menghabiskan malam di tokyo
sudah baca itin perjalanan ini? kalau sudah pastilah tau kalau perjalanan ini adalah flash packer yang secepat-cepatnya. kami berasa menjadi turis 'fomo' phobia. fear of missing out, kami mencoba mengunjungi sebanyak-banyaknya dengan sedikit waktu yang kami punya. dengan segala keterbatasan bukan bearti aku punya cerita yang seadanya. ada banyak pengalaman dalam waktu singkat kami sehari di tokyo yang untungnya berhasil mengunjungi beberapa tempat iconic.
tsukiji market
kunjungan pertama ke tsukiji fish market. tsukiji market dibedakan menjadi 2 bagian yaitu tsukiji inner market dan tsukiji outer market. pelelangan tuna dan hasil tangkapan lain semula diadakan di inner market. namun saat ini dipindahkan ke tempat baru yaitu toyosu market. tapi jangan kecewa, outer marketnya tetap tidak kehilangan pesona dengan perpindahan inner market ini. 
tsukiji inner market
banyak barang yang dijual di tsukiji outer market mulai dari barang kebutuhan sehari-hari, souvenir sampai dengan beraneka ragam kuliner. kunjungan ke tsukiji market bisa menjadi kunjungan belanja dan kuliner. sebaiknya kau mendatangi tempat ini antara jam sarapan sampai makan siang saat kios-kios makanan masih lengkap. makanan paling terkenal di sini justru tamagoyaki. katanya tamagoyaki terenak setokyo dijual di sini. aku pribadi merasa tamagoyakinya lebih juicy dibanding dengan yang pernah aku makan di kansai. tapi yang di kansai lebih padat sehingga terasa lebih mengenyangkan.
tamagoyaki ¥ 100
unagi bakar ¥ 200
japan corn dog
makanan berikutnya yang kami coba adalah unagi bakar. sebagai penyuka belut pasti aku akan bilang ini enak. dan karena aku lapar tanggung akhirnya memutuskan untuk membeli japan corn dog di se7el. cukup susah mencari tempat makan dengan kursi kosong di sini menjelang makan siang. akhirnya kami puas dengan melihat-lihat berbagai kios souvenir saja. 
berbagai souvenir khas jepang
tempat makan dengan karakter-karakter khas jepang
masih menyesal ga beli boneka daruma :'(
untuk berpindah dari tsukiji fish market kau bisa menggunakan subway dari tsukiji station yang akses masuknya ada di samping kuil unik tsukiji hongwan-ji. walaupun ini adalah kuil buddha namun arsitektur bangunannya kental dengan gaya india. dapat dilihat dari desain atap banguan sampai tangga batu yang tinggi.
tsukiji temple, maafkan aku yang ga bisa lepas dari makanan walau sebentar
buddha temple
kunjungan kedua adalah shibuya. tidak perlu dijelaskan bahwa di sini banyak terdapat tempat iconic jepang mulai dari shibuya crossing, hachiko statue sampai dengan 101 building. dari keluar stasiun saja sudah dapat terlihat hiruk pikuk keramaian kota. seakan orang setokyo dan wisatawannya berkumpul di sini. jangan harap dapat foto bagus dan pemandangan bebas orang di hachiko statue karena justru dari keramaian adalah pesona shibuya.
shibuya
keramaian shibuya
hachiko statue
109 building
iklan shibuya di shibuya :)
berdiri pada 1 spot saja kau telah mendapatkan view dari tempat-tempat yang aku sebutkan di atas. wajib jaga kewaspadaan di sini karena lengah sedikit kau bisa tertabrak orang. di sini semuanya serba cepat. melambat sedikit untuk mengambil gambar saja kau bisa mengganggu traffic lalu lintas orang yang menyeberang.
harajuku
it's hard to get pic together -biar ga dikira jalan sendiri mulu-
tokyu plaza entrance, susah dapet cahaya yang ok dengan kamera biasa
tempat ketiga yang kami kunjungi adalah harajuku dengan tujuan utama tokyu plaza dan takeshita dori. kawasan harajuku dan shibuya sebenarnya tidak terlalu berbeda. kawasan metropolitan pada umumnya semacam kau berjalan di sudirman, bukit bintang atau orchard road. ga ada rasa jepang-jepangnya. aku bahkan tidak menemukan orang-orang dengan kostum unik yang katanya banyak berlalu-lalang di sini. jadi kembali tujuan kami adalah spot iconic tokyu plaza entrance. desain potongan kaca yang tidak beraturan ini seakan mempertegas kesan metropolis yang padat di kawasan harajuku.
entrance takeshita dori
suasana di takeshita dori, hampir semua toko tax free
berbeda dengan tokyu plaza, entrance takeshita dori tidak megah dan bahkan bisa dibilang nyaris tidak terlihat jika tidak ada tulisan di atasnya. tapi ternyata di dalamnya tidak kalah padat. bahkan lebih padat dari kawasan harajuku lainnya. untuk kau yang suka berbelanja atau mencari oleh-oleh sebaiknya kunjungi tempat ini. karena selain harganya yang murah, ada juga tax free untuk pembelian di atas ¥ 5.000. jalanan ini tidak terlalu panjang jadi kau bisa membandingkan harga dari kios ke kios sebelum membelinya. percayalah, semakin ke ujung harganya akan semakin murah.
barang yang dijual di takeshita dori dari mulai kosmetik
obat-obatan sampai makanan
kios di ujung gang ini menjual harga kerajinan lokal yang lebih murah dibanding kios lain
kunjungan keempat sebelum berpindah ke shinjuku adalah meiji shrine yang berada di belakang harajuku station. tidak seperti kebanyakan kuil yang bebas dikunjungi, di sini ada operational hours dari 5 am-6 pm. pastikan kujungan kau sebelum jam tutup kalau ingin berkunjung nyaman tanpa gangguan pengumuman kuil akan segera ditutup seperti pengumuman tutup mall yang mengintimidasi pengunjung.
abaikan lovebird, masih ada travelmate kau di sini :)
meiji shrine
salah fokus dengan pemandangan cantik dari bulan yang kepagian
saat mataharinya saja belum tengelam dari pandangan
lokasi kelima adalah shinjuku menjadi part terakhir kami keliling tokyo sehari. hal pertama yang kami lakukan di shinjuku adalah berburu makanan di omoide yokocho. kompleks kios makanan yang berada di gang-gang sempit dekat dengan shinjuku station ini dulunya adalah black market di jepang. namun sekarang bangunan-bangunan yang tersisa berubah menjadi kedai-kedai makanan. lagi-lagi kami salah waktu kunjungan yang bertepatan dengan jam makan malam sehingga sangat susah mendapatkan bangku kosong. akhirnya kami harus cukup puas dengan makan di matsuya, makanan murah untuk standar shinjuku.
shinjuku menuju omoide yokcho
omoide yokcho yang tampaknya sepi tapi ga dapat kursi
dan harus puas dengan menu makan malamku: beef tamago dengan keju
menu rista yang juga ga jauh-jauh dari beef + tamago
setelahnya barulah kami menurunkan makanan dengan berjalan kaki ke tokyo metropolitan government building. ada 2 tower dengan jam buka yang berbeda. south tower buka sampai dengan pukul 5 sore sedangkan north tower  buka sampai dengan jam 11 malam. penjagaan di sini cukup ketat, jadi pastikan kau tidak membawa barang aneh-aneh selama kunjungan. 
souvenir shop at tokyo metropolitan government building
city view from tokyo metropolitan government building
seperti osaka castle, aku cukup puas dengan keteraturan pengunjung masuk dan keluar mengingat hall setinggi 243 meter ini tidak terlalu luas. jika siang hari cerah katanya kau bisa melihat gunung fuji dari sini. tapi tanpa itu pun, aku cukup puas dengan melihat kerlip metropolitan yang ada di bawahnya. sampai saatnya kami harus pulang ke penginapan.
background tokyo skytree di sensoji temple
bukan lovebird yang kami temui di meiji shrine, tapi ikut berdoa baik untuk mereka
kembali bertemu bulan di sensoji temple, dengan waktu yang lebih tepat untuk kemunculannya
bonus track karena kami menginap di asakusa maka kami menyempatkan diri menghabiskan malam di sensoji temple. jujur aku beryukur bekunjung malam ini karena sepi pengnjung. saat aku mencoba kembali datang di siang hari ternyata suasananya tidak semagis dimalam hari. lebih seperti pasar karena nakamise street sepanjang 200 meter yang di kanan kirinya berderet kedai makanan dan souvenir
ada saatnya asakusa beristirahat juga
turun pak, jangan kelamaan nangkring di atas warung, pemandangan malam di sekitaran asakusa
gang-gang tenang di asakusa dengan pemandangan tokyo skytree
aku sendiri cukup puas dengan lokasi penginapan yang aku pilih di tokyo w inn. karena di pagi hari saat kami check out, bonus kunjungan lain di ban dai office yang di bagian depannya banyak action figure dari tokoh-tokoh anime mereka. tentu saja semua tempat yang kami kunjungi hari ini gratis! masih berpikir wisata jepang mahal?
muka bantal, bangun 05.30 demi ngejar kereta pertama tapi masih sempetin foto dengan character favorite masa kecil
ban dai office
figure anime ban dai

doc: beberapa rista punya
previous: 
next:
view namsan tower dari namsan park
mengunjungi namsan tower memang menjadi check list wajib saat pertama kali menginjakan kaki di seoul. berhubung di tokyo belum sempat mengunjungi tokyo tower, maka kali ini aku sama antusiasnya dengan rista untuk mengunjungi namsan tower. tapi karena kami tidak ingin pemandangan yang biasa, maka kami mencoba rute yang jarang digunakan yaitu tracking melalui namsan park. memang akan lebih gampang dan cepat jika kau menggunakan cable car. tapi pengalaman istimewa apa yang kau rasakan selain naik cable car yang gitu-gitu saja?
gwanjang market
gwanjang street food
비빔밥 stall
sebelum melakukan tracking ke namsan tower ada baiknya kau mengisi tenaga terlebih dahulu. kami menyempatkan diri untuk makan besar -bekal kalori yang sebentar lagi hilang terbakar saat pendakian- di gwanjang market. pasar ini adalah surganya street food di seoul. berbagai makanan dari jajanan maupun makan berat dapat ditemukan di sini. beberapa kios souvenir juga tersedia dengan harga yang cukup murah walau tidak semurah di namdaemun market.
비빔밥 ₩ 5.000
칼만두 ₩ 5.000
식혜 ₩ 1.000
untuk makan siangnya aku mencoba 비빔밥 yang sangat mengenyangkan karena 75% isinya adalah serat. bahkan sumber karbohidratnya adalah barley, bukan nasi. sedangkan rista mencoba 칼만두 yang berisi mie potong dan dumpling. semua menu di sini dibandrol seharga ₩ 5.000 dan seragam hampir di semua kedai makanan. sebenarnya aku masih ingin mencoba jajanan lain tapi karena mengingat perjalanan kami yang tidak memungkinkan dengan perut terlalu penuh akhirnya kami harus puas dengan melihat beraneka macam makanan yang ada saja.
aneka barang yang dijual di gwanjang market
aneka snack di gwanjang market
melanjutkan perjalanan ke namsan park dari gwanjang market tidak membutuhkan waktu terlalu lama. hanya saja mulai dari gang masuk di seberang gwanjang market kau sudah mulai merasakan jalanan menanjak. slow aja karena kita akan bertemu tanjakan mulu setelah ini. bedanya ada yang curam ada yang sedang
namsan park entrance
meniru namsan tower
tampak bantet dibandingin namsan tower :D
namsan tower dalam genggaman
entrance namsan park akan mudah dikenali walaupun sebelumnya kita harus melalui pemukiman penduduk. di sini kau akan menemukan sepenggal peninggalan seoul city wall dengan background namsan tower. disarankan ke sini di kala senja untuk mendapatkan vibe yang lebih ok lagi. seoul city wall yang ada di namsan park sepertinya sudah direkonstruksi dari bentuk aslinya karena tampak tersusun dari batu-batu baru
seoul city wall
namsan park yang luas bisa buat piknik
patung lee si yeong, wakil presiden pertama korea selatan
호현당 park management office
selain seoul city wall taman ini tidak begitu berbeda dengan taman-taman lain di seoul. sering digunakan untuk beberapa acara serta dilengkapi dengan fasilitas umum seperti toilet dan drinking water. setelah keluar dari taman, kita akan memulai pendakian yang sebenarnya, tanjakan yang hampir jarang ada bonus tapi viewnya adalah bonus tersendiri yang menghilangkan lelah. sebagai informasi kedai makanan dan vending machine hanya ada di titik awal dan akhir track saja. pastikan bekal air cukup untuk pendakian sekitar 1 km menuju namsan tower.
track ke namsan tower, nanjak terus tapi alus
bonus spot untuk menikmati city view
sedikit lagi sampai ke namsan tower, masih ada sisa seoul city hall
aku sendiri tidak ada masalah dengan pendakian ini. break 2 kali, nunggu rista packing ulang belanjaan plus minum dan break jajan di vending machine di pemberhentian cable car. sebenarnya pendakian cukup wajar. banyak orang korea mengambil jalur ini untuk olahraga. jalurnya bagus dengan pemandangan yang menyenangkan. bahkan ada beberapa spot yang menyajikan landscape seoul city. jalur ini tidak terlalu turistik sehingga tidak terlalu ramai orang selfie atau semacamnya.
akhir track ke namsan tower
keramaian namsan tower
sangat beda dengan suasana dengan namsan tower. dimulai dari pemberhentian cable car kau akan bertemu dengan keramaian pengunjung. mereka yang membeli aneka ragam gembok, mereka yang memasang gembok atau mereka yang sekedar menikmati pesona kaitan dari ribuan gembok yang dipasang di sana. mengagumkan memang dari sekian banyak populasi pengunjung namsan tower yang memasang gembok di sana, tidak satu pun gembok yang dibersihkan. jadi yang ada gembok ini semakin menumpuk dan bertambah banyak sehingga mengekspansi tempat-tempat lain untuk memasang gembok. 
kios gembok dan gemboknya yang mulai menginvansi semua pagar di namsan tower
beraneka gembok mulai dari gembok biasa, gembok cinta, gembok pintu sampai cashing hape
gembok lama di bagian bawah, gembok baru di bagian atas
saat ini pun, gembok yang dijual semakin beragam bentuknya. tidak hanya gembok cinta tapi ada juga desain-desain lain yang ga kalah lucu. untuk kau yang ingin mengabadikan kenangan, cobalah pasang satu gembok di sini. siapa tahu suatu saat nanti kau ke namsan tower lagi dan masih dapat menemukan gembok yang kau pasangan sebelumnya.
lock tree, namanya difotoin orang, pasrah aja kalau viewnya ga maksimal, pohonnya kepotong :'(
seoul tower plaza yang mulai terinvasi gembok cinta
yoohoo & friends, ada yang penah nonton?
apakah di namsan tower cuma bisa memasang gembok cinta? tentu tidak. sebenarnya namsan tower ini juga semacam tempat rekreasi yang menyediakan banyak fasilitas. mulai dari hiburan anak, game zone, tempat makan sampai observatorium. jika kau cukup banyak waktu berkunjung di sini cobalah pengalaman di seoul tower plaza. mulai dari hanbok culture center, panorama OLED sampai karakter-karakter lucu yang ada di level 4. semuanya menyenangkan kecuali saat kau harus pulang dengan mencoba track berbeda. 
track turun dari namsan tower yang ga semulus track naik
tapi pemandangan yang disajikan ga kalah menarik, lebih cantik karena tanaman-tanaman ini
kami masih memilih tracking untuk turun dari namsan tower. bukan karena hemat tapi karena kami melewatkan cable car dan sudah turun terlalu jauh untuk mendaki lagi ke cable car. ternyata rute yang kami gunakan kali ini lebih banyak digunakan oleh mereka penggemar hiking. tracknya tidak serata saat naik tadi. walau memang sudah tertata rapi tapi masih banyak medan yang terdiri dari tanah dan pasir. beberapa tempat dilapis matras dari serabut kelapa supaya tidak licin walaupun tidak jarang aku harus berhati hati dengan kondisi jalan dan hari yang mulai petang. setidaknya semua kalori yang kami makan sebelumnya sudah terbakar sempurna dengan kunjungan kali ini. bisa makan banyak lagi dan tidur nyenyak malam ini.
NewerStories OlderStories Home