kirim + meses
location: jalan sutomo no 89, pematang siantar

kalo selama ini bolu medan dan bika ambon merupakan oleh-oleh khas yang kerap dibawa orang dari trip ke sumatera utara, saat ini ada makanan lama yang mulai menjadi idola sebagai buah tangan. mungkin bisa sebagai alternatif dari kejenuhan akan bolu medan dan bika ambon, roti ganda.

how to get there:
- jalan sutomo berada di kawasan pusat kota siantar
- ikuti jalan satu arah ini sampai menemukan papan nama bewarna kuning di sebelah kanan jalan bertuliskan 'roti ganda'

toko roti yang sudah berdiri sejak 1979 berusaha untuk tetap mempertahankan freshness dengan menjual roti yang baru keluar dari oven. karena niat ini jugalah yang membuat pemilik roti ganda memutuskan untuk tidak membuka cabang. roti dijual dalam 2 ukuran, besar dan kecil. untuk pilihan isi roti na ada dua macam dan langsung diisikan di depan pemesan. ada selai sarikaya dan krim dengan meses. roti besar na seperti roti tawar yang dibelah tengah kemudian diberi pengisi sesuai pilihan lalu dipotong menjadi beberapa iris. sedangkan ukuran kecil na (2.5 rb) sebesar telapak tangan dengan isi yang sama.
isi selai sarikaya
roti di sini tidak bertahan lama karena diklaim tidak menggunakan pengawet. biasa na cuma tahan selama 2 hari. toko roti ganda tidak hanya menjual roti tapi juga menjual selai sarikaya seukuran gelas air mineral yang tahan selama seminggu jika disimpan di kulkas.

suasana toko roti ini sangat ramai. bukan pelayan toko yang menghampiri pembeli tapi pembeli yang harus antri di depan mereka. sebutkan saja apa yang mau dipesan dan pelayan akan membuatkan na langsung. jangan heran jika meja penyajian na tampak acak-acakan karena mereka berusaha bekerja secepat mungkin untuk melayani pengunjung yang ramai.
toko roti ganda
karena ga tau rasa yang enak maka rhe mencoba kedua na. isi selai sarikaya dan meses na biasa aja. tapi tekstur selai na halus dan meses na tidak terlalu berlemak -taukan rasa lemak yang sering tertinggal di langit langit mulut saat makan meses murahan-. sedangkan rasa roti na sendiri cukuplah, ga terlalu keras tapi ga lembut juga, walo lebih ke arah seret susah ditelen. so far, udah pernah nyoba si idola baru ini. tapi kalo disuruh beli lagi, seperti na rhe lebih memilih memakan na kalo dikasih aja. bukan sesuatu yang membuat rhe ingin membeli lagi. opini pribadi ya.
-***-
related posts: 
kebun teh bah butong
travel date: 26 oktober 2013

"i can taste the tension like a could of smoke in the air
 now i'm breathing like i'm running cause you're taking me there
 don't you know... you spin me out of control
 ooh ooh ooh ooh"

#domino-jessie j

i'm feeling sexy and free. kalo ga setuju, silahkan berhenti di sini ;p. karena melangkahkan kaki ke siantar merupakan pemandangan baru yang memanjakan dan memberikan kebebasan sepenuh na. plus sebuah keberuntungan lagi karena keberpihakan cuaca. rasa na  beneran 'plong' saat menuju ke lokasi tujuan. thanks yunita -founder backpacker medan- yang ngenalin ke ucok. super guide yang menunjukkan lokasi menyejukkan mata dan badan ini, kebun teh bah butong.

how to get there:
- kebun teh bah butong terletak di daerah sidamanik. daerah ini dilewati angkot dari ajibata ke siantar
- kalo dari arah ajibata akan ada spbu di kiri jalan, di sebelah na ada jalan masuk, belok ke kiri. sedangkan dari arah siantar spbu ada di kanan jalan. jalan serong ke kanan di samping spbu lebih mudah terlihat dari arah siantar
- ikuti jalan di samping spbu. perjalanan cukup panjang dengan pemandangan kanan kiri na adalah sawah. perlu fokus di jalan cz banyak lubang dan babi-babi berkeliaran saat melewati daerah pemukiman
- kebun teh bah butong ada di ujung jalan setelah pasar sidamanik

perjalanan dari pertigaan spbu dengan kecepatan sedang -sambil menghindari lubang jalanan- sekitar 30 menit. waktu yang cukup untuk mengenal pemandu rhe. waktu pertama kali ditawari ke kebun teh yang ada adalah skeptis. dari sekian banyak tempat di siantar kenapa kebun teh lah yang direkomendasikan? pengalaman ke beberapa kebun teh di pulau jawa baik di solo, wonosobo, halimun sampai cipanas, semua na adalah daerah dingin dan tidak ada yang istimewa dari tiap-tiap kebun. sedangkan siantar adalah tempat yang cenderung panas, apa iya bisa hidup teh na?
kebun kue lapis
begitu masuk ke sidamanik, petunjuk kebun teh mulai sering. dan di perempatan sebelum masuk ke kebun teh, pemandangan perkebunan bah butong menyambut para pengunjung na dengan hijau pohon teh yang menggoda untuk dimakan -seriusan-. saat melihat pola perkebunan ini ntah mengapa yang ada bukan keinginan minum teh tapi justru memakan na. ide ini muncul karena melihat deretan tamanan yang ada mirip dengan kue lapis. diiris sempurna dengan lapisan merata yang diukur dengan akurasi dan presisi tinggi. belum lagi warna na yang hijau segar serasa menggiurkan untuk langsung mencoba na -ngunyah daun teh-.
sejauh mata memandang yang ada adalah hijau pohon teh
perkebunan ini dibuka pada tahun 1917 oleh nederland hand maskapai, kata na sampai mendatangkan orang jawa untuk membangun dan bekerja di sini. sekarang kebun teh bah butong merupakan perkebunan teh milik negara yang dikelola oleh pt pekebunan nusantara IV. tempat yang dibagi dalam 6 afdeling -1 afdeling luas na 600 ha- ini juga dilengkapi dengan pabrik teh yang dibangun pada 1927 dan dioperasikan pada 1931. sejak tahun 1998 dibangun pabrik yang lebih besar dan modern yang diresmikan pada 2001. pabrik ini memproduksi teh hitam sebagai komoditi lokal maupun ekspor. sayang na kami tidak sempat mengunjungi na karena saat itu hari libur sehingga pabrik tidak beroperasi -selain memang kesorean-.
super guide ucok, sangat beruntung kenalan dengan orang ini
kondisi geografis perkebunan yang tidak rata menambah daya tarik na. selain hawa sejuk, mata juga disegarkan dengan hamparan hijau pohon teh sisa dipanen. membayangkan ada penjual jagung bakar atau gorengan bersama secangkir kopi maka dipastikan ini menjadi lokasi liburan idaman :D. sayang sekali angan itu ga terwujud karena ga ada warung di kawasan perkebunan, kalo pun ada harus keluar. susah banget menemukan tempat nongkrong atau sekedar ngemil di sini.
hasil akurasi dan presisi tinggi
sungguh disayangkan tempat semenarik ini belum dikelola dengan baik sebagai salah satu daya tarik wisata daerah. tempat yang lagi-lagi diabaikan walau mata pejalan tidak akan mudah untuk melewatkan na. kabar na bahkan dalam waktu dekat perkebunan ini akan dibongkar, diganti dengan kebun kelapa sawit karena teh dinilai tidak memberikan masukkan besar bagi pengelola. kenapa pengelola ga mengevaluasi cara pengelolaan mereka dulu? apakah sudah maksimal untuk bisa memperolah hasil optimal? jika belum tolong dimaksimalkan dulu.
i'm happy to be here
sayang jika tempat seperti ini harus hilang. buat yang belum sempat ke sini cobalah datang sebelum perkebunan teh ini beralih fungsi. jujur, ini perkebunan teh paling menarik yang pernah rhe kunjungi. andai punya waktu lebih lama, ingin rasa na menginap di sini. sayang fasilitas penginapan di sini masih termasuk salah satu kekurangan juga. lokasi ini belum dikelola seperti cipanas atau puncak yang menjual suasana. siapa tau ada investor yang baca tulisan ini -ngarep- dan membuat daerah ini maju sebagai tempat wisata. kalo wisata na maju, pemasukan pengelola bertambah trus perkebunan ini batal digunduli untuk beralih fungsi -berdoa-. amin.

nb: yang niat minta tolong di-guide ma ucok bisa pm untuk nomor kontak na :D
-***-
related posts: 
vihara avalokitesvara
travel date: 26 oktober 2013

"'cause you are the piece of me i wish i didn't need
 chasing relentlessly, still fight and i don't know why
 if our love is tragedy, why are my remedy?
 if our love's insanity, why are my clarity?"

#clarity-zedd feat foxes

jika semua hal sesuai rencana, maka dia bukan lagi sebuah petualangan. sekali lagi, perjalanan ke siantar bukan merupakan tujuan awal. bonus destinasi dadakan berdasarkan rekomendasi yunita dan super guide ucok, jadilah vihara kwan im di pematang siantar masuk daftar kunjungan.

how to get there:
- harus sampai ke pematang sinantar dulu tentu na
- lokasi na di semacam pecinan, di dekat komplek pertokoan tempat ada na roti ganda dan kopi kok tong. tidak ada angkutan umum ke lokasi

karena kenalan baru ini lah rhe bisa menjelajah pematang siantar dalam waktu singkat -thanks ucok-. semua destinasi yang rhe kunjungi di siantar kami akses dengan menggunakan motor. sebuah kemudahan lain yang rhe temukan dalam solo traveling kali ini, orang akan dengan mudah ngebantu siapa yang jalan sendirian. bukti na ya selama di pematang siantar ini.

vihara yang memiliki nama resmi avalokitesvara ini konon kata na mempunyai patung dewi kwan im tertinggi seasia tenggara. pertama kali melihat bangunan na seakan gudang finish good -semacam kompleks gudang yang ada di kawasan industri pulogadung- karena pagar beton tinggi yang mengelilingi na. tapi ketika melihat patung dewi kwan im yang dikabarkan tertinggi itu menjulang di kejahuan langsung nyadar kalo memang inilah tempat yang rhe tuju.
ukiran naga
beberapa kuil menggunakan nuansa warna tertentu seperti emas, putih atau bahkan hitam. sedangkan kompleks vihara ini kental dengan warna kelabu batu atau semen. nuansa kaku nan syahdu yang bikin adem, ntah karena efek abis ujan atau memang dikonsep demikian. yang jelas suasana ini membuat rhe ngerasa ini adalah kuil ibu yang tidak sombong.

patung raksasa sang dewi welas asih, dewi kwan im akan langsung menyedot perhatian pengunjung ketika masuk kompleks vihara avalokitesvara. patung ini bisa dibilang patung paling cantik dan paling bikin adem yang pernah rhe liat. sang ibu memandang pengunjung dengan raut muka dan sorot mata yang menenangkan -ini jelas bukan efek abis ujan-. perbedaan karakter dewi kwan im ini dengan dewi kwan im kebanyakan -seperti yang muncul di film kera sakti- adalah jika biasa na rhe lihat dewi memegang vas berisi tanaman, maka yang tampak di sini adalah versi dewi memegang gulungan sutra. posisi ini merupakan salah satu dari 33 posisi dewi kwan im -ternyata banyak ya-.
proporsi dewi pemegang sutra
avalokitesvara yang digunakan sebagai nama vihara ini merupakan mana lain dari dewi kwan im, pantas jika di sini memajang patung na sebagai patung utama sekaligus paling besar. aval bearti mendengar sedangkan lokite arti na dunia dan svara bearti suara. avalokitesvara memiliki arti kasih sayang na akan datang dan mereka yang kesusahan akan didengar -amin-. mungkin sang dewi sudah mendengar lebih dulu keinginan rhe dan akhir na mengantar rhe untuk bisa sampai di tempat ini :).

patung dengan tinggi sekitar 22.8 meter ini berbahan granit yang diimport dari cina. di tiap sudut teratai kaki patung dewi kwan im terdapat catur mahadewaraja yang bertugas mencatat kebaikan dan keburukan manusia. keempat patung ini memiliki ekspresi yang berbeda. seperti na pemilik muka ramah merupakan pencatat kebaikan sedangkan yang muka na garang pencatat kejahatan -sok tau-.
salah satu patung catur mahadewaraja
sekali lagi, tempat ini pada dasar na adalah tempat ibadah. tapi seperti di taman alam lumbini yang bukan pemeluk pun dapat masuk dan mengagumi karya yang sama. seperti na patung ini sudah menjadi milik umum yang menarik wisatawan ke salah satu spot di jantung kota siantar. kompleks patung dewi kwan im terletak di tingkat dua vihara. sedangkan yang berhadapan langsung dengan vihara adalah rumah belajar biksu -lupa istilah na apa-. pada tingkat dua banguan vihara juga terdapat lonceng raksasa dan sebuah roda yang ntah menyimbolkan apa. kalo pengunjung mau sembahyang di atas terdapat altar untuk meletakkan hio dan berdoa.
salah satu lonceng di halaman lantai 2
turun ke pelataran vihara terdapat jembatan kecil ke arah rumah belajar biksu. jembatan ini dihiasi dengan miniatur 12 shio. selain sebagai penghias jembatan, patung keduabelas shio dapat ditemukan di pinggir vihara dalam ukuran besar. selain itu terdapat juga relief kisah kehidupan siddharta gautama dalam melakukan perjalanan sampai saat pencapaian na menjadi kisah buddha.
12 shio
relief kisah siddharta gautama
melihat dewi kwan im sebagai bodhisatwa dan membaca kisah perjalanan buddha menjadi pengalaman baru dalam perjalanan kali ini. moga menjadi kisah pencerahan untuk petualangan selanjut na. dunia mendengar, dunia membantu kita untuk mengabulkan apa yang dia dengar.
-***-
related posts: 
previous: kebun teh bah butong
- next: roti ganda
perahu penyeberangan
travel date: 26 oktober 2013

waktu sudah tengah hari waktu memutuskan untuk mengakhiri petualangan di samosir. saat na melanjutkan perjalanan ke pulau sumatera karena masih ada destinasi lain yang harus dikunjungi sebelum ke medan esok hari. pas panas-panas na. dengan cuaca cerah plus terik, lighting maksimal untuk mengambil foto pemandangan sekaligus menghitamkan badan. perih di kulit memang, selalu ada harga yang harus dibayar untuk sebuah memory dan petualangan.
pelabuhan tomok
untuk sampai ke pulau sumatera kali ini pilihan na adalah menggunakan akses air. dari pelabuahn tomok menggunakan perahu untuk menyeberang ke pelabuhan ajibata (6ribu). jadwal penyeberangan perahu setiap 30 menit. atau tergantung nahkoda na, niat ngetem nunggu penumpang dulu atau ga. rhe sempat menunggu lebih dari 30 menit, cukup untuk menghabiskan seporsi kacang rebus. 
deck untuk menatap langit
di dalam perahu sudah banyak penjual asongan yang menjajakan dagangan mereka dari kacang rebus, cup noodle sampai telur rebus. khusus yang terakhir adalah makanan khas toba karena telur bebek rebus yang dijual di sini berbeda dengan telur bebek kebanyakan. kalo biasa na telur bebek bercangkang biru kehijauan di sini cangkang telur na bewarna putih. kuning telur na juga lebih orange dari telur bebek biasa. karena ga terlalu suka telur rebus jadi rhe melewatkan untuk mencoba jajanan ini. 

walaupun perjalanan melintasi toba kali ini merupakan perjalanan keluar dari samosir, tapi antusiasme itu tetap ada. ini adalah kali pertama menyeberangi danau toba yang selama ini hanya rhe tau dari pelajaran geografi sd. perahu untuk melintasi na berukuran sedang. ongkos perjalanan akan dipungut oleh semacam kernet ketika perahu mulai berjalan.
nelayan lokal
perahu na terdiri dari 2 deck, bawah dan atas. penumpang di lesehan di bawah sedangkan yang bagian atas na ditata dengan bangku. bagian belakang deck atas dibiarkan terbuka dan bisa digunakan untuk memandang langit dan merasakan terpaan angin. sebelum perahu berangkat, kita bisa melihat beberapa atraksi anak-anak penangkap koin. selain itu ada juga beberapa nelayan yang 'mendanau' -agak kurang pas menggunakan istilah melaut di sini-.

air yang jernih, langit biru dan cuaca cerah membuat pemandangan ke danau maupun hutan di perbukitan samosir bisa terlihat jelas. seakan menjadi frame alam untuk selalu mengenang na di kunjungan kali ini sebelum mengucapkan salam perpisahan. mengundang kita untuk kembali datang lain kali.
pelabuhan ajibata
saat na menyeberang. menikmati hembusan angin dan... selamat datang kembali pulau sumatera. puas sudah melintasi danau toba. 
-***-
related posts: 
gupala versi batak
travel date: 26 oktober 2013

"tubuh kaku tidak bergerak
 ingin hapus air matamu tapi aku tak bisa
 patung-patung kayu mengkilap
 pikiran mereka kosong memikul pilu"

#diorama-tulus

kebiasaan yang dilakukan di makam adalah nyekar, tabur bunga. sedangkan sekarang masuk makam dalam sebuah kunjungan wisata tanpa pemandu. dengan nisan-nisan yang menyimpan sejarah masa lalu di makam raja sidabutar. mau ngapain tanpa pemandu?

how to get there:
- lokasi makam berada di gang menanjak antara aktraksi sigale-gale dan museum tomok
- perhatikan sebelah kanan jalan yang ada patung penjaga dengan nuansa hitam-merah-putih di depan tangga masuk cz papan nama na cukup atas dan tertutup pohon sehingga susah terlihat

pengunjung diwajibkan memakai ulos sebelum masuk ke makam raja sidabutar. penggunaan kain ini ntah memang kewajiban sebelum bertemu raja atau ditujukan untuk memperkenalkan budaya batak ke wisatawan. walaupun disebut raja sidabutar, penamaan ini adalah gelar yang setara dengan kepala adat atau kepala desa.
kompleks makam
catatan sejarah menyebutkan bahwa raja sidabutar merupakan orang pertama yang menginjakkan kaki di pulau samosir. sedangkan sarkofagus -kubur batu- terbuat dari batu utuh merupakan desain dari raja sendiri. pada sarkofagus tersebut dipahat wajah sang raja dan permaisuri na, boru damanik. selain itu ada patung dan kubur lain di sekitar na. antara simbol atau makam raja sidabutar selanjut na.
bersama ibu-ibu angkat
khusus untuk sarkofagus hanya digunakan oleh raja sidabutar I dan II karena raja sidabutar selanjut na sudah memeluk agama nasrani dan mengunakan kubur bersimbol salib. sayang tempat ini tidak dikelola baik. pengunjung tidak bisa dengan mudah mendapatkan informasi tentang apa yang ada dan terkubur di sana. jika tidak menyewa pemandu mungkin kita tidak tahu mana makam raja pertama sebenar na. mungkin makam yang terlihat paling tua yang terkikis lumut. atau justru nisan terbesar yang dibangun sendirian? kalo memang ingin tau, ada baik na gunakan jasa pemandu -kemewahan yang ga mampu rhe bayar sebagai gembel traveler-. kecuali kalo cuma mau liat aja, seperti rhe pada awal na sebelum bertemu keluarga angkat sesaat di pintu masuk pulau samosir ini. makasih ibu-ibu baru :)
-***-
related posts: 
selamat datang di museum batak tomok
travel date: 26 oktober 2013

"tell me how you fell about this
 who would i want if i would wanna live
 i worked hard and sacrificed to get what i get
 ladies, it ain't easy bein' independent"

#independent woman-destiny's child

ga mudah untuk jadi cewe' mandiri, apalagi solo traveling pertama kali. percaya aja selalu ada keberuntungan pemula seperti yang paulo coelho bilang di buku na the alchemist. plus bebas melangkahkan kaki kemana aja kau suka. ngerasa puas matortor lanjut ke destinasi lain yang mudah ditemukan. museum batak tomok.

how to get there:
- dari atraksi sigale-gale keluar ke gang utama
- jalan lurus ke atas sampai pertigaan paling ujung, museum ada di kiri pertigaan

museum batak tomok berbentuk rumah bolon yang dibuat sebagai museum. bangunan na mempunyai ornamen khas yang didominasi ukiran bewarna hitam, merah dan putih. sayang na bangunan ini tidak lagi original karena sudah ada beberapa bagian -terutama bagian bawah- yang disemen permanen, bukan lagi kayu seperti kebanyakan rumah bolon di parbaba. di bagian lain bangunan bisa ditemukan ukiran cicak dan payudara. cicak di sini digunakan sebagai pesan bagi masyarakat batak bahwa mereka harus bisa menyesuaikan diri dimana pun mereka berada. mungkin karena budaya inilah maka banyak orang batak hidup di perantauan. sedangkan payudara melambangkan ibu dan tanah kelahiran sehingga kemana pun mereka pergi harus selalu ingat pada kampung halaman na. kepercayaan ini yang bisa digunakan sebagai alasan mengapa banyak orang batak yang ingin dimakamkan di kampung halaman mereka walau sudah lama merantau di tempat lain.
rumah bolon
museum yang didirikan tahun 2006 memiliki koleksi peninggalan sejarah batak seperti peralatan perang, pertanian serta perlengkapan dapur. kerajinan tangan dan ulos juga dipamerkan. pengelola museum tidak memungut biaya masuk tapi terdapat kotak amal dan buku tamu. hanya saja sangat sulit menemukan penjaga atau penanggung jawab tempat ini. bahkan pedagang kios cinderamata di kompleks museum juga ntah berada dimana. yang ada hanya gazebo kosong yang tampak menarik untuk sekedar menikmat angin sepoi. di sinilah rhe bertemu teman jalan baru yang mengganggp rhe seperti anak mereka. sepasang suami-istri dari jakarta dan sahabat sang istri dari depok yang langsung mengajak rhe join ke rombongan mereka. jadi pengen ngajak ibu jalan-jalan. i wish... 
-***-
related posts: 
objek wisata sigale-gale
 travel date: 26 oktober 2013

"honestly, can you believe
 we crossed the world while it's asleep?
 i'd never trade it in
 'cause i've always wanted this and
 it's not a dream anymore, no
 it's not a dream anymore"

#looking up-paramore

sah! akhir na rhe berhasil menginjakkan kaki di pulau samosir yang berada di tengah danau toba dan menjadi icon sumatera utara. destinasi utama wisata batak toba, tomok ke patung matortor sigale-gale.

how to get there:
- menuju tomok: dari terminal pangururan naik angkot ke tomok (15ribu). angkutan di sini adalah l300 dengan kondisi yang ga prima lagi. lama perjalanan sekitar 1 jam
dari pelabuhan ajibata langsung menyeberang dengan kapal (6ribu)
- sampai ke pasar tomok ikuti deretan pedagang cindera mata yang ga segan-segan menarik pembeli -beneran fisik 'narik' tangan- dengan jalan balik ke arah angkot datang. di sebelah kiri na nanti akan ada petunjuk arah sigale-gale
- masuk ke gang sesuai petunjuk yang ada, penuh pedagang kaki lima dengan jalan agak nanjak sampai ketemu deretan rumah adat batak

ga ada peta wisata, tourist center atau semacam na di sini. padahal toba sudah menjadi wisata dunia tapi belum dikelola secara internasional. penginapan juga belum tersedia di tomok. jika ingin menginap, kita bisa mengunakan akomodasi di tuktuk -dari guest house sampai villa- yang hanya bisa dijangkau dengan bentor cz ga ada angkutan umum -kecuali mo jalan kaki-.

menuju ke rumah bolon yang merupakan rumah adat batak dengan patung sigale-gale di depan na. rupa na sudah banyak orang di salah satu rumah bolon, kata na tarian sigale-gale akan segera dimulai dan tirai ditutup. ntah apa yang membuat sekedar patung ini menjadi begitu terkenal di kalangan turis asing. sama-sama boneka menari tapi ondel-ondel tidak setenar sigale-gale walau juga digunakan untuk menarik orang mengeluarkan saweran juga.
peti mati yang dihormati
patung sigale-gale kental kaitan na dengan simbol kebudayaan batak. simbol yang paling mudah dilihat adalah ulos batak yang dikenakan patung yang terbuat dari pahatan kayu dengan wajah lelaki berbadan jangkung dan tegak ini. dalam kebudayaan batak saat ini patung sigale-gale digunakan dalam prosesi pemakanan jika yang meninggal adalah lelaki. penggunaan patung ini berasal dari penginggalan leluhur. seorang raja toba yang mempunyai anak tunggal bernama manggale mengirim anak na tersebut pada peperangan antar kerajaan di tanah batak. ternyata si anak kalah dan meninggal dalam peperangan sehingga membuat sang ayah terpukul. kesedihan karena kehilangan anak tungal ini membuat sang raja jatuh sakit dengan kondisi yang semakin lama semakin kritis.

penasihat yang khawatir dengan kondisi sang raja memanggil datu -tabib pintar- untuk mencari cara mengobati sang raja. akhir na diputuskan membuat patung tiruan manggale dan memanggil arwah na. ritual ini berupa lagu menggunakan sordam -seruling- sampai akhir na arwah si anak masuk ke dalam patung dan matortor. melihat patung menari maka terobatilah kerinduan sang raja dan kondisi na membaik. patung matortor ini yang sekarang dilestarikan dengan penamaan baru menjadi patung sigale-gale yang bisa dinikmati di pulau samosir.
sebelum matortor
untuk sekali pertunjukkan selama 45 menit penonton dikenakan tarif 80ribu/regu atau 5ribu/orang. selain itu selama menari diperkenankan memberikan saweran ke patung. tarian ini diiring musik khas batak mulai dari ritme pelan sampai cepat. patung akan melakukan gerakan tor tor -yang ternyata dikendalikan oleh semacam dalang di balik rumah bolon- sebagai klimaks na sesuai dengan jenis dan irama musik, bukan lagi sebuah kisah mistis. tidak perlu cemas jika belum pernah melalukan matortor karena euforia kebersamaan dan suara musik akan membawa kita mengikuti gerakan yang ada, membuat orang larut dalam tarian. pasti na susah keluar dari sana kecuali musik dan tarian tersebut memang sudah berakhir.
tung tung aka kentongan
walau harus meluangkan cukup waktu menyaksikan pertunjukkan ini, tetap banyak pengunjung yang tertarik sampai berjubel di setiap pertunjukkan rumah bolon. salah satu rumah bolon ternyata tidak hanya menampilkan pertunjukkan sigale-gale tapi juga beberapa icon batak lain na. lokasi ini ada penanda papan 'objek wisata budaya sigale-gale'. 

selain rumah bolon di lokasi ini juga terdapat tung tung yang berupa instrument kayu atau bambu yang ditabuh sehingga menghasilkan bunyi khas. fungsi alat ini sebagai sinyal, kode atau penanda peristiwa dalam masyarakat. ukuran tung tung di sini lebih besar dibanding ukuran umum na karena sekaligus digunakan sebagai monumen. sengaja dibangun untuk peringatan warisan budaya yang memiliki nilai dan makna dalam rangka penting na keamanan dan ketertiban dalam masyarakat yang digali dari perspektif budaya masyarakat samosir. monumen ini diresmikan pada 20 september 2012 yang menunjukkan kepedulian masyarakat samosir terhadap warisan leluhur mereka. 

budaya yang seperti na mulai luntur karena akulturasi dan masuk na pengaruh modern yang tak jarang menggeser nilai-nilai lokal. suatu bentuk sikap yang perlu kita dukung dan jaga untuk mempertahankan apa yang pernah dan masih kita miliki, bahwa indonesia kaya dengan suku dan budaya na. i love this country so much... 
-***-
related posts: 
bentor biasa
travel date: 26 oktober 2013

perjalanan masuk ke pulau samosir lagi-lagi menggunakan kendaraan khas sumatera utara, becak motor atau lebih dikenal dengan bentor. tidak seperti bentor di sulawesi yang memang bentuk na becak dengan motor sebagai penggerak, di sini bentor berupa motor yang disambungkan ke semacam tempat duduk beroda untuk memuat penumpang. awal na kendaraan ini digunakan sebagai pengangkut barang di pasar tradisional, namun dalam perkembangan na bentor akhir na digunakan untuk mengangkut penumpang juga.

melintas danau toba ke samosir dengan bentor, yang bener? memang, cz pulau di tengah danau toba ini bisa dijangkau dengan akses air maupun melalui jalur darat. dari sisi danau toba yang bersinggungan dengan pulau sumatera sampai ke terminal pangururan -jangan banyangkan terminal besar cz hanya berupa perempatan-. ada satu titik dimana bisa terlihat pulau sumatera di samping kiri dan pulau samosir di samping kanan yaitu jembatan tano pongol, akses utama ke samosir melaluui jalur darat. konon kata na ga akan ada pulau samosir jika ga ada jembatan ini.
sumatera-samosir
panjang jembatan tano pongol kira-kira 20 meter dengan air dangkal di bawah na. tidak menyangka bahwa jembatan kecil inilah yang menghubungkan kedua pulau. pengendara bentorlah yang memberi tahu bahwa kami sudah berpindah pulau. hoop. kata na jembatan ini dibangun pada jaman belanda. tanpa jembatan ini maka tidak akan ada pulau samosir karena pulau samosir awal na menyatu dengan pulau sumatera, satu daratan semacam tumor -baca: tanjung- yang tumbuh ke arah danau toba. orang harus menyeret perahu saat melintasi jarak paling pendek antara pulau sumatera dan danau toba atau sebalik na. pilihan ini lebih ringan -walo seperti na berat menyeret perahu- dibanding harus mengitari danau toba. penjajah belandalah yang memprakarsai kerja paksa untuk pembangunan jembatan tano pongol dan memperdalam cekungan danau -jadi membentuk sungai- sehingga bisa dilintasi perahu di bawah na. sungai inilah yang memisahkan pulau samosir dari pulau sumatera. walaupun sungai di bawah na sekarang nyaris ga berfungsi, jembatan ini tetap menjalankan fungsi na sebagai penghubung kedua pulau. terimakasih belanda -salah fokus- sudah membangun jembatan sehingga samosir menjadi pulau terpisah dari sumatera.
bentor wisata
makin banyak bentor muncul karena kemampuan na melewati jalan sempit. selain itu, bentor tidak beroperasi berdasarkan trayek khusus sehingga bisa menjangkau tempat-tempat yang tidak dijangkau oleh minibus ataupun angkutan umum yang lain. perkembangan bentor tidak hanya dari segi jumlah tapi juga desain dan fungsi na. ada bentor yang tidak hanya digunakan sebagai angkutan tapi juga bentor wisata. biasa na dapat dilihat dari instalasi aksesoris -dari bunga plastik sampai boneka- maupun perangkat audio. bahkan ada yang dicat dengan warna meriah atau menambahkan sesuatu yang menarik perhatian. tarif bentor biasa dari hotspring ke terminal pangururan -yang notabene berpindah pulau dari sumatera ke samosir- adalah 10ribu. 3 kali naik bentor semua na aman, berminat mencoba?
-***-
related posts: 
NewerStories OlderStories Home