air terjun sipiso-piso
travel date: 25 oktober 2013

"then they'll say to me, say to me, say to me
 there goes the fighter, there goes the fighter
 here comes the fighter
 that's what they'll say to me, say to me, say to me
 this one's fighter"

#the fighter-gym class feat ryan tedder

berikan semangat untuk tracking ke air terjun sipiso-piso. 

how to get there:
- menuju terminal kabanjahe. kalo dari medan -simpang pos- naik bus murni atau bus sutra, kalo dari TAL -nunggu di ujung jalan masuk na- naik angkot kuning sinanggang sira (8ribu) 
- menuju sigalih naik angkot sepadan (6ribu)
- naik bentor dari pertigaan sigalih ke sipiso-piso, harga tergantung kemampuan menawar. rhe kena tarif 15ribu PP. bilang aja ke supir na minta dijemput jam berapa, abang na akan ready di waktu yang kita mau

perjalanan ke kabanjahe melalui daerah kering sisa abu vulkanis letusan sinabung beberapa hari sebelum na. untung na letusan berhenti saat rhe di sana. melewati pasar buah yang banyak menjual terung belanda, sayang na ga sempet nyoba. sambil ngobrol dengan supir angkot yang bertampang gahar tapi ternyata belon pernah jalan kemana-mana gara-gara takut nyasar -lucu juga-. sementara perjalanan ke sigalih lebih ga berasa cz rhe melalui na dengan tidur -maklum ujan-. untung kernet na baik, mau ngebangunin pas sudah sampai tujuan.

gerimis tipis menyambut begitu turun angkot. naik bentor yang serba terbuka dengan jarak sekitar 2 km, brrr..... dingin. tapi pemandangan di sepanjang perjalanan lebih menyejukkan dibanding cuaca yang ada. perkebunan hijau tanah karo yang memanjakan mata, hidung dan badan. rileks. kata abang bentor na tanah karo sebelum diolah oleh lulusan-lulusan pertanian ga sehijau saat ini. lahan awal didominasi dengan tanaman padi sampai akhir na diolah menjadi perkebunan sayur. dan ternyata perubahan pola tanam ini membuat lahan di sini lebih produktif dibanding ketika ditanami padi dan mengubah pertanian di sini lebih fokus sebagai penghasil sayur dan buah tertentu seperti wortel, jeruk dan tomat.

pemandangan ini terus menemani sampai ke gerbang retribusi masuk ke sipiso-piso. mungkin karena jumat, lokasi ini tidak terlalu ramai. tapi langsung melongo begitu turun dari bentor, air terjun langsung terlihat dari parkiran. kerennn... air terjun yang biasa na dilihat dari bawah, di sini disajikan dari sisi atas na. kalo hanya ingin menikmati air terjun dari atas maka bisa memandang na dari parkiran aja :). sedangkan jika ingin melihat na lebih dekat tentu perlu tracking ke bawah.

air terjun sipiso-piso berada di perbukitan di tepi danau toba yang berada pada ketinggian 800 mdpl. sedangkan ketinggian air terjun sekitar 120 meter dan disebut-sebut sebagai air terjun tertinggi di indonesia. nama sipiso-piso berasal dari piso atau pisau karena air yang berjatuhan dari ketinggian bukit seolah berbilah seperti pisau tajam. air terjun ini terbentuk dari sungai kecil bawah tanah di perbukitan karo yang mengalir melalui goa di sekitar kaldera danau toba yang merupakan danau vulkanik terbesar di dunia.
view danau toba
danau toba sendiri merupakan kaldera yang terbentuk dari letusan gunung api purba sekitar 74000 tahun lalu. letusan super vulkano ini bersumber dari gejolak di dalam bumi saat lempeng lautan indo-australia menghantam lempeng benua eurasia yang berada di bawah pulau sumatera. gesekan kedua lempengan pada kedalaman 150 km ini menciptakan panas yang melelehkan batuan dan naik menjadi magma -semakin banyak sedimen semakin banyak magma yang tercipta-. pembumbungan magma menyebabkan letusan toba. ruang kosong yang ditinggalkan magma menyebabkan anjlog na permukaan tanah sehingga membentuk kaldera yang menampung air hujan, sedangkan sisa magma yang terdorong ke atas membeku menciptakan pulau di tengah na.

selain karena pengaruh magma, kaldera toba juga dipengaruhi kegiatan tektonik. tumbukan yang menghasilkan panas tadi memicu sesar geser besar yang memanjang dari lampung hingga aceh -hampir semua gunung api di sumatera berada di atas sesar ini-. pengaruh patahan ini terlihat dari bentuk danau yang memanjang -bukan bulat seperti cekungan yang ada selama ini-. pemandangan danau inilah yang sekaligus disajikan dari ketinggian sipiso-piso.
anak tangga di tebing yang harus dilalui
untuk mencapai air terjun harus menuruni lereng bukit yang cukup curam, cukup ngos-ngosan untuk tracking ke bawah -apalagi naik na-. jalur na agak mudah karena di bangun tangga di bagian awal track. hanya saja lintasan na cukup panjang dan berliku ke bawah. jangan tertipu dengan tracking mudah ke bawah na ya cz masih harus naik ke atas saat balik. siapkan tenaga dan waktu yang pas supaya bisa naik ke atas dengan tenaga dan waktu yang pas -mengingat janjian ma abang bentor-.
hasil memanfaatkan batu-pod
ruas pertama menuruni lereng berjalan lancar. rekan perjalanan rhe kali ini adalah suami istri yang cukup berumur dengan speed yang tidak terlalu lambat. jalanan masih berupa semen mulus walau ada beberapa genangan air sehabis hujan, untung ga licin. sayang na di sini banyak nyamuk yang semangat menyerang pengunjung yang datang. buat yang sensitif dengan gigitan nyamuk, mohon mempersiapkan diri -gosok minyak banyak banyak-.

turunan kedua melewati track yang lapang -pengen lari rasa na- dan terdapat gardu untuk memandang sekalian danau toba. istirahat sambil memanjakan mata, danau di depan, air terjun di belakang plus bukit yang ada di sekeliling na. oh god, inikah yang nama na karya alam? semua suntuk dan kantuk menguap seketika. spot ini sekaligus lokasi paling ramai karena dipilih kebanyakan pengunjung untuk melihat air terjun dari dekat.
pemandangan dari dekat
meninggalkan mereka yang berhenti di sini, perjalanan selanjut na lebih sepi. track na juga mulai banyak lubang dan sisa longsoran. seperti na pembangunan fasilitas sebanding dengan jumlah pengunjung, kalo ga dikunjungi ya ga dibangun. kemegahan sipiso-piso berbanding dengan keberanian yang tercurah untuk bisa sampai ke bawah. terutama di ruas jalan teakhir yang terjal dan curam. semakin dekat ke air terjun, semakin waswas juga dengan lintasan na. sayang, yang tampak indah dari jauh ini ternyata tidak semenarik itu dari dekat. tidak disarankan untuk terlalu lama berdiam diri di sini. selain karena nyamuk, pemandangan na terdiri dari sampah di sungai dan air terjun yang ternyata keruh. 

saat na mengumpulkan nafas dan tenaga lagi untuk mendaki ke parkiran. pufh... nyaris habis nafas saat sampai ke atas efek jalan nanjak cepat cz hujan yang mengancam akan turun lagi. pas sampai pas abang betor na dateng. minta abang na nunggu bentar untuk makan siang dan... mari lanjut ke destinasi lain.
-***-
related posts: 
miniatur shwedagon
travel date: 25 oktober 2013
website: http://www.tamanalamlumbini.org/

"i don't care if mondays black
 tuesday, wednesday - heart attack
 thursday, never looking back
 it's friday, i'm in love"

#friday i'm in love-the cure

i like friday. terutama jumat kali ini dengan perjalanan gila tanpa rencana. asal jalan berbekal navigasi 'nanya orang'. bingung bentar ga masalah selama selamat sampai tujuan. selalu ada akhir yang indah dari sebuah perjuangan, little myanmar di berastagi, taman alam lumbini (TAL).

how to get there:
- naik angkot warna merah nomor 135 dari terminal amplas ke simpang pos (4ribu)
- naik bus murni (10ribu), turun di simpang togog -pertigaan yang ada tugu jeruk di tengah na-. perjalanan cukup lama. siap-siap kalo udah melewati petunjuk 'pemandian air panas sibayak' di sebelah kanan jalan
- naik angkot warna kuning sinanggang sira (2ribu) turun di depan akses masuk TAL. bilang ke supir na turun di pagoda. jarak na cukup dekat, bisa jalan kaki dari simpang togog kalo mo sekalian menggerakkan badan setelah lama duduk di angkot
- jalan kaki melintasi kebun strawberry sampai ke depan vihara sekitar 700 meter
kebun strawberry
untunglah perjalanan jumat ini cerah walaupun mendung berastagi sempat menyambut. kata na kota ini lebih sering hujan dibanding bogor yang memang dijuluki kota hujan. sinabung pun sedang beristirahat sejenak dari aktivitas vulkanik na sehingga perjalanan kali ini bisa dibilang sempurna. 

masuk ke TAL tidak dipungut biaya. pengunjung hanya perlu mengisi buku tamu serta bersikap dan berpakaian sopan mengingat ini adalah tempat ibadah. selain itu pengunjung tidak boleh membawa makanan dan minuman ke dalam. petugas cukup ketat dengan aturan ini. bukti na air mineral 1,5 liter rhe kena sita atau bisa dititipkan ke pos jaga. sebagai tempat ibadah, hanya mereka yang akan melakukan ibadah saja yang boleh masuk ke bangunan utama. mungkin supaya turis-turis yang datang tidak mengganggu mereka yang sedang melakukan kegiatan agama na. alhasil rhe hanya bisa mengitari pagoda yang merupakan replika pagoda shwedagon ini. 
hasil narsis tanpa bantuan
pagoda yang asli terdapat di yangon-myanmar dan merupakan pagoda paling agung di dunia. nama na berasal dari shwe bearti emas dan dagon adalah nama terdahulu dari kota yangon. so shwedagon arti na pagoda emas di kota dagon -kalo di berastagi jadi shwetagi dunk :D-. pagoda tersebut dibangun oleh 2 bersaudara dari myanmar, tapussa dan bhallika, saat sang buddha gautama masih hidup. kedua bersaudara ini bertemu sang buddha yang baru mencapai kesempurnaan saat memimpin karavan ke india. mereka kemudian memberikan persembahan yang dibalas dengan 8 helai rambut buddha. saat kembali ke kampung halaman, penguasa okkapala -nama sebelum yangon- yang mendengar kabar tersebut menyimpan relik suci dengan membangun pagoda khusus, pagoda shwedagon.

kisah tersebut menjadi inspirasi dibangun na replika pagoda shwedagon pada tahun 2007 di kompleks internationals buddhis center (IBC). pagoda yang selesai dibangun pada tahun2010 ini mempunyai tinggi 46.8 meter dengan panjang dan lebar 68 meter. susunan na terdiri dari 1 pagoda besar, 8 pagoda kecil, 1 pilar asoka dan 4 rupang buddha sakyamuni yang terbuat dari giok myanmar utuh. sama dengan pagoda asli na, replika shwedagon juga memiliki kesakralan tinggi. pengunjung yang ingin berdoa dapat melakukan sembahyang searah jarum jam mengelilingi area mandala sebanyak 3 kali. 
persinggahan di sekitar taman
TAL tidak hanya terdiri dari replika shwedagon. bagi pengunjung yang tidak bisa masuk ke dalam na, di sekitar pagoda juga terdapat fasilitas lain seperti baktisala theravada yang merupakan aula doa, restoran vegetarian, toko souvenir dan yang cukup menarik adalah taman dengan rumah singgah. seperti na persinggahan ini diperuntukkan bagi mereka yang ingin bersembahyang dalam waktu lama. di taman ini juga terdapat tanaman-tanaman langka dan jembatan cinta kasih -yang benar-benar ada simbol hati na-. jembatan ini dibangun sebagai alat bantu untuk memudahkan mobilitas umat dan pegawai IBC TAL tapi malah menjadi salah satu daya tarik pengunjung.
jembatan cinta kasih
masih belum terlalu siang saat rhe meninggalkan lokasi. masih banyak petani yang beraktivitas di kebun sekitaran TAL. ternyata ini adalah perkebunan organik yang termasuk dalam program IBC. perkebunan ini menjadi salah satu media pemberdayaan sumber daya alam dan sumber daya manusia IBC TAL yang mengutamakan kesehatan publik. TAL organic farm berkomitmen untuk menghasilkan produk sayur mayur dan buah-buahan sekaligus membuka lapangan kerja bagi warga tanah karo yang diharapkan dapat membantu menaikkan kegiatan ekomoni daerah. sebuah contoh salah satu hubungan harmonis antar umat beragama. satu catatan dan pengalaman perjalanan baru, ketika kita bisa memaknai perjalanan dan pengaruh dari destinasi yang kita kunjungi. 
-***-
related posts: 
muatan di atap kendaraan
travel date: 25 oktober 2013

perjalanan medan-berastagi adalah perjalanan dengan rute panjang. dari kota ke daerah pegunungan dengan jalan nanjak dan berliku. pilihan angkutan na menggunakan bus murni atau bus sutra. ongkos na sama hanya nama dan intensitas kemuncul na yang berbeda. bus murni lebih sering dan pool na dekat simpang pos.

pada dasar na yang disebut bus di sini adalah elf dengan kapasitas bagian dalam 19 orang. kenapa rhe bilang bagian dalam? cz di sini ga hanya bagian dalam na yang menampung muatan tapi bagian atap kendaraan juga bisa digunakan untuk mengangkut penumpang selama orang na mau. uji nyali yang sebenar na. kebayang aja dengan jalur nanjak dan berliku, orang duduk di atas na tanpa ada pengaman apapun, bahkan tali atau pegangan tangan. dan aneh na, mereka bisa dan terbiasa dengan ini. berani nyoba?

untung na selama perjalanan menggunakan bus murni ke tugu jeruk atau yang lebih dikenal dengan simpang togog oleh warga lokal rhe ditemani seorang pegawai air minum dalam kemasan yang berkantor di jalan raya medan-berastagi km 55. dari mas-mas inilah rhe dapat tutorial singkat tentang sumatera utara sebelum menjelajahi na lebih jauh. termasuk kebiasaan angkutan lintas sumatera ini melaju. perpaduan antara muatan yang dipaksakan, jalanan menanjak dan kecepatan gila-gilaan.

dari segi muatan, bagian dalam na masih dibilang layak cz penumpang duduk sesuai jumlah kursi, ga desak-desakan. kelebihan penumpang na dioper ke atap yang ga aman tadi bersama dengan barang bawaan lain yang ga muat untuk dimasukkan ke dalam elf. mengingat jumlah angkutan yang tidak sedikit, seperti na ini bukan masalah kelangkaan angkutan tapi memag menjadi kebiasaan mereka menantang maut :D. 

sedangkan dari jalanan na, berliku khas pegunungan, sebelah tebing sebelah jurang. biasa aja dilalui siang hari, apalagi pemandangan yang disajikan cukup menghibur mata orang kota. tapi jika malam hari yang kurang penerangan, tanjakan, turunan, wuzzz! berhati-hatilah. walau di sini keselamatan bukan yang utama bukan bearti kau ingin ga selamat juga kan? atraksi lain ditunjukkan oleh kernet elf yang tampak terbiasa bergelantungan di luar kendaraan tanpa khawatir jatuh atau nyangkut di ranting pepohonan pinggir jalan. 

terakhir tentang kecepatan. jangan tanya seperti apa cz yang rhe naiki adalah versi "lambat" untuk warga lokal. gimana yang cepat klo yang seperti ini aja dibilang lambat, kebut-kebutan sesuka na? gas pol di jalanan berliku sambil bawa muatan di atap, memicu adrenalin melebihi permainan adu adrenalin yang masih menggunakan alat pengaman.

inikah kehidupan keras medan-berastagi selama ini? yang ingin uji keberanian ga ada salah na mencoba perjalanan ini, terutama duduk di atap na ^^v
-***-
related posts: 
menuju sumatera
travel date: 25 oktober 2013

"eyes on fire, eyes on fire, and they burn from all the tears
 i've been crying, i've been crying, i've been dying over you
 tie a knot in the rope, tryin' to hold, tryin' to hold
 but there's nothing to grasp so i let go"

#blow me-pink

selamat pagi medan!!! teriakan yang pengen rhe keluarkan begitu mendarat. walo tampang awut-awutan hasil nginep di bandara sambil bikin itin semalem, tapi rhe dalam energi penuh untuk explore sumatera utara hari ini. ga masalah solo traveling selama perut penuh -dasar pengunyah-.

mendarat di kuala namu yang baru dibuka -trip ini sudah dari 2013 ya-. awal na jengkel cz pemberitahuan mendadak tentang perpindahan ini, lokasi na jauh dari kota dan akses na juga belon banyak, kereta api ke bandara pun masih dalam persiapan. berapa banyak waktu yang terbuang untuk perjalanan dari kuala namu ke medan? padahal trip ini cuma 3 hari. ikhlaskan aja, biarkan waktu yang membawamu.

untuk mencapai pusat kota dari bandara:
- menggunakan damri dari bandara
- dari pintu keluar bandara belok ke kanan sampai ujung sebelum parkiran. pangkalan damri ada di ujung na
- damri di sini ada 2 jurusan, terminal amplas atau carrefour. rhe menggunakan damri yang ke terminal amplas (10ribu). carrefour letak na lebih di tengah kota na tapi akses na lebih macet 
selamat datang di sumatera utara
kuala namu merupakan bandara baru dengan predikat international airport. tapi kelakukan pengguna dan bangunan na belum menunjukkan predikat tersebut -atau karena rhe datang terlalu pagi?-. betapa jorok na kebiasaan di sini. terminal kedatangan yang baru beroperasi beberapa bulan aja tampang na seakan gedung tua yang siap ditinggalkan, kotor, remang-remang, dan barang tanpa identitas tergeletak dimana-mana. 

itu baru tentang gedung. mau tau toilet na? seperti na perlu disusun sni -standar internasional indonesia- tentang pendirian dan penggunaan toilet umum. kondisi na becek, banyak nyamuk, ga ada tissue dan hampir semua pengguna toilet kering memperlakukan na seakan menggunakan toilet basah. tapi semua kesan ini tidak akan kau perkirakan jika hanya melihat tampilan luar bandara na. bahkan di counter check in na kau seakan berada di miniatur sebuah bandara terbesar se-asean, mirip -cuma beda di jumlah counter na-.
kanan kiri na masih ladang
apapun kondisi dan kesan yang muncul di dalam na, ga menyurutkan keinginan rhe untuk nyari sarapan. walo masih baru untung na ada *mart yang menjual sarapan dan bekal perjalanan. berharap keberuntungan pemula itu benar ada, hari ini panjang kawan.
-***-
related posts: 
berawal dari tanah deli
travel date: 25-27 oktober 2013 (3 days)

"perjalananku bukan perjalananmu, perjalananku adalah perjalananmu"
#titik nol-agustinus wibowo 

tak paham arti kalimat di atas sampai melakukan perjalanan ini, sendiri -tanpa an-. akhir na, ternyata seperti inilah memaknai sebuah perjalanan. saat rhe yang tampak na jalan sendiri tapi ternyata membawa orang-orang lain untuk ikut serta di dalam na. rhe bukan solo traveling, tapi bersama mereka yang rhe temui di sepanjang perjalanan, bersamamu. ya, kamu!

day 1 (medan-berastagi)
- arrival at medan: horas medan!
- jump to berastagi berani ga safety?
- little myanmar itu taman alam lumbini
- air terjun sipiso-piso memandang air dari atas
- menara pandang tele obrolan gagal sunset
- jump to pangururan hitching ke penginapan
- pemandian air panas

day 2 (samosir-siantar)
- jump to samosir sumatera-samosir dengan bentor
- matortor dengan sigale-gale
- mengintip budaya di museum batak tomok
- makam raja sidabutar
- danau toba dalam sebuah perjalanan
- jump to siantar dengan angkot amba yang ternyata lagi-lagi l300 warna outih dari ajibata ke pematang siantar (10 rb)
- kebun teh bah butong
- kecantikan avalokitesvara di pematang siantar
roti ganda
- kopi kok tong
mie pangsit awai
- jump to medan: naik paredep taxi yang sebenar na adalah travel berbentuk kijang kapsul. pool na ada di jalan sutomo no 30 dengan tarif pematang siantar-medan 45 ribu
- ditampung di kosan yunita aka emak semalem, lumayan menghemat budget penginapan :D

day 3 (medan)
- masjid raya medan masjid al-mashun
- istana maimun kotak waktu sejarah kesultanan deli
- kuil shri mariamman
- maha vihara maitreya
- graha maria annai velangkanni
- back to jakarta
saya melukis karena saya tidak bisa mengarang, saya tidak pandai omong, bahasa yang saya gunakan adalah bahasa lukisan
website: http://www.affandi.org/

"it’s time to see what i can do
  to test the limits and break through
  no right, no wrong, no rules for me,
  i’m free!
"


#let it go-idina menzel

ketika waktu dihentikan dalam sebuah ruang, maka galerilah yang menjadi media untuk melakukan na. menangkap karya sang perupa untuk tetap mempertahankan nama na sebagai -kata orang- maestro seni, padahal diri na sendiri lebih suka disebut sebagai tukang gambar. affandi koesoema membangun galeri di tanah yang memang adalah milik na, bahkan sampai disemayankan di sini berdampingan dengan sang istri.
peristirahatan terakhir
museum ini dibangun di atas lahan seluas 3.500 m2 yang terletak di samping sungai gajah wong. menyimpan beberapa karya asli maupun reproduksi dari pelukis yang sudah menggambar lebih 2000 lukisan. terdiri dari 3 galeri yang didirikan pada tahun yang berbeda dan menyimpan karya yang berbeda pula.
sungai gajah wong
galeri pertama, yang terdapat patung affandi di pintu masuk na, diresmikan pada tahun 1974. galeri ini menyimpan karya pemegang gelar doctor honoris causa dari university of singapore tahun 1974 yang tidak dijual na karena memiliki nilai sejarah dari awal karier na hingga selesai. lukisan di dalam na terdiri dari sketsa di atas kertas dan lukisan cat air, pastel atau cat minyak di atas kanvas.
galeri kedua
galeri kedua diresmikan pada tahun 1988 dan menyimpan beberapa karya teman pelukis yang lain. bangunan yang terdiri dari 2 lantai ini memajang koleksi dengan corak yang berbeda di tiap lantai na tidak melulu lukisan beraliran ekspresionisme atau abstrak seperti yang digeluti affandi selama ini. 
karya anak sanggar
galeri ketiga yang berada di paling luar dengan atap berbentuk pelepah daun pisang merupakan lokasi sanggar gajah wong. di sini dipamerkan lukisan anak sanggar. selain itu bangunan ini juga berfungsi sebagai tempat perawatan lukisan. alat lukispun juga tersedia dan dijual di sini.
lantai mozaik
kembali ke area tengah terdapat cafe dibangun di rumah asli affandi. disamping na terdapat gerobak yang dirombak menjadi mushola. di belakang cafe digunakan sebagai tempak menjual souvenir dan kliping artikel tentang affandi dan karya na.
rumah asli affandi
buat yang ga ada rencana kemana-mana atau pengen bepergian tapi masih di sekitaran kota, silahkan mengintip karya pelukis yang bergaya ekspresionis dan romantisme yang terletak di jalan laksda adisucipto 167 ini.
-***-
related posts: 
take time to do what makes your soul happy

menu sederhana
location: bo bae market

kuliner penutup selama thailand trip kami nikmati di tepi sungai yang menjadi salah satu akses transportasi publik. walaupun warna air na kurang menyenangkan dan pemandangan pemukiman di sekitar na sama ga teratur na, tapi setidak na ga ada aroma ga sedap yang menguar. jadi makanan yang disajikan masih bisa kami santap dengan tenang.
istirahat makan siang
kami sengaja memilih makan di luar bo bae tower karena menghindari fast food yang bisa ditemukan di mana saja. walaupun menu di sini sederhana -pilihan na antara nasi or mie goreng, atau mie kuah- kami bisa ngobrol dengan warga lokal. kebetulan pas jam makan siang. kami sempat ngobrol dengan bapak-bapak pekerja yang duduk di seberang kami dan yang bikin senang adalah mereka tau indonesia. yippie...
snack
merasa belum puas karena porsi makanan na cukup kecil dengan rasa yang biasa saja, akhir na kami memutuskan untuk mencari camilan lanjutan sekalian menghabiskan bath. jajanan pinggir jalan lumayan juga untuk dicoba. semacam jajanan pasar yang berupa kue basah kami coba satu per satu. tapi sangat naas ketika karena lapar mata rhe memilih makanan bewarna orange. rasa na? berantakan. rhe maupun rista hanya sanggup makan satu butir saja. tampilan na memang menarik dengan warna orange yang segar dan kesan juicy na. tapi rasa na manis tak tertahankan dengan tekstur seperti persilangan gabus dan telur katak, langsung hancur di mulut dan susah diselamatkan. usut punya usut makanan ini biasa digunakan untuk sesaji. ok, kalo penasaran coba aja sendiri :)
-***-
related posts:
-  full itinerary of this trip
previous: tanah abang na bangkok
salah satu alternatif transportasi umum
travel date: 17 july 2013

"it's not about money money money
 we don't need your money money money
 we just wanna make the world dance
 forget about the price tag"

#price tag-jessie j

kalo niat cari oleh-oleh yang ga mewah dengan budget terbatas dan kualitas barang yang bisa dibilang bagus, bo bae marketlah tempat na. untuk barang yang sama atau bahkan lebih bagus harga di sini jauh lebih murah dibanding dengan chatuchak. apalagi kalo beli dalam jumlah besar ada free barang yang sama. 

how to get there:
- dari halte bus di depan ks house naik bus nomor 53. bus ini langsung turun di seberang bo bae market
- nyeberang ke bo bae market dan jalan ke dalam sampai ketemu bo bae tower kalo mau yang lebih nyaman dibanding dengan belanja di kaki lima na
- sebenar na tempat ini bisa diakses via jalur air, tapi karena ga tau dimana naik na dari khaosan maka kami urungkan niat itu

belanja di sini sama hal na belanja di itc atau tanah abang, ramai. tapi untuk harga na pun juga bersaing. ada yang bisa nawar ada yang sudah harga pas. kaos tipis yang bisa dihargai 100 ฿, di sini bisa hanya 70 ฿ itu pun belum termasuk bonus satu klo kau membeli 5. sebuah kaos tebal yang desain na sangat jarang ukuran medium untuk cowo' aja harga na cuma 80 ฿. benar-benar harus menyiapkan tas besar kalo diniatkan belanja di sini. koleksi gaun dan barang lain na juga unik dan lucu. pengen rasa na ngebeli setiap barang na -mendadak inget kapasitas blud-.

kalo kalian berharap menemukan apa aja yang dijual di sini, googling ya. karena kami terlalu asik berbelanja sampai lupa untuk mengabadikan apa yang ada di dalam na :D
-***-
related posts: 
NewerStories OlderStories Home