuk membeli beberapa produk yang mereka jual. harga kerajinannya memang lebih murah dibanding dengan di chiang mai sunday night market apalagi di bangkok.
taman bunga doi pui yang memanfaatkan bekas ladang opium
taman ini bukan terdiri dari perkampungan suku hmong dimana kau bisa bertemu dengan suku asli yang bergelang leher. ini adalah taman bunga yang memanfaatkan lahan yang dulunya adalah ladang opium sebelum diberhentikan secara permanen pada 1972. walau tidak dapat bertemu dengan suku asli, kau bisa merasakan pengalaman menjadi bagian suku hmong dengan menyewa pakaian tradisional mereka seharga 100 ฿/30 menit untuk berkeliling taman.
aneka pakaian suku hmong yang dapat disewa pengunjung
tapi memang tidak ada yang istimewa di taman ini yang cocok menjadi background pakaian tradisional mereka. adapun air terjun yang katanya ada di tempat ini nyaris tidak berhasil kami lihat kecuali papan nama yang menunjukkannya. doi pui waterfall yang kami temukan hanya berupa batu basah, jauh dari image air terjun dalam kepalaku. 
apakah kau bisa melihat air terjunnya? minimal melihat jejak air yang ditinggalkan
mungkin karena musim yang tidak tepat atau ekspektasiku yang terlalu tinggi dengan tempat ini, aku tidak menemukan atraksi menarik kecuali deretan pedagang asongan yang menjajakan kerajian lokal. tapi aku suka dengan apa yang mereka jual karena belum tentu kau akan menemukannya di bangkok nanti. sebaiknya kau memasukkan tempat ini sebagai kunjungan bersama destinasi lain di doi shutep, jangan pernah secara khusus hanya mengunjungi tempat ini saja. banyak waktu yang terbuang dalam perjalanan
daeponghang port dengan background gunung seorak
kau penggemar drama korea? cobalah singgah sejenak di daeponghang port yang kau lalui dalam perjalanan dari sokcho ke seoraksan maupun sebaliknya. dari jalan utama kau akan melihat pelabuhan dengan mercusuar merah dan putih yang cukup iconic di tempat ini.
daeponghang port red light house 
versi drama strong woman do bong soon episode 12
pemandangan menggemaskan ini pernah muncul dalam salah satu scene drama strong woman do boong soon. lokasi yang digunakan saat tokoh utama ahn min hyuk dan do bong soon berkencan memang punya daya tarik sendiri. so sweet bukan? tapi bukan itu yang kami rasa kan saat ini.
ikutan selfie ala-ala dan...
masih susah menemukan arah kamera yang benar
memang benar bahwa lokasi ini punya daya tarik khusus, tapi bukan daya tarik romatis. bukan, bukan karena aku pergi dengan rista sehingga tidak merasakan suasana romantis tapi memang hawa panas berlebihan saat itu tidak menyisakan ruang untuk merasakan keromantisan tempat ini. panas maksimal. matahari menyengat di atas kepala dengan angin kencang dan suara kapal pengangkut ikan yang baru masuk ke pelabuhan. apa kalian bisa membayangkan suasana romantis dengan kondisi seperti ini?
satu-satunya tempat sejuk yang kami temukan di sepanjang daeponghang port
selebihnya panas
dan diiringi suara klakson kapal
tapi ku akui tempat ini memang cukup menarik. kau seakan berada di lokasi vintage yang cocok muncul sebagai gambar-gambar dalam postcard. mercusuar merah terang dengan latar biru laut dan pondasi keabuan. atau kau lebih memilih view minimalis dari mercusuar putih dengan background warna laut?
masih mencoba mencari suasana vintage yang romantis
suka banget dengan nuansa vintage-nya walau harus kepanasan
bahkan dengan view minimalis
selain kedua mercusuar ini kau juga dapat menyaksikan keindahan dermaga yang dihias dengan lampu hias. tentunya pemandangan ini akan lebih menarik jika dinikmati di kala petang. saat kedai-kedai seafood tepi dermaga mulai buka. 
mermaid statue at daepohang fish market
temukan octopus statue dan kau akan mulai menemukan kedai seafood segar
aneka pilihan seafood segar dengan harga yang relatif terjangkau, pliss jangan mainin airnya
sayangnya belum semua kedai berjualan di siang hari
di siang hari kebanyakan kedai ini masih belum buka. tapi jangan khawatir, cobalah berunjung ke daepohang fish market dan kau akan menemukan seafood street food yang pastinya baru dalam penjelajahan kami. kau wajib mencoba cumi goreng isi yang gendut, sangat mengenyangkan. belum lagi bonus kepiting goreng dan juga beraneka tempura seafood. memanjakan lidah yang mungkin jenuh dengan rasa kimchi. 
akhirnya memilih streef food dengan banyak pilihan tempura
dan pilihan jatuh pada cumi isi yang menjadi makanan khas sokcho dengan tempura kepiting
bersama sebotol soju dingin, kuliner di sini bisa sedikit menyegarkan suasana panas khas dermaga tepi laut. satu yang perlu dicatat, di sini tidak ada pantai. jadi kalau mau lari-lari lucu, berkunjunglah di pantai sokcho saja, jangan di dermaga ini.

doc: beberapa rista punya
***
next:
NewerStories OlderStories Home