vihara avalokitesvara
"sudikah kau terima ku
 terlanjur sayangi
 terlanjur ingini
 semua yang ada
 di dalam dirimu"


#semua yang ada-d'cinnamons

ini adalah trip ga mo rugi setelah perjalanan jakarta-serang untuk dateng ke pernikahan rekan kantor yang diadakan di pandeglang. minim info tentang propinsi di ujung barat jawa jadi na memanfaatkan jasa google. dan pas googling yang muncul antara lain benteng dan kraton banten. ga cocok dengan rekan-rekan "cantik" akhir na vihara avalokitesvara yang menjadi pilihan.

how to get there:
- lewat tol jakarta-serang, keluar di pintu tol serang timur
- belok kanan pas lampu merah, susurin jalan. jalanan di sini lumayan banyak lubang dan berdebu, ga bisa buat mobil melaju cepat -apalagi kencang-, siapkan waktu lumayan lama buat perjalanan
- belok kiri saat berhadapan dengan sungai, jangan nyeberang ya. susuri sungai
- di ujung jalan ada benteng banten lama, putarin benteng. vihara ini akan kelihatan di sebelah kanan
gerbang masuk vihara
vihara avalokitesvara merupakan vihara tertua di banten. dibangun pada 1542 di desa dermayon dan dipindahkan ke lokasi saat ini pada tahun 1774. vihara ini dibangun atas prakarsa ong tien nio -istri sunan gunung jati, berasal dari tiongkok-. bangunan ini sudah mengalami beberapa kali pemugaran, terakhir di tahun 2009 setelah terjadi kebakaran. jadi tidak heran jika banguan na terlihat baru walau bentuk asli na masih dipertahankan.

patung tertua di sini adalah dewi kwan im, mungkin ini juga yang menjadi dasar penamaan vihara ini, avalokitesvara. patung kwan im menjadi satu-satu na patung yang berhasil diselamatkan saat peristiwa kebakaran 2009. secara keseluruhan, terdapat 16 patung di dalam vihara.
bersama anak singa batu
di bagian dalam na terdapat semacam aula dan ruang terbuka dilengkapi dengan bangku taman. untuk menuju ke sana kita bisa melewati lorong yang ada. di atas lorong ini terdapat lukisan dinding yang menggambarkan peristiwa meletus na gunung krakatau tahun 1883, mulai dari letusan na sampai air bah dan bencana yang ditimbulkan. selain itu digambarkan pula orang-orang yang berlindung di dalam vihara dan berdoa memohon mukjizat keselamatan. dan doa itu pun terjawab dengan selamat na orang-orang yang berlindung di dalam vihara dari air bah yang datang.
lorong dan lukisan dinding
walaupun merupakan klenteng tri darma, penganut kepercayaan lain boleh masuk ke sana selama sopan dan tidak mengganggu. kami datang di hari sabtu, saat banyak peziarah yang datang sembahyang. tidak tau klo tempat dupa di bagian depan adalah lokasi penting, kami asik aja berfoto di situ. maaf, rhe sungguh tidak tau dan para peziarah ini seperti na cukup memaklumi dengan bersedia menungggu kenarsisan kami di depan vihara. makasih... -padahal ditegur aja boleh lho- ^^v
menara pembakaran
selain sembahyah mereka juga melakukan doa leluhur atau mengirim "sesuatu" untuk arwah yang meninggal. barang-barang ini dibakar di menara pembakaran yang terdapat 2 buah di samping vihara, kanan dan kiri. barang yang dibakar tidak hanya dikirim sebagai bekal arwah yang meninggal tapi juga untuk memberikan "upeti" pada para penjaga alam baka untuk menjaga arwah leluhur mereka. konsep yang menarik, bahwa sifat manusia dibawa sampai ke alam baka, bahkan sampai ke penghuni asli na.
sisa pembakaran
puas mengekspor vihara, kami melanjutkan kunjungan singkat ke benteng spellwijk. nama spellwijk diambil dari nama gubernur jenderal belanda yang menjabat pada masa benteng ini dibangun, cornelis janszoon speelman. benteng ini terletak di depan vihara avalokitesvara, cukup menyeberangi parit yang memang dibangun mengelilingi benteng. melihat kompleks ini sepintas seakan kembali dibawa ke ayutthaya, saat kemegahan masa lalu tersisa dalam puing-puing. setidak na di sana sudah direstorasi sedangkan di sini masih diabaikan.

kontruksi utama benteng yang dibangun untuk mencegah serangan banten ini adalah batu bata dan batu karang. maklum bangunan ini dibangun di dekat selat malaka yang saat itu memang menjadi pusat perniagaan. jangan bayangkan benteng ini memanjang dari titik yang satu ke titik lain karena bangunan na kotak seperti lapangan. bahkan saat kami datang banyak anak menggunakan tempat di dalam na sebagai lapangan bermain sepak bola -lengkap dengan gawang-. sedangkan penduduk sekitar na menggunakan lokasi ini sebagai tempat melepaskan ternak mereka seperti kambing dan ayam. sungguh kotor, tai dimana-mana. belum lagi grafiti yang banyak dijumpai di dinding batu na. dan yang paling miris adalah spot di samping jalan masuk yang digunakan sebagai tempat pembuangan akhir, bau sampah banget.

padahal jika diperhatikan baik-baik ada menara utama dan ruang pengintip yang masih utuh -walo banyak coretan dan bau pesing-. ruang bawah tanah dan bunker na pun juga masih ada. sayang jika sebuah peninggalan hanya menjadi puing dan kehilangan fungsi sejarah na. pengelolaan dan campur tangan pemerintah seperti na perlu. mungkin juga pergerakkan warga lokal atau traveler yang membuat na jadi tempat "ngehits". biasa na klo udah gitu, walau terkesan pungutan liar tapi setidak na ada yang merawat dan memperhatikan.
sebagian benteng yang masih berwujud
memikirkan na saja sudah membuat lapar. mari cari makan. sebenar na kami sempat makan siang di rumah makan soup ikan taktakan. saking semangat makan na sampai lupa mengambil foto na -googling aja ya yang mo tau-. harga per mangkuk na lumayan mahal tapi bisa dimakan untuk 2-3 orang dengan pelengkap lain na. soup ikan na bening dengan rasa segar karena tomat hijau di dalam na. daging na juga tidak amis. sedangkan untuk buah tangan, makanan yang khas di sini adalah sate bandeng. ikan bandeng na dibungkus tempelan semacam adaonan otak-otak kemudian dibakar. ikan semua ya, karena dekat laut kali -masa bodo'-. ada 2 pilihan rasa, original dan pedas yang dijual dengan harga 35 rb.
sate bandeng

ada kudapan lain yang juga menggiurkan untuk dicoba. tapi karena letak na lebih mengarah ke pandeglang dan jauh dari lokasi benteng maka kami melewatkan na, durian jatohan. kata na durian di sini dijamin manis karena bukan dipetik tapi nunggu jatoh, maka na dijamin durian tua. klo ga manis boleh langsung ditukar ke penjual na. okay, masuk list kuliner selanjut na. memang harus berkunjung ke banten lagi seperti na. demi durian :D  -***-
jarak hanyalah kata yang menyelinap di antara tempat kau berdiri dan keindahan

deretan cafe
travel date: 16 july 2015

"centuries are what it meant to me
 a cemetery where i married the sea
 stranger things could never change my mind
 i've got to take it on the otherside
 take it on the otherside
"


#otherside-red hot chili peppers

kebersamaan dalam keterasingan. mungkin seperti itulah rasa na berada di tempat ini. berkumpul bersama backpacker dari berbagai negara di suatu lokasi yang memang diperuntukkan bagi mereka. kau bisa menjumpai beragam karakter orang, gaya, etnis dan rupa-rupa mereka. tak hanya dari pendatang na, keberagaman ini ternyata juga muncul dari fasilitas yang ada di sana.
kaos dagangan
mayoritas fasilitas yang ada adalah kios, bar dan penjual -apapun yang bisa dijual dari barang sampai jasa-. kawasan ini sudah ramai dari siang. tapi akan mencapai puncak na di kala malam. saat musik dimainkan, saat beer dan alkohol dikeluarkan dan saat semakin banyak orang keluar dari kamar mereka. jedag jedug, jedag jedug. buat yang harus tidur tenang better jangan memilih penginapan di sekitar sini.

kawasan backpacker ini dimulai dan berujung di khaosan road. sepanjang jalan na menyediakan semual fasilitas dan kelengkapan backpacker. tak hanya di khaosan road saja, bahkan jalan-jalan di sekitar na juga ramai oleh penjual dan para backpacker. apa yang kau butuhkan semua disediakan. kelelahan setelah keliling seharian? jasa thai massage dengan beragam tarif tersedia di sama. yang ingin mencari buku impor murah juga ada. dan yang paling penting... lokasi hang out sambil makan dan ngobrol dengan mereka dari berbagai negara.
dari kios buku sampai bar
sebuah cerita yang membuat malu adalah untuk pertama kali na di sini rhe menyangkal sebagai orang indonesia. memanfaatkan wajah yang mirip dengan orang vietnam or philipine, rhe menggunakan na sebagai identitas. gimana ga, saat ngobrol bersama backpacker denmark dan australi mereka sangat terganggu dengan turis indonesia di bangkok. kenapa? karena menurut mereka orang-orang indonesia ini bukan backpacker tapi sok backpacker. mereka adalah turis sejati bukan dengan tujuan untuk melihat, menikmati dan menyelami tempat baru yang kau kunjungi tapi untuk: belanja! ya... mungkin itulah cara orang indonesia menikmati backpacker na, eh bukan, liburan na.

maaf, untuk kali ini rhe sepakat dengan omongan teman-teman baru tadi :)
-***-
related posts:
-  full itinerary of this trip
previous: tarif ekomoni ayutthaya-bangkok
- next: santapan wajib di thailand

pad thai
location: khaosan road

ke thailand rasa na belum sah klo belum mencoba makanan yang satu ini, pad thai. mie goreng yang dicampur dengan bahan lain na ini menjadi salah satu makanan khas di bangkok. kita hampir bisa menemukan makanan ini di semua lokasi. original na pad thai menggunakan daging babi. tapi kali ini yang rhe pesan adalah vegetarian pad thai plus telur (30 ฿). isi na tentu ana mie dan telur -dikeplak- :D. penambahan lain ada wortel, tauge, selada dan beberapa daun yang rhe ga tau nama na. dimakan di pinggir jalan sambil ngeliatin abang penjual na menyiapkan menu lain untuk pembeli yang ngantri dengan aroma yang terus menguar dari wajan na. sedap.
por pia
cemilan na yang wajib dicoba adalah por pia. semacam lumpia goreng, isi na hampir sama dengan sayuran yang dimasukkan ke pad thai -tanpa mie tentu na-, masih dengan telur. kriuk-kriuk dah. rasa na mirip didominasi dengan bawang dan kau bisa memilih sendiri cabe pedas na, bisa bubuk cabe sampai semacam acar cabe. tapi jangan berharap nemu cabe rawit kunyah ya :D
-***-
related posts: 
tiket kereta ayutthaya-bangkok
travel date: 16 july 2013
website: http://www.railway.co.th/checktime/checktime.asp?lenguage=Eng

tiket kereta ayutthaya-bangkok tidak bisa dibooking sebelum na. bahkan saat kami sampai pagi hari dan akan membeli tiket untuk keberangkatan sore pun petugas loket menolak pembelian kami. ya udah, nyantai aja. mereka lebih tau dari kita. tapi klo pengen aman dan ngotot-ngototan beli tiket biar ga kehabisan, silahkan saja :D. just info, kereta ke bangkok ada hampir setiap jam na.

keberadaan website lebih untuk melihat jadwal kereta daripada untuk booking tiket. ada beberapa kelas yang disediakan. perbedaan tarif na bukan berdasarkan waktu tempuh tapi dari kapasitas dan interior kereta. berdasar perkiraan lama explore ayutthaya, kami berencana menggunakan express train (16฿) atau rapid train (6฿). tapi seperti na explore ayutthaya tidak memerlukan waktu sebanyak yang kami rencanakan sehingga kami sampai 2 jam lebih cepat dari kereta yang ingin kami tumpangi. masih bisa bebenah dan ke toilet -kebutuhan rista- pikir na.

dan percakapan gila gaya manusia purba inilah yang terjadi;
rhe (r): "2 tickets to bangkok"
petugas loket (pl): "30 ฿" -sambil pake jari-
r: nyodorin 100 ฿, berpikir harga tiket satu na 30 ฿ cz rencana na kami naik kereta seharga 6฿ or 16฿
pl: balikin duit 100 ฿ sambil nunjukin duit 50 ฿
r: ni maksud na apa c, kurang atau minta uang pas? -minjem ke rista 10 ฿- lanjut bayar 60 ฿
pl: nerima duit, ngasih tiket sambil ngasih kembalian 3฿
r: nerima semua na dengan bingung cz harga tiket na sangat jauh lebih murah dari estimasi kami, 15 ฿ per orang. ini kereta apaan?
r: "where the train?
pl: nunjuk kereta yang sedang ada di jalur
r: "what time the train to go?"
pl: "now!"
langsung ngibrit ngejer kereta yang perlahan udah mulai jalan, ga jadi kebelet, batal ke toilet.

pas masuk kereta langsung tambah kecepatan -gila-, dan memang ternyata di dalam udah penuh penumpang. hanya kosong beberapa bangku sehingga rhe ma rista harus duduk terpisah -kasihan juga dia jadi harus nahan kebelet selama perjalanan-. kereta yang kami naiki adalah kereta biasa kelas ekonomi -pantes harga na murah banget-. so far bentuk kereta na sama dengan kereta dari chiang mai ke ayutthaya. pembeda na adalah jenis bangku na, yang ini keras dan duduk na berhadapan. masih bisa tahan lah untuk waktu tempuh 1,5 jam.
3rd class, ordinary train
walaupun tidak berdesak-desakan tapi kereta ini mirip KRL atau kereta jaman dulu di mana pedagang asongan bisa masuk ke dalam. mulai dari pedagang minuman, snack dan buah potong. pengguna mayoritas adalah warga lokal walo terlihat 1 atau 2 pasang turis. ada warga yang cuek aja, ada yang ramah. kebetulan di samping rhe adalah sepasang nenek yang menuju bangkok. sempat ada percakapan sekilas sampai ditawarin bekal mereka. hahaha... bawaan ibu-ibu dimana-mana sama ya, suka banget nawarain makanan :D
pemberhentian akhir
ga kerasa 1,5 jam berlalu. saat pemandangan sawah mulai digantikan dengan bangunan. saat nuansa hijau pedesaan mulai digantikan pemukiman kumuh di sekitar lintasan -ternyata dimana-mana masih sama kehidupan pinggir rel na-. akhir na kami tiba di tujuan akhir trip kali ini, bermula dari bangkok kembali ke bangkok.
hua lampong station
-***-
related posts: 
makan siangku :)
location: chao phrom market

ini adalah pasar sebenar-benar na. niat na kulineran dengan nuansa lokal yang kami dapat adalah pasar penjual bahan makanan. hampir bisa dibilang pasar becek dengan segala produk pertanian setempat. bingung juga mau makan apa cz jelas kami tidak mungkin memasak bahan makanan yang dijual di sana -padahal pengen nyoba atu atu-.

selesai melihat-lihat barang yang dijual, akhir na kami menemukan bagian pasar yang menjual makanan siap saji. zona ini terletak di tepi jalan, di samping parkiran yang menghadap ke ruko yang ada bank na. mulai dari snack, kopi, es sampai makanan berat. snack lokal sampai fusion bisa ditemukan di sini, seperti aneka sushi hias -ada yang bentuk na doraemon lho- dan dim sum mini. untuk minuman na, kami memilih milk tea ice (2฿) yang cocok diminum saat cuaca terik. sedangkan makanan na kami mampir di sebuah kedai yang dijaga oleh seorang ibu ramah dan bisa berbahasa inggris -walo patah patah-.

di sini juga tidak disediakan menu. cara memesan na, pertama, pilih jenis mie yang menjadi menu utama na, kecil, sedang atau besar. kedua, pilih jenis daging yang menjadi topping na, ada berbagai bagian dari badan babi dan ayam. terakhir, pilih jenis kuah na. dan... dengan sentuhan taburan akhir, tada... menu makan siang pun siap dinikmati.
meat topping
menu yang rhe pilih adalah mie kecil dengan daging babi tanpa jerohan plus kuah bening. makanan ini diberi harga 2฿ yang tentu na sangat terjangkau. dengan porsi yang cukup mengganjal tapi ga bikin kekenyangan, kami masih memiliki space untuk mencoba makanan lain na. dan yang sempat kami coba sebelum melanjutkan perjalanan kembali ke stasiun adalah cumi bakar (20 ฿). cumi na biasa aja, tapi bumbu siram na luar biasa. pedas dan asem maksimal dengan sedikit manis. sangat cocok dengan selera rhe. satu mah ga cukup :D
cumi bakar
-***-
related posts:
-  full itinerary of this trip
previous: wat maha that
- next: tarif ekomoni ayutthaya-bangkok
jejak wat maha that
travel date: 16 july 2013

"i believe in karma what you give is what you get returned
  i believe you can’t appreciate real love until you’ve been burned
  i believe the grass is no more greener on the other side
  i believe you don’t know what you’ve got until you say goodbye
"


#affirmation-savage garden 

so do i babang ganteng. rhe percaya klo perjalanan panjang dengan panas terik ke sini berbuah manis. sepanjang kemampuan tempat ini menyimpan sejarah masa lalu mereka, satu yang paling megah tersimpan di wat maha that. 

how to get there:
- dari wat lokaya suttharam keluar ke arah uthong road
- ikuti jalan sampai ketemu ayutthaya rajamangala university, belok ke kanan
- sampai ke ujung jalan sebenar na sudah termasuk kompleks candi, tapi untuk menemukan pintu masuk na kau harus memutar searah jarum jam. bagi pejalan kaki seperti na bisa langsung masuk di ujung jalan ini
- wat maha that merupakan lokasi yang banyak dikunjungi turis, jadi kau tinggal mengikuti arah keramaian atau turis lain yang akan ke sini

salah satu peningalan yang menarik kunjungan turis ke sini adalah patung buddha lilit. patung ini merupakan patung kepala buddha yang terlilit oleh akar pohon. kurang tau apakah memang patung ini hanya terdiri dari kepala na saja atau ada bagian badan yang bukan lagi terlilit akar tapi tertimbun tanah. tidak ada keterangan tentang itu. melihat pertumbuhan pohon yang melilit na, ada kemungkinan ntah berapa puluh tahun lagi patung ini akan hilang, ditelan akar yang selama ini melilit na. maka sempatkan waktu untuk melihat saat masih belum tertimbun akar sepenuh na.

masuk ke kompleks candi -sedang direnovasi di beberapa bagian saat itu- dikenakan tarif 50 ฿. -lagi lagi- memanfaatkan tampang yang kata na mirip dengan warga lokal, kami mencoba masuk tanpa bicara -ketauan ntar dari bahasa na klo ngomong-. dan hasil na... penjaga loket terkelabuhi. hehehe.... bebas masuk -walo baru bisa napas lega setelah jauh dari loket-. pufh...

di dalam konpleks ternyata suah ramai dengan pengunjung. beberapa guide menjelaskan sejarah candi ke rombongan yang menyewa mereka, sedangkan rhe cuma nguping selain membaca singkat papan yang ada di sana.
little stupa
wat maha that terletak di timur grand palace. candi ini adalah tempat ibadah yang paling disegani pada masa na karena relik buddha disimpan di chedi utama na. vihara ini juga pernah menjadi tempat berdiam leluhur agung.

cerita di ayutthaya mengisahkan chedi maha that sudah mulai dibangun pada masa pemerintahan phra bprpm rajathirat I (khun luang pha-ngua) tahun 1374 dan selesai pada masa pemerintahan raja ramasuan. pagoda utama sempat jatuh pada masa pemerintahan raja song tham dan diperbaiki kembali oleh raja prasat thong. vihara ini pernah dibakar dan dihancurkan pada akhir perang ayutthaya burma tahun 1767 dan menyisakan keruntuhan na.

pengunjung tidak akan langsung menemukan patung buddha lilit. pemandangan candi tua akan menghantar kita ke sana. sebuah candi yang miring -mungkin korban perang dengan burma atau karena bencana alam-, lapisan-lapisan dinding candi yang sebagian besar sudah runtuh dengan pahatan kisah yang sudah sulit dilihat karena dimakan usia. semakin ke arah luar semakin rusak. mungkin bagian dalam -yang pasti na mendekati bagian utama candi- sudah pernah dipugar.
buddha lilit
kontruksi utama candi terdiri dari batu bata, hanya arca na yang dipahat pada batu kali. tipe yang sama dengan kontruksi wat chai watthanaram. kami tiba di patung buddha lilit saat sepi pengunjung. berfoto di sini ada aturan na, kita tidak boleh lebih tinggi dari buddha. karena kepala buddha terletak tepat di atas tanah maka kita harus jongkok atau duduk jika ingin berfoto dengan na. ada petugas jaga yang senantiasa mengawasi pengunjung untuk menaati aturan tersebut. 

muncul rasa kasihan saat sekilas melihat kepala sang buddha, seakan melihat orang yang sedang berada di tali gantungan dan menunggu ajal. tapi jika dilihat dari dekat, kau akan menemukan ekspresi ketenangan seseorang yang siap menuju nirwana, tidak lagi peduli dengan kehidupan duniawi dan siksa neraka. jadi pengen menyentuh na untuk mendapat ketenangan yang sama. sayang ada pembatas untuk pengunjung di sekitar patung sehingga kita tidak bisa terlalu dekat, mungkin itu salah satu cara untuk menjaga keselamatan patung yang memang sudah sangat tua –dan mungkin renta-.
pilar
berkeliling di kawasan wat maha that di mana-mana isi na bangunan batu bata. ada salah satu pilar yang menarik perhatian. ga tau ini memang bentuk asli na yang masih bertahan hingga sekarang atau memang sudah dipugar untuk memberi gambaran ke pengunjung perkiraan kemegahan candi ini pada masa na. pilar ini masih berdiri tegak dengan ketingggian yang bisa dibilang sangat tinggi untuk masa dia dibangun, sementara tiang lain sudah hilang atau runtuh dan hanya meninggalkan sisa pondasi na saja. kami mengakhir kujungan sambil beristirahat sebentar di tepi danau samping komplek candi dengan kekaguman yang misterius, karena yang misterius inilah yang kadang menarik kita kembali ke sana bukan.
-***-
related posts: 
wat lokaya suttharam
travel date: 16 july 2013

"holding onto patience, wearing thin
  i can't force these eyes to see the end
  if only time flew like a dove
  well, we could watch it fly and just keep loking up"

#hallelujah-paramore

rasa na seneng banget akhir na bisa sampai ke tempat ini. selain memang karena kabar yang mengatakan ada na patung buddha tidur tertua, untuk mencapai lokasi na juga perlu perjuangan. bukan karena jarak tapi karena beberapa kali nyasar dan nyaris ngebatalin kunjungan ke destinasi ini. dan jalan terang selalu muncul setelah kami hampir menyerah, thanks god -nafas lega-.

how to get there:
- susur sungai chao phraya dari jembatan arah wat chai watthanaram
- belok ke kanan saat sungai mulai belok ke kiri. ada vihara di sebelah kanan jalan sebagai penanda na. jangan keliru dengan vihara ini dan jangan ragu masuk lebih dalam lagi walau terkesan jalan buntu
- wat lokaya suttharam berada di ujung jalan yang tampak na buntu ini

patung buddha tidur tertua di thailand ini menghadap ke barat dengan posisi kepala di utara. ketinggian na mencapai 8 meter dengan panjang 29 meter. tentu aja patung na sudah mulai lapuk di makan cuaca karena tidak ada pelindung selain selembar kain jingga yang menutup patung dari leher sampai mata kaki.

arsitektur dan desain wat lokaya suttharam mungkin dibuat pada masa awal keberadaan ayutthaya. perbaikan na dilaksanakan selama masa pemerintahan king narai. dari data yang ada, sosok penting di sini, sang buddha tidur terbuat dari batuan yang diberi pelapis. awal na banyak pilar disekitar na namun sekarang yang tersisa tinggal pondasi na. bentuk semula saat ditemukan tidak ada ornamen yang melapisi patung ini, namun selama perbaikan di tahun 1956 pelapis dari semua bagian patung mulai diberi ornamen dan dekorasi.

kepala patung bersandar pada teratai, bertolakan dengan bagian bawah na yaitu telapak kaki yang sejajar saling bersandar atas bawah. pada area di bawah kepala terdapat gold leaf yang bisa na menyertai sosok orang-orang berjasa atau orang suci. selain itu figure bunga dan daun tadi juga dimaksudkan untuk sesembahan dalam pemujaan.

saat sampai lokasi na sepi, tidak ada pengunjung selain kami, hanya ibu penjual bunga yang langsung menawari kami dagangan mereka. ada semacam altar kecil di depan patung sang buddha tidur. mungkin benar tempat ini masih aktif digunakan untuk pemujaan. tampak dari sisa dupa yang masih baru dan bunga-bunga segar yang ditinggalkan. seperti na tempat ini memang cocok untuk memanjatkan doa bagi mereka yang percaya, selain sepi juga sudah ada sejak dulu. ntah sudah berapa permohonan yang berhasil dikabulkan di sini.
patung buddha tidur
-***-
related posts:
-  full itinerary of this trip
previous: peninggalan di sekitar chao phraya
- next: wat maha that

sungai chao phraya
travel date: 16 july 2013

"since we connect behind closed doors  spark this fire even more
  no telling where we will be next
  surreneder to your rapture arrest
  lay your head, let the slumber float
  can't resist, that's why words were wrote"

#rapture-nadia ali

sangat menggairahkan menyusuri chao phraya, terutama karena kau bisa menemukan banyak peninggalan sejarah di sekitaran na. selain wat chai watthanaram, terdapat banyak candi dan vihara lain. salah satu yang cukup besar, menarik atau punya penanda khusus untuk rhe ingat seperti wat lot chong.
vihara kecil sebelum wat chai watthanaram
tempat ini tidak terlalu besar atau termasuk dalam daftar kunjungan. rhe sempat mampir karena di depan vihara ini terdapat swalayan kecil yang kebetulan menjual air. maklum cuaca di ayutthaya sangat panas plus harus ngegoes seharian membuat kami dehidrasi dan harus menemukan air dengan segera. penanda wat lot chong adalah patung besar yang ada di luar vihara.

selain vihara ini, salah satu yang menarik adalah wat kasattrathirat worawiharn. kami melihat na dalam perjalanan ke wat lokaya sutthanaram. vihara ini berada di seberang sungai chao phraya. jembatan untuk menyeberang sudah jauh di belakang dan rhe ga tau gimana cara untuk menyeberang sungai. karena na kami hanya bisa memandang tempat ini dari seberang sungai.
wat kasattrathirat worawiharn
tidak ada catanan kapan wat kasatthrathirat worawiharn dibangun. pasa saat perang, burma menggunakan vihara ini sebagai pusat militer untuk melakukan pengeboman melintasi sungai ke arah kota. selama perang tersebut lama kelamaan vihara ini hilang total sampai pangeran isranurak -sepupu king rama I- memperbaiki na dengan nama baru. mungkin ini alasan mengapa bangunan ini tampak baru dan indah.
chedi sri suriyothai di wat suan luang
tak kalah menarik dengan vihara di seberang sungai chao phraya, terdapat bangunan lain di tepi uthong road. bangunan yang dicat serba putih dan terletak di si suriyothai park ini merupakan salah satu bagian dari wat suan luang. tempat ini kata na digunakan sebagai tempat penyimpanan militer tapi masih belum jelas kebenaran na. dari bentuk na aja tempat ini bisa memanjakan mata, mungkin karena sesuai nama na yang bearti monastery of the royal garden. chedi di samping vihara yang terletak persis di sebrang jalan disebut sri suriyothai yang baru diperbaiki pada 1990. kota sepi ini rupa na ramai dengan peninggalan bersejarah.
-***-
related posts: 
travel date: 16 july 2013

how to get there:
- dari arah stasiun, lewati lingkar luar ayutthaya -benar benar melingkar- sampai ketemu sungai chao phraya
- seberangi sungai, belok ke kiri ke jalan masuk arah candi. wat chai watthanaram sudah terlihat dari seberang sungai sebelum kita menyeberang
- jika masih ragu ikuti petunjuk yang ada cz penanda arah di ayutthaya mayoritas menunjukkan arah ke candi

candi yang terletak di sebelah sungai chao phraya ini sangat impresif walaupun tampak kuno. maklum wat chai watthanaram didirikan pada tahun 1630. terbuat dari batu tua, candi ini tampak menampilkan beberapa reruntuhan. bukti usia tua bangunan ini juga terlihat dari patung yang ada, hanya beberapa patung yang masih utuh sedangkan yang lain na sudah kehilangan bagian tubuh na atau hilang sama sekali. candi utama setinggi 35 meter yang dikelilingi 4 candi kecil di level yang sama. 

wat chai watthanaram dibangun oleh raja prasat thong sebagai candi pertama masa pemerintahan na. bangunan ini didirikan untuk mengenang ibu na yang lahir di daerah ini. jasad sang ibu juga dimakamkan di lokasi ini. arti nama wat chai watthanaram adalah the temple of long reign and glorious area. sebenar na terdapat beberapa jalan masuk ke candi utama, tapi saat ini hanya terdapat sisa pondasi dinding pembatas na sehingga kita bisa masuk dari semua penjuru. sebagai interior dinding terdapat lukisan tangan, tapi karena usia maka yang tersisa tinggal relief. 

saat terjadi perang dengan burma, marak pencurian batuan dan patung buddha sehingga departemen seni thailand harus membangun na kembali di tahun 1987 dan sebelum dibuka untuk umum pada tahun 1992.

wat chai watthanaram
pengunjung dikenakan biaya 50 ฿ untuk sekali masuk. tapi jika cukup beruntung dianggap sebagai warga lokal, maka kita bisa masuk gtartis :D. ntah masih pagi atau karena alasan lain, lokasi ini sepi pengunjung. suasana magis dan sepi inilah yang membuat kami ingin cepat-cepat beranjak ke detinasi selanjut na.
-***-
related posts:
-  full itinerary of this trip
previous: ayutthaya sebagai sebuah kota tua
- next: peninggalan di sekitar chao phraya
NewerStories OlderStories Home