mural old town
ipoh dan kopi. sesuatu yang terdengar identik dan tidak dapat dipisahkan. kopi ipoh yang pertama kukenal adalah old town white coffee. kopi instan hazelnut-nya belum terkalahkan varian yang sama dari produsen-produsen kopi instan lainnya. so, dalam kunjungan ke ipoh kali ini salah satu to do list-ku adalah ngopi.
old town white coffee cafe
ternyata bukan awal yang baik saat mengetahui bahwa old town white coffee hanya buka sampai jam makan siang. sedangkan aku datang di sore hari berharap menemukan suasana ngopi yang tenang temaram, gagal. berpindah ke kedai lain yang pernah disarankan teman karena kopi dan egg tart-nya yang enak. sayang sekali, lagi-lagi aku kurang beruntung karena kedai nam heong tutup selama 1 minggu.
kedai nam heong yang sepi karena tutup selama 1 minggu
mural kedai biskuit lam fong dan buntelan penuh makanan
jalan-jalan sore telah mempertemukanku pada kedai biskuit lam fong dengan egg tart -RM 2.5- yang luar biasa. lagi-lagi, sayang saat aku datang stoknya terbatas. ntah aku datang kesorean, belum distok ulang, atau memang egg tart di sini laris manis sehingga cepat sold out. untungnya aku masih kebagian walau hanya membeli sejumlah yang masih tersisa dan tidak bisa membawanya sampai ke penang.
kedai biskuit lam fong
aneka pastry kedai biskuit lam fong
egg tart dari kedai biskuit lam fong memiliki tekstur pastry yang tipis berlapis, lembut dan ga keras. sedangkan custard filling-nya creamy dan lumer banget di mulut tanpa bau amis. ini egg tart paling enak yang pernah aku makan, ga lebay. sok kalian verifikasi nanti saat berkunjung ke ipoh.
best egg tart yang pernah aku makan. yes, tentu saja aku beli semua yang tersisa, sold out! :D
kedai sin yoon long
pagi harinya, aku mencoba kedai yang ada di seberang kedai nam heong, kedai sin yoon longsama seperti kedai nam heong, di sini juga dijual aneka cemilan salah satunya egg tart. tidak ingin mengacaukan rasa egg tart dari kedai biskuit lam fong, aku lebih memilih untuk sekalian memesan menu makanannya, wan tan mee seharga RM 6. rasanya standar mie babi, enak.
penjual wan tan mee yang menjadi satu dengan kedai sin yoong long  
wan tan mee full daging babi denan pangsit yang full isi juga  
kopi yang disajikan ada white coffee dan black coffee. pengertian white coffee bukan bearti dibuat dengan biji kopi putih tetapi kopi yang ditambahkan susu atau creamer sehingga bewarna lebih putih. aku memesan ice white coffee -RM 5- untuk menyeimbangkan makananku yang hangat.
wan tan mee dan segelas kopi, perfect kedai sin yoon long 
seperti kedai kopi kebanyakan, pengaturan meja di sini tidak ramah untuk solo traveler. meja yang disediakan adalah meja bundar dengan kapasitas 4-6 orang. jadi jika kau sendirian, berbaurlah dengan warga lokal. aku memberanikan diri untuk share table dengan nenek dan cucunya. meja masih cukup longgar karna hanya berisi 2 orang. dan inilah keseruan ngopi di kedai kopi, auranya yang bising karena obrolan para pengunjung
aktivitas di kedai sin yoon long, susah mencari meja kosong 
kami yang semula bukan siapa-siapa membaur dalam obrolan yang terbata-bata. sang nenek yang ingin ngobrol tetapi tidak dapat berbahasa inggris dan aku yang tidak dapat berbahasa mandarin akhirnya bercakap-cakap melalui cucunya sebagai penerjemah. dan akhirnya obrolan kami berkembang dengan komen-komen pribadi si cucu. memang kedai kopi selalu menjadi tempat yang hangat dan spot yang tepat mengenal cerita lokal. kau masuk sendirian, kau keluar dengan teman baru.
kedai kopi di sekitar old town ipoh
rasa kopi yang manis legit dan cerita-cerita yang mengalir begitu saja. ternyata aroma kedai kopi sehangat ini. sayang aku memesan ice coffee yang disajikan dengan gelas biasa, berbeda dengan kopi hangat sang nenek yang disajikan dengan cangkir klasik. tapi rasa kopinya sungguh membuatku puas. menunjukkan lamanya pengalaman kedai ini dan rasa klasik yang tersimpan. walaupun aku memesan ice coffee, tapi rasanya tidak menjadi encer karena es batu. kopi ini tetap mempertahankan rasanya bulatnya yang bertahan cukup lama setelah batu es mencair.
sin yoon long instant coffee , ada 3 varian: kopi-o, 2-in-1 dan 3-in-1
saat aku bertanya apakah kedai ini menjual kopi instan? si cucu bilang, aku bisa membeli kopi instan yang tersedia di samping kasir. menurutnya rasa kopi instan sangat berbeda dibanding rasa kopi yang disajikan di sini. tapi jika kau ingin mencoba karena sudah jauh-jauh ke sini atau untuk oleh-oleh silahkan saja. hanya saja jangan terlalu berharap, katanya, dia sudah memperingatkan.

begitu sampai rumah dan mencobanya, benar, rasa kopinya jauh dari kopi fresh yang aku minum di sana. ada aroma 'apek' khas creamer yang cukup mengganggu. belum lagi aroma kehangatan kedai kopi yang mendukung cita rasa kopi itu sendiri hilang dengan penyajian instan, mungkin aroma ini tidak ikut dikemas dalam kemasan sachetnya. mungkin.
-***-
previous:
next:
donggung palace dan wolji pond
gyeongju, kota sejarah sekaligus buadaya korea. banyak peninggalan tersisa dan dipugar di kota ini. setelah landmark pertama gyeongju, cheoseongdae, sekarang saatnya mengunjungi landmark kedua kota ini, anapji pond.
anapji pond, membayangkan kalau di indonesia pasti udah ada perahu hias di tengahnya
anapji pond adalah nama awal tempat yang sekarang lebih dikenal dengan donggung palace dan wolji pond. kolam anapji (안압지) dibangun oleh raja munmu dari kerajaan silla. di dalamnya terdapat bukit-bukit kecil serta tanaman dan hewan langka. pada masanya, kolam dan taman eksotis ini diperuntukkan khusus untuk bangsawan.
maket rencana pemugaran donggung palace dan wolji pond
kini setelah dipugar siapa pun dapat masuk ke komplek kolam dan istana asalkan membayar tiket masuk seharga ₩ 2.000. pada keterangan di dekat gerbang dituliskan terdapat 3 pulau di wolji pond. tapi aku tidak dapat menghitung dengan pasti karena daratan yang menjorok di kolam tidak dibangun terpisah seperti layaknya sebuah pulau tetapi menyambung dengan bagian tepi kolam. semuanya tampak menyatu di mataku. tidak jelas apakah ini yang dimaksud dengan pulau atau hanya daratan yang menjorok dari dinding di sekeliling kolam. 
pulau di tengah wolji pond, tidak ada populasi hewan buruan seperti yang digambarkan pada maket
populasi ikan wolji pond
selain tempat wisata, katanya pulau ini juga menjadi lokasi berburu para bangsawan. namun dari apa yang kami lihat saat itu, tidak ada hewan buruan seperti rusa atau binatang buruan lain yang hidup di pulau buatan ini. yang ada hanyalah ikan-ikan di kolam yang akan mendekat saat kau datang. aku tidak tahu apakah boleh memberi makan ikan di sini karena tidak ada penjual pangan ikan tetapi juga tidak terdapat larangan memberi makan.
donggung palace dan wolji pond yang panas dan gersang tanpa pohon rindang
kecuali kawasan berumput yang dilarang diinjak, selebihnya adalah kawasan berpasir yang semakin berdebu di siang hari
sebagai salah satu cara mengurangi kepulan debu dari langkah-langkah pengunjung, sebagian lokasi ditutup oleh matras sabut kelapa
walaupun dulunya merupakan taman khusus bangsawan namun tempat ini jauh dari rindang. gersang jusru menurutku, ga ada sejuk-sejuknya. jalanan berpasir semakin memperkuat rasa kering dan panas. sedangkan lahan-lahan terbuka masih dalam proses ekskavasi maupun pemugaran sehingga menampakkan tanah-tanah galian atau patok-patok beton.
spot wolji pond yang lebih tenar saat malam hari dengan gemerlap lampu kolam
relik genteng atap
relik tembikar
relik kerajinan buddha
sementara donggung palace yang digunakan sebagai nama tempat ini pun belum tampak wujudnya. yang ada adalah 3 bangunan di sisi kolam yang tidak menawarkan kesejukan. bangunan-bangunan ini digunakan sebagai ruang pameran relik-relik yang ditemukan saat ekskavasi tempat ini. sekitar 33.000 peninggalan digali seperti ubin dan genteng dengan desain unik, tembikar, patung buddha maupun perhiasan mulai dari perunggu hingga emas. relik-relik ini menjadi wawasan tambahan tentang kesenian buddha dan kehidupan sehari-hari di kerajaan silla.
bangunan-bangunan ini bukan istana, hanya bangunan di sisi kolam yang digunakan sebagai ruang pameran
bangunan paling besar di area donggung palace di saat ini
salah satu bangunan yang masih dalam proses pemugaran saat kunjungan kami adalah imhaejeon. istana ini digunakan sebagai istana putra mahkota dan terpisah dari istana utama kerajaan silla. secara historis bangunan ini merupakan bangunan terpenting di lokasi ini. sayangnya, justru banguan inilah yang belum ada tanda-tanda berdiri di tempat ini. mungkin jika nanti kau datang dan imhaejeon sudah berdiri, tolong ceritakan kapadaku. karena mungkin lokasi ini tampak tidak segersang saat ini, saat aku datang di 2019.
komplek donggung palace and wolji pond -2019-
bhubing palace
thailand ternyata memiliki komplek istana di beberapa daerah yang dapat diakses oleh publik. selain grand palace di bangkok, ada juga bhubing palace di chiang mai. apa sih beda bhubing palace dibanding istana-istana lain sehingga layak untuk dikunjungi?

dengan tiket masuk ฿ 50 -jauh lebih murah dibanding dengan grand palace pastinya- tempat ini sangat layak untuk dikunjungi. berada di antara doi shutep dan hmong village, bhubing palace cukup mudah diakses dengan kendaraan pribadi. sedangkan angkutan umum menuju tempat ini hanya ada di akhir minggu. jadi dalam satu kali tempuh kau dapat mengunjungi 3 tempat sekaligus, bisa ditambah 1 lagi dengan chiang mai zoo yang ada di bagian bawah. 
tiket masuk bhubing palace
untuk warga biasa atau wisatawan seperti kami, masuk ke tempat ini sama halnya seperti masuk ke kuil buddha, kau harus berpakaian sopan. definisi sopan di sini adalah menggunakan rok atau celana menutup kaki. jika kau dinilai tidak mengikuti aturan ini, maka petugas di pintu masuk akan langsung menyodorkan kain untuk menutupi kaki bagian bawah.

tidak ada pilihan warna kain, hanya ada abu atau biru. ini pun tergantung mood petugas pemberi kain. selain itu tidak ada tempat ganti yang layak -cewek kan pengen ngaca ya-. kau hanya diminta melipir di samping pintu masuk. jadi jika kau tidak ingin salah kostum, sebaiknya gunakanpenutup kaki yang disarankan. kami hanya menganggap harus menggunakan pakaian di bawah lutut dan ternyata tetap dilarang
ruen peek mai 
bhubing palace atau juga dikenal dengan winter palace dibangun pada 1961 untuk keluarga kerajaan saat berkunjung ke chiang mai. dinamakan demikian karena biasa dikunjungi keluarga kerajaan sekitar febuari-maret. sebagai tempat liburan keluarga kerajaan wajar jika suasana di sini dapat dibilang cukup melegakan. selain sebagai lokasi liburan, tempat ini juga untuk menjamu tamu kerajan yang sebelumnya hanya dijamu di bangkok

jika keluarga kerajaan tidak sedang berkunjung, beberapa tempat di bhubing palace dapat diakses publik. royal garden adalah salah satu bagian yang dapat diakses oleh pengunjung. jangan khawatir salah masuk, karena tempat-tempat khusus keluarga kerajaan dipasang tanda larangan masuk untuk yang tidak berkepentingan. seperti ruen peek mai yang merupakan wisma kayu untuk ditempati oleh putri kerajaan atau sebagai tempat singgah tamu kerajaan. 
ruen rab rong
tempat khusus berikutnya adalan ruen rab rong yang merupakan wisma kerajaan. bangunan ini terdiri dari 2 lantai dan dibangun bergaya thailand modern. wisma ini dipergunakan oleh pengunjung kerajaan maupun abdi senior yang menjadi bagian dari rombongan kerajaan. selain itu tempat ini juga digunakan sebagia ruang tunggu bagi mereka yang ingin melakukan audiensi atau diundang dalam jamuan istana. 
taman bunga yang mirip dengan lokasi budidaya tanaman, terbayangkan teriknya
kami hanya bisa melihat bagian belakang wisma karena penjagaan bagian depan cukup ketat. selain itu tidak jauh dari wisma ini terdapat taman bunga dengan berbagai koleksi bunga tropis. tidak seluas taman bunga nusantara di cianjur memang, tetapi menurut brosur yang dipasang di pintu masuk, di sini terdapat bunga-bunga langka di thailand. 
katanya bunga thailand, tapi di indonesia juga ada, serupa dengan bunga sepatu
kalo bunga memang baru aku lihat di thailand
walaupun berada di kawasan pegunungan tetapi lokasi ini ga ada sejuk-sejuknya, panas bahkan untuk ukuranku. mungkin ini alasan beberapa tanaman disimpan dalam rumah kaca yang terjaga kesejukkannya. sayangnya, untuk tanaman yang berada di luar rumah kaca, walaupun terawat dan banyak variasi tetapi sepertinya kurang suplai air. taman mawar misalnya, tampak pohon-pohon yang sepertinya kejang kepanasan dari tanah yang kering merekah.
taman di rumah kaca
cuaca panas ini semakin menyengat saat perjalanan menuju phra tamnak bhubing rajanives atau singkatnya bhubing palace. tidak ada pohon rindang yang sedikit menyejukkan perjalanan sehingga aku sarankan untuk membawa penutup kepala. tetapi untuk kau yang gemar mencari konten, banyak spot beraneka bunga yang menarik untuk dijelajahi.
bhubing palace
terdiri dari 2 lantai, bhubing palace memiliki arsitektur thailand tengah yang disebut reun mu atau rumah kelompok. lantai atas digunakan sebagai tempat tinggal anggota kerajaan sedangkan lantai bawah untuk rombongan kerajaan. dibangun tahun 1961, konstruksi bangunan ini memakan waktu penyelesaian selama 5 bulan. tamu kerajaan pertama yang pernah berkunjung di istana ini adalah raja dan ratu denmark pada 1962. 
pha mon pavilion
jika mengikuti jalan utama dari bhubing palace, kau akan dibawa menuju pha mon pavilion dan taman pakis -akhirnya aku menemukan tempat sejuk-. karena pakis hidup di tempat teduh, sepertinya tempat ini memang di-setting untuk mendukung keberlangsungan hidup pakis. semula terdapat pondok bambu dengan atap jerami di taman ini untuk makan malam informal. tetapi pondok ini kini diganti dengan pavilion yang dibangun dari kayu jati.
taman pakis yang ga sepanas spot lain di royal garden
kesejukan tempat ini ternyata tidak hanya mendukung hidup pakis saja. ada beberapa jenis anggrek yang juga dapat ditemukan di taman ini. bahkan cukup banyak jenis anggrek yang baru pertama kali kutemui atau jarang kulihat di indonesia ada di sini.
anggrek thailand, tetapi menurut rista jenis ini juga ada di indonesia hanya jarang ditemukan
water reservoir aka waduk yang ada setelah taman pakis juga merupakan surga bagiku yang kepanasan. berharap menemukan percikan-percikan air penuh kesejukan tapi ternyata tetap saja panasnya matahari yang lebih terasa. penampungan air ini dibangun untuk menyimpan cadangan air yang digunakan di area bhubing palace.
gazebo di komplek taman
untungnya di sekitar waduk ini berdiri gazebo cantik dan lanskap taman yang menarik. tanaman bunga maupun tanaman hias yang ditata cantik. sedangkan di bagian tengah waduk terdapat air mancur yang disebut the fountain of celestial water of people.
waduk dengan the fountain of celestial water of people
ternyata susah duduk dengan kain panjang beginian
sedikit di atas waduk kau akan melihat wisma kayu yang disebut phra tamnak siri song nakornbing atau istana eucalyptus. wisma ini didirikan berdasarkan madat dari ratu yang ingin mempelajari penggunaan kayu eucalyptus sebagai konstruksi bangunan. mulai dari wisma ini sampai dengan bagian atas adalah wisma-wisma kerajaan, sehingga kami memutuskan untuk mengakhiri kunjungan kami.
phra tamnak siri song nakornbing
drinking and snacking stall hanya ada di sebelah pintu masuk atau di tempat parkir, sedangkan komplek istana ini cukup luas dan panas. pastikan membawa persediaan air dan sedikit camilan untuk mengeksplore tempat ini. petugas ada di beberapa spot terutama spot penting kerajaan seperti bhubing palace dan lanskap taman di samping waduk. dan mereka galak. foto di samping tamanan saja kena tegur, ga tau apa yang akan terjadi jika kau sampai berani menyentuh bunga-bunga ini. berani mencoba?
icon gyochon traditional village yang sering muncul pada buku panduan wisata
apa reaksimu jika melihat karakter lucu di brosur panduan wisata kota yang kau kunjungi? yes, sebagai orang yang random impulsive aku langsung memasukkan tempat ini untuk dikunjungi. sekali lagi, kami tidak menyusun itin pasti dalam menjelajah gyeongju -kecuali bulguksa dan donggung palace yang menjadi incaran rista-. hanya melangkah kemana mata membawamu.
karakter-karakter di spot masuk gyochon traditional village
karakter anak-anak ini ternyata menjadi semacam spot khusus gyochon traditional village. di-install di akses masuk, keceriaan mereka menjadi gambaran kecerian pengunjung yang ada di tempat ini. berbeda dengan bukchon hanok village yang merupakan hunian warga, desa tradisional gyochon sudah dikonsep sebagai desa wisata. jadi kau bebas berekspresi tanpa takut mengganggu atau ditergur penghuni. obrolan renyah atau tawa girang tidak dilarang. karena semua orang yang ada di sini memiliki hati yang riang.
gyochon traditional village
desa tradisional gyochon berada satu kawasan dengan cheomseongdae. kau hanya perlu berjalan keluar komplek king naemul tomb ke bagian belakang dan akan menemukan bagian belakang desa tradisional. sebelum membaur dengan suasana riang di sini, cobalah mengisi tenagamu untuk keriangan hari ini dengan gyori gimbab, salah satu makanan yang juga terkenal di gyeongju.
jelajah awal gyochon traditional village mencari gyori gimbab, perut kosong tapi mata kenyang dengan pemandangan desa tradisional
sampai masuk ke gang-gang sempit. siapa sangka tempat terkenal ini lokasinya cukup masuk ke dalam. salah satu icon gyeongju, mahkota emas, dapat kau lihat di fasilitas-fasilitas umum seperti ini 
mengapa gyori gimbab sangat diburu? karena dia pernah ditayangkan dalam banyak variety show. ternyata tolak ukur 'enak' di korea adalah berhasil masuk ke acara tv. kau harus berada di antrian mengular untuk mendapatkan 1 porsi gyori gimbab. setiap pembeli juga hanya diperbolehkan membeli maksimal 2 porsi gimbab. so ga ada tu yang namanya nitip-nitip.
para pemburu gyori gimbab. mayoritas sepertinya pendatang yang baru pertama mencoba dan penasaran dengan gyori gimbab.
taman dan gazebo, fasilitas umum lokasi piknik makan siang kami 
take away aja ngantri, apalagi dine in. dan karena kurangnya koordinasi, aku dan rista masing-masing membeli gimbab seharga 
₩ 8.000 ini. dengan panjangnya antrian dan suasana desa tradisional yang riang membuat kami sedikit kebingungan mencari lokasi makan. beruntung di deretan belakang komplek king naemul tomb terdapat taman dan gazebo cantik untuk kami piknik makan siang sejenak.
gyori gimbab ₩ 8.000: nasinya tipis, full isian dan kaya telur. porsi kenyang untuk makan siang. jika kau jasih ingin beraktifitas sebaiknya makan setengah porsi saja. kami berdua makan satu porsi berisi 2 gimbab dan sangat kekenyangan
piknik kelar, perut kenyang, saatnya menjelajah desa tradisional
di taman ini juga terdapat banguan atau perkakas masa lalu. ntah ini memang peninggalan, atau dibuat khusus untuk menunjang suasana tradisional di kawasan ini. desa tradisional gyochon sendiri sebenarnya bukan kawasan pemukiman penduduk. kawasan ini merupakan bekas kediaman keluarga choe yang terkenal di gyeongju.
ntah ini sebenarnya berfungsi untuk apa. jika cheomseongdae saja sekilas seperti cerobong, kira-kira apa fungsi peninggalan serupa tungku pembakaran ini.   
keluarga choe menjadi keluarga terkaya di joseon selama 300 tahun. sebagai keluarga ternama, mereka bertahan tanpa melalui kritik dan perselisihan dengan orang-orang sekitar. salah satu alasannya karena mereka selalu berbagi dengan orang yang kurang beruntung
kediaman keluarga choe
walaupun temasuk dalam kelas atas, keluarga choe sengaja mengambil jarak dengan kekuasaan. mereka menyadari kekuatan ekomoni mereka tanpa mencari kekuasaan. sebagai tuan tanah, mereka melarang membeli tanah pada saat musim panen supaya tidak menekan petani kecil. dan menerapkan harga sewa tanah yang lebih rendah dibanding tuan tanah yang lain.
rumah kelahiran penerus keluarga choe yang sekarang difungsikan sebagai cafe. bangunan-bangunan lain juga sudah beralih fungsi untuk kepentingan wisata
maksud hati pengen punya foto di tengah-tengah desa, yang tampak justru foto di depan rumah orang :D
keluarga ini juga memiliki motto 'jangan sampai ada orang kelaparan sampai mati pada radius 40 km'. bahkan pada saat paceklik mereka menyediakan panci besar untuk memberi makan mereka yang kelaparan. kebiasaan ini diteruskan generasi selanjutnya sampai 200 tahun kemudian.
hanbok experience: you are the apple of my eye
dan sekarang, 300 tahun kemudian, masih saja tersisa keriangan di kawasan ini. bukan lagi mereka yang lapar mencari makan, tetapi mereka yang mencari kesenangan. pengunjung desa tradisional gyochon tidak hanya disajikan bekas kediaman keluarga choe dan rumah-rumah tradisional. kau juga dapat mencoba berbagai aktivitas seperti hanbok experience, membuat kue beras, kerajinan perca, kerajian keramik atau menikmati pertunjukan di gyochon gugak performance hall.
membuat kue beras di desa tradisional gyochon 
gyochon gugak performance hall, walau ga banyak tapi tetap ada penonton sesuai dengan pertujukan yang ada 
jika kau beruntung dan berlebih budget, coba juga minuman fermentasi khas gyeongju, gyodong beopju. kebetulan lokasi fermentasinya ada di desa tradisional gyochon. hanya saja kami datang bukan pada jam buka pabrik sehingga tidak sempat masuk dan melihat bagian dalamnya. gyodong beopju asli hanya dijual di sini, di pabrik aslinya.
pabrik gyodong beopju
gyodong beopju merupakan minuman fermentasi yang dibuat oleh keluarga choe dan masih diteruskan sampai sekarang. keluarga ini berhasil mengembangkan metode 'rahasia' untuk memproduksi minuman fermentasi dalam jumlah besar. pembuatan gyodong beopju secara tradisional tanpa alat modern dan bahan kimia menjadikan metode pembuatannya diakui sebagai 'kekayaan intelektual' nasional. jadi wajar jika harganya jauh di atas soju, apalagi maekju. karena selain aroma yang halus dan warnanya yang keemasan, kau juga membayar untuk nilai budaya dari minuman ini. 
jembatan weoljeong
gerbang jembatan weoljeong
di sebelah tenggara desa tradisional gyochon terdapat peninggalan kerajaan silla yang lain yaitu jembatan weoljeong, jembatan yang dilintasi biksu wonhyo saat membawa putri yoseok. seperti peninggalan silla yang lain, jembatan ini juga memiliki pesona khusus dalam arsitekturnya. bagaimana caranya membuat jembatan kayu sepanjang 70 meter beratap genteng yang mampu menopang berat ratusan ton?
di atas jembatan weoljeong
jembatan yang ada saat ini merupakan hasil pemugaran dan dibuka untuk umum sejak 2014. di kedua ujung jembatan terdabat gerbang dengan lantai atas yang masih tertutup untuk umum. namun apakah kau masih penasaran dengan bagian atas jika di dalam jembatan ini saja sudah semenarik ini?
kawasan tepi sungai di sekitar jembatan weoljeong dipugar dengan desain yang enak untuk nongkrong sore hari. siang hari gini panas! tapi tetep asik dengan semilir angin  
NewerStories OlderStories Home