kek lok si *temple*
'penang itu pulau kecil'

so what? beberapa orang yang mengetahui rencana perjalanan 4 hariku di penang berkomentar demikian. tapi jangan salah, kuil buddha terbesar se-malaysia justru ada di pulau kecil ini. kek lok si namanya.

kuil surgawi yang dalam bahasa hokkien di sebut kek lok si banyak dikunjungi peziarah dari asia terutama dari hong kong. kek lok bearti surgawi dan si bearti kuil. jadi sebenarnya penulisan judul ini juga kurang tepat, karena si juga bearti temple.
turning point at kek lok si
kek lok si dapat diakses menggunakan bus rapid penang yang melalui air itam. kebetulan aku mendatangi kuil ini langsung dari bandara begitu sampai di penang. tidak ada bus langsung dari penang international airport menuju kek lok si. jika kau ingin langsung ke kuil ini, kau dapat menggunakan jasa taksi atau mobil sewaan yang banyak tersedia di airport.
komtar tower, bus terminal ada di bawah bangunan ini
aku memilih menggunakan bus, lebih merakyat dan hemat. selain juga merasakan lebih dekat budaya setempat. ada beberapa rute bus rapid penang yang dapat dipilih menuju kek lok si dari airport. rute yang kupilih adalah yang paling aman menuju komtar bus terminal. dari terminal ini aku mencari bus menuju air itam.
komtar bus terminal jarlur 4, tunggu bus melewati air itam di sini
komtar bus terminal jarlur 4, tunggu bus melewati air itam di sini
bus menuju air itam tersedia di jalur 4 komtar bus terminal. kau tinggal membaca papan informasi yang tersedia di setiap jalurnya. ada beberapa pilihan bus yang melalui air itam, pilih saja yang pertama datang. air itam terkenal dengan pasarnya, jadi bersiaplah saat bus melewati pasar. tak jauh dari sana akan ada tempat pemberhentian bus.
jalan pasar, jalan utama sebelum masuk ke laksa air itam & kek lok si di sebelah kanan
untuk mencapai kek lok si kau perlu sedikit berjalan dari pemberhentian bus. tapi jangan khawatir tersesat karena petunjuk jalan yang jelas dan pagoda kek lok si dapat kau lihat begitu keluar dari bus. sebelum mengeksplore kuil ini aku menyempatkan sarapan sekaligus makan siang di laksa air itam karena akan banyak tenaga dibutuhkan untuk berkeliling kuil.
rute menuju kek lok si
lokasi kek lok si berada tidak jauh dari penang hill, sehingga memiliki suasana kaki bukit yang sama. aku skip kunjungan ke penang hill karena membayangkannya mirip dengan genting highland yang aku pernah aku kunjungi. tapi ternyata di sini udaranya tidak sesejuk di genting highland, cenderung panas bahkan untuk kawasan di sekitar kaki bukit.
kolam kura-kura
populasi kura-kura di kolam
jika kau menggunakan kendaraan pribadi kau dapat langsung menuju area parkir kuil utama. tetapi aku memilih rute pejalan kaki dengan pintu masuk di bagian bawah komplek kuil yang disambut dengan kolam kura-kura. terdapat ratusan kura-kura di kolam ini mulai dari anakan sampai dewasa. hal ini berkaitan dengan tradisi pernikahan yang melepaskan kura-kura. semakin banyak pasangan menikah di kuil ini, semakin banyak juga kura-kura di dalam kolamnya. 
akses menuju kek lok si
udah nanjak, banyak tangga pula, tapi ga berat kok buat yang fit
kolam ini juga menjadi salah satu atraksi di kek lok si. di sini pengunjung dapat memberi makan kura-kura. pakannya dapat dibeli pedagang yang ada di sekitar kolam berupa pellet maupun sayuran segar. cukup aku saja yang makan, kura-kuranya jangan. supaya kepadatan kolam tetap terjaga maka aku melanjutkan perjalanan melalui beberapa anak tangga menuju bagian utama kuil.
main hall kek lok si
kek lok si
tempat yang terakses pertama kali adalah aula doa yang cukup luas. patung dewa-dewa besar ada di bagian dalam aula sedangkan di bagian dindingnya terpasang ribuan patung dewa-dewa berukuran kecil. salah satu yang menarik untukku adalah wishing ribbon yang ada di dekat pintu keluar. untuk menyematkan seutas pita kita cukup berdonasi RM 1. hanya saja semua pita ditulis dengan bahasa china yang tidak aku mengerti arti lengkapnya. daripada salah doa, mending tidak usah mencoba.
aula doa kek lok si. bandingkan dengan orang berbaju hijau, kau akan merasakan betapa luasnya ruangan ini
lampion, wishing ribbon dan ribuan patung buddha mini di semua bagian dinding
keluar dari aula menuju ke bangunan di atasnya kau akan melalui taman dengan patung buddha yang dikelilingi oleh 5 biksu. aku tidak tahu apakah ini tempat doa atau patung penghias taman karena tidak ada pengunjung maupun peziarah yang berdoa di sini saat aku lewat. di samping taman ini terdapat jalan menuju amitabha buddha pagoda yang sayangnya banyak disinggahi pengemis.
buddha dengan 5 biksu
akses yang dimanfaatkan mereka yang kurang beruntung
amitaba buddha pagoda terdiri dari 3 lantai. di sekelilingnya terdapat patung amitabha buddha dalam posisi berdiri yang sama disusun berdampingan. warna kuning yang mendominasi dinding dan patung buddha sangat kontras dengan warna merah pagoda yang ada di bagian tengahnya. belum lagi pintu bulat yang menjadi akses masuk menjadi pemandangan cantik. berada di taman ini saja aku sudah menemukan keheningan yang nyaman
amitaba buddha pagoda
deretan patung di amitaba buddha pagoda
lantai 1 digunakan sebagai souvenir shop maupun perlengkapan doa. kau bisa menemukan souvenir kek lok si maupun kerajinan khas penang. aku membeli pembatas buku kayu dengan hiasan pita seperti yang digunakan pada wishing ribbon dan gantungan kunci sebagai oleh-oleh. naik ke lantai 2 terdapat ruangan dengan 3 patung amitabha buddha. aku tidak yakin apakah ini tempat doa karena tidak terdapat altar doa seperti yang terpasang di aula doa sebelumnya.
my favorite! pintu bulat sebulat muka yang baru bangun tidur di pesawat :D
ruangan pada lantai kedua amitaba buddha pagoda
sayangnya tangga ke lantai 3 ditutup untuk pengunjung. tapi jika dilihat dari jauh, di lantai ini lagi-lagi terdapat patung amitabha buddha ukuran normal yang mengelilingi patung utama yang lebih besar. sama dengan patung dewi kwan in, patung di bagian puncak ini juga dinaungin dengan pavilion.
puncak amitaba buddha pagoda
taman amitabha buddha pagoda terhubung dengan hall of devas dan mahavira hall. arsitektur kedua tempat ini sangat berbeda dengan amitabha buddha pagoda. jika amitabha pagoda didominasi dengan warna yang cerah, kedua tempat ini lebih banyak dihiasi dengan pilar-pilar kayu dengan warna aslinya. kalau pun diberi warna, warna-warna yang ada di sini lebih natural. jika di tempat sebelumnya aku menemukan keheningan yang nyaman, di sini aku dihadapkan pada ketenangan magis. suasana yang akan kau temukan di tempat orang-orang khusyuk berdoa.
berbagai patung dewa di hall of devas
buddha maitreya
sesuai namanya pada hall of devas ada berbagai patung dewa dari yang berparas sangar sampai yang riang. sedangkan mahavira hall biasanya merupakan aula utama tempat beradanya 3 patung buddha sekaligus menjadi tempat doa utamanamun aku melihat ada yang tidak biasa di sini. selain aula doa di bagian kuil paling bawah dan mahavira hall, masih terdapat aula doa lain yang terletak di samping pagoda.
mahavira hall
sebelum sampai ke pagoda kau akan melewati kantin dengan deretan toko souvenir. sedikit menyesal sudah membeli beberapa souvenir tadi karena pilihan di sini ternyata lebih banyak. tapi tetap saja ada yang kubeli yaitu kartu pos kek lok si. sayangnya aku hanya menemukan penjual post card tanpa ada yang menjual perangko.
post card kek lok si: patung dewi kwan in sebelum ditutup pavilion dan gemerlap kek lok si malam hari. ada yang tau 1 lagi di belakang ada post card apa?
sampai di sini yang telah aku kunjungi dapat diakses gratis oleh pengunjung. namun setelahnya mulai berbayar atau disediakan kotak donasi. pada ujung kios souvenir inilah terdapat petugas lift untuk naik ke pelataran atas. kau harus membayar RM3 untuk perjalanan naik turun. tidak ada akses lain.
patung kwan in yang hanya sempat kulihat dari kejauhan
aku lupa mengapa aku batal naik, sepertinya terlupa saat sibuk memilih post card. aku baru tahu kemudian ternyata dari sanalah kau bisa naik menuju patung dewi kwan in setinggi 30.2 meter dari perunggu. patung perunggu ini menggantikan patung gips putih yang terbakar sebelumnya. patung ini dinaungi dalam pavilion setinggi 60.9 meter yang memiliki atap 3 tingkat dan 16 tiang penyangga. selebihnya tidak tampak karena aku hanya berhasil menintip dari kejauhan dan ingat setelah di bawah belum masuk ke tempat ini.
aula doa yang ramai dengan mereka yang sedang mengadakan perayaan
ada juga altar persembahan di samping aula doa yang diberi nomor ntah menurut apa
melanjutkan ke tempat berikutnya aku harus membayar RM 2 untuk masuk ke aula doa. sepertinya di tempat ini baru ada perayaan karena ada meja-meja doa terpasang bersama dengan kitab-kitab dan kumpulan pendoa. tidak seperti mahavira hall yang sepi dan cocok untuk berdoa atau bermeditasi, suasana hiruk pikuk tampak di sini. sungkan menganggu mereka aku segera melanjutkan ke pagoda yang juga menjadi daya tarik kek lok si.
taman di bawah pagoda kek lok si, dari sini kau bisa melihat kota yang ada di bawahnya
pagoda rama yang menjadi salah satu icon kuil ini
pagoda ini dikenal dengan pagoda rama yang memiliki kekompleksan desain. bagian dasar berbentuk oktagonal dengan arsitektur china, sedangkan bagian tengah bergaya thailand dan atapnya bergaya myanmar. kombinasi arsitektur ini melambangkan harmoni buddha mahayana dan buddha theravada yang ada di sini. 
when you walk alone: suka kagum-kagum sendiri, asik sendiri trus lupa apa waktu. tau-tau udah sore 'n ga bisa eksplore maksimal
didalamnya konon ada 10.000 patung buddha. namun karena adanya perayaan di aula doa, beberapa akses terbatas untuk pengunjung sehingga aku pun harus cukup puas dengan mengeksplore taman tanpa naik ke pagoda setinggi 30 meter ini. taman ini dihiasi puluhan lampion yang sepertinya cantik jika dikunjungi malam hari. dari sini pun kau juga bisa menyaksikan bagian kota yang ada di bawahnya.

ada yang pernah masuk ke pagoda ini? cerita dong biar aku juga tau bagaimana isinya.
jungang market
jungang market
tempat pertama yang kami tuju begitu sampai di gyeongju adalah pasar malam. maklum, kami sampai saat hari sudah petang, setelah perjalanan panjang dari juwangsan, dengan kelelahan dan kelaparan. untungnya rute menuju penginapan dari gyeongju bus terminal melewati jungang market yang langsung menarik perhatian mata dan perut kami.

masuk ke sini seakan masuk ke food zone. kedai makanan berderet rapi di tepian dengan tempat makan di bagian tengah. meja disediakan dengan bangku-bangku pendek bergerombol. aneka makanan dijual, mulai dari makanan barat, timur tengah dan tentunya makanan korea.
deretan penjual makanan dengan tempat makan di bagian tengah pasar
jungang market adalah pasar lokal yang beroperasi dari pagi sampai sore hari. tapi setiap 5 hari sekali ada semacam pasar tiban di petang sampai dengan malam hari yang khusus menjual makanan. event ini banyak digunakan muda-mudi lokal maupun keluarga untuk berkumpul atau sekedar hang out saat pulang kerja. dan kami beruntung ada di gyeongju saat event berlangsung.
beberapa penjual pasar yang masih berjualan di malam hari
berkeliling di tempat makan dalam kondisi lelah dan lapar ternyata bukan hal yang mudah. banyaknya pilihan makanan justru membuat kami semakin tidak fokus dalam menentukan pilihan yang akan kami makan. akhirnya rista justru memilih menu sederhana, tteokbokki. sedangkan aku memilih sundae karena belum menemukan makanan ini di indonesia.
tteokbokki walau seperti hanya dibungkus plastik tapi masih ada paper cup-nya di bagian luar
bagaimana rasanya? tteokbokki seharga ₩ 5.000 yang rista pesan ternyata jauh di bawah ekspektasi. berharap memakan makanan pedas yang hangat untuk menyegarkan mood dan tenaga yang hilang setelah pendakian. ternyata rasanya cenderung plain untuk lidahku, tidak sebanding dengan warnanya yang tampak merah bergairah. rista yang memesan makanan saja juga kurang puas dengan apa yang dia makan dan berujung melipir ke toserba yang ada di dalam pasar.
penjual sundae dan tumisan seafood
sementara rasa sundae ₩ 5.000 yang aku pesan tidak terlalu mengecewakan. rista tidak bisa makan makanan ini karena tidak tahan dengan aroma darah babinya. mungkin aku terbiasa dengan makan saren -darah ayam yang direbus dan biasanya dimasak dengan bumbu bacem- di jogja sehingga tidak terlalu kaget dengan aroma dan teksturnya. penasaran justru, apakah sesama menu berbahan dasar darah ini akan memiliki rasa yang serupa?

saren di jogja terbuat dari darah ayam tanpa tambahan yang memiliki taste manis ringan. sedangkan sundae korea yang berasal dari darah babi memiliki taste manis dan cenderung berat. selain karena glass noddle yang dicampur dengan darah dimasukkan ke dalam usus babi, rasa berat ini juga berasal dari aneka saus yang digunakan. belum lagi irisan bawang bombay dan ntah daun apa, membuat makanan ini lebih cocok dimakan bersama dengan nasi. tetapi karena porsinya cukup besar untukku dan rista tidak mau diajak share akhirnya aku putuskan memakan sundae tanpa nasi.
sundae before-after diaduk, glass noodle-nya gendut-gendut, gimana ga kenyang
selain rasa manis, sundae juga memiliki rasa pedas ringan yang lebih cepat hilang dibanding dengan aroma daun yang digunakan sebagai taburan. ntah mengapa aku mudah terganggu dengan aroma dedauan yang asing atau belum pernah kumakan. seperti dedauan di makanan thailand. that's for me

sementara rista tidak terganggu dengan aroma daun ini dan lebih terganggu dengan aroma darah. mungkin untuk yang tidak terbiasa, sundae akan terasa aneh pada awalnya. tapi untuk yang terbiasa dengan aromanya pun, menghabiskan 1 porsi ini sendirian cukup membuatku eneg kekenyangan :D   
penjual laksa air itam
laksa air itam? awalnya aku skeptis dengan makanan ini. walaupun penggemar noddle tapi ntah mengapa aku ga akur dengan rasa laksa, baik laksa malaysia maupun laksa singapore. cuman ga sah bukan kalau mengunjungi tempat baru tanpa mencoba makanan khasnya. dan di penang, makanan yang paling banyak direkomendasikan adalah laksa air itam. jadi mari kita coba. 

walaupun sering disebut laksa air itam ternyata warnanya tidak sehitam bayanganku. sebutan ini melekat karena letak kedai laksa berada di jalan pasar yang berada di sebelah pasar air itam. sangat mudah ditemukan. seperti kebanyakan kedai kaki lima, tempatnya jauh dari nyaman. kedai ini beroperasi mulai 10.30 sampai dengan jam 7 malam.
penjual es tebu giling
aku memilih waktu makan siang untuk mencoba laksa air itam. dan ternyata itu bukan waktu yang tepat. bukan karena kedai yang ramai tetapi karena hawa panas siang itu tidak sesuai dengan makanan berkuah panas yang disajikan. untuk mengimbanginya kau bisa memesan es tebu yang langsung digiling di sebelahmu seharga RM 2 per gelas.

kondisi kedai bisa dibilang ramai lancar. walau banyak pengunjung tapi dipastikan kau akan mudah mendapatkan bangku kosong karena penyajian makanan cukup cepat. selain karena menu yang ditawarkan hanya laksa sehingga pembeli tidak perlu lama memilih menu, cukup menyebutkan jumlah yang kau pesan. tetapi juga karena makanan ini cukup simple penyiapannyarice noddle dengan bentuk seperti spaghetti bulat disiram berulang-ulang dengan kuah panas sebelum diberi topping irisan bawang, semacam seledri atau daun mint dan cabai merah. 
suasana kedai laksa air itam
untuk mendapatkan semangkuk laksa kau cukup membayar RM 5. bayar dulu, baru makan. karena makanan akan disajikan setelah kau membayar makanan yang kau pesan. berbeda dengan laksa malaysia peranakan yang disajikan dengan kuah santan dan bercita rasa asam pedas, laksa air itam disajikan dengan kuah campuran ikan, udang dan aneka rempah. mienya kenyal dengan kuah sedikit kental. rasanya cenderung manis dibanding dengan laksa peranakan. rasanya mengingatkanku pada kuah sate celup bercampur dengan aroma belacan. ada taste amis di setiap suapan.
laksa air itam yang tidak hitam
menurut lidahku, kuah laksa ini bisa dibilang 'kotor'. mungkin karena ikan makarel dan udang giling di dalam kuah yang tidak halus sempurna. kadang masih dapat kau temukan serpihan tulang ikan maupun kulit udang. walaupun dihidangkan dengan kuah kental, tapi laksa air itam tidak seperti pasta. masih bisa diseruput hanya saja mungkin tersedak karena 'kotor'-an tadi. overall... untuk makan siang laksa ini membantu perutku, tapi tidak dengan lidah dan hidungku.
tebing giam
juwangsan national park
. mungkin nama ini masih asing untuk beberapa wisatawan indonesia. taman nasional ini memang tidak setenar seoraksan atau bahkan jirisan. namun memasukkannya dalam itinerary menjadi pengalaman yang tidak pasaran. untuk trekking, tentu saja lebih ringan dari track di seoraksan.
dong seoul bus terminal
akses ke juwangsan national park bisa dibilang susah-susah gampang. kami memasukkan tempat ini sebagai pengganti odaesan national park karena aksesnya yang sekali jalan. akses paling gampang adalah dengan bus dari dong seoul terminal langsung ke juwangsan, tepat turun di pintu masuk taman nasional. namun memang tidak murah, kau harus menyiapkan dana lebih karena ini adalah perjalanan dengan bus paling mahal yang pernah kami bayarkan. ₩ 35.000 sekali jalan dari dong seoul ke juwangsan dengan waktu tempuh lebih dari 4 jam
tiket bus one way dong seoul-juwangsan
andong bus terminal
jam keberangkatan bus pun tidak sesering rute-rute lain. selisih antara bus pertama dengan bus selanjutnya bisa terpaut 2 jam. jadi sekali ketinggalan, bisa mengacaukan jadwal. karena ini satu-satunya akses ke juwangsan maka kami terpaksa kembali ke seoul dari sokcho. tidak ada akses langsung dari sokcho maupun daegu ke juwangsan. padahal lokasi ini lebih dekat jika ditempuh dari sokcho maupun daegu. bus dong seoul-juwangsanakan transit sebentar di terminal andong, jangan turun karena itu bukan destinasi akhir.
perkebunan apel sejauh mata memandang, itu bukan asap tapi jendela bus yang sedikit kotor. anyway, tanah di sini memang tampak tandus dan berdebu
pohon apel di sepanjang jalan di cheongsong
tanda kau akan sampai ke juwangsan adalah mulai terlihatnya perkebunan apel di sepanjang jalan. juwangsan national park terletak di daerah cheongsong yang terkenal dengan apelnya. semacam kota malang versi korea. di sini pun juga banyak dijual oleh-oleh dan makanan yang dikreasikan dari apel. bahkan vending machine di sini pun menjual apel segar. tak hanya itu, makgeolli pun dibuat dengan penambahan apel dan dijual seharga ₩ 3.000 per botol.
bahkan lampu jalan di sini pun berbentuk apel, is it cute?
vending machine menjual apel segar maupun olahan apel
apple makgeolli khas cheongsong, baru berani minum saat sampai penginapan -daripada oleng di jalan-
penjelajahan juwangsan national park dimulai dengan melewati deretan vendor makanan. keberadaan mereka seakan cocok untuk istirahat setelah trekking maupun pendakian. sekali lagi aku katakan, pengalaman perjalanan di tempat ini adalah pengalaman yang tidak pasaran. juwangsan national park menjadi semacam one stop vacation. kau bisa mendapatkan semua wisata alam, mulai dari gunungsungai sampai air terjun. air terjunnya bahkan diberi nomor 1,2 dan 3. nyanyian hutan pun bisa kau dengarkan di sini.
visitor center merangkap toko oleh-oleh sekaligus terminal bus juwangsan
juwangsan national park entrance
ada yang mengatakan ada fee admission untuk masuk ke taman nasional. namun dalam kenyataannya kami hanya menemukan loket namun tanpa petugas penjual tiketnya. baiklah... go! perjalanan dimulai dengan track yang landai. tidak perlu banyak tenaga untuk one stop vacation ini. kami berjalan santai pada permulaan trekking sekalian pelemasan setelah duduk di bus lebih dari 4 jam. 
daejeonsa temple yang sedang dipersiapan untuk acara
sama seperti seoraksan, kau akan menemukan kuil setelah pintu masuk taman nasional. hanya saja kami tidak terlalu mengeksplore daejeonsa temple karena ada persiapan perayaan keagamaan. padahal kuil ini cukup menarik secara keseluruhan dengan tebing giam yang ada di belakangnya. 
sedikit mendekat ke daejeonsa temple tanpa sempat melongok ke dalamnya
serupa gyeongbokgung palacedaejeonsa temple juga memiliki pemandangan gunung sebagai background-nya. kuil ini dibangun oleh biksu uisang (672) yang juga berperan dalam pembangunan kembali kuil sinheungsa di seoraksan. kuil ini pernah hancur saat terjadi perang imjin pada masa pendudukan jepang dan dibangun kembali di 1672 dengan peletakan patung buddha yang sebenarnya akan menarik jika dilihat langsung. skip dulu karena kami tidak ingin mengganggu acara mereka. 
kuil di tengah hutan
menuju tempat doa dengan musik dan pemandangan relaxing tapi track yang bikin merinding
ternyata pemanasan sebelumnya tidak juga mempercepat langkah kami menuju destinasi selanjutnya. langkah kami konsisten santai karena pemandangan yang memanjakan mata. perhentian kami berikutnya juga merupakan kuil. kali ini kuil di tengah hutan. di sini aku dipertemukan dengan forest music yang magical and very relaxing. kau perlu masuk lebih dalam ke bagian belakang kuil untuk menemukannya. musik diputar dan dimainkan di jalur belakang kuil menuju tempat doa. sepertinya orang-orang memilih berdoa di sini karena merasakan kedekatan dengan pencipta mereka melalui alam. selain suasana yang relaxingforest musicgemercik air pun menjadi perantara untuk mendekatkan kau ke sang pencipta. penasaran dengan musiknya, ada di highlight ig @bludstory.
tempat doa dan mencurahkan segalanya, ajumma-ajumma ini bahkan sampai menangis sehingga aku mengurungkan diri untuk lebih dekat lagi
pemandangan yang memanjakan mata, sungai dan tebing di sepanjang perjalanan
puas dengan kedamaian ini kami melakukan perjalanan kembali ke point utama kunjungan kami. jembatan batu belah di air terjun pertama. kembali langkah kami konsisten santai karena pemandangan yang semakin memanjakan mata. sungai di samping kanan serta tebing dan batu yang menjadi latar belakang. hanya saja pastikan sepatumu tertutup rapat karena jalanan di sini mayoritas berpasir yang akan mengganggu kaki jika sampai masuk ke sepatu. aku bahkan harus break beberapa kali untuk mengeluarkan pasir kerikil yang masuk ke kaki.
track datar tapi berpasir dengan banyak tempat istirahat, cocok untuk segala usia dan pejalan santai
pemandangan tebing membuatku kerap kali mengacaukan arah pandangku, bukan memandang lurus ke depan tetapi ke atas. beberapa kali nyaris bertabrakan dengan pengunjung dari arah sebaliknya karena tidak memperhatikan jalan. tapi kalau pemandangannya semagis ini apakah akan kau lewatkan?
sirubong rock
sirubong rock tampak depan, apakah kau melihat penampakan wajah pria?
tebing paling menarik adalah sirubong rock, tampak seperti seorang pria yang melihat ke kejauhan. siru dalam bahasa korea bearti cerobong asap. sirubong rock menjadi background pemandangan jembatan di atas sungai kecil sebelum kita sampai ke air tejun pertama. ini adalah welcome view sebelum kau menemukan pemandangan menarik berikutnya. jembatan kayu zig zag yang dibangun di antara celah batu yang ada di tebing. di baliknya kau akan menemukan air terjun pertama.
mulut jembatan menuju batu belaj di belakangku, kau akan takjub dengan jalur yang ada setelah ini. cantik....
jembatan zig zag di antara tebing batu, apakah sesuai view di panduan wisata :D
dilihat keseluruhan akan lebih cantik lagi, semacam terjepit di antara batu-batu tinggi
berbeda dengan air terjun di indonesia dimana kau bisa bermain air di bawahnya, di sini kau hanya bisa memandang dari kejauhandebit airnya juga tidak terlalu banyak. tapi kesejukannya bisa kau rasakan sampai di jembatan. derai air terjun yang diapit tebing ini memantul dan membawa aroma kesejukan sampai atas. bagian menarik dari tempat ini adalah walaupun berada di antara tebing, tapi jalur pengunjung dibangun rapi dan cantik tanpa mengurangi keindahan dari air terjun mini ini.
air terjun pertama, mini dan hanya bisa dinikmati dari kejauhan
titik terdekat untuk menikmati air terjun pertama, selebihnya dipagerin semua
melanjutkan perjalanan ke air terjun kedua, kami berharap semoga ukurannya tidak semini air terjun pertama. ternyata perjalanan ke air terjun kedua tidak semulus perjalanan ke air terjun pertama. perjalanan kali ini lebih berasa trekking yang sebenarnyatrack-nya lebih rimbun dibanding dengan track sebelumnya. masih berpasir tapi mulai terasa lebih lembab karena pepohonan yang mulai rimbun. dan di saat-saat terakhir track datar mulai berganti dengan bebatuan dan dimulailah perjalanan menyusuri sungai.
titik awal perjalanan menuju air terjun kedua, lebih berbatu dan rimbun dengan pepohonan
air terjun kedua yang bisa dinikmati dari dekat
dan di ujung perjalanan kami menemukan air terjun kedua. sebuah pemandangan melegakan karena akhirnya bisa main air lagi. sama seperti di seoraksan, belum sah rasanya jika belum merasakan air di pegunungan korea. masih kebawa perjalanan ke jepang yang melarang mencuci kaki di sungai, jadi setidaknya masukin tangan sajalah ya. sama ga rasanya main air di sini dengan di indonesia. ternyata sama, sama-sama dingin :D.
akhirnya bisa bermain air sedekat ini
air terjun kedua yang sebenarnya juga ga tinggi, tapi bisa dinikmati sedekat ini
air terjun kedua ini sebenarnya tidak terlalu tinggi. kolam di bagian bawahnya juga tidak terlalu luas dan dangkal. tapi berada di dekat air cukup menyegarkan untuk mengistirahatkan badan sejenak setelah perjalanan. saatnya buka camilan, mengisi kembali tenaga untuk perjalanan balik. jangan lupa simpan sampahmu dan jaga kebersihan. 
with rista yang menjadi pengunjung tunggal air terjun kedua, time to selfie 
tidak banyak pengunjung yang mencapai tempat ini. kami hanya menjumpai satu keluarga yang terdiri dari orang tua dan ketiga anak mereka. mungkin karena tempatnya yang cukup nyempil. kami jadi penasaran dengan air terjun ketiga. namun ternyata waktu sudah dekat dengan jadwal bus ke tempat selanjutnya. maka kami putuskan untuk mengakhiri penjelajahan di juwangsan national park tanpa melanjutkan ke air terjun ketiga. mungkin kami terlalu menikmati perjalanan awal kami. sudahlah, kami sudah bahagia dengan petualangan kali ini. pemandangan memanjakan mata dan bermain air bebas tanpa batas. dari dekat dan tanpa halangan.
NewerStories OlderStories Home