hal menarik dari wisata jepang adalah hampir setiap tempat memiliki maskot wilayah. fuji-san misalnya, maskot wisata di wilayah kaki gunung fuji. atau shikamaro-kun yang menjadi maskot nara. bahkan di gunung tenjo yang tak jauh dari danau kawaguchi dan gunung fuji juga memiliki maskotnya sendiri, tanuki dan kelinci
tanuki dan kelinci
lebih mirip tokoh daripada maskot, tanuki dan kelinci di sini berasal dari cerita rakyat yang berkembang bahkan menjadi nama populer gunung yang lebih sering disebut dengan nama gunung kachi kachi. cerita rakyat kachi kachi berasal dari jaman edo. berkisah tentang sepasang kakek nenek yang selalu diganggu tanuki. sang kakek menangkap tanuki sebelum dilepaskan oleh si nenek. tapi naas tanuki tersebut malah membunuh si nenek. 
si usil tanuki
don't burn my bag, saya ga nakal :')
kelinci yang menjadi sahabat kakek memutuskan membalas dendam kepada tanuki dalam perjalanan di gunung. di sinilah nama gunung ini berasal. saat kelinci membakar ranting kering yang dibawa tanuki dengan batu pematik. kachi kachi merupakan kata tiruan bunyi beradunya batu api yang menurut pendengaran jepang berbunyi 'kachi kachi'.
ropeway entrance
pemilik fuji-hakone pass jangan sampai melewatkan kunjungan ke sini setelah kawaguchiko dan arakura sengen. dengan menggunakan pass kau akan mendapatkan potongan harga 10% dari harga normal ¥ 800 untuk fasilitas ropeway naik-turun. gunung kachi kachi dapat ditempuh dalam 10 menit dengan menggunakan red bus dari stasiun kawaguchiko yang juga gratis dengan menunjukkan pass.
entrace jalur pendakian jika tidak ingin menggunakan ropeway
ticket of ropeway, perhatikan bagian atasnya, kereta ini dioperasikan oleh sepasang kelinci -kidding :)- 
jika kau berniat mendaki, ada jalur khusus pendakian yang berawal sekitar 1 km dari stasiun kawaguchiko. karena aku tidak punya banyak waktu dan ingin memanfaatkan diskon pass, maka aku pun memilih mencoba kachi kachi ropeway. walaupun belum banyak turis yang berkunjung ke sini, tetap saja muatan ropeway dimaksimalkan aka diisi sampai penuh. 
bagian dalam ropeway yang penuh dengan ornamen kelinci
pemandangan danau kawaguchi dari stasiun atas, ada yagisaki park di sana
terdapat 2 stasiun ropeway, bagian bawah berada di timur danau kawaguchiko sedangkan stasiun atas berada di gunung tenjo. walaupun menghadirkan pemandangan fuji dari ketinggian yang mirip seperti di chureito pagoda, tetapi daya tarik utama tempat ini adalah pemandangan dalam perjalanan ropeway. jika cuaca mendukung kau akan mendapatkan pemandangan gunung fuji dan danau kawaguci. pastikan mendapatkan spot jendela ropeway karena pemandangan ini hanya dapat dinikmati selama perjalanan 3 menit.
peta observation deck, tidak luas tapi banyak tujuan
pemandangan observation deck dari atas cafe
mulai stasiun atas pengunjung langsung diarahkan menuju observation deck. dari ketinggian 1000 mdpl kau dapat menikmati pemandangan gunung fuji dan danau kawaguchi dari atas jika cuaca cerah. saat aku datang sepertinya cukup banyak awan sehingga hanya sedikit puncak gunung fuji yang tampak. di sekitarnya juga terdapat cafe dan toko souvenir. walaupun di sekitar stasiun bawah juga terdapat souvenir shop, ada beberapa barang yang hanya di jual di observation deck, koleksi tanuki dan kelinci tentunya. pastikan membelinya karena jika tidak dijual di bawah kau harus naik dan membayar ropeway kembali.
gunung fuji hari ini tidak seberani kemarin, malu-malu berselubung awan. tapi dalam keadaan berawan pun fuji Q di kejauhan masih dapat dilihat dari sini, sebersih itu udara di sini
selain menikmati pemandangan gunung fuji kau juga dapat mencoba melempar karawake, gelas sake yang dibuat dari tanah liat. karawake dijual seharga ¥100 per 2 buah. jangan lupa ucapkan permohonan sebelum melemparnya. karena ada tingkat kebrhasilan permohonan di sini. jika tidak melewati lingkaran yang tergantung pada torii, permohonan kau tidak terkabul tetapi kau akan dijauhkan dari roh jahat. 
melempar karawake dengan 3 tahap keberuntungan
jika melewati lingkaran yang tergantung pada torii maka kau akan diberkati dari apa yang kau mohon. dan kalau sampai expert melewati lingkaran yang tergantung pada torii sampai masuk pada torii kecil di bagian belakang maka tidak hanya permohonan tetapi kau juga mendapatkan berkah special. aku percaya bagian terakhir karena hanya orang beruntung atau berkemampuan khusus yang dapat membidik langsung 2 sasaran, lingkaran dan torri di bagian belakang. 
bell of tenjo
ada juga bell of tenjo dengan rangka berbentuk hati. sama seperti karawake, banyak orang membuat permohonan dengan membunyikan bel yang menghadap ke gunung fuji ini. begitu pun dengan kuil yang berada di sebelah kirinya.
pengen sangat mendaki di sini, semoga ada kesempatan lagi
selain itu juga terdapat jalur menuju puncak mitsutoge. bagi yang ingin mendaki persiapkan waktu yang cukup untuk naik turun sebelum kabut mulai menyelimuti tempat ini dan menghalangi pandangan. seandainya ada kesempatan lagi, ingin rasanya mendaki jalur cantik yang katanya banyak ditumbuhi hydrangea ini. kalau kau, kegiatan apa yang ingin dilakukan di sini?
previous: 
next:
sudah 3 tahun sejak trip terakhir 2019. rencana perjalanan 2020 pun kandas karena pandemi dengan status tiket 3x reschedule. menyimpan ransel, sepatu, kamera selama 3 tahun adalah hal yang luar biasa. jamuran, keropos, nyaris karatan membuatku ingin segera mengeluarkan semuanya. belum lagi rista yang sering bertanya, kapan kita kemana?

saat hiburan tak lagi mempan, sepertinya kami memang butuh liburanindonesia dulu-lah kalau border keluar belum dibuka. mengganti rute perjalanan yang hanya itu-itu, jakarta-jogjakarta, go go... mari kita pindah pulau.

dan jadilah trip pertama kami. pertama setelah 3 tahun berdiam diri. pertama untuk bersama kembali pulang ke kota asal kami. setelah kebiasaan selalu berpisah di jakarta, kali ini kami akan kembali pulang ke jogja bersama. 

liburan kali ini bukan liburan yang luar biasa, tetapi terasa istimewa karena sudah lama kami tidak melakukannya. liburan santai yang lebih mirip acara kuliner daripada keluyuran. makan, tidur, makan, tidur.

tapi bukan rhe jika tidak mencoba tempat baru. bali untuk ngepantai? bukan itu. dalam pelarian singkat ini, kami berusaha mengenal bali semaksimal waktu yang kami punya.

travel date: 08 - 14 april 2022

day 1 
- arrive at denpasar
- dinner at soto dobrak
stay at harris hotel kuta tuban

day 2
kanto lampo waterfall
- babi guling pande egi
- stay at kawi resort by pramana

day 3
- tegukopi
- pura jati batur
- wyah ubud
- stay at kawi resort by pramana
 
day 4
- pura ulun danu tamblingan
- ngiring ngewedang
hatten wine vineyard
- warung sopen
- stay at swar bali lodge

day 5
- banyumala waterfall
- taman dedari
starbucks reserve dewata
stay at harris hotel kuta tuban

day 6
- garuda wisnu kencana
- kat's kitchen
- souvenir hunting: joger, larisa, krisna
- nasi pedas ibu andika
- stay at harris hotel kuta tuban

day 7
- back to jogjakarta
-***-
welcome to gamcheon culture village
ada julukan gamcheon culture village sebagai korea's santorini atau bahkan machu picchu of busan. bagaimana menurutmu? secara visualnya tentu saja berbeda. santorini didominasi warna putih biru sedangkan di sini warna-warni. tapi dari bentuknya bisa jadi serupa.
korea's santorini
gamcheon culture village
rumah-rumah gamcheon culture village dibangun pada lereng gunung dengan warna-warna cerah. kemiripannya dengan santorini maupun machu picchu adalah pembangunan rumah bertingkat, berderet ke atas menyusuri lereng bukit. dipugar dengan gang-gang seperti labirin, desa ini sekarang menjadi salah satu daya tarik wisata busan. padahal awalnya merupakan daerah relokasi penduduk miskin korea dari daerah pelabuhan.
dari pelabuhan naik ke pegunungan
daya tarik wisata busan: follow the fishes
pada masa pemulihan ekonomi pasca perang, penduduk desa berkontribusi pada pertumbuhan komunitas religius. jika di tahun 1950 hanya ada 1 distrik, sekarang tumbuh menjadi 9 distrik. terbayangkan betapa luasnya desa ini dan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk menjelajah semuanya. kami hanya memiliki waktu setengah hari sebelum petang, yang ternyata sangat kurang untuk melihat detail pesona desa ini.
get ready!
warna warni dan detail gamcheon culture village, lokasi ini tepat berada di seberang tourist information center 
bahkan lereng jalan gamcheon culture village pun berubah menjadi kanvas bagi para seniman mural
detail kecil yang tersebar di semua bagian desa adalah hasil karya calon dan seniman korea. mereka merenovasi desa ini sebagai bagian dari upaya pemerintah membantu warga desa menghadapi kemiskinan dan kondisi kehidupan yang buruk. gamcheon culture village diubah menjadi pusat budaya dan dikelola warga untuk menjaga dan memeliharanya. selain mengubah desa ini menjadi desa warna-warni, dibangun juga ritel, museum dan beberapa instalasi seni yang membuatnya menjadi lebih menarik. 
siap 'tersesat' di gamcheon culture village
ritel souvenir sekaligus rumah makan di gamcheon culture village
dagangan di kios souvenir
ada juga rumah yang ditinggalkan di gang-gang kosong
tourist information center merupakan akses masuk utama desa. di bagian ini kau mulai dapat menemukan berbagai instalasi seni. bersiaplah untuk tersesat dengan menyenangkan. menyusuri banyak percabangan jalan dengan daya tarik yang berbeda-beda, langkah kaki kami seakan diarahkan secara visual oleh apa yang ada. rute paling pendek adalah 'follow the fishes', mengikuti jalan dengan instalasi seni berbentuk ikan.
instalasi seni yang tersebar di gamcheon culture village 'in other prespective'
mini gamcheon culture village
giant 'me' and mini gamcheon culture village
tidak ada panduan baku lost in the village. atau untuk kau yang tidak ingin tersesat, kau dapat membeli peta di tourism information center seharga ₩ 2.000. di dalamnya terdapat peta gamcheon culture village sekaligus kolom untuk mengumpulkan stamp. jika kau berhasil melengkapi semua kolom maka kau akan mendapatkan postcard gamcheon village yang tentunya tidak dijual di tempat lain.
too many fish
other happy fish
simple fish look like anchovy
tetapi karena tempat ini cukup luas dan waktu kami tidak banyak, maka kami memutuskan untuk follow the fishes. melewati gang-gang yang sebagian besar adalah rumah warga. namun tidak semua rumah berpenghuni. beberapa warga meninggalkan rumah mereka karena terganggu dengan turis yang sering tidak memperhatikan privasi mereka. berbeda dengan bukchon hanok village yang sangat terjaga ketenangannya, di sini turis bebas berkeliaran di mana saja.
ada juga yang menjad penginapan
menjadi museum dengan daya tarik wisata khusus
atau cafe untuk melepas dahaga pengunjung yang lelah berkeliling
rumah yang ditinggalkan warga ada yang dibiarkan kosong tetapi ada juga yang diubah menjadi kios maupun museum. keuntungannya dikelola oleh warga dan dipergunakan untuk keperluan desa. beberapa kios merupakan kedai makanan, namun tak jarang juga kedai souvenir. dari harga wajar sampai kurang ajar. perangko limited edition misalnya, dijual 5x harga normal. namanya juga limited edition, hanya ada dan dijual di sini. aku cukup membeli barang standar seperti postcard dan scarf berdesain korea.
mural hampir di setiap tempat yang dilalui wisatawan 
mural nuansa klasik
mural yang menjadi salah satu incaran wisatawan
kios lain yang banyak ditemukan adalah museum. mulai dari art museum sampai doll museum. tiketnya pun bervariasi mulai dari ₩ 5.000. untuk mendapatkan stamp kau perlu mendatangi museum-museum ini walau cukup di luarnya saja.
'preman kucing' banyak instalasi seni yang tersebar di kawasan ini selain mural
'little prince and fox' yang ga cuma lihat punggung mulu
walau ujung-ujungnya foto sama pungung juga
sepanjang jalur ikan kau juga akan menemukan photo zone. salah satu yang terkenal dan menjadi ciri khas tempat ini adalah patung little prince and fox. karena gagal menemukannya di hakone, kali ini aku rela antri demi foto di sini. jangan berharap foto cantik karena semuanya serba buru-buru. tidak ada yang mengejar, tapi melihat antrian yang mengular, aku cukup tahu diri untuk langsung jepret saja. 
whats up bro! ini busan bukan bekasi, another planet, beda ya dengan planetmu?
happy postbox, just for take a memory only, not for send a letter
saking gede ikannya sampau ga muat layar untuk capture
photo zone lainnya yang juga banyak menjadi incaran adalah gambaran gamcheon culture village dalam siluet manusia. serta happy postbox serupa di ganjeolgot, walaupun tidak sebesar yang di ulsan. tidak hanya instalasi seni yang menjadi photo zone, beberapa mural maupun instalasi dinding lainnya juga menarik sebagai obyek foto.
dan ikan kecilnya 
 face of gamcheon, abaikan moncong mobil 
people in gamcheon
jika mengikuti hasrat untuk meng-capture semua instalasi seni di sini tentu setengah hari sangatlah kurang. sesingkat ini dan inilah yang kami temukan selama 'tersesat' di gamcheon culture village. ada yang spot yang terlewat olehku? 
coba ceritakan ya.
mari menjelajah bersama
pic: beberapa rista punya
***
previousoryukdo sky walk
next
jagalchi market
NewerStories OlderStories Home