jeonju hanok village
'aku sudah pernah ke bukchon hanok village, apakah worthed berkunjung ke jeonju hanok village?'
jeonju hanok village sign, jalan naik untuk mendapatkan pemandangan seperti foto pertama, jalan turun untuk mencapai hanok village
jalan-jalan tenang di jeonju hanok village, pertokoan yang berdampingan dengan penginapan
for me, yes. walaupun sama-sama berlabel hanok village tetapi banyak pengalaman berbeda yang bisa kau rasakan di jeonju hanok village. apa saja hal menarik di jeonju hanok village selain berkeliling desa hanok dengan hanbok?
aslik, ramah banget turis banget, ada spot-spot informasi yang bisa ditemukan di sekitar village
my favorite place to enjoying view of jeonju, walau tampak tinggi tapi trek ke sini alus pisan
pertama, desa wisata yang ramah pengunjung. jeonju hanok village digarap sebagai salah satu daya tarik wisata jeonju. berbeda dengan bukchon hanok village yang harus tenang, kau dapat merasakan keceriaan di sini. semua kegembiraan pengunjung dapat diekspresikan maksimal tanpa penjaga yang mengingatkan pengunjung untuk keep quite.
setiap daerah memiliki makgeoli khas, sayang perutku tak mampu menampung semua varian yang ada
bibimbab hanok di bagian tengah kalau siang antri panjang, lucky kami bisa melihat-lihat bebas tanpa antri
hanok di jeonju juga banyak yang beralih fungsi sebagai pendukung wisata, bukan lagi hunian pribadi. ada yang berubah menjadi kios souvenir, cafe, rumah makan, bahkan penginapan. semuanya untuk membuat pengunjung nyaman. menurutku, kata 'village' yang disematkan di sini sungguh sepadan dengan area yang dapat kita jelajahi, luas.
jalan di hanok village dibedakan antara jalan protokol dan pejalan kaki. jalan dari bebatuan ini ramah perjalan kaki karena kendaraan tidak melaju kencang. di jalan-jalan seperti ini biasa ditemukan deretan rumah makan, cafe atau toko souvenir
ruas jalan dengan rumah makan yang buka sampai petang, cek jadwal buka sebelum masuk karena tidak banyak yang beroperasi sampai larut malam
kedua, sejarah berdampingan dengan masa kini. tidak hanya bangunan tradisional yang dipertahankan di sini tetapi juga sejarah joseon. gyeonggijeon, bangunan yang menyimpan lukisan raja taejo, membuat jeonju hanok village lebih terasa otentikgyenggijeon juga sering menjadi titik kumpul bahkan atraksi utama yang menarik pengunjung. 
gyeonggijeon
jeondong cathedral terlihat dari gyeonggijeon
bukan hanya sejarah saja, toleransi pun berdampingan dengan tenang di sini. gyeonggijeon yang bernuansa buddha, berseberangan dengan jeondong cathedral. pemandangan menarik akulturasi budaya dan kepercayaansedikit tips kunjungan ke gyeonggijeon adalah datang di sore hari. kau akan menemukan tempat ini jauh lebih sepi dibanding siang hari.
jeondong cathedral
hankook-jib
ketiga, pusat kuliner yang banyak pilihan. jeonju jeonju diakui oleh unesco sebagai kota gastronomi dan berkembang menjadi ibu kota makanan korea. rumah makan bersejarah maupun kebanggaan jeonju banyak berada di sini. mulai dari hankook-jib yang masuk dalam micheline guide sampai pungnyeon bakery yang merupakan cikal bakal choco piecamilan khas korea yang sudah mendunia.
full set bibimbab at hankook-jib
pungnyeon bakery choco pie
keempat, tidak hanya melihat, tetapi juga merasakan. tidak seperti desa wisata lain yang hanya datang dan pulang, di sini banyak rumah tradisional yang beralih fungsi menjadi penginapan dan dikelola oleh penduduk asli. kami tidak melewatkan kesempatan untuk tinggal di hanok walau hanya semalam. merasakan suasana hanok village bukan hanya di saat siang tetapi juga petang yang sepi oleh pengunjung. another tips: banyak tempat makan tidak beroperasi sampai malam, jadi gunakan waktu semaksimal mungkin di siang hari untuk kuliner. sedangkan malam hari kami bertahan dengan sajian hangat dari convenience store.
penginapan kami di jeonju, mereka tergabung dalam semacam asosiasi hanok stay, kumpulan rumah-rumah tradisional yang digunakan sebagai penginapan
kamar di hanok stay mungil tapi fasilitasnya lengkap dan great hospitality, ada welcome snack dan free drink di pantry
masih merasa ragu ke jeonju hanok village? bonus lain, beragam spot wisata dapat dapat diakses dengan jalan kaki dari sini. ada lagi yang mau nambahin?
nasi kandar ayam merah ipoh
nasi ganja, mendengar namanya sudah bikin penasaran. apakah benar di dalamnya ditambahkan daun ganja? apakah setelah memakannya akan membuat kecanduan? ternyata tidak demikian. saat aku menyebutkannya di ipoh, orang-orang langsung mengarahkan ke kedai nasi kandar ayam merah ipoh. disebut nasi ganja, karena rasanya membuat orang ingin terus-terusan makan.sedikit kecewa tidak bisa mencicip ganja #lho.
keramaian kedai nasi kandar walo bukan saatnya makan siang, jangan mengharapkan meja kosong dan berbaurlah dengan konsumen lain
sebenarnya apa itu nasi ganja atau nasi kandar? pada prinsipnya adalah nasi campur, mirip nasi padang sumatra atau nasi rames di jawa. nasi, lauk dan side dish lain, disajikan jadi satu disiram kuah bumbu. beruntung aku tidak datang pada saat makan siang karena akan ada antrian panjang. namun bahkan di luar waktu itu pun, kedai ini sangat ramai, susah mendapatkan bangku kosong kecuali share table dengan pengunjung lain.
ayam merah merupakan menu dominan di sini walaupun ada menu lain juga
berdasarkan nama serta rekomendasi pengunjung, aku pun memesan nasi ayam merah. kesalahanku adalah tidak menyebutkan bagian ayam yang diinginkan. jadi datang random sesuai stock yang ada. selain menu ayam ada juga daging cincang, kambing, ikan, sotong dan udang. biasakan memesan minuman sebelum makanan datang. karena makanan dapat dibayar di belakang sedangkan minuman harus dibayar saat disajikan. ga mau kan terganggu dengan pembayaran jika minuman datang saat asik makan.
nasi kandar ayam merah
ini sempat membuatku bingung karena dalam satu kedai terdapat pengelola yang berbeda. pengelola bisnis minuman dan pengelola bisnis makanan. ntah mengapa pengelola minumannya lebih ga nyantai, padahal yang lebih terkenal adalah menu makanannya. ini salah satu point yang membuatku tidak nyaman.
minuman yang datang dan minta dibayar saat itu juga ditengeh-tengah acara makan, untung tetep bisa mengunyah sisa makanan yang masih ada, sampai ludes
kembali ke nasi kandar ayam merah. secara tampilan tidak menggugah. acak-acakan dan tidak estetik. tapi yang butuh makan itu perut, bukan mata, jadi mari kita coba. rasanya light, tidak sepedas yang aku banyangkan. sebagai sesama negara asia, tidak ada yang mengejutkan dengan bumbu rempahnya, bahkan yang dibilang bumbu kari pun nyaris ringan sekali. sekilas tampilan bumbunya mirip bumbu rendang. tapi rasanya tidak sekaya rasa rendang.

dengan harga seporsi ayam merah RM 5, dimakan lewat jam makan siang. menurutku ini sebanding antara harga dan rasa. mungkin karena aku sudah terlewat lapar, ludes juga sepiring nasi dengan porsi yang cukup besar. jadi apakah membuat ketagihan? untukku, kalau ada menu dan pilihan lain, mengapa kita tidak mencoba yang lain. mari melanjutkan perjalanan.
lunaria yang ada di pojok jogja
aku memang penggemar anime. dan begitu tercetus lunaria, yang terlintas dalam pikiranku adalah anime one piece. apakah di sini bernuansa jepang? atau tempat ini beraroma bulan seperti sebagian mana yang digunakannya? penasaran kan apa yang menarik dari tempat ini?
feel-nya berasa di jepang, apalagi saat senja tiba
pertama, lokasi. tempatnya memang di sudut jogja, dekat pojok beteng kulon. tepatnya di jl. gedong kiwo no.29, mantrijeron. walau mojok, lokasi lunaria bisa dibilang strategis karena mudah diakses mereka yang tinggal di barat dan selatan jogja tetapi letaknya masih di dalam kota jogja. warga bantul atau wates masih mudah mengakses tempat ini dengan jarak wajar. 
suasana indoor lunaria
suasana outdoor lunaria
kedua, vibe. dilihat dari luar, dengan suasana senja, ada sedikit aroma jepang di sana. ntah karena gang lengang nan tenang atau karena bentuk bangunan serta tanaman hiasnya. secara keseluruhan tempat ini pun memiliki fasilitas ruang yang lengkap dari indoor, semi outdoor maupun outdoor. hampir semua furniture yang digunakan terbuat dari kayu, kecuali di bagian outdoor, memberikan nuansa yang cozy dan homie.
pojok outdoor lunaria yang sering digunakan sebagai lokasi otd pengunjung
in between, indoor and outdoor
tata ruangnya pun bagus dengan sirkulasi udara dan suara yang baik, sehingga suara between table tidak saling mengganggu satu sama lain dalam kapasitas normal. di sini pun proper sebagai coworking space dengan colokan melimpah untuk buka laptop. hanya saja aku tidak sempat mencoba free wifi-nya karena terlalu menikmati vibe dan menunya.
suasana semi outdoor lunaria, dekat ruang terbuka tapi ga kepanasan, toilet yang estetik tapi paling suka dengan kursi kayu ini, lega untuk duduk bahkan isoh silo barang
ketiga, menu. ini yang paling ditunggu. overall aku menikmati menu-menu lunaria karena selain harganya terjangkau, tampilannya pun menarikhampir semua menu minumannya disajikan dengan cantik. virgin rose latte (25 k) nya cantik banget dengan topping bunga asli. tropical attack (28 k) udah mirip mocktail penyajiannya. hanya local wisdom (25 k) yang tampilannya biasa, dengan rasa sangat khas jogja, manis banget.
virgin rose latte
tropical attack
my favorite of sharing food menu is ring on cheese (22 k). teksturnya renyah dengan onion yang juicy. sebagai teman ngobrol dan didiamkan lama pun, gorengannya masih crispy. singkong balacan (18 k) walaupun sambelnya terlalu oily, tapi singkongnya enak, lembut di dalam, garing di luar. sangat mudah digigit tapi masih meninggalkan bunyi 'kres'.
singkong balacan vs ring on cheese yang tetep setia renyah seberapa lama pun kau cuekin
chicken parmigiana
fish & chips
dan semua main menunya dibandrol dengan harga mahasiswa. mana ada yang menjual chicken parmigiana (32 k) dan fish & chips (32 k) lebih rendah dari lunaria? walaupun harga dalam genggaman, rasa tidak murahan. dengan isian ayam/ikan, potato fries/wedges serta salad ini merupakan sajian lengkap. porsinya memang tidak sebanyak yang dijual dengan harga yang lebih mahal. tapi menurutku pas jika kau ingin berlama-lama di sini dan mencoba menu lainnya. selalu ada ruang untukmu, dan perutmu.-***-
hankookjib
jeonju diakui oleh unesco sebagai kota gastronomi dan berkembang menjadi ibu kota makanan korea. makanan khas daerah ini adalah bibimbab. pengetahuan dasar kami mencari restoran bibimbab paling banyak direkomendasikan, hankookjib. tetapi saat kami datang mereka tutup istirahat dan buka kembali pukul 3 sore. baiklah kita tunda makan siang sambil berkeliling, berharap menemukan makanan lain yang juga istimewa.
parkiran hankookjib
pungnyeon bakery (pnb)
tak jauh dari hankookjib, pada jalan utama di belakang halte bus terdapat pungnyeon bakery. ppangjib atau toko roti yang tampak kecil dari luar ini ternyata merupakan tempat bersejarah. dibuka pada 1951toko roti ini menjadi cikal bakal choco pie, camilan khas korea yang sudah mendunia. choco pie home made pertama kali diperkenalkan di sini dan sekarang di jual dalam berbagai varian. 
berada tepat di belakang halte menuju jeonju hanok village
berbagai varian choco pie di pungnyeon bakery
aku membeli rasa original rasa original dan tertarik dengan tester beberapa menu bakery lain. godaan visual membuatku membeli salah satunya. lupa nama rotinya, tapi enak. semacam roti panggang dioles karamel beraroma kopi. wanginya semerbak, teksturnya garing namun tidak kasar di lidah. simpan dulu, enak buat teman minum americano.
berbagai varian choco pie dan roti panggang yang aku beli karena godaan tester 
hankookjib yang menjadi kebanggaan kuliner jeonju 
setelah mendapat camilan kami kembali menuju hankookjib yang buka setelah jam istirahat. restoran yang beroperasi sejak 1952 merupakan restoran pertama yang memperkenalkan bibimbap. menu ini sekarang menjadi makanan khas jeonju yang juga merepresentasikan korea. hankookjib juga menjadi restoran korea pertama yang masuk dalam micheline guide.
suasana hankookjib saat kami datang, masih sepi dan kami memilih garden view yang ada di sebelah jendela
alat makan yang semula digunakan di hankookjib
sejarah hankookjib diperkenalkan ke pengunjung melalui leaflet yang ada di setiap meja
ada beberapa menu bibimbab yang disajikan di sini. aku memesan jeonju bibimbab (전주비빔밥) ₩ 11.000 sedangkan rista memesan yukhoe bibimbab (육회비빔밥) ₩ 13.000전주비빔밥 merupakan menu yang pertama kali disajikan di hankookjib dengan topping sayuran dan daging masak. terdapat dalam 2 cara penyajian dengan mangkuk normal atau dengan hot stone bowl yang disebut dolsot bibimbab (돌솥비빔밥) ₩ 11.000.
full set menu makan siang
jeonju bibimbab (전주비빔밥), jangan tertipu dengan tampilannya, begitu diaduk porsinya luar biasa
yukhoe bibimbab (육회비빔밥) dengan daging mentah
sedangkan 육회비빔밥 merupakan menu yang paling terkenal di hankookjib, hampir sama dengan 전주비빔밥 hanya saja topping yang digunakan adalah daging mentah. kami sudah lapar karena jadwal makan siang yang tertunda, tapi tak disangka service di sini luar biasa. baru saja pelayan pergi membawa catatan pesanan kami, pelayan berikutnya sudah datang sigap menata makanan.
setelah diaduk terlihat jelas ukurannya, masih tanpa side dish
side dish kepiting yang pertama kali aku jumpai
sayurannya fresh dan crunchy dengan rasa cenderung manis dan slightly spicy. berbeda dengan tempat makan yang pernah kami kunjungi sebelumnya, side dish di sini menarik perhatian. selain kimchi, di sini menyajikan side dish dari kepiting dan corn cheese. berasa dapat bonus dessert dalam side dish. kepitingnya adalah kepiting rebus dicampur dengan saus khusus. ukurannya kecil, dapat dimakan langsung dengan cangkang. tapi memang keras, butuh usaha untuk mengunyahnya :D.
berhasil menghabiskan seporsi bibimbab tapi hanya corn cheese side dish yang bisa kami habiskan
moju (모주), closing yang manis
selain bibimbab, di sini juga menyajikan menu makanan rumahan yang merupakan set menu yang dapat dimakan 2 orang. ada juga beef rib soup, spicy beef and vegetable soup dan soy bean paste stew. untuk minumannya aku memesan moju (모주) ₩ 2.000, makgeoli dengan rempah, biasanya cinnamon dan ginger. rasanya terlalu manis sampai kutambahkan batu es. tetapi kandungan alkoholnya lebih rendah dari makgeoli pada umumnya. tidak akan membuatmu goyang hanya dengan meminum semangguk saja. jadi makanan jeonju apalagi yang harus dicoba?
NewerStories OlderStories Home