pork fried rice
location: old city, chiang mai

kami belum sempat makan papaya salad yang dibeli rista pagi hari -seperti na bakal musuhan ma perut kalo langsung kami makan- sehingga perut sudah meronta-ronta diajak ngegoes mengingat rhe hanya sempat sarapan roti dan susu kedelai. saat na mencari kedai makanan untuk segera mendiamkan perut yang meronta-ronta sambil nyicip papaya salad.

karena kami tidak punya rekomendasi kedai makanan di sini, maka kami mencoba mencari di sekitar pasar yang ada di sebelah selatan old city dengan asumsi akan lebih mudah menemukan makanan. asal masuk ke tempat yang cukup bersih, adem dan penjaga na bisa berbahasa inggris. pas liat menu na... ops, kenapa tidak variatif ya?

terlanjur pe-we di bawah kipas angin dengan perut yang udah keruyukan, akhir na kami memutuskan stay di rumah makan ini dan memesan pork fried rice (35 ฿) -rumah makan ini hanya menyediakan variasi menu nasi goreng-. dan muncullah di depan kami nasi goreng dengan beberapa iris babi kaleng.

jangan tanya rasa na. untuk lidah kelaparan rhe saja rasa na sangat biasa dan cenderung hambar. setidak na di sini tidak dilarang membawa makanan dari luar sehingga kami sangat tertolong dengan bumbu asam pedas papaya salad -rasa na segar dan bikin nagih, padahal dibeli di kios pinggir jalan-. next, better makan di kios pinggiran aja yang mungkin memang panas tapi rasa na seperti na lebih rich dari ini

-***-
related posts: 
in front of three king's monument
travel date: 15 july 2013

"that i'll be the one
  standing by through good and through trying times
  and it's only begun
  i can't wait for the rest of my life"

#i'm alive-celine dion

i'm alive! semangat penuh dan rasa na pengen ngebut di jalanan -pake sepeda tentu na-. tarif sewa sepeda 50 ฿ selama 24 jam, jika dipakai kurang dari itu tarif na tetap sama. penyewaan sepeda ada di sebelah chiang mai white house sedangkan di depan na ada tempat kursus memasak makanan thailand. rhe akan mencoba na di kesempatan lain jika waktu yang kami punya di kota ini lebih panjang.

old city merupakan daerah yang cukup luas untuk dijelajahi apalagi dengan jalan kaki. untuk pemilik waktu singkat seperti kami, menyewa kendaraan adalah pilihan paling cepat. tempat ini dibangun sekitar 700 tahun yang lalu, berbentuk persegi dengan panjang sisi sekitar 1.8 km dan dikelilingi oleh parit. nuansa masa lalu masih bisa ditemukan sampai sekarang terutama dari bangunan kuil na karena di sini merupakan pusat ajaran buddha, seni dan tempat biksu beraktivitas. 
original city wall
peninggalan yang paling mudah dilihat sebagai tanda kau sudah berada di old city adalah dinding kota yang membatasi dengan daerah sekitar. dinding ini terbuat dari bata timbul yang dibangun untuk melindungi old city dari serangan pasukan. sayang na dinding ini sudah tidak berdiri untuh mengelilingi old city, ada beberapa bagian yang rubuh atau bahkan hilang sama sekali. hanya parit na yang masih tidak tergantikan mengelilingi tempat ini secara persegi.
ini yang mereka sebut parit :D
kelamaan tinggal di jakarta membuat persepsi rhe akan parit selebar parit itu sendiri -baca: sempit-.  begitu melihat ukuran parit di sini langsung melongo :o, jauuuh lebih lebar dari selokan yang biasa ada di samping jalanan jakarta. ini sih bisa disebut sungai :D -mengabaikan ini dibangun jaman dulu untuk perlindungan jadi pasti na dibuat lebar dan dalam-.
mari ngegoes ;)
menyusuri parit sepanjang 1.8 x 4 km ini perlu effort khusus. tapi pemandangan yang disajikan mengilangkan kelelahan itu. parit bersih dengan ikan-ikan yang hidup di dalam na. bahkan di beberapa spot ada penjual makanan ikan untuk pengunjung yang ingin menyaksikan keramaian ikan penghuni parit ini. ga heran kalo ikan yang hidup di dalam na gendut-gendut :). 

tak hanya ikan, di sini juga tinggal burung-burung liar yang sudah terbiasa dengan kehadiran manusia dan makanan. seperti na di otak kecil mereka yang tersimpan adalah manusia=makanan. ketika kita duduk atau berjongkok mereka akan otomatis mendatangi kita, mengharap diberi makanan. lucu ya... jangan memberi makan burung sembarangan, tertulis dalam sebuah papan peringatan. ada kios penjual makanan burung di sini. so... peringatan itu ntah dibuat untuk menjaga kelangsungan burung atau kios penjual makanan burung.
burung-burung yang tertipu :p
kita juga bisa melihat jeda perubahan jaman. suasana kuno di sebelah dalam old city yang sudah tidak berdinding pembatas lagi dengan pembangunan di luar na, termasuk banyak na gerai makanan siap saji.

kembali masuk ke old city, dari semua dinding yang sudah hampir rubuh, ada beberapa gerbang yang masih bertahan. gerbang utama dari 5 gerbang yang ada adalah tha phae. sebagai gerbang utama, tha phae gate menjadi tempat iconic. selain sebagai titik awal sunday night market yang menjadi atraksi wisata di tempat ini, di sini juga sering digunakan sebagai spot foto. bukti na untuk mendapatkan foto di bawah, kami butuh menghabiskan sebatang es potong (10 ฿) untuk ngantri dengan pengunjung lain, atau yang paling lama adalah menunggu mereka yang melakukan pre wedding photo session. puifh... lama -ngelap keringat-.
finally, tha phae gate!
success adalah saat rhe berhasil berada di bawah tulisan ini -cropping sana sini untuk menghilangkan kemunculan pengunjung lain-. sayang na gerbang ini sudah tidak sepenuh na asli lagi. tha phae gate dibangun kembali untuk memberi gambaran ke pengunjung seperti apa bentuk dinding kota ini pada awal na. turis dan pelancong biasa memulai perjalanan menjelajahi old city dari sini, banyak hal yang bisa dilihat di dalam na -kebanyakan adalah wat aka candi-. sebagai pusat perkembangan buddha, banyak wat dengan sejarah berbeda. untuk mengetahui na, ayo kita ngegoes ke dalam na. kring... kring...
-***-
related posts: 

view point
travel date: 15 july 2013
website: http://www.doisuthep.org/

"i'd like to spend one day with you,
 and if that day is not enough,
 maybe we can stay in touch,
 but i'm not making plans for tomorrow
"

#so little time-arkana


perjalanan panjang, sebanding dengan apa yang didapat untuk sampai ke doi suthep. plus cuaca cerah sebagai bonus dari perjuangan kami. dalam bahasa thai, doi arti na daratan tinggi atau pegunungan. wajar jika jalanan berliku yang harus kami tempuh dan hawa dingin yang kami hadapi di tempat ini. tujuan kami adalah wat phra thart.

how to get there:
- dari old city jalan ke chang puak gate -ada di bagian utara old city-
- naik songtheaw di depan chang puak gate ke arah doi suthep -songtheaw ini juga melewati chiang mai zoo buat yang mau mampir liat panda-, turun di depan gerbang wat phra thart. jarak na sekitar 15 km dari pusat kota
- dilanjutkan jalan kaki dengan jalur mendaki. sebagai informasi songtheaw ke arah doi suthep banyak ditemukan di akhir minggu, sementara di hari biasa angkutan ini sangat jarang. jadi yang kami lakukan adalah carter songtheaw PP (400 ฿) demi menghemat waktu. tarif ini tentu na lebih mahal dibanding dengan ongkos sekali jalan normal (50 ฿)

warga lokal tidak dikenai biaya untuk masuk ke tempat ini, sedangkan wisatawan asing -dengan wajah non asia- dikenakan biaya masuk sebesar 40 ฿. kami? tentu saja dianggap warga lokal -memang muka bisa menipu :)-, free ongkos masuk.
tangga naga
ada 2 cara untuk sampai ke atas dari jalan besar. jalur utama adalah melewati 306 anak tangga jalur naga di mana setiap anak tangga na terdapat kutipan kalimat bijak -mungkin ya, cz rhe ga bisa baca n tau arti na-. sedangkan pilihan lain -yang sayang na merupakan bagian dai modernisasi- adalah menggunakan cable car (20 ฿). sensasi na beda, lebih menantang lewat tangnga naga tentu na. pengguna cable car mayoritas adalah lansia yang mungkin mudah lelah jika harus mendaki menggunakan tangga. tapi tak jarang lansia yang memang niat berziarah naik ke kuil menggunakan tangga di jalur naga.

begitu sampai, peziarah disambut dengan kuil bertipe lanna -lanna arti na sejuta sawah-. sedangkan budaya lanna adalah budaya yang merupakan campuran dari berbagai macam etnis termasuk budaya hindu. hal ini terlihat dari stupa, patung brahma bahkan ganesha yang menjaga pintu masuk. untuk bisa berkeliling dan masuk tempat ini kita harus melepas alas kaki ya

patung pertama yang dijumpai begitu membebaskan diri dari alas kaki adalah phra kru ba sri vichai sirvichaiyo didedikasikan untuk beliau yang berhasil mengorganisir warga tiap etnis untuk membangun jalan ke doi suthep untuk sampai ke kuil. setiap etnis membangun bagian jalan yang sesuai dengan daerah mereka sehingga tersambung menjadi jalur yang utuh.

patung phra kru ba sri vichai sirvichaiyo
mengapa wat phra thart dibangun di ketinggian doi suthep? konon kata na relik buddha dibawa oleh seekor gajah saat mencari lokasi pembangunan kuil. setelah berputar-putar si gajah mendaki ke bagian utara dan berputar-putar di sana sampai akhir na menghembuskan nafas terakhir di doi suthep. hal ini dipercayai sebagai pertanda bahwa relik buddha ingin disemayamkan di sini. maka dibangunlah wat phra thart di doi suthep. sebagai pengingat na kita juga bisa menjumpai patung gajah yang kata na membawa relik sang buddha tersebut di samping pohon bodhi yang bibit na dibawa langsung dari india.
patung gajah putih
di teras bawah berlawanan arah jarum jam dapat dilihat bel kecil dan bel besar -dalam arti sebenar na-. ukuran bel besar jauh lebih besar dari rhe dan dimasukkan dalam semacam tower. sedangkan setelah na kita bisa melihat berbagai bentuk dan ukuran bel. konon kata na keberuntungan akan datang bagi siapa yang menyentuh semua bel yang ada di sini. hanya disentuh, bukan dibunyikan karena ada peringatan untuk tidak memainkan bel-bel. kebayangkan kalo semua bel yang berderet itu dibunyikan, gimana gaduh na.
lonceng
spot yang paling rhe sukai juga ada di pelataran ini. saat di bagian belakang teras bawah terdapat daerah yang cukup lapang untuk bisa memandang chiang mai dari ketinggian. selain menyajikan suasana dataran tinggi kau juga bisa punya pandangan luas untuk bisa melihat kota -tentu na klo cuaca cerah-. 
lanna-stule wat
melanjutkan ke bagian utama terdapat chedi berlapis emas yang dikeliling bangunan dengan lukisan dinding. mural ini melukiskan perjalanan hidup sang buddha sampai mencapai nirwana. di sekitar na terdapat jalur doa yang mengelilingdi chedi. mereka yang berziarah mengelilingi chedi beberapa kali sambil memanjatkan doa mereka. jika umum na orang berdoa dengan mebawa lilin atau dupa, di sini orang menyertai doa mereka dengan bunga teratai. lotus dipilih karena menggambarkan buddha, di mana masih ada hal baik dalam hal buruk sekalipun seperti lotus yang bisa tumbuh di kubangan air.
teratai sembahyang
perbedaan kuil ini dengan kuil buddha kebanyakan adalah variasi patung buddha. selain variasi vihara -vihara besar dan vihara kecil di tempat yang sama- dan posisi buddha, terdapat juga patung buddha dengan jenis yang berbeda. patung yang paling banyak ditemui tentu saja buddha emas seperti patung-patung buddha yang ada di vihara lain. tapi menarik na bahkan di tempat yang sama terdapat lebih dari 1 patung buddha dengan ukuran berbeda dan dengan lanna yang merupakan kekhasan kuil di thailand utara. 
patung buddha emas
di vihara lain rhe biasa na melihat patung buddha dengan ukuran yang sama hanya berbeda posisi -biasa na posisi tangan-. sedangkan di sini banyak sekali yang bisa dilihat termasuk patung dari kaca bewarna hijau, patung buddha tidur bahkan patung buddha dengan 4 muka -ini masih termasuk buddha juga ga ya?-.
patung buddha kaca
puas lihat buddha dan orang sembahyang, saat na menghantarkan permohonan. karena tidak bisa berdoa di sini -rhe dengan kepercayaan yang lain- maka yang coba rhe lakukan layak na pengunjung -bukan peziarah ya- adalah memanjatkan permohonan dengan koin. beda na jika biasa na kita melempar koin ke dalam kolam seperti di wat rong khun, di sini kita mengajukan permohonan dengan menempelkan koin di semacam papan. jika koin yang kau tempelkan berhasil tertinggal di papan maka niscaya permohonan kau terkabul. butuh usaha dan banyak lilin untuk berhasil membuat permohoanmu terkabul :D
make a wish
ingin permohonan kau lebih gampang terkabul lagi? perbanyaklah amal baik, salah satu na dengan bederma. derma bisa disalurkan melalui berbagai pilihan yang disediakan di kotak derma mulai dari untuk biksu, pembangunan kuil, untuk lansia bahkan para pelajar. karena sebelum na kami sangat dibantu oleh pelajar chiang mai untuk bisa sampai di tempat ini maka... taulah kemana donasi kami tertuju.
tentukan donasimu :)
thanks buddha untuk pengalaman baru na, thanks student untuk bantuan na dari nyari angkot sampai tawar-tawaran harga, thanks chiang mai karena rhe bisa melihat kau dari ketinggian dan ketenangan yang tak tergantian di tengah jadwal trip yang lumayan padat. menyesal kami hanya punya setengah hari untuk bersamamu. di lain waktu moga ada kesempatan berkunjung ke sini lagi sambil bawa buku dan menyelesaikan bacaan, tempat hening di ketinggian -make a wish, tempel koin-
-***-
related posts:
-  full itinerary of this trip
previous: chiang mai white house
- next: ngegoes di siang bolong
kita ga bisa memilih dilahirkan di keluarga seperti apa, tapi teman adalah keluarga yang bisa kita pilih

resepsionis chiang mai white house
travel date: 14 july 2013
location: 12 ratchadamnoen soi 5, chiang mai
website: http://chiangmai-whitehouse.com/

klo ada rate na rhe kasih 2 bintang aja. 
ok untuk menginap tapi not recommended. maklum, penginapan asal dapet buat numpang tidur n mandi yang gampang ditemukan

saat kami datang resepsionis na -kakek kakek- tidak langsung menyambut kami. tapi dia cukup baik dengan mengijinkan kami melihat kamar dulu sebelum memutuskan untuk menginap. sekilas melihat kamar twin seharga 350 ฿ dengan ukuran yang lumayan lega kami langsung memutuskan untuk menginap di sini -efek males cari penginapan lagi-
 salah satu bed di kamar twin
fasilitas yang ada adalah fan, kamar mandi dalam dan balkon dengan pemandangan ke arah kuil di dekat penginapan ini. view ini tampak jelas jika kita dapat kamar di lantai 3 dan lebih atas lagi. kamar mandi na ada fasilitas air hangat, sayang na untuk yang idung na sensitif, ada bau tidak sedap yang cukup menggangu. memang hanya tercium dari kamar mandi, tidak tercium dari dalam kamar. tapi tetap saja mengganggu kalo kau berada di kamar mandi lumayan lama.
kamar mandi bau
so far, klo cuma bermalam semalam masih bisa betah lah. abaikan temuan di ranjang dan cara mereka menjemur handuk dan seprai yaks, jangan ilfill :D
-***-
related posts: 


mango sticky rice
location: sunday night market, chiang mai

ga sah kalo ke thailand ga nyobain mango sticky rice (40 ฿) na. so, inilah kios pertama yang kami cari. kami menemukan na ga jauh dari gang ke penginapan dengan 2 ibu penjual. kebayang ga malem-malem makan mangga? ga seperti kebanyakan mangga di jakarta, mangga yang digunakan kuning mulus - cicuit...- dan berasa manis yang cocok dipadukan dengan ketan hangat lalu disiram santan manis. jadi dimakan malam-malam pun ga akan mengganggu perut. tapi untuk penggemar mangga, buah yang ada sini kurang berasa segar. mungkin memang cocok na dimakan dengan ketan kali ya, bukan untuk dimakan sendirian sebagai buah :D

seret makan ketan, cari cairan. banyak pilihan minuman, tapi satu yang bikin penasaran adalah jus beetroot (15 ฿). kenapa penasaran? karena selama ini rhe hanya tau tanaman ini digunakan sebagai pewarna makanan -saat itu jus tipco beetroot belum ada di indonesia-, sedangkan di sini kita bisa menikmati na sebagai jus yang disajikan dingin. srupppp. enak ternyata.... rasa na manis dan sedikit asam -mungkin dari campuran markisa na- 2 botol tandas :p
beetroot juice
klo jalan-jalan lupakan progran penurunan berat badanmu -rhe c ga ada masalah dengan ini- cz kapan lagi bisa makan makanan yang jika di jual di jakarta harga na berkali-kali lipat. rasa na juga lebih otentik. nomnom.

walaupun sudah malam dipikiran kami tetap saja makanan, ga peduli habis ini bobo' dan berapa kalori yang tidak tersalurkan. klo mau lebih banyak pilihan lagi cobalah ke food corner -sebutan kami- untuk zona di pojokan dekat tha phae gate yang memag merupakan kumpulan kios makanan. karena sudah terlalu malam, banyak kios yang sudah merapikan dagangan mereka. tapi kami sempat mencoba seafood dan makanan lain yang digoreng maupun dibakar. belum lagi pau dan scank lain yang kami iseng coba setiap melihat yang unik di jalan. al hasil, perut ini ga mampu menampung na dan harus dibawa balik ke penginapan -dasar si lapar mata-.
pilih sendiri yang mau kau panggang
-***-
related posts:
-  full itinerary of this trip
- previous: sunday night market
- next: chiang mai white house

lampion
travel date: 14 july 2013

"it feels like a perfect night to dress up like hipsters
 and make fun of our exes, uh uh uh uh
 it feels like a perfect night for breakfast at midnight
 to fall in love with strangers uh uh uh uh
 yeaaaah
"
 

#22-taylor swift

setiba na di tha phae gate yang menjadi entrance chiang mai sunday night market, kami langsung mencari penginapan -walo sesekali curi curi pandang ke gelaran dagangan- cz waktu kedatangan kami nyaris di akhir jam check in. sebagai informasi bahwa di old city chiang mai, jam check in guest house or hostel adalah jam 10 malam.

sebenar na yang rhe inginkan adalah menginap di nocky house yang terletak di dekat chang puak gate, sedangkan kami dari arah tha phae gate. jadi langsung aja mencari penginapan yang mudah terjangkau baik dari harga dan lokasi tapi masih ok. akhir na pilihan jatuh di chiang mai white house.

positif dapat penginapan langsung melesat ke sunday night market. jedag jedug jedag jedug -salah theme song yaks-. hingar bingar tengah malam memenuhi lokasi ini. selain karena lampu warna-warni yang menerangi lokasi dari stand yang ada maupun barang yang dijual, juga karena padat na pengunjung dan penjual.

chiang mai sebenar na juga memiliki spot night market yang buka reguler, tapi pasar malam dadakan di old city ini hanya buka setiap hari minggu malam. lokasi dan yang dijual pun berbeda. kebayangkan sepadat apa pengunjung di tempat yang hanya buka seminggu sekali ini.
miniatur ketemu daur ulang
berbeda dengan chatuchak weekend market bangkok yang didominasi turis belanja dari  indonesia, di sini kita bisa bertemu dengan backpacker dari banyak negara -yang keluar hanya dengan pakaian malam mereka-. serasa menjadi backpacker dunia sesungguh na. bukan dari berburu belanjaan tapi merasakan atmosfer dan suasana na untuk melihat serta menikmati apa yang menarik dari pasar malam ini.

barang-barang yang dijual relatif lebih murah dari bangkok dan lebih beragam. termasuk hasil kerajinan tangan maupun benda seni lain na. salah satu yang tidak ditemukan di bangkok dan ada di sini adalah kerajinan tangan dari suku pedalaman berupa gelang, tas, dompet kecil dan sejenis na yang dijual langsung oleh pengrajin na -dengan menggunakan baju adat mereka-. semacam budaya dan tradisi yang berbenturan dengan kapitalis.
postcard
selain kerajinan tangan dari suku pedalaman kita juga bisa menemukan kerajian lain na ataupun perlengkapan backpacker. rhe menemukan banyak bookmark dengan harga 1/10 harga di chatuchak. rista -temen jalan rhe- juga menemukan gaun dengan hand panting seharga 300 ฿. buat yang suka berkirim postcard, di sini banyak banget pilihan, dari yang khas thailand, chiang rai maupun suku-suku di sekitar na.
ornamen cahaya
puas melihat, puas belanja, puas bertemu budaya dan orang baru. saat na menuaskan perut dengan koleksi kulineran.
-***-
related posts: 
gorgeous bus
travel date: 14 july 2013

chiang rai-chiang mai sebenar na bisa ditempuh dengan naik bus sekali dari terminal ke terminal. tapi karena rute kami dari white temple ke night market maka jenis angkutan pun bertambah. pilihan na tergantung kemauan.

buat yang mau cepet:
- naik tuktuk dari depan white temple ke terminal chiang rai
- bus chiang rai-chiang mai
- naik tuktuk lagi dari terminal chiang mai ke old city

buat yang mo nekat:
- sebelum na udah beli tiket chiang rai-chiang mai
- dari white temple ke arah jalan besar. cegat bus chiang rai-chiang mai sesuai dengan tiket yang kau beli di jalan besar karena rute bus chiang rai-chiang mai pasti melewati jalan perbatasan di dekat white temple. agak pe'er nemuin yang tepat.
- naik apa aja ke arah old city

buat yang mo cepet, kurang nekat n kebanyakan duit -walo setelah na harus puasa:
- naik songtheaw dari perempatan rong khun ke terminal chiang rai (20 ฿)
- green bus chiang rai-chiang mai (vvip 288 ฿). bukan karena kebanyakan duit n pengen nyaman kami memilih na. tapi ini adalah bus pertama berangkat setelah kami sampai di terminal chiang rai -itung itung ngerasain jalan-jalan cantik-. dan baru tah klo bus vvip itu seat na 1-2, luas banget. fasilitas lebih tinggi dari cipaganti tapi harga ga semahal cipaganti dengan waktu tempuh chiang rai-chiang mai selama 3 jam
- dari terminal chiang mai naik songtheaw ke old city (20 ฿) turun di tha phae gate. lokasi ini menjadi awal sunday night market
chiang mai songtheaw
berbeda dengan chiang rai, songtheaw chiang mai bewarna merah. kita bisa menggunakan perbedaan warna ini untuk bisa tau apakah kita masih di chiang rai atau sudah masuk ke chiang mai
-***-
related posts:
-  full itinerary of this trip
- previous: mengintip surga di wat rong khun (white temple)
- next: sunday night market
warung kopi es "tak kie"
location: warung kopi es "tak kie", gang gloria, glodok

yang tinggal di jakarta pasti tau donk gimana panas na jakarta klo siang? panas-panas gitu siapa yang ga pengen minuman dingin? salah satu minuman dingin yang menarik perhatian -terutama pencinta kopi- adalah kopi es tak kie di kawasan pecinan glodok. 

how to get there:
- naik transjakarta turun di halte glodok
- keluar ke arah kanan, jalan kaki sampai pasar glodok
- masuk ke jalan pancoran
- di sebelah kanan ada deretan toko obat china, perlengkapan sembahyang dan camilan
- di deretan toko-toko itu ada gang kecil yang muka gang na ada penjual mie
- masuk ke gang, warung kopi es tak kie adalah bangunan permanen pertama di sebelah kanan, di depan na ada penjual pie oh -bulus masak tauco-

kedai kopi ini sudah berdiri sejak tahun 1927 dan sekarang diteruskan oleh generasi penerus na. tidak banyak perubahan yang bearti dibanding awal dibuka na. luas warung juga masih segitu-segitu aja. foto awal kedai ini bisa dilihat di koleksi foto yang dipajang di dinding kedai. selain koleksi foto juga ada karya seniman yang "nitip jual" di kedai ini. ruang publik yang digunakan sebagai pameran pubik, seperti na pemilik na mendukung karya seniman lokal seperti fungsi kedai kopi yang memang menjadi ajang ngobrol sana sini.


seperti nama na, tentu aja menu utama warung ini adalah es kopi. dan karena es kopi enak dinikmati siang-siang, jam buka kedai ini pun menyesuaikan, hanya sampai jam 1 siang. ada 2 jenis kopi yang ditawarkan, kopi item (14 rb) dan kopi susu (15 rb). dua-dua na bisa dipesan dalam bentuk panas maupun es.

es kopi vs kopi item
base coffee di sini dibuat dari racikan beberapa jenis kopi (arabica dan robusta) karena kata na meminum kopi campuran lebih enak dibanding 1 jenis kopi aja. klo boleh ngebandingin antara es kopi dengan hot coffee, rhe lebih memilih hot coffee karena rasa na lebih mantap -maklum ga keencerin oleh es batu-. untuk kopi item na sendiri rasa na bulat walaupun cukup ringan, ga pahit dan ga gosong dengan aroma yang tidak terlalu khas.

bagi yang tidak suka manis harap diperhatikan cz seperti kedai kopi lain na, gula langsung dimasukkan di dalam gelas -asal ga diaduk aja rasa na masih ok-. karena tidak terlalu suka manis maka rhe ga sempet untuk mencoba kopi susu na. perbedaan dengan kopi item adalah pemanis gula yang digunakan diganti dengan susu kental manis.

warung kopi ini tidak hanya menjual kopi tapi juga makanan berat. ada bacang, nasi tim, nasi campur atau mie kuah. jika tidak tertaik dengan menu yang ada di kedai ini kita boleh membeli makanan dari luar dan menyantap na di sini.

menu makanan favorit seperti na nasi campur karena saat rhe ke sana menu ini udah habis. coba merasakan mie kuah (20 rb) na, hampir sama dengan mie kuah kebanyakan dengan porsi normal.
mie kuah
jadi karena na memang warung kopi so... yang rekomen cukup kopi na aja. untuk makanan na, klo menemukan menu makanan yang lebih menarik dari luar, beli aja dan santap di dalam. -***-
wat rong khun
travel date: 14 july 2013

"say to the world
 you're my every reason
 you're all that i believe in
 with all my heart i mean every word
"

#beautiful in white-shayne ward

gerimis sore ketika kami sampai di terminal chiang rai. agak mikir juga untuk lanjut ke wat rong khun karena kami harus melanjutkan perjalanan sore itu ke chiang mai sebelum malam untuk mengunjungi sunday night market. tapi karena wat rong khun menjadi salah satu destinasi iconic di chiang rai, gambling dengan waktu, rhe memutuskan: harus tetap ke sana!

how to get there:
- dari terminal chiang rai naik bus -serupa kopaja- dari platform 13. pastikan lagi ke petugas karena tulisan tujuan yang ada di bus dalam aksara thai yang tidak terbaca
- turun di perempatan perbatasan chiang rai-chiang mai
- nyeberang jalan raya, jalan lurus sekitar 10 menit, ikuti arus pengunjung lain
- wat rong khun ada di samping kiri jalan dan cukup eye cathching

masuk ke wat rong khun tidak dikenai biaya tapi pengunjung diwajibkan berpakaian rapi dan sopan. pakaian atas harus menutup bahu dan pakaian bawah harus menutup lutut. ada petugas yang mengontol cara berpakaian pengunjung, jika belum sopan menurut mereka maka akan dipinjami kain penutup.
pastikan pakaian sopan sebelum masuk
lay out kuil ini menggambarkan perjalanan hidup manusia. jenis godaan seperti patung tengkorak dan minuman keras ada di bagian depan kuil. rupa-rupa wajah orang tergantung di pohon-pohon sepanjang jalan ke arah masuk kuil dengan ekspresi bahagia, sedih atau tampak menderita. patung wajah yang dimanfaatkan sebagai pot tanaman ini bewarna putih, senada dengan warna utama kuil yang sekaligus menjadi julukan na, white temple.
rupa-rupa wajah
seorang biksulah yang membantu rhe dari chiang rai hingga menemukan tempat ini. dan ketika masuk ke halaman dari bangunan utama, rasa takjublah yang ada, ini hasil karya manusia -cuma bisa mlongo sambil diam ga gerak-. pembangunan kuil ini dirancang dan dibiayai oleh chalermchai khositpipat. pembangunan kuil ini dimulai sejak tahun 1997 karena cinta beliau ke thailand dan tanah kelahiran na. beliau ingin rong khun bisa dikunjungi oleh turis dari seluruh penjuru dunia, dan keinginan itu seperti na berhasil dia wujudkan. kita bisa melihat na saat ini, suatu pencapaian dari kerja keras panjang. 
karya chalermchai khositpipat
sampai saat ini wat rong khun masih dalam tahap pembangunan. chalermchai bahkan menyusun komite khusus untuk pembangunan kuil ini jika pembangunan belum bisa diselesaikan ketika dia sudah meninggal dunia. 

sesuai julukan na, mayoritas warna di white temple adalah putih yang menggambarkan kemurnian sang buddha. bagian utama kuil dikelilingi oleh kolam koi. sejajar dengan kolam ini di sekitar bangunan utama, jika kita melihat ke bawah akan tampak patung tangan-tangan yang menggambarkan neraka, bagaimana mereka seakan mengharapkan pertolongan kita yang ada di dunia. selain itu kita juga bisa melihat ekspresi siksa neraka dari karma buruk yang mereka terima.  
menunggu karma
sebelum memasuki kuil utama pengunjung harus melewati semacam jembatan yang dijaga oleh 2 pria raksasa. mata tajam mereka tampak megawasi pengunjung, mengintimidasi mpe pengen bikin ngegelesor ke tanah. tak hanya kedua patung ini yang tampak na mengawasi pengunjung, petugas yang ada di sana pun demikian. mereka tak segan menegur pengunjung yang berlama-lama di satu tempat dan menghambat pengunjung lain, tapi teguran mereka terutama ditujukan ke pengunjung yang berjlanan bolak-balik -seperti rhe-.

filosofi jembatan ini adalah jalur ke surga sehingga kita harus melewati na sekali jalan dengan berjalan maju. ga ada kan yang mo masuk surga trus jalan mundur lagi, ati-ati kecemplung neraka malah ntar :D. jembatan dan bangunan utama tidak hanya bewarna putih tapi juga dihiasi dengan serpihan-serpihan cermin yang melambangkan kebajikan buddha yang terpancar ke seluruh penjuru bumi dan alam semesta.
penjaga surga
warna putih yang merupakan nuansa utama di sini sangat kontras jika dibandingkan dengan ruang utama. dalam ruang doa tetap ada patung buddha yang duduk bermeditasi pada lotus yang mengelilingin dunia bewarna emas seperti semua patung buddha yang ada di thailand. rasa na tenang muncul ketiika melihat patung buddha yang diletakkan di atas altar dengan hiasan api-api keemasan.

warna emas ini juga dapat dilihat dibeberapa spot lain seperti tolilet dan kolam permohonan. kenapa toilet di sini bewarna emas? ternyata perancang na memikirkan sejauh ini. selama ini orang selalu menganggap toilet sebagai tempat yang kotor, bau dan semacam na. dengan membuat toilet emas image kotor ini ingin dihilangkan, dan jika yang kotor aya bersih orang-orang pasti akan lebih tertarik untuk menjaga na tetap bersih. siapa sih yang tega mengotori toilet semacan ini.

kolam di samping kuil juga didesain dengan warna emas. ntah kolam apa ini sebenar na tapi banyak orang melemparkan koin dan berdoa di sini. ntah manjur atau tidak, ga ada salah na ngecoba. syukur-syukur terkabul. klo belum ya syukur-syukur bisa diijinkan main sini lagi untuk make a wish  lagi :)
kolam harapan
-***-
related posts: 
previous: green bus
- next: diangkut 3x ke chiang mai
NewerStories OlderStories Home