primo piazza
sesuai highlight trip kali ini, wisata ala-ala, pastilah kami kebanyakan mengunjungi tempat wisata yang hits saat ini. dengan banyaknya destinasi wisata selfie ala-ala, kami pun pemasukkan primo piazza yang juga wisata tiruan kampung atau kawasan tertentu. setelah sebelumnya kami mengunjungi piazza palio ala italia dan nantinya akan mengunjungi santorini park ala santorini, tebak primo piazza ala mana?
primo piazza
feed us at bark
perkampungan dengan bangunan terracotta
dari namanya, tentulah berbau eropa. ya, tempat ini adalah wisata buatan yang meniru desa di eropa timur yang menyajikan pemandangan cafe-cafenya. nuansa yang sama dengan piazza palio, primo piazza juga kental dengan banguan bewarna terracotta. perbedaannya di sini ada nuansa hijau kandang dan hamparan rumput yang ada di bagian belakang. berasa berada di daerah mediterania. walaupun sama-sama mengambil tema italia di sini kau akan spesifik merasa berada di tuscany! dengan hamparan perbukitan hijau dan coffee house, restaurants serta toko ice creamnya.
coffee house
primo piazza entrance fee
kursi tunggu jika antrian masuk terlalu pebuh, tapi untuk hari ini kondisinya sepi pengunjung
berbeda dengan piazza palio yang dapat diakses gratis, untuk masuk ke primo piazza pengunjung dikenakan biaya ฿ 100. tiket masuk ini dapat ditukar dengan rumput untuk makanan binatang dan diskon 10% di semua restaurant atau cafe yang ada di dalamnya. ada keledai, domba dan alpaca yang menjadi penghuni kandang binatang primo piazza. inilah salah satu alasanku berkunjung ke sini: untuk melihat alpaca. jujur sebelum ke sini aku belum pernah bertemu dengan alpaca secara langsung. 
toko souvenir primo piazza
かわい... boneka domba ≧◠◡◠≦
sepertinya memang binatang-binatang inilah yang menjadi daya tarik primo piazza. terbukti dengan karakter-karakter binatang yang dijadikan maskot atau souvenir yang dijual di toko samping pintu masuk. sebelum masuk kau akan merasakan nuansa italia dengan fountain yang diinstall di tengah halaman bersebelaahan dengan taman labirin. 
taman labirin
alun-alun primo piazza
bell tower dan sumur yang sayangnya hanya instalasi saja -tanpa air-
gang di antara bangunan-bangunan kosong
begitu masuk kau akan menemukan nuansa tuscany yang lebih kuat dengan alun-alun dikelilingi banguan terracotta dan bell tower walaupun tanpa lonceng yang dipasang. di sekeliling laun-alun berdiri kedai makanan dan minumansayang ketika kami datang hanya beberapa kedai yang buka dan menyisakan banyak kursi kosong tanpa pengunjung. sepertinya alun-alun ini akan semakin terasa vibe-nya jika banyak pengunjung yang duduk menikmati makanan serta minuman sambil diiringi live music.
deretan bangku kosong yang menunggu pengunjung
niat ngecafe panas-panasan tapi ga ada yang buka
let's go, pindah lokasi karena sepi
keadaan membosankan lain juga terlihat dari banyaknya ruang yang dibiarkan kosong. mungkin konsep pengembang untuk slot kedai-kedai. namum belum banyak tenant yang bergabung sehingga tidak perlu banyak waktu untuk berkeliling tempat ini. 
bangunan cantik tapi lebih banyak yang kosong daripada yang terisi sehingga tampak sepi
kedai yang ga buka -atau belum buka-
ada kedai buka tapi penjual & menunya yang ga ada
begitu ada cafe buka ga ada kursi di dalamnya
yang ada justru domba dimana-mana
berbeda dengan bagian belakang tempat kandang alpaca berada. tiket makanan binatang seharusnya hanya dapat ditukar seikat rumput. namun karena sepi pengunjung maka kami bebas mengambil rumput berapa pun selama masih ada binatang yang mau memakannya.
ada juga domba di depan kandang aplaca
maunya kasih makan alpaca tapi si domba nyosor duluan
feeding alpaca time :)
di depan kandang terdapat hamparan rumput yang dibentuk gundukan. sepertinya mereka ingin menghadirkan nuansa perbukitan rumput italia yang hijau segar. walaupun sebenarnya sedikit kontras dengan kondisi alam di sini yang didominasi dengan pegunungan karang
gundukan rumput hijau dengan latar gunung karang
spot favorite wisatawan lokal
kondisi alam di sekitar primo piazza
kau akan melihat padang hijau dengan batuan di bagian belakang. cuaca di sini pun bukan segar melainkan panas, jangan tertipu dengan pemandangan hijau yang ada. persiapkan prlindung tubuh atau tabir surya supaya tidak terbakat matahari.
terik matahari yang begitu menyengat hari ini

doc: beberapa rista punya
-***-
previous:
next:
gyeongbokgung palace
kukira gyeongbokgung palace hanya wajib dikunjungi oleh mereka yang datang ke korea bersama tour agent. ternyata aku salah, sepertinya semua yang baru pertama kali ke seoul wajib berkunjung ke tempat ini. begitu juga denganku, rista sungguh-sungguh berniat memasukkan kunjungan ke gyeongbokgung palace pada itinerary hari pertama kami di seoul. alasannya simple, supaya di hari-hari terakhir bisa fokus belanja :)
gwanghwamun square
gyeongbokgung palace terletak di tengah kota dan menjadi landmark seoul yang sangat mudah dijangkau. berada di belakang gwanghwamun square, istana ini dapat diakses menggunakan bus maupun subway. gyeongbukgung palace semula adalah istana dari dinasti joseon yang didirikan pada 1395. istana yang memiliki 7.700 ruangan ini direstorasi pada abad ke-19 di bawah kekuasaan raja gojong. dan pada abad ke-20 mendapat serangan dari jepang.
gyeongbokgung palace map
saat ini komplek istana direstorasi perlahan menjadi 5 bangunan utama. walaupun sudah direstorasi namun kemegahannya tidak juga pudar. pemandangan latar belakang yang menyajikan landscape gunung bugak membuat istana ini semakin mempesona. gyeongbokgung palace dapat diakses melalui pintu samping jika kau mengambil rute dari bukchon hanok village. biaya masuk kawasan istana ₩ 3.000. tetapi kau akan bebas biaya masuk jika menggunakan hanbok. jangan khawatir, banyak penyewaan hanbook di sekitar istana dan bukchon hanok village.

kami memilih membeli tiket daripada menyewa hanbok -sekitar ₩ 10.000/2 jam- demi masuk gratisan. selain karena lebih murah, kami juga merasa lebih nyaman berkeliling dengan baju dan ransel yang kami kenakan dibandingkan dengan hanbok dan tas mungilnya. belum lagi mengingat tempat ini cukup luas dengan sebagian besar track berpasir dan tanah berdebu alangkah lebih baiknya menggunakan costume yang nyaman. aku sendiri penasaran apakah mereka yang berada di balik hanbook itu kegerahan atau tidak? 
national folk museum
dari pintu samping kau akan menemukan national folk museum of korea terlebih dahulu. jika kau tidak cukup banyak waktu atau justru tidak berminat mengunjungi istana, museum ini dapat menjadi salah satu opsi kunjungan. tapi sebelum mengunjungi gyeongbokgung palace ada baiknya membaca informasi tentang jadwal dan acara istana. kami melewatkan informasi rekonstruksi istana sehingga dalam saat kami datang ada beberapa tempat yang tertutup untuk publik.

hexagonal pavilion misalnya, saat itu ditutup dari pengunjung karena rekonstruksi jembatan kayu chwihyanggyo. jembatan penghubung ke hexagonal pavilion atau hyangwonjeong berada di tengah kolam yang disebut danau hyangwongji. rekonstruksi jembatan chwihyanggyo dilakukan untuk memindahkan jembatan kayu ke lokasi awalnya setelah sebelumnya dipindahkan karena jembatan aslinya hancur pada saat terjadinya perang korea.
hexagonal pavilion yang hanya dapat dilihat dari celah pagar pembatas karena sedang rekonstruksi
rekonstruksi dilakukan dengan mengeringkan kolam yang berada di sekeliling hexagonal pavilion. pavilion ini dibangun sekitar 1873 dan menjadi tempat terbaik untuk melihat gunung bugak dari dalam istana jika tidak sedang ditutup untuk umum. jadi kami harus cukup puas cukup dengan mengintip proses rekonstruksinya saja.
kanji di pintu samping geoncheonggung
bekas tempat istirahat raja
melanjutkan perjalanan ke bagian belakang istana kau akan menemukan geoncheonggung yang awalnya merupakan tempat peristirahatan raja. namun karena jenasah istri raja gojong dibunuh oleh jepang dibakar di dekat tempat peristirahatan ini maka raja tidak mau lagi menghuninya. tempat peristirahatan ini akhirnya dibongkar seluruhnya oleh jepang sebelum direkonstruksi kembali dan dibuka untuk umum pada 2007.
jibokjae
lukisan raja gojong yang menginisiasi pembangunan perpustakaan
di sebelah geoncheonggung terdapat jibokjae yang merupakan perpustakaan pribadi raja. untuk masuk ke tempat ini kau harus melepas alas kaki. terdiri dari 2 lantai, lantai utamanya menyimpan replika buku-buku yang sudah diterjemahkan dalam bahasa inggris. buku aslinya ada yang dipindahkan ke pemerintah jepang namun ada juga yang disimpan di universitas kyeongseong dan kyujanggak institute yang ada di universitas nasional seoul.

sayangnya perpustakaan kecil yang sekarang sudah dimodifikasi menjadi lebih modern ini tidak dapat digunakan untuk membaca koleksi seperti layaknya perpustakaan pada umumnya. kau hanya bisa melihat-lihat di sini karena penjagaan sangat ketat. bahkan ada larangan untuk duduk di kursi-kursi yang ada di sana. untuk beberapa koleksi juga ada larangan menyentuh atau mengambil gambar.
bagian dalam perpustakaan pribadi raja
koleksi perpustakaan yang sebagian besar adalah replika, tapi tetap mengagumkan terutama punggung buku yang bergambar naga
sebenarnya ada 1 tempat lagi di bagain belakang istana yaitu taewonjeon yang merupakan kuil istana. tetapi lagi-lagi karena alasan rekonstruksi, kami tidak tidak dapat mengeksplore lokasi ini. begitu juga dengan amisan dan gyeonghoeru pavilion. amisan merupakan taman yang dibuat lebih tinggi dari tanah di sekitarnya. sedangkan gyeonghoeru pavilion adalah aula khusus yang biasa digunakan untuk mengadakan jamuan istana. seperti halnya hexagonal paviliongyeonghoeru pavilion juga dikelilingi dengan kolam buatan dengan ukuran yang lebih besar.
bangunan serupa gudang di belakang amisan
terdiri dari 2 lantai dengan 48 pilar penyanggagyeonghoeru pavilion menggambarkan konsep yin yang. desain asli pilar di sini dihias dengan ukiran naga. namun ukiran ini tidak dibuat ulang saat rekonstruksi di abad ke-19. sedangkan jembatan penghubungnya masih mempertahankan ukiran 12 shio yang ada sebelumnya. 
masih bangunan di belakang amisan dilihat dari gyoenghoeru pavilion 
masuk ke komplek utama istana, dari bagian paling belakang ada gyotaejeon yang merupakan kediaman permasuri. bangunan yang ada saat ini adalah hasil rekonstruksi yang selesai dibangun kembali pada 1994. tempat ini dibangun karena raja ingin menjaga privasi sang ratu saat ada pejabat pemerintah yang datang ke kediaman raja. sedangkan kediaman raja yaitu gangnyeongjeon terletak di depan gyotaejon.
kalau jadi dayang kemungkinan beginilah kelakuan kami saat permasyuri tidak ada di gyotaejeon
sebenarnya raja tidak harus menemui pejabat pemerintahan di kediamannya. beliau hanya menemui tamu di kediamannya jika sedang sakit dan harus berada di tempat tidurnya. sedangkan kantor resmi kerajaan ada di sajeongjeon. kediaman ini terdiri dari 14 ruangan dengan 7 ruangan di setiap sisinya. sementara kamar utama raja ada di bagian tengah bangunan.
gangnyeongjeon
di depan sajeongjeonlah terletak bangunan paling besar yaitu geunjeongjeon. di tempat inilah terdapat singgasana tempat raja menyambut tamu resmi atau tamu asing serta memberikan pengumuman yang menyangkut kepentingan nasional. lukisan kerajaan yang sering dipasang pada acara-acara korea adalah replika dari lukisan yang ada di belakang singgasana ini.
singgasana raja
ornamen atap hiasan lain di dalam geunjeongjeon 
pengunjung dilarang masuk ke aula dan hanya bisa melihatnya dari luar saja. dimana di dalamnya terdapat banyak patung dan dekorasi lain dengan ornamen hewan asli dan mitos. di depan bangunan inilah terdapat lapangan besar yang biasa muncul di drama-drama kerajaan. sebenarnya ada pertunjukan khusus juga setiap sore. tapi ntah kenapa hari saat kami datang pertunjukan juga ditiadakan. langsunglah kami ke gerbang utama dimana ada atraksi penjaga gerbang. sebenarnya penjaga gerbang tidak melakukan sesuatu yang khusus, hanya berdiri diam. jadi mikir ini orang-orang dibayar berapa untuk berpose di depan gerbang melayani turis narsis yang ingin berfoto dengan mereka. apakah ini orang sewaan atau memang petugas istana sebenarnya. kalau menurutmu mereka siapa?
gwanghwamun gate

doc: beberapa rista punya
***
next: namsan tower
mengintip osaka castle
osaka castle menjadi icon prefecture kansai terutama bagi para penggemar manga rurouni kenshin. lebih dikenal dengan judul samurai x di indonesia, manga ini mengajarkanku tentang sejarah jepang. termasuk nama dan tokoh yang terlibat dalam peristiwa restorasi meiji. mengunjungi tempat ini semacam menjadi keharusan untukku yang baru pertama kali ke jepang.
osaka castle
oda nobunaga yang muncul dalam manga tersebut ternyata menjadi cikal bakal diresrotasinya kastil ini. toyotomi hideyoshi ingin membangun kastil -yang sekarang kita kenal dengan osaka castleserupa dengan azuhi castle milik oda nobunaga. tetapi hideyoshi menginginkan kastilnya melebihi kastil nobunaga tersebut. bangunan utama kastil memiliki 5 lantai dan ditambah 3 lantai bawah tanah. selain itu kastil ini juga dihias dengan daun emas di tiap sisi menara
parit dan tembok pelinding kastil
hideyoshi terus memperluas kastil sampai 1 kilometer persegi. sekeliling kastil dilindungi oleh tembok batu tinggi menghadap ke parit. tembok ini untuk melindungi penghuni dari penyerang. dalam pertempuran sekigahara, hideyoshi dapat menahan serangan tokugawa karena keberadaan parit pertahanan tersebut.

osaka castle mengalami sejarah panjang sebelum direstorasi pada 1995 dan beralih fungsi sebagai museum pada 1997. dengan peralihan fungsi ini pun interior kastil ikut berubah. perubahan paling mencolok adalah pemasangan elevator di bagian dalam kastil.
osaka international peace center
salah satu pengalamanku yang tak terlupakan juga ada di elevator ini. petugas kastil memberikan sejarah dan arahan singkat cara kunjungan di osaka castle dalam 2 bahasa dengan waktu sekali perjalanan elevator dari lantai dasar ke lantai 5. bel tanda elevator sampai tujuan berbunyi tepat saat kata terakhir diucapkan oleh petugas. aku sangat mengagumi ketepatan waktu orang jepang ini, bahkan dilakukan oleh manusia bernafas bukan robot pun mereka sangat tepat. ntah bagaimana training petugas elevator ini untuk bisa menyampaikan semua arahan tepat dalam satu kali perjalanan.
shachihoko (karakter ikan pada hiasan fish tiger di puncak kastil) dan landscape osaka
penjelajahan kastil dimulai dari lantai teratas, observation deck. di sini kau bisa menikmati pemandangan 360 derajat sekeliling kastil dan osaka sampai batas horison. dari atap inilah kau bisa melihat daun emas yang dimaksud mengelilingi tiap-tiap sudut kastil. selain itu pemandangan taman dan parit yang ada juga dapat dinikmati dari sini.

turun dengan tangga kayu kita dibawa menuju lantai 7 dengan pameran kisah kehidupan toyotomi hideyoshi. di sini dituturkan kembali kisah hideyoshi membangun osaka castle, teori-teorinya sampai dengan pencapaiannya menyatukan jepang.
reproduksi dengan skala 1/20 terdiri dari 307 figure
karena lantai 6 tertutup untuk pengunjung aku langsung turun ke lantai 5, di sini terdapat visualisasi dan miniatur perang. pertempuran yang dikenal dengan the summer war in osaka ini terjadi antara pasukan yukimura sanada dan tadanao matsudaira. setiap figure dibuat detail dengan jumlah yang tidak sedikit pula.

sejarah dan seni jepang yang dapat kau nikmati dalam satu kali kunjungan. hal ini juga masih dapat kau temukan di lantai 4 yang menyimpan peninggalan hideyoshi seperti koleksi barang-barang eropa, mengingat jepang masih tertutup dari budaya barat saat itu. sampai dengan koleksi lukisan hideyoshi serta tulisan tangan hideyoshi yang dikenal dengan tulisan cakar ayamnya. namun siapa sangka tulisan cakar ayam ini justru mengukir strategi-strategi perang jauh di atas kelas ayam.
fish tiger yang sama dengan yang terpasang di puncak osaka castle
koleksi di lantai 4 sepertinya tidak mampu dipamerkan semua di lantai ini sehingga terbagi dengan koleksi yang tersimpan di lantai 3 yang juga menyimpan barang peninggalan pada masa hideyoshi. di sini juga tersimpan replika ruang minum teh hideyoshi. perlu perhatian khusus adanya larangan memotret di lantai 3 dan 4 ya. jangan sampai mengabaikan larangan ini.
dengan yukata sewaan di depan icon osaka castle, sengaja setangah badan karena sandal gunung yang mengacaukan pemandangan
versi full dengan sandal gunung
lantai 2 menjadi salah satu favoritku juga karena terdapat penyewaan yukata. kau dapat berfoto mengunakan yukata selama 15 menit dengan membayar ¥ 300. sayangnya kau hanya dapat berfoto di samping tempat penyewaan, tidak dapat digunakan untuk keliling kastil. plus hanya tersedia sedikit pilihan yukata berukuran kecil yang bisa kupakai. selebihnya masih bisa dibilang murah untuk pengalaman menggunakan yukata di tempat bersejarah.
jejak ishiyama hongan-ji temple di area osaka castle
sampai ke lantai dasar tempat kami masuk tadi. di sini adalah pusat informasi dan movie theater tentang osaka castle. ingin membeli mercendaise? di sini juga terdapat museum shop yang menjual beraneka jenis barang seputar osaka castle dan sejarahnya. mulai replika lukisan yang tenar saat itu sampai kaos dengan desain lukisan tersebut. jika kau ingin membeli souvenir dengan harga yang lebih terjangkau cobalah mengunjungi toko souvenir yang berada di luar bangunan tetapi masih dalam kompleks osaka castle.
jepang ga pernah melewatkan kesempatan untuk naruh hiasan-hiasan cantik
di bagian luar osaka castle terdapat nishinomaru garden yang ditanami lebih dari 600 pohon sakura. sayang ketika aku berkunjung tidak bertepatan dengan hanami sehingga yang kutemukan hanyalah sekelompok pohon berdaun hijau, tidak ada sisa-sisa bunga sakura yang bermekaran. selain taman sakura terdapat juga jajaran kedai makanan dan toko souvenirharga yang ditawarkan pun standar, tidak lebih mahal seperti tempat-tempat wisata di indonesia. 
taman pohon sakura
jika pada musimnya pasti sangat cantik pemadangan di sini
tapi karena di sini juga berlaku pajak, maka harganya akan lebih mahal jika dibandingkan dengan duty free kansai airport. ini baru aku tahu ketika kembali ke indonesia. next, kalau ingin membeli oleh-oleh atau kerajinan jepang sebaiknya belanja saja di duty free kansai airport karena harganya lebih murah. sedikit tips dari bludstory, semoga berguna.
-***-
previous:
next:
NewerStories OlderStories Home