pabrik tahu susu lembang
location: jalan raya lembang no 177

suatu kewajiban mengunjungi salah satu lokasi kuliner nge-hits di lembang. apalagi kalau bukan tahu susu lembang. maklum, walaupun sudah dibuka dari tahun 2008 tapi aku belum pernah mendatangi langsung lokasinya. selalu menerima tahu susu lembang sebagai buah tangan, sekarang saatnya mencoba langsung di pabriknya.

how to get there: 

- dari terminal leuwi panjang naik angkot kuning leuwi panjang-kalapa (4rb)
- dilanjutkan dengan angkot hijau kalapa-ledeng (5rb) turun di seberang sebelum angkot masuk ke terminal
- dari seberang terminal ledeng naik l300 arah lembang (6rb), turun langsung di depan 

rumah sosis dan factory outlet
hiasan caping langsung kutemui saat memasuki area tahu susu lembang. lokasi yang juga dijadikan spot foto oleh pengunjung. membawa nuansa tradisional di dalam kompleks yang juga terkena imbas modernitas ini. 

kompleks tahu susu lembang tidak hanya menjual tahu susu tapi merupakan sebuah kompleks kuliner dengan tahu susu sebagai pasar andalan. di bagian depan kompleks terdapat sebuah bus dengan bentuk menyerupai sosis yang tentunya menjual aneka olahan sosis dari rumah sosis. di belakangnya terdapat bangunan factory outlet yang menjual koleksi fashion khas bandung. sedangkan pabrik dan outlet tahu susu ada di bagian paling belakang bersebelahan dengan food court yang juga didesain dengan nuansa tradisional.
rumah produksi tahu susu lembang
di dalam pabrik, pengunjung maupun pembeli bisa melihat proses pembuatan tahu mulai dari pengolahan kedelai sampai menjadi tahu. bahan baku tahu susu tetap dari kedelai walau dalam pengolahannya ditambahkan susuyang juga menjadi salah satu produk andalan dari lembang. sari kedelai dan susu ini dicampur bersama mentega dan bahan lain sehingga menghasilkan tahu dengan tekstur yang lebih halus dan lembut.
tahu susu mentah
terdapat 2 pilihan tahu, original dan kuning. untuk tahu kuning, pewarna yang digunakan adalah pewarna alami dari kunyit. sedangkan untuk bentuknya di sediakan 4 pilihan, tahu bantal, tahu kotak, tahu panjang dan tahu kotak kecil. semuanya dijual dengan harga 25 ribu per kemasan, kecuali tahu bantal. tidak seperti tahu umumnya yang dibungkus dalam kemasan plastik, tahu susu dikemas sama dengan kemasan brownies. khusus untuk tahu bantal dibungkus dengan kemasan dari anyaman bambu.
tahu susu goreng
umur simpan tahu susu 2-3 hari. karena alasan ini aku lebih memilih untuk membeli tahu susu goreng yang dijual seharga 10 ribu per 12 biji. dapat langsung dinikmati hangat, langsung keluar dari penggorengan. rasanya guruh, lembut dan padat. tidak sepadat tahu sutra memang tapi lebih berisi dari tahu pada umumnya.

puas membawa sekantong tahu susu goreng saatnya mengeksplore kompleks tahu susu lebih lanjut. ternyata kompleks ini cukup luas sehingga cukup mudah menemukan lahan parkir untuk kendaraan roda empat. tidak hanya rumah produksi tahu susu yang dihias secara tradisional dengan bata merah timbul, sekitarannya juga dihias dengan nuansa tradisional. mulai dari pohon yang dihias dengan caping, rumah burung yang digantung di sekitaranfood court dan hiasan bambu di beberapa spot.

hiasan di sekitar rumah produksi
tidak hanya menjual tahu, kompleks ini juga menjual suasana seakan memang diperuntukkan untuk para pelancong. bagi kamu yang ingin mencari buah tangan bandung, di sini juga terdapat toko oleh-oleh yang menyediakan makanan ringan dan berbagai jenis keripik. jadi, sudah memutuskan apa yang ingin kau beli?
siap untuk petualangan lembang lainnya
-***-

related posts: 
- previous: tazkia guest house
- next: bosscha

selamat datang di dapoer ndeso

location: jalan dr. setia budi no 185, bandung

gerimis mengguyur bandung dini hari membuat aku ingin mencari sesuatu yang hangat. walau sebenarnya tempat berteduh lengkap dengan selimut lebih menjanjikan, tapi karena kenalan penghuni lain memutuskan mencoba makanan khas bandung ini, maka akhirnya akupun ikut melangkahkan kaki ke warung surabi di antara rintik hujan.

ada beberapa warung surabi yang terdapat di jalan setia budi. kami memilih yang paling dekat dengan penginapan karena semuanya tidak membawa payung -basah dong pasti-. kondisi dingin, dini hari dan sedikit keroncongan membuat kami tidak sabar untuk menyantap surabi hangat. jadilah dapoer ndeso seakan oasis tengah malam buat kami yang kelaparan -eh, kedingingan juga-.
suasana dapoer ndeso dini hari
asap pembakaran surabi mengepul di depan warung membuat kami tak sabar untuk segera menyantap surabi. suasana warung yang tidak terlalu ramai membuat kami yakin bisa segera mendapatkan surabi hangat. aku sebenarnya tidak terlalu berminat memesan minuman setelah sebelumnya puas ngopi di kopi ireng sambil berbincang. tapi karena hanya itu yang bisa dinikmati sambil menunggu surabi matang, akhirnya kuputuskan untuk mencoba wedang sereh.

rasa wedang sereh cukup segar, ditambah potongan sereh yang bisa menambah cita rasa -jika dihisap atau dikunyah langsung :D-. selebihnya tidak ada yang istimewa. mencoba bandrek yang dipesan delima rasanya kurang fresh dibanding wedang sereh. mungkin karena minuman ini dibuat dengan menyeduh bandrek sachet-an.
wedang sereh
bandrek
lama menunggu, surabi kami tak kunjung datang. berulang kali diingatkan, pelayan hanya bilang:
"sabar mba', kan masaknya pakai tenaga orang, bukan mesin"
iya, kami tahu memasak surabi menggunakan tungku bukan mesin dan pastinya tidak bisa diatur untuk dipercepat. masalahnya, beberapa pengunjung yang datang setelah kami sudah mendapatkan surabi hangat yang mengepul di atas meja mereka. mengapa pesanan kami tak kunjung datang? kemana surabi kami?

sekitar 1 jam setelah memesan, bahkan sampai minuman hangat -yang ntah kebetulan disajikan dalam cangkir mungil- sudah berpindah sempurna ke dalam perut makanan yang ditunggu tak kunjung datang. ya, kami kesal dan memilih membatalkan pesanan, kembali ke penginapan.

next, aku harap tidak ada pelanggan-pelanggan yang tertelantarkan lagi seperti kami, yang kecewa dengan pelayanan maupun jawaban petugasnya. seandainya masih ada malam-malam lain untuk makan surabi, aku pastikan tidak akan makan di sini lagi. sebagus atau seenak apapun review maupun rasa yang mungkin akan diceritakan orang.
-***-
related posts: 
- previous: kopi ireng
kloset di jepang
terburu-buru masuk toilet karena panggilan alam terkadang membuatmu sering kurang memperhatikan kondisi sekitar. namun jangan sampai itu terjadi di jepang untuk kali pertama, setelahnya mungkin kau sudah terbiasa menggunakannya. inilah yang terjadi denganku saat langsung duduk di toilet bandara kansai. 

terbiasa mencari shower dan tissue, sementara yang disediakan di samping kloset jepang adalah banyaknya tombol pilihan. dalam posisi duduk, tulisan berbahasa inggris ini susah terlihat -terbayangkan? tulisannya ya, bukan jongkoknya-.
berbagai tombol pilihan di samping kloset jepang
dan yang terjadi kemudian adalah mencoba memencet asal tombol-tombol yang ada di sebelahku, dari yang mengeluarkan suara sampai yang benar mengeluarkan air. ada tombol untuk jenis semprotan air yang dikelurkan beserta kekuatan semprotannya, digunakan saat buang air kecil dan besar. ada tombol suara untuk menyamarkan suara kencing bagi mereka yang sering kurang nyaman -bahasa halus dari malu- dengan suara kencing mereka. ada tombol mungil penghilang bau setelah buang air besar. bahkan di toilet penginapan aku menemukan tombol penghangat kloset yang biasa digunakan saat musim dingin -aku sangat menyukainya dan selalu menekannya di pagi hari :D-. tombol flash juga menyatu dengan sekian banyak pilihan tombol ini.

jadi sebelum menggunakannya, sudahkah kau perhatikan tombol apa yang akan kau tekan? seandainya masih bisa, kira-kira pilihan tombol apa yang ingin kau tambahkan?
-***-
related posts: 
- previous: 
- next: 
banner tazkia guesthouse
location: jalan cipaku indah 1 no 15, bandung
website: http://tazkiaguesthouse.weebly.com/

ada yang pernah mencoba penginapan di bandung? karena sebelumnya aku selalu nomaden, menumpang dari kosan ke kosan maka aku tidak punya referensi penginapan low budget dengan fasilitas layak huni -versiku-. kontak dengan mba' endah -rekan jalan ke curug barong- yang katanya akan menginap di kota ini, aku pun menawarkan diri untuk bergabung -siapa tau menurunkan share cost saat banyak harga naik di musim liburan-. 

mencari tazkia guest house bukan perkara gampang, kesasar 3 kali -trus menyerah-. pasrah menunggu jemputan mba' endah di jalan cipaku indah. ternyata lokasi penginapan ini memang tidak strategis di samping pemasangan papan nama yang susah terlihat. kebayangkan nama penginapan ditulis pada kain pudar yang ditempel di pagar bangunan. malam hari tanpa lampu penerangan jelas tidak terlihat.
resepsionis tazkia guest house
ruang tamu tazkia guest house
resepsionis bersebelahan dengan ruang tamu yang luas langsung menyambut begitu aku masuk. ditambah lagi ada piano yang masih berfungsi baik -dimainkan oleh delima- menjadi point plus penginapan ini. bangunannya kokoh, jauh dari kesan 'angker' walau suasana di malam hari cukup mencekam.

kami menggunakan family room kapasitas 4 orang seharga 450 ribu ditambah 2 extra bed masing-masing 75 ribu, share cost per orang 100 ribu. aku tidak terlalu kecewa dengan extra bed yang kudapatkan. selain bersih dan ditemani bantal domba, aku bisa tidur sendirian tanpa harus berdesak-desakan di atas ranjang. kekurangannya adalah fasilitas AC di ruangan ini hanya satu yang tidak menjangkau sudut ruang tempat ekstra bedku berada. setidaknya bandung malam hari tidak mebuat gerah dan selimut yang diberikan juga tidak terlalu tebal. cukuplah untuk merebahkan diri beberapa jam. 
extra bed dengan bantal domba
toilet
family room ini hanya dilengkapi dengan 1 kamar mandi. jika malas antri kau bisa menggunakan toilet yang ada di depan resepsionis yang kebetulan berseberangan dengan kamar kami. hanya saja, tempat itu jauh lebih kotor dibanding dengan yang ada di dalam kamar, mungkin karena hanya digunakan oleh para pekerjanya.

penginapan ini sendiri mempekerjakan 2 orang, resepsionis dan penanggung jawab lapangan. untuk sebuah penginapan yang tidak ramai -kebetulan hanya kami yang check out pagi-, pelayanan mereka sangat lambat. bahkan waktu untuk mengantri mandi pun lebih cepat dibanding mereka yang menyiapkan sarapan. kenyang minum air galon yang memang disediakan di sini, barulah sarapan siap.

dan... setelah waktu yang berlalu lama menyiapkannya, ternyata sarapan yang tersaji adalah: segelas teh manis dan setangkup roti bakar. bingung juga apa yang membuat mereka lama menyiapkannya, apakah bahan bakunya harus dibeli dari sumber yang jauh?
sarapan
anyway, setidaknya kami mendapatkan asupan energi untuk mengawali hari ini. mari angkat ransel dan lanjutkan perjalanan ke tujuan utama hari ini. mau tau?
-***-
related posts: 
- previous: surabi dapoer ndeso
special single origin
location: jalan tubagus ismail iv no 7, bandung

karena aku sadar, teman minum kopi itu bukan gorengan, kacang apalagi rokok, melainkan teman itu sendiri. mari berbincang...

mereview kopi pasti sudah banyak ahlinya. berbincang sambil minum kopi juga tidak pernah ada selesainya -kalau tetap diterusin-. maka, sebuah ajakan untuk 'mampir' ke kedai kopi yang baru dibuka 4 minggu ini tidak ada salahnya untuk dipenuhi, karena kita tidak akan pernah kehabisan obrolan di sana.

refugees small coffee shop, begitulah sang pemilik menyebutnya. saat aku ke sana petunjuk tentang lokasi ini tidak bisa kami temukan. hanya ada sebuah bangunan kantor dengan pekarangan yang kurang terawat dan sebuah garasi -padahal alamatnya sudah sesuai-. ternyata aku masih kepagian :D

pertama kali datang kondisinya memang belum tampak seperti warung kopi. maklum tempat ini masih buka dari pukul 5 sore sampai 10 malam -de facto tutupnya menunggu pelanggan terakhir pulang-. mungkin saat kau ke sana nanti, tempat ini sudah mulai dibuka dari pukul 10 pagi setelah merekrut pegawai pertamanya.
refugees art and menu
sebagai pelanggan pertama hari itu, aku punya banyak kesempatan untuk melihat-lihat tempat ini lebih dekat. garasi ini berhasil di sulap menjadi pameran seni mulai dari gambar dinding, papan penanda -yang belum dikeluarkan- sampai buku menu. aku sangat suka dengan buku menu yang terbuat dari kayu dan lukisan pemilk warung di sampul belakang.

walaupun menu utama yang ditawarkan adalah single origin, tapi ada juga minuman dari kopi lainnya untuk mereka yang tidak suka dengan kopi hitam. jangan heran kalau kau tidak menemukan minuman lain seperti latte dan teman-temannya di menu melainkan di buku snack -ntah apa alasan pemiliknya-. menu single origin sendiri ada hampir dari semua wilayah di indonesia masih dalam biji kopi kering. rosted dan penggilingan kopi dilakukan sendiri di warung ini sehingga kopi dijamin masih fresh

sebagai peminum kopi tubruk, aku mencoba 2 macam cara lain dalam menyajikan kopi, vietnam drip dan brew. ternyata perbedaan cara penyajian kopi memberikan karakter kopi yang berbeda. vietnam drip cenderung lebih pekat dengan rasa asam yang kurang tapi menyisakan sedikit rasa manis. sedangkan kopi brew lebih encer, tampilan lebih soft dengan karakter asam yang lebih kuat. keduanya jelas tanpa ampas kopi.

jangan tanya aku suka yang mana karena aku lebih memilih kopi konvensional, kopi tubruk. walau masih terdapat ampas kopinya, dengan penanganan yang tepat itu semua bisa diendapkan sempurna :D

kau tidak perlu menjadi pengungsi untuk bisa mencoba kopi di sini. tapi warung kopi ini memang membuka diri untuk siapa saja yang mau singgah ke sana. aku sudah, kau?
-***-
related posts: 
- previous: 
- next: -
selamat datang di jakarta
ngomongin jakarta pasti tidak pernah ada habisnya. kota utopia yang banyak memberikan iming-iming hidup makmur dan layak dengan banyaknya lapangan pekerjaan ini membuat pendatang tidak henti-hentinya masuk ke jakarta. walaupun terkenal dengan banjir dan kemacetannya, tetap saja tidak mengurangi daya tarik kota ini.

buat kamu yang belum pernah dan ingin berkunjung ke sini, inilah spot murah -dan beberapa gratis- yang dapat dikunjungi dalam sehari. jangan ngaku sudah ke jakarta kalau belum mengunjungi tempat-tempat ini.

skrining jakarta dengan bus tingkat
bus city tour yang siap membawa keliling jakarta
mengelilingi secuil jakarta dengan bus tingkat bisa dijadikan opsi pertama untuk menjelajah kota sebelum menuju destinasi yang lebih spesifik. bus 2 tingkat ini beroperasi setiap hari dari pukul 9 pagi sampai 7 malam. khusus di hari minggu jam operasi dimulai pukul 12 siang. untuk menaiki bus ini, penumpang tidak ditarik biaya apapun.

rute yang dilewati bus city tour adalah bundaran hotel indonesia (HI), museum nasional, pecenongan, pasar baru, masjid istiqlal, monas 1, monas 2, balai kota dan sarinah. sekali putaran menghabiskan waktu sekitar 45-60 menit. karena banyak yang tertarik menggunakan bus ini, sebaiknya menaiki bus dari halte pasar baru yang antriannya tidak terlalu panjang. sedangkan halte yang paling sering dipadati pengunjung adalah halte monas dan museum nasional. setiap halte bus city tour berdekatan dengan halte bus transjakarta -kecuali halte bundaran HI yang saat ini dirombak untuk pembangunan MRT- sehingga dapat dijangkau dari mana saja.

santai sejenak di sekitaran monumen nasional (monas)
monumen nasional
ada yang tidak tahu tempat ini? tugu setinggi 132 meter ini dibangun untuk mengenang perjuangan rakyat indonesia dalam merebut kemerdekaan. di dalamnya terdapat diorama perjuangan para pahlawan sedangkan di bagian atasnya terdapat tugu lidah api berlapis emas.

pengunjung bebas masuk ke area disekitaran tugu monas yang juga dilengkapi dengan taman. sedangkan untuk masuk dan naik ke bagian cawan -atau bahkan puncaknya- pengunjung harus membayar tiket masuk. jika ingin masuk ke dalam sebaiknya bangun lebih pagi karena setelah jam setengah delapan dipastikan antrian pengunjung yang ingin masuk ke dalam sudah mengular. untuk menuju ke tempat ini cukup menggunakan bus transjakarta dan turun di halte monas.

mencari gajah di museum nasional
bagian dalam museum nasional
masih di sekitaran halte monas terdapat museum nasional yang lebih dikenal warga setempat dengan sebutan museum gajah. sebutan ini berasal dari patung gajah yang berada di halaman depan museum. patung mungil ini terbuat dari perunggu yang merupakan hadiah dari raja chulalongkorn dari thailand. selain sebutan museum gajah, museum nasional juga sering disebut dengan gedung arca karena koleksi berbagai jenis arca yang ada di dalamnya.

selain arca, museum ini juga menyimpan koleksi sejarah, pra sejarah, geografi, etnografi, arkeologi maupun keramik. untuk masuk ke dalam museum pengunjung cukup dikenakan biaya 5 ribu rupiah. jangan khawatir soal panas karena ventilasi udara di dalamnya cukup baik. bahkan di beberapa ruangan juga dilengkapi dengan pendingin ruangan.

melihat satwa di ragunan
taman marga satwa ragunan
ragunan merupakan salah satu public area yang ramai pengunjung. selain karena aksesnya yang mudah -menggunakan bus transjakarta jurusan ragunan- tiket masuknya pun murah -4 ribu-. fungsi utamanya adalah sebagai kebun binatang yang di dalamnya terdapat pusat konservasi primata schmutzer. berbagai mamalia, reptil, burung maupun ikan juga ada di sini. tidak puas dengan koleksi fauna, kebun binatang ragunan juga menyediakan koleksi flora.

selain sebagai kebun binatang, di area ini terdapat taman dan kawasan hijau yang biasa digunakan pengunjung untuk rekreasi atau olah raga pagi. jika ingin berpiknik sebaiknya datang lebih pagi karena kawasan taman biasanya sudah ramai dengan gelaran tikar dari pengunjung atau taman kanak-kanak yang mengadakan acara di sini. kapan lagi bisa menemukan suasana asri di tengah gedung-gedung pencakar langit jakarta.

jangan lupa gunakan alas kaki yang nyaman untuk menjelajah karena areanya cukup luas. jika malas berjalan, kamu bisa bersepeda atau menunggang kuda atau delman yang disewakan di sini.

menjelajah taman mini indonesia indah (TMII)
indonesia terapung di TMII
tidak hanya mengintip jakarta, di kota ini kamu bahkan bisa menjelajahi indonesia. dimana lagi kalau bukan di TMII. lokasi ini bisa dijangkau dengan meggunakan bus transjakarta  dan dilanjutkan menggunakan angkot ke pintu masuk teater keong emas. untuk masuk ke taman wisata pengunjung diwajibkan mebayar tiket masuk seharga 10 ribu. di dalamnya terdapat anjungan dari 33 propinsi di indonesia, tempat ibadah dan berbagai taman mulai dari taman bunga sampai taman kupu-kupu.

sebagai salah satu wahana rekreasi, TMII menyediakan berbagai wahana seperti kereta areomovel yang digerakkan dengan tenaga angin, balon raksasa, theater 4d, pemancingan telaga mina, istana anak-anak indonesia, teater imax keong emas dan snowbay water park. serta yang paling wajib dicoba adalah kereta gantung yang bisa melihat miniatur indonesia dari atas. mengapa wajib dicoba? karena selain bisa melihat miniatur indonesia yang tidak tampak jelas jika kita berjalan di sekitarnya, kunjungan dengan kereta gantung juga bisa menjadi skrining awal spot menarik yang ingin kita kunjungi. pegel juga kan kalau setiap ajungan dari 33 propinsi kita datangi satu per satu.

jakarta memang kota yang besar. tapi tidak akan terasa demikian jika kamu sudah mengenalnya lebih dalam. ingat niat, ingat tujuan, ingat mimpi di setiap waktu. jakarta siap menerima siapapun yang berniat baik dan membantu mewujudkan mimpi mereka. 

so... bagaimana, sudah tahu mau ngapain di jakarta? -***-

tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog "blog competition #TravelNBlog 4: jakarta 24 jam" yang diselenggarakan oleh @TravelNBlogID
passeren brug
"ada yang belum pernah ke pasar baru?"

retorik memang. tapi itulah pertanyaan pertama yang dilontarkan mas canda pemandu kami dari @JKTGoodGuide. sebuah sentilan yang menjadi pembuka perjalanan kami menjelajahi sisa masa lalu. seakan bunyi click pada lubang kunci di pintu waktu, memindahkan jakarta sebentar ke masa pemerintahan belanda, saat masih disebut batavia.

sejarah bagi beberapa orang memang menjadi momok dalam pelajaran sekolah. aku salah satunya, yang tidak pernah memiliki nilai aman untuk mata pelajaran ini. tapi mengintip sejarah yang dikemas dalam sebuah perjalanan, itu soal lain. mungkin karena mayoritas orang adalah makhluk visual yang lebih mudah memahami sesuatu dengan melihat langsung.

dimulai dari stasiun juanda yang semula berada di rijken weg -kawasan pemukiman orang kaya- menuju ke welrevreden -kawasan pemukiman di luar batavia-. bangunan pertama yang kami kunjungi di seberang kanal pasar baru adalah sekolah santa ursula yang dikhususkan untuk pelajar perempuan. merupakan yayasan katolik yang diinisiasi oleh biarawati dari belanda sampai akhirnya mengkhususkan diri pada pendidikan dan menjadi sekolah puteri.
atap lengkung gedung filateli, ciri khas bangunan belanda
di sebelah santa ursula terdapat kantor pos lama yang saat ini digunakan sebagai gedung filateli jakarta. walaupun bewarna oranye yang merupakan warna khas kantor pos indonesia, gedung ini tidak kehilangan arsitektur gaya belandanya: berlantai dan beratap tinggi. lantai yang dilapisi pasir setinggi 1,5 m ini bertujuan untuk mengantisipasi air yang masuk ke gedung jika terjadi banjir. sedangkan atap yang tinggi bertujuan untuk memberikan sirkulasi udara yang baik mengingat cuaca batavia yang panas. ternyata dari jaman belanda sampai sekarang jakarta belum juga berubah ya, tetap panas!
mas canda dari JGG yang tetap semangat di tengah panasnya jakarta
selain stuktur bangunan, desain kaca patri yang bergaya art deco juga menjadi salah satu ciri khas bangunan belanda. ciri khas ini tidak muncul di gedung kesenian jakarta yang berada di kawasan yang sama. gedung ini sudah beberapa kali mengalami perombakan dan menjadi saksi banyak peristiwa sejarah. semula digunakan sebagai gedung dansa sebelum dirombak menjadi gedung komedi sampai akhirnya digunakan sebagai gedung teater dengan gaya bangunan neo yunani.  
schouwburg weltevreden
melintas ke arah pasar baru tampaklah salah satu gedung sejarah yang mempunyai peran penting untuk indonesia, gedung berita antara. kantor berita inilah yang menjadi sarana adam malik mengudarakan kemerdekaan indonesia kepada dunia. untuk mengenang sejarah ini, kantor berita antara dijadikan cagar budaya yang di dalamnya menyimpan beberapa koleksi sejarah baik tentang proklamasi maupun jurnalistik.
gedung antara
diorama proklamasi
mesin tulis kuno
remember!
sejarah itu penting dan tak akan bisa hilang. sebuah tulisan di dinding yang membuatku ingin terus mengikuti perjalanan menembus lorong waktu ini. berkunjung ke rumah mayor yang sayangnya tidak sama dengan kantor berita antara yang dilindungi sebagai cagar budaya. rumah orang tionghoa dengan kedudukan tertinggi pada masanya ini tampak tidak terurus dan mulai dimakan waktu serta perkembangan daerah sekitar. 

pekembangan ini bisa dilihat dari banyaknya bangunan baru di sepanjang area pasar baru salah satunya toko sepatu sin lie seng. meskipun terlihat baru tapi toko sepatu ini merupakan salah satu toko yang bertahan dengan menggunakan nama aslinya walaupun penggunaan nama tionghoa dilarang selama masa orde baru dan baru mulai kembali dibebaskan pada masa pemerintahan gus dur, salut.
yang masih bertahan dengan nama aslinya
menyusuri pasar baru belum sah kalau belum sampai ke gang-gang kecilnya. berusaha menyeimbangi konsep yin yang, pasti akan ada klenteng di sekitaran pasar yang mayoritas dihuni oleh kaum tioanghoa. walaupun pada dasarnya kawasan ini adalah kawasan india, tapi gelojak perekomonian juga mengundang etnis tionghoa untuk menjalankan roda perdagangan. peninggalan budaya tioanghoa ini adalah adanya kuil hok tek bio yang memuja dewa pedagang dan kuil sio tek bio yang memuja dewi kwan im.
kuil hok tek bio
candles
kuil kwan im
dewakah?
menyusuri jalan-jalan sempit ini sampailah kami ke gang kelinci dengan wangi menguar dari warung bakminya. sayang mas canda tidak menjadwalkan kunjungan ke sini. padahal perut sudah keroncongan minta diisi sebelum ke salah satu destinasi religi yang lain, gereja pniel. gereja ini merupakan gereja protestan yang lebih dikenal dengan gereja ayam. simbol ayam bisa dilihat di bagian atas gereja yang berasal dari cerita injil tentang petrus yang menyangkal sebagai pengikut yesus sebayak 3 kali sebelum ayam berkokok menadakan munculnya matahari.
gereja pniel
gereja ayam
dan dikunjungan terakhir ini, seakan memperdengarkan kokok ayam dari bagian telinga yang lain. tampaknya kami diingatkan untuk kembali ke realita. bahwa ini adalah jakarta menjelang malam, bukan lagi batavia di jaman pemerintahan belanda. siap dengan kemacetan dan perut yang lapar. sebuah akhir yang kenyang dengan pengalaman tapi keroncongan pada kenyataan. 

siapkan space untuk perutmu karena selanjutnya adalah perjalanan untuk memuaskan perut :) -***-
spot andalan
website: http://www.dusunbambu.com/

"don't you dare go runnin' down my little town where i grew up
  and i won't cuss your city lights
  if you ain't ever took a ride around
  and cruised right through the heart of my town

  anything you say would be a lie"

#where i come from-montgomery gentry

ibukota merupakan tempat yang selalu menuntut kemampuan survival sampai saat na datang kesempatan untuk sejenak melarikan diri menghindari hiruk pikuk na jakarta. kali ini ngabur ke bandung yang akses na gampang. tapi apa daya, ternyata banyak orang berpikiran sama dan yang ada adalah padat na ibu kota dipindahkan ke sebuah dusun di utara bandng, dusun bambu.
entrance
how to get there:
- naik primajasa (75rb) dari pool cililitan-bandung turun di terminal leuwi panjang
- naik angkot kuning leuwi panjang-kalapa (4rb), ada di dalam terminal setelah perhentian bus primajasa
- naik angkot ijo kalapa-ledeng (5rb) turun di seberang sebelum angkot masuk ke terminal
- dari seberang terminal ledeng naik l300 turun di cmc, lanjut jalan kaki sekitar 500 meter sampai ke lokasi

ribet memang kalo pake angkutan umum. di sinilah koneksi memainkan peran. 6 tahun ga ketemu dengan salah satu penghuni bandung ini ternyata ga mengubah apapun, pangeran -uhuk- bermotor yang sangat mempermudah one day trip kali ini -thanks a lot cus, untung nomor kau ga ganti- :). jadilah skip rute angkot, cukup mpe meeting point di cicaheum, selebih na ditemein cus pake motor -tetep ke arah ledeng dulu-. pertigaan setelah terminal belok kiri ke arah kampung daun. ikuti jalan sampai ada pertigaan lagi setelah curug, belok ke kanan ke jalanan nanjak. jalan masuk dusun bambu ada di sebelah kanan sekitar 1 km dari pertigaan terakhir.
must read
untuk masuk ke lokasi seluas 15 hektar yang berada di kaki gunung burangrang ini pengunjung dikenakan tarif 30 ribu dan ongkos parkir yang langsung dibayar di depan. tiket masuk ini bisa ditukar dengan sebotol air mineral. better manfaatkan fasilitas na karena di dalam nanti dilarang membawa dan mengkonsumsi makanan dan minuman dari luar. bagi yang melanggar dikenakan denda 250 ribu.
bamboo path
nama dusun bambu seperti na diambil dari bentuk ekowisata yang berupa konservasi bambu ini. belajar dari kesuksesan kampung daun, pengelola dusun bambu juga mengangkat konsep yang mengedepankan keindahan alam hijau. selain itu konsep dari ekowisata ini juga terdiri dari edukasi, ekonomi, etnologi, etika dan estetika yang mengusung kekayaan budaya tradisional. budaya tradisi dapat dilihat dari penamaan fasilitas yang ada seperti burangrang cafe, purbasari restaurant, lutung kasarung, kampung layung, sayang heulang, pasar khatulistiwa, balad lodaya dan tegal pangulian.

incaran pertama adalah lutung kasarung yang merupakan tempat makan yang berada di atas pohon dan berbentuk semacam sarang. jalur yang menghubungkan sarang yang satu dengan yang lain menjadi pemandangan tersendiri. sayang na kami datang di musim liburan yang membuat jalur ini padat pengunjung -senggol sana senggol sini-, susah lewat na. ga sempet menikmati makan di dalam na karena semua sarang sudah terisi. ntah seperti apa sajian masakan di sini. apakah memang menjual rasa atau hanya menjual pesona tempat na saja.
lutung kasarung
lanjut di sebelah lutung kasarung terdapat pasar khatulistiwa yang menjual berbagai hasil bumi, camilan dan souvenir dusun bambu. untuk belanja di dalam na pengunjung perlu menukarkan uang dengan koin yang bisa digunakan untuk belanja di dalam na. pasar ini dihubungkan ke cafe burangrang dengan semacam kanopi. di bawah kanopi disajikan pertunjukan kesenian sunda. jika malam menjelang ditengah na dinyalakan api unggun yang sekaligus menjadi titik kumpul pengunjung. cafe burangrang terlihat mahal buat budget one day trip kali ini dan kami pun memilih menghabiskan waktu di semacam kolam yang ada di sana.
senang-senang pun butuh ngantri
kolam ini juga menjadi salah satu atraksi wisata, bisa canoeing atau main bola air. apakah rhe mencoba kedua aktivitas itu? tentu tidak. kali ini bukan karena mahal na tapi karena antrian na. ntah orang segitu penasaran na dengan kolam ini atau aktivitas canoeing yang tampak seperti na menyenangkan? pasti na keramaian ini berhasil menarik pengunjung lain sampai akhir na terbentuk antrian. jika dilihat sekilas tampak na penumpang kano tidak dilengkapi dengan safety yang memadai, tidak ada life jacket atau perlengkapan pengaman lain. mengingat padat na pengunjung pengelola perlu memperhatikan keselamatan mereka.
owner refugees
baru sempat berpikir seperti itu tiba-tiba dari arah panggung di sebelah kolam yang memang menjadi spot utama mengabadikan moment kunjungan di dusun bambu terdengar teriakan kemudian trus ngakak. ternyata ada salah satu pengunjung cowo' -yang ntah gimana heboh pose na- kecemplung ke kolam. pas liat dia bisa berdiri akhir na ketauan juga ternyata tu kolam dangkal. kedalaman na sekitar 1 meter. okay, aman main di samping kolam.

paddy
sebenar na di samping cafe burangrang dan di atas lutung kasarung terdapat camping ground. jelas ngecamp di sini walau fasilitas na semacam hotel berbintang tapi ga akan sama dengan ngecamp di alam bebas di bawah ratusan bintang -padahal alasan na adalah tarif ngecamp yang tidak masuk akal untuk dompet rhe :D-. 

untuk ngecamp: ngga', untuk makan: boleh, untuk belanja: mahal, untuk nongkrong sambil tertawa riang: ok. sayang na cuma satu, kami datang di saat padat pengunjung jadi kurang bisa menikmati lokasi ini dengan maksimal. crowded. 
-***-
related posts: 
- previous: -
NewerStories OlderStories Home