oryukdo skywalk
안녕하세요 running man lovers! jika kau penikmat k-variety show tersebut, pasti ingat kan dengan adegan saat yoo jae suk dan lee kwang soo mendapat hukuman membersihkan lantai kaca skywalk. ya, oryukdo skywalk menjadi lokasi hukuman di running man episode 420.
rista at oryukdo skywalk
tetapi saat rista mengajakku ke sini, aku tidak merasa ini sebagai hukuman. selain menjadi pengalaman pertama 'berjalan di angkasa', aku penasaran juga apakah melintasi lantai kaca ini semenakutkan yang ditampilkan yoo jae suk dan lee kwang soo dalam variety show. ini liburan, harus menjadi pengalaman menyenangkan bukan?
pemandangan saat turun di halte oryukdo skywalk
bunga liar kuning ini cantik banget kalau dilihat dari dekat
untuk mencapai lokasi ini, kau dapat menggunakan bus dari manapun di busan. asalkan transit di perlintasan jalur bus nomor 131 yang berhenti langsung di halte oryukdo skywalk. kau akan disambut dengan pemandangan tepi laut begitu keluar dari bus dan dilanjutkan berjalan kaki menuju skywalk.
perjalanan menuju oryukdo skywalk
bunga di tepi jalan, cantik untuk kau yang bersedia melirik ke arah yang tidak biasa
oryukdo skywalk merupakan jembatan berbentuk tapal kuda sepanjang 15 meter, terdiri dari 24 lempeng kaca yang disangga rangka besi. jembatan ini berada di tebing pantai dengan ketinggian 35 meter. lempeng kaca yang menjadi lantainya terbuat dari lapisan kaca anti peluru yang menjamin keamanan kontruksinya. 
oryukdo skywalk dengan lapisan kaca anti peluru
pemandangan lepas laut dari oryukdo skywalk yang tidak secerah yang diharapkan. namanya juga bermain dengan alam, suasananya tidak pernah sama
walaupun sama-sama berada di tepi laut, tetapi pemandangan yang disajikan oryukdo skywalk berbeda dengan daewanggyo. mungkin karena berlantai transparan sehingga pengunjung dapat langsung memandang laut di bawah jembatan. jika cuaca cukup cerah, kau bahkan dapat melihat ombak yang pecah membentur tebing pantai.
sebening-beningnya kaca oryukdo skywalk, tidak membuat pemandangan laut menjadi jernih juga
tapi saat kami datang, pemandangan ke laut tidak cukup jelas walaupun cuaca hari ini cerah. lantai transparannya juga tidak sebening yang kubayangkan sehingga pemandangan ke bawah tidak terlalu jelas. padahal untuk melintas jembatan ini kau diwajibkan untuk menggunakan sepatu khusus yang mencegah goresan pada lantai kaca. selain itu antrian di sepanjang jembatan pun cukup banyak, jadi jangan bayangkan untuk mendapatkan foto maksimal dengan pemandangan sepi orang.
walaupun harus lewat dengan sepatu khusus, tetap saja banyak goresan di lantai kaca oryukdo skywalk
sengatan panas di oryukdo no discount, langsung tanpa ada tedeng aling-aling 
jika kwang soo menggelepar ketakutan di sini, yang kami rasakan justru mengelepar kepanasan. mungkin saat kunjungan yang kurang tepat, atau memang musimnya sedang panas. karena lokasi ini adalah tepi pantai dengan semua ruang terbuka, maka tidak ada tempat teduh yang bisa ditemukan di sini. hanya toilet umumlah yang sedikit menjadi penghiburan di tengah teriknya panas oryukdo.
jalan menuju pantai -tak berpasir- oryukdo
deretan pulau kecil oryukdo, apakah kau dapat mengitung berapa pemancing yang ada di sini?
namun jika kau belum puas dengan skywalk, kau bisa juga berjalan ke bawah menuju pantai. walau bukan pantai berpasir, tetapi terdapat jalur ke bawah yang membawamu sedekat mungkin dengan air. ada juga perahu yang membawamu ke pulau kecil di seberang. oryukdo merupakan kumpulan pulau kecil dengan 6 puncak di timur dan 5 puncak di bagian barat. selain itu tempat ini merupakan starting point dari igidae coastal walknext time kita coba walking trail lanjut dengan menyeberang.
goa selarong
pernah mendengar tentang perjuangan diponegoro? mungkin bagi kalian yang masih mendapatkan pelajaran sejarah indonesia sedikit banyak mengetahuinya. dan jogja merupakan salah satu daerah dengan jejak sejarah panjang perjuangan indonesia. goa selarong misalnya, ceruk kecil ini bahkan menjadi cikal bakal perjuangan besar.
goa pelarian diponegoro
goa selarong atau disebut juga goa diponegoro menjadi tempat pelarian pangeran diponegoro setelah rumahnya di tegalrejo diserang belanda. namun diponegoro berhasil melarikan diri ke selarong, bukit kapur tetapi masih dekat dengan kraton yogyakarta. awalnya hanya dipenogoro dan keluarganya yang bersembunyi di sini. namun dalam perkembangan perlawanan terhadap belanda, goa ini menjadi cilak bakal dan markas perang besar.

sesuai perhitungan diponegoro, goa ini mudah di jangkau dari kota jogja. hanya perlu bermotor kurang dari 30 menit untuk mencapainya. saat aku datang tidak ada biaya masuk maupun biaya parkir. cukup tau diri saja nglarisin penjual tempat kami menitipkan motor.
tangga menuju goa, tidak semenyeramkan tanjakan galunggung
pra-lansia aja lancar naik turunnya, membuktikan kalau tangga selarong ramah pejalan kaki
untuk mencapai goa utama perlu menaiki beberapa anak tangga. dari bawah memang terlihat banyak dan ndedel, nanjak tinggi. tapi saat dilalui ternyata landai. ibuku bahkan ngibrit langsung sampai atas tanpa mandeg, berhenti sebentar untuk beristirahat.
pelataran pertama mirip taman bermain
tangga menuju pelataran kedua yang ga jauh beda dengan pelataran pertama
pelataran goa selarong
tangga ini berakhir pada pelataran goa. sedangkan di tengah-tengahnya ada 2 pelataran yang dapat digunakan sebagai pemberhentian. pelaratan pertama menuju air terjun, pelataran kedua dapat digunakan sebagai tempat bermain. ada juga pelataran di bagian bawah yang cukup luas untuk dijadikan tempat piknik, lengkap dengan fasilitas toilet umum.
pelataran paling bawah, di bawah parkiran, cocok buat piknik keluarga, bahkan sekampung juga bisa saking luasnya
lereng goa sudah dibangun dengan pondasi untuk meminimalkan longsor karena lokasinya yang seperti tebing
pada pelataran goa sudah dibangun pondasi yang kuat dan rapi, jauh berbeda dengan goa gerilya yang penuh semak-semak dalam bayanganku. jika goa saat itu seperti saat ini maka dipenogoro dan pasukannya pasti mudah ditemukan belanda. di sebelah timur terdapat goa putri yang dulunya merupakan persinggahan selir diponegoro. goa ini beratap rendah tetapi lebih luas dibandingkan dengan goa kakung yang berada di sebelah barat yang menjadi persinggahan diponegoro.
goa putri dengan atap yang rendah tetapi memiliki ceruk yang dalam dan luas
tangga buntu di samping goa putri 
jika dilihat kasat mata goa kakung hanya berupa ceruk berukuran 4x3 meter. namun goa ini dulunya dapat menampung ratusan pengikut diponegoro. antara orang jaman dahulu yang cukup mungil atau ada kekuatan gaib dibaliknya. mitos yang beredar di sini tersembunyi pintu gaib sehingga musuh tidak dapat menemukan mereka. maka tak heran, setelah menjalankan fungsinya sebagai saksi sejarah, selarong kini berubah menjadi tempat mistis yang wingit alias angker.
goa kakung, termpat -dikabarkan- adanya pintu gaib. apakah kau melihatnya?
suasana di sekitar goa kakung yang banyak digunakan sebagai lokasi semedi 
saat diperhatikan lagi ada bunga tabur yang tersisa di goa ini. apakah memang dipasang oleh juru kunci atau karena tempat ini digunakan sebagai tempat semedi? tapi dari info simbah yang aku temui di sini, ada malam-malam khusus dimana goa ini dikunjungi mereka yang melakukan tapa batin.
air terjun goa selarong
di sebelah barat goa terdapat air terjun yang tidak terlalu tinggi tetapi cukup menarik. sayang debit airnya sangat sedikit mengingat mulai memasuki musim kemarau. bagian bawahnya pun tampak kotor. karena sepi pengunjung atau memang kurang perawatan. 
jangan lihat bawahnya, lihat atasnya saja, karena banyak sampah di bagian bawah sungai
so... apalagi yang menarik dengan napak tilas di sini? kurang gelar tikar dan piknik di pelataran bawah saja. sejarah ada, mau nyepi bisa, bermain air pun ok dengan catatan saat debit air sedang banyak. jogja, it's never ending story. -***-
haedong yonggungsa, kuil istana raja. berapa ornamen atau patung naga yang ada?
'the most beautiful temple in korea'. begitulah klaim yang tertulis di tempat ini. jika sebelumnya kuil yang kami kunjungi selalu berada di gunung, baik sinheungsa di seoraksan maupun daejeonsa di juwangsan, bahkan bulguksa yang tidak perlu trekking pun berada di kaki bukit, haedong yonggungsa didirikan di tepi pantai. tidak hanya itu, kuil ini merupakan salah satu kuil terbesar yang berdiri di tepi pantai korea.
haedong yonggungsa bus stop
haedong yonggungsa dapat dicapai dari haeundae terminal maupun haeundae station dengan menggunakan bus. pastikan kau turun di pemberhentian bus yonggungsa. dilanjutkan dengan jalan santai sekitar 20 menit sambil menikmati pemandangan. semakin mendekati kuil, deretan pohon cherry digantikan dengan deretan pedagang kaki lima.
pedagang kaki lima yang didominasi penjual makanan
kuil ini didirikan oleh naong yang tertarik dengan topografinya. di bagian belakang ada gunung serta menghadap ke laut. awalnya kuil ini bernama bomun temple sebelum direstorasi dan diubah namanya menjadi haedong yonggungsa yang bearti kuil istana naga. nama ini berasal dari hasil meditasi biksu kepala saat itu yang melihat gwanseum bodhisattva, sang dewi welas asih, menunggang naga. kau bahkan dapat melihat patung naga yang dipasang di depan kuil utama.
12 shio
memasuki kawasan kuil, kau akan disambut dengan patung 12 shio. pada area ini juga terdapat tempat pemujuaan pertama yaitu traffic safety prayer tower yang berupa pagoda 7 tingkat. pagoda ini menjadi salah satu dari 3 tempat pemujaan di sini. pagoda lainnya adalah jinshin stupa yang berada di depan kuil utama
traffic safety prayer tower tempat memohon dijauhkan dari kecelakaan lalu lintas
iljumun, gerbang naga menuju kuil naga
setelah traffic safety prayer tower terdapat iljumun, gerbang yang mengarah ke 108 longevity stairs. anak tangga ini menggambarkan 108 delusions of minds yang bermakna setiap kali melalui 108 anak tangganya, kau melakukan perjalanan penyucian batin. jangan bayangkan jumlahnya, karena anak tangga di sini tidaklah curam dan terjal. anak tangganya mulus dan mudah dilalui serta ada pegangan tangan untuk keamanan. di kanan kirinya pun terdapat lentera yang melambangkan penerang jalan.
108 anak tangga, jangan pikirkan jumlahnya tapi nikmati pemandangannya
tangga ini juga disebut tangga jangsu dan juga merupakan tangga umur panjang. dengan melalui 108 anak tangga ini kau mencapai bakti tertinggi dan akan hidup hingga usia 108 tahun -amin-. banyak kepercayaan yang ada di jalur ini. selain umur panjang, pada gerbang sebelum jembatan, ada mitos jika kau dapat menggulirkan koin pada atap gerbang maka permohonanmu akan terkabul. aku mencobanya dan... gagal.
buddha jizo, penjaga neraka
namun selain mitos ini, ada juga tempat doa yang mungkin bisa menjadi jembatan permohonanmu. jizo bodhisattva, patung emas ini didedikasikan untuk buddha jizo yang masih hidup di neraka. tugasnya adalah membangun kekuatan untuk pembaruan neraka dan penyambung doa kepada sang buddha.  
full view haedong yonggungsa dari pantai di bawahnya 
dari lokasi patung ini berada dapat dilihat keindahan haedong yonggungsa secara utuh menghadap ke pantai. selain itu sebelum mencapai buddha jizo terdapat juga yaksa nyorae buddha. seperti namaya, buddha ini adalah buddha pengobatan yang menyembuhkan penyakit mental dan fisik. buddha yaksa mudah dibedakan dari buddha kebanyakan karena terdapat semacam topi di atas kepalanya. 
yaksa nyorae buddha dengan semacam topi di atasnya
sunrise platform, jembatan yongmun seok
kembali menuju kuil utama kau akan menyeberangi jembatan yongmun seok. jembatan yang memiliki pemandangan ke laut lepas ini sering juga disebut dengan sunrise platform. lokasinya berada menjadi tempat yang cocok untuk menikmati keindahan matahari terbit. spot ini juga menjadi salah satu daya tarik haedong yonggungsa.
16 nahan sang statue dengan lucky coin divination di tengahnya
berlawanan dengan arah pandangan ke laut, terdapat taman 16 nahan sang statue. sama seperti di nahanjeon bulguksa, patung di sini menggambarkan pengikut-pengikut buddha dengan beragam perjalanan hidupnya. di bagian tengah terdapat kolam lucky coin divination. konon katanya jika kau berhasil melempar koin ke dalam salah satu dari kedua mangkuk yang ada di kolam, maka permohonanmu akan dikabulkan -amin lagi-.
klaim haedong yonggungsa
mulai dari sini kita akan masuk ke 'the most beautiful temple in korea'. kuil yang katanya indah saat dihiasi ribuan lampion. sayang ketika kami datang, lampion-lampion sudah diturunkan dan yang tersisa hanya tiang-tiang pancang. 
patung the future buddha di dalam daeungjeon
bangunan utama adalah daeungjeon. di dalamnya terdapat patung emas podae-hwasang, the future buddha. aula utama ini selesai direstorasi pada 1970 setelah hancur karena invasi jepang. bangunan saat ini memiliki warna-warni baik bagian dalam maupun luarnya. detail ukiran kayunya juga semenarik bangunan kuil maupun istana peninggalan lainnya. perbedaannya adalah banyaknya ornamen naga yang menghiasi atap berbagai sisi bangunan ini. 
lukisan naga di dinding aula, pelengkap patung dan ornamen naga
jinshin stupa
aula ini juga dijaga oleh jinshin stupa, pagoda 3 tingkat yang di-support oleh 4 singa. keempat singa ini menggambarkan kemuliaan, kemarahan, kesedihan dan kebahagiaan. di sebelah kirinya terdapat aula yang berisi patung buddha tidur, gwangmyeongjeonwabul.
inkarnasi buddha maitreya sekaligus obyek wisata
sementara di sebelah kanan daeungjeon terdapat jangjeongja atau podaesa. tokoh yang lahir di myeongju bonghwa-hyeon ini memiliki badan yang tumbuh besar. ciri khasnya adalah selalu membawa karung besar dan berjalan dibantu tongkat saat berkeliling menawarkan jasa meramal atau mendongeng sejarah umat manusia. tokoh ini dihormati sebagai inkarnasi buddha maitreya dan patungnya didirikan di sini. aku tidak terlalu melihat patung ini sebagai tempat pemujaan karena terdapat photo zone di depannya. spiritualitas yang juga menjadi komoditi wisata yang menarik bagi pengunjung yang hanya sekali datang.
yonggungdan
apakan ini dewa gunung? posisi patungnya diletakkan seakan-akan menjadi penjaga gunung
aula di sebelah patung ini adalah yonggungdan, tempat sansingak yang diperuntukan bagi dewa gunung. walaupun berada di tepi laut, tapi pada dasarnya kuil ini terletak di atas gunung menurut kepercayaan korea. di belakang kuil inilah terdapat tangga menuju gwaneum, singkatan dari gwanseum bodhisattva.
tangga menuju gwaneum, dikit memang, tapi lebih terjal dari 108 longevity stairs 
'tempat tinggal' gwanseum
dalam kitab buddha dikatakan bahwa gwanseum bodhisattva tinggal di tempat sunyi di tepi laut. mungkin itulah alasan mengapa didirikan patungnya di sini. selain itu juga katanya pernah ada penampakan sang dewi yang memiliki 33 wujud ini sehingga banyak jemaat yang berkunjung setiap hari. patung gwanseum bodhisattva ini merupakan patung gwaneum terbesar yang ada di korea.
gwanseum
patung ini mencolok bukan hanya karena ukurannya tetapi juga karena letaknya. berada di titik tertinggi haedong yonggungsa, serta tempat doa cukup luas di bawahnya membuat patung ini dapat terlihat walaupun dari kejauhan. selain itu space di bawahnya tidak hanya menjadi tempat doa tetapi juga sebagai lokasi menikmati pemandangan pantai timur korea. view ketinggian yang disajikan di sini cukup menarik -jika tidak terganggu tiang pancang yang masuh terpasang di bagian bawah-.
pemandangan laut lepas dengan sisa-sisa tiang pancang
view dari pelataran gwanseum   
pemandangan laut lepas inilah yang menjadi daya tarik haedong yonggungsa. namun tidak hanya sampai di sini. ternyata jika kau turun ke bawah dan mengamati lebih detail, masih ada sebuah kuil yang nyaris terlewatkan. bukan di gunung maupun di pantai, tetapi kuil ini berada di dalam goa. gwanyeokdae dikenal sebagai mata air yang terletak di bawah tanah dan sumber airnya keluar dari celah bebatuan. ruangan di sini cukup gelap sampai sang buddha yang dimaksud tidak tampak jelas karena penerangan minimal. cahaya yang datang hanya berasal dari celah masuk dan beberapa lilin yang dipasang di dalamnya.
kuil mata air dalam tanah 
kuil yang didirikan di dalam goa dengan air yang keluar dari celah bebatuan 
banyak pemandangan yang ditawarkan, banyak buddha yang ditemukan. laut, pantai, gunung bahkan goa. semoga banyak doa juga yang dikabulkan. jadi pilihanmu apakah akan berdoa atau berwisata di kuil ini?
NewerStories OlderStories Home