wat phra singh

travel date: 15 july 2013

"i only miss you when i'm breathing
  i only need you when my heart is beating
  you are the color that i'm bleeding
  i only miss you when i'm breathing"

#breathing-jason derulo

yes, i miss you in this place, wat phra singh, yang merupakan kompleks candi terbesar kedua di old city. berbeda dengan wat chedi luang yang menyajikan keanggunan, wat phra singh menyediakan keteduhan. mungkin efek komplek taman di dalam na yang terdiri dari pohon-pohon tinggi. cocok untuk mengistarahatkan kaki yang lelah ngegoes dan sejenak mengambil nafas.

wat phra singh dibangun pada tahun 1345, tempat emerald buddha berada sebelum dipindahkan ke wat chedi luang dan sekarang berada di grand palace, bangkok. sedangkan penamaan na dilakukan pada tahun 1367 dengan phra singh yang bearti lion buddhacandi ini pernah runtuh pada abad ke 18 namun direstorasi pada awal 1900an. 
patung buddha
bangunan paling besar di sini adalah vihara luang sebagai tempat doa utama. bentuk bangunan na serupa dengan vihara kebanyakan di old city, beratap merah dan pilar penyangga putih. di dalam na terdapat patung buddha dengan posisi duduk berlapis emas dan tembaga. 
stupa di samping taman
di samping vihara utama terdapat perpustakaan. jangan bayangkan perpustakaan yang kaku, di sini bangunan perpustakanan na mirip dengan bangunan vihara -hanya saja bangunan na lebih kecil-, juga beratap merah dan ornamen naga yang menjaga tangga masuk na. di belakang perpustakaan terdapat terdapat taman. di samping taman inilah terdapat chedi dengan lanna style bewarna putih. 

di antara vihara utama dan chedi terdapat bangunan lagi seperti vihara dengan ukuran lebih kecil. vihara kecil yang beratap hitam dan dinding mayoritas terbuat dari kayu ini disebut vihara lai kham. yang menarik di dalam vihara lai kham terdapat 7 "biksu" yang duduk di altar na. jika para "biksu" ini di tempatkan di posisi normal, rhe mungkin akan mengira na sebagai biksu sungguhan yang sedang berdoa. tapi karena mereka duduk di altar, maka timbul pertanyaan, sebenar na mereka itu apa?
biksu di vihara lai kham
melihat mereka dari dekat, rhe sangat kagum dengan pembuat na. patung-patung lilin ini sangat nyata menyerupai asli na. mulai dari ukuran, ekspresi, kerutan sampai pada bintik-bintik coklat yang biasa na muncul di kulit lansia. sempurna. tinggal dikasih nafas roh aja seakan mereka bisa berdiri dan berjalan turun dari altar -kenapa malah jadi horor ya?-. apapun itu, karya ini mengagumkan. di tambah lagi diletakkan di bangunan dengan ornamen yang membuat aura patung-patung ini memancarkan sosok asli na. saking kagum na dengan patung lilin ini, rhe ga terlalu memperhatikan patung buddha yang ada di dalam na :D
patung lilin
-***-
related posts: 




wat chedi luang
travel date: 15 july 2013

"but i do it for love, waiting on the gold rush
  keep it on the edge, smoking on a roll up
  when i see my friends, all they say is hold up
  and remember the time"

#gold rush-ed sheeran

memotret masa di wat chedi luang, seakan melihat kembali kejayaan na melalui stupa terbesar di old city ini. nama na sendiri mengandung arti temple of the big stupa. walau sebagian bangunan na telah runtuh karena gempa, keanggunan na masih tetap terlihat. chedi luang juga menyimpan sejarah sebagai tempat ada na emerald buddha yang sekarang dipindahkan ke grand palace, bangkok.

pembangunan wat chedi luang dimulai dari tahun 1391 sampai dengan 1475. tinggi bangunan awal na adalah 84 m dengan diameter 54 m -kebayang kan seberapa gede na :o-, tapi saat ini tinggi na hanya 60 m karena runtuh akibat gempa pada tahun 1545 -dan tetap merupakan stupa tertinggi di chiang mai-. selain karena gempa, catatan sejarah menceritakan keruntuhan na disebabkan oleh ledakan selama perebutan kembali chiang mai dari burma -sekarang myanmar-.
restorasi patung gajah
restorasi tempat ini didanai oleh unesco dan pemerintah jepang. selama restorasi muncul elemen baru dari thailand tengah -bukan lanna style- seperti desain naga dan ceruk tempat patung buddha berada. di bagian selatan candi terdapat patung gajah yang terbuat dari semen. tapi restorasi ini terhenti saat tidak ada yang tau bagaimana bentuk asal bangunan ini. dalam perkembangan na, dibangun  juga beberapa vihara di kompleks wat chedi luang yaitu wat ho tham dan wat suk min.
wat ho tham
wat ho tham merupakan vihara pertama yang kita temui begitu masuk ke kompleks wat chedi luang. dibangun pada tahun 1928, bewarna putih dengan atap merah berornamen emas. di dalam na terdapat patung utama buddha yang disebut phra chao attarot dengan posisi berdiri dan telapak tangan kanan terbuka ke depan -abhaya mudra-
phra chao attarot
abhaya mudra merupakan posisi yang menyimbolkan perlindungan dan penentram yang menghilangkan ketakutan. posisi ini berbeda dengan buddha di wat chedi luang yang semua na duduk bersila.

selain dekorasi na, bagian dalam vihara ini juga bernuansa emas kekuningan mulai dari lampu sampai lantai na. bagian menarik adalah kotak donasi yang disediakan di sini. tidak seperti kotak donasi di wat phra thart, di sini kotak donasi yang disediakan berbentuk mini biksu membawa mangkuk sedekah. seakan dengan memasukkan koin ke dalam na, kepala biksu yang tersenyum cerah akan bergoyang mengucapkan terima kasih -ngayal-. so cute... 
donasikan ke biksu
di bagian selatan kompleks terdapat salah satu vihara lagi, wat suk min. vihara ini dibangun dengan ornamen kayu bewarna hitam. untuk masuk ke dalam na terdapat tangga yang dijaga oleh naga.
wat suk min
salah satu yang tidak boleh kelewatan adalah patung buddha tidur yang merupakan posisi paling populer karena dipercaya sebagai posisi buddha saat wafat. patung ini terdapat di sebelah barat wat chedi luang berdampingan dengan sebuah patung buddha lain dengan posisi duduk. kurang tau apakah ini termasuk lokasi sembahyang atau tidak karena tidak sempat melihat ada yang bersembahyang di sini, tapi terdapat persembahan juga.
bersama sang buddha tidur
-***-
related posts:
-  full itinerary of this trip
previous: pengganjal perut untuk ngegoes
- next: wat phra singh
pork fried rice
location: old city, chiang mai

kami belum sempat makan papaya salad yang dibeli rista pagi hari -seperti na bakal musuhan ma perut kalo langsung kami makan- sehingga perut sudah meronta-ronta diajak ngegoes mengingat rhe hanya sempat sarapan roti dan susu kedelai. saat na mencari kedai makanan untuk segera mendiamkan perut yang meronta-ronta sambil nyicip papaya salad.

karena kami tidak punya rekomendasi kedai makanan di sini, maka kami mencoba mencari di sekitar pasar yang ada di sebelah selatan old city dengan asumsi akan lebih mudah menemukan makanan. asal masuk ke tempat yang cukup bersih, adem dan penjaga na bisa berbahasa inggris. pas liat menu na... ops, kenapa tidak variatif ya?

terlanjur pe-we di bawah kipas angin dengan perut yang udah keruyukan, akhir na kami memutuskan stay di rumah makan ini dan memesan pork fried rice (35 ฿) -rumah makan ini hanya menyediakan variasi menu nasi goreng-. dan muncullah di depan kami nasi goreng dengan beberapa iris babi kaleng.

jangan tanya rasa na. untuk lidah kelaparan rhe saja rasa na sangat biasa dan cenderung hambar. setidak na di sini tidak dilarang membawa makanan dari luar sehingga kami sangat tertolong dengan bumbu asam pedas papaya salad -rasa na segar dan bikin nagih, padahal dibeli di kios pinggir jalan-. next, better makan di kios pinggiran aja yang mungkin memang panas tapi rasa na seperti na lebih rich dari ini

-***-
related posts: 
in front of three king's monument
travel date: 15 july 2013

"that i'll be the one
  standing by through good and through trying times
  and it's only begun
  i can't wait for the rest of my life"

#i'm alive-celine dion

i'm alive! semangat penuh dan rasa na pengen ngebut di jalanan -pake sepeda tentu na-. tarif sewa sepeda 50 ฿ selama 24 jam, jika dipakai kurang dari itu tarif na tetap sama. penyewaan sepeda ada di sebelah chiang mai white house sedangkan di depan na ada tempat kursus memasak makanan thailand. rhe akan mencoba na di kesempatan lain jika waktu yang kami punya di kota ini lebih panjang.

old city merupakan daerah yang cukup luas untuk dijelajahi apalagi dengan jalan kaki. untuk pemilik waktu singkat seperti kami, menyewa kendaraan adalah pilihan paling cepat. tempat ini dibangun sekitar 700 tahun yang lalu, berbentuk persegi dengan panjang sisi sekitar 1.8 km dan dikelilingi oleh parit. nuansa masa lalu masih bisa ditemukan sampai sekarang terutama dari bangunan kuil na karena di sini merupakan pusat ajaran buddha, seni dan tempat biksu beraktivitas. 
original city wall
peninggalan yang paling mudah dilihat sebagai tanda kau sudah berada di old city adalah dinding kota yang membatasi dengan daerah sekitar. dinding ini terbuat dari bata timbul yang dibangun untuk melindungi old city dari serangan pasukan. sayang na dinding ini sudah tidak berdiri untuh mengelilingi old city, ada beberapa bagian yang rubuh atau bahkan hilang sama sekali. hanya parit na yang masih tidak tergantikan mengelilingi tempat ini secara persegi.
ini yang mereka sebut parit :D
kelamaan tinggal di jakarta membuat persepsi rhe akan parit selebar parit itu sendiri -baca: sempit-.  begitu melihat ukuran parit di sini langsung melongo :o, jauuuh lebih lebar dari selokan yang biasa ada di samping jalanan jakarta. ini sih bisa disebut sungai :D -mengabaikan ini dibangun jaman dulu untuk perlindungan jadi pasti na dibuat lebar dan dalam-.
mari ngegoes ;)
menyusuri parit sepanjang 1.8 x 4 km ini perlu effort khusus. tapi pemandangan yang disajikan mengilangkan kelelahan itu. parit bersih dengan ikan-ikan yang hidup di dalam na. bahkan di beberapa spot ada penjual makanan ikan untuk pengunjung yang ingin menyaksikan keramaian ikan penghuni parit ini. ga heran kalo ikan yang hidup di dalam na gendut-gendut :). 

tak hanya ikan, di sini juga tinggal burung-burung liar yang sudah terbiasa dengan kehadiran manusia dan makanan. seperti na di otak kecil mereka yang tersimpan adalah manusia=makanan. ketika kita duduk atau berjongkok mereka akan otomatis mendatangi kita, mengharap diberi makanan. lucu ya... jangan memberi makan burung sembarangan, tertulis dalam sebuah papan peringatan. ada kios penjual makanan burung di sini. so... peringatan itu ntah dibuat untuk menjaga kelangsungan burung atau kios penjual makanan burung.
burung-burung yang tertipu :p
kita juga bisa melihat jeda perubahan jaman. suasana kuno di sebelah dalam old city yang sudah tidak berdinding pembatas lagi dengan pembangunan di luar na, termasuk banyak na gerai makanan siap saji.

kembali masuk ke old city, dari semua dinding yang sudah hampir rubuh, ada beberapa gerbang yang masih bertahan. gerbang utama dari 5 gerbang yang ada adalah tha phae. sebagai gerbang utama, tha phae gate menjadi tempat iconic. selain sebagai titik awal sunday night market yang menjadi atraksi wisata di tempat ini, di sini juga sering digunakan sebagai spot foto. bukti na untuk mendapatkan foto di bawah, kami butuh menghabiskan sebatang es potong (10 ฿) untuk ngantri dengan pengunjung lain, atau yang paling lama adalah menunggu mereka yang melakukan pre wedding photo session. puifh... lama -ngelap keringat-.
finally, tha phae gate!
success adalah saat rhe berhasil berada di bawah tulisan ini -cropping sana sini untuk menghilangkan kemunculan pengunjung lain-. sayang na gerbang ini sudah tidak sepenuh na asli lagi. tha phae gate dibangun kembali untuk memberi gambaran ke pengunjung seperti apa bentuk dinding kota ini pada awal na. turis dan pelancong biasa memulai perjalanan menjelajahi old city dari sini, banyak hal yang bisa dilihat di dalam na -kebanyakan adalah wat aka candi-. sebagai pusat perkembangan buddha, banyak wat dengan sejarah berbeda. untuk mengetahui na, ayo kita ngegoes ke dalam na. kring... kring...
-***-
related posts: 

view point
travel date: 15 july 2013
website: http://www.doisuthep.org/

"i'd like to spend one day with you,
 and if that day is not enough,
 maybe we can stay in touch,
 but i'm not making plans for tomorrow
"

#so little time-arkana


perjalanan panjang, sebanding dengan apa yang didapat untuk sampai ke doi suthep. plus cuaca cerah sebagai bonus dari perjuangan kami. dalam bahasa thai, doi arti na daratan tinggi atau pegunungan. wajar jika jalanan berliku yang harus kami tempuh dan hawa dingin yang kami hadapi di tempat ini. tujuan kami adalah wat phra thart.

how to get there:
- dari old city jalan ke chang puak gate -ada di bagian utara old city-
- naik songtheaw di depan chang puak gate ke arah doi suthep -songtheaw ini juga melewati chiang mai zoo buat yang mau mampir liat panda-, turun di depan gerbang wat phra thart. jarak na sekitar 15 km dari pusat kota
- dilanjutkan jalan kaki dengan jalur mendaki. sebagai informasi songtheaw ke arah doi suthep banyak ditemukan di akhir minggu, sementara di hari biasa angkutan ini sangat jarang. jadi yang kami lakukan adalah carter songtheaw PP (400 ฿) demi menghemat waktu. tarif ini tentu na lebih mahal dibanding dengan ongkos sekali jalan normal (50 ฿)

warga lokal tidak dikenai biaya untuk masuk ke tempat ini, sedangkan wisatawan asing -dengan wajah non asia- dikenakan biaya masuk sebesar 40 ฿. kami? tentu saja dianggap warga lokal -memang muka bisa menipu :)-, free ongkos masuk.
tangga naga
ada 2 cara untuk sampai ke atas dari jalan besar. jalur utama adalah melewati 306 anak tangga jalur naga di mana setiap anak tangga na terdapat kutipan kalimat bijak -mungkin ya, cz rhe ga bisa baca n tau arti na-. sedangkan pilihan lain -yang sayang na merupakan bagian dai modernisasi- adalah menggunakan cable car (20 ฿). sensasi na beda, lebih menantang lewat tangnga naga tentu na. pengguna cable car mayoritas adalah lansia yang mungkin mudah lelah jika harus mendaki menggunakan tangga. tapi tak jarang lansia yang memang niat berziarah naik ke kuil menggunakan tangga di jalur naga.

begitu sampai, peziarah disambut dengan kuil bertipe lanna -lanna arti na sejuta sawah-. sedangkan budaya lanna adalah budaya yang merupakan campuran dari berbagai macam etnis termasuk budaya hindu. hal ini terlihat dari stupa, patung brahma bahkan ganesha yang menjaga pintu masuk. untuk bisa berkeliling dan masuk tempat ini kita harus melepas alas kaki ya

patung pertama yang dijumpai begitu membebaskan diri dari alas kaki adalah phra kru ba sri vichai sirvichaiyo didedikasikan untuk beliau yang berhasil mengorganisir warga tiap etnis untuk membangun jalan ke doi suthep untuk sampai ke kuil. setiap etnis membangun bagian jalan yang sesuai dengan daerah mereka sehingga tersambung menjadi jalur yang utuh.

patung phra kru ba sri vichai sirvichaiyo
mengapa wat phra thart dibangun di ketinggian doi suthep? konon kata na relik buddha dibawa oleh seekor gajah saat mencari lokasi pembangunan kuil. setelah berputar-putar si gajah mendaki ke bagian utara dan berputar-putar di sana sampai akhir na menghembuskan nafas terakhir di doi suthep. hal ini dipercayai sebagai pertanda bahwa relik buddha ingin disemayamkan di sini. maka dibangunlah wat phra thart di doi suthep. sebagai pengingat na kita juga bisa menjumpai patung gajah yang kata na membawa relik sang buddha tersebut di samping pohon bodhi yang bibit na dibawa langsung dari india.
patung gajah putih
di teras bawah berlawanan arah jarum jam dapat dilihat bel kecil dan bel besar -dalam arti sebenar na-. ukuran bel besar jauh lebih besar dari rhe dan dimasukkan dalam semacam tower. sedangkan setelah na kita bisa melihat berbagai bentuk dan ukuran bel. konon kata na keberuntungan akan datang bagi siapa yang menyentuh semua bel yang ada di sini. hanya disentuh, bukan dibunyikan karena ada peringatan untuk tidak memainkan bel-bel. kebayangkan kalo semua bel yang berderet itu dibunyikan, gimana gaduh na.
lonceng
spot yang paling rhe sukai juga ada di pelataran ini. saat di bagian belakang teras bawah terdapat daerah yang cukup lapang untuk bisa memandang chiang mai dari ketinggian. selain menyajikan suasana dataran tinggi kau juga bisa punya pandangan luas untuk bisa melihat kota -tentu na klo cuaca cerah-. 
lanna-stule wat
melanjutkan ke bagian utama terdapat chedi berlapis emas yang dikeliling bangunan dengan lukisan dinding. mural ini melukiskan perjalanan hidup sang buddha sampai mencapai nirwana. di sekitar na terdapat jalur doa yang mengelilingdi chedi. mereka yang berziarah mengelilingi chedi beberapa kali sambil memanjatkan doa mereka. jika umum na orang berdoa dengan mebawa lilin atau dupa, di sini orang menyertai doa mereka dengan bunga teratai. lotus dipilih karena menggambarkan buddha, di mana masih ada hal baik dalam hal buruk sekalipun seperti lotus yang bisa tumbuh di kubangan air.
teratai sembahyang
perbedaan kuil ini dengan kuil buddha kebanyakan adalah variasi patung buddha. selain variasi vihara -vihara besar dan vihara kecil di tempat yang sama- dan posisi buddha, terdapat juga patung buddha dengan jenis yang berbeda. patung yang paling banyak ditemui tentu saja buddha emas seperti patung-patung buddha yang ada di vihara lain. tapi menarik na bahkan di tempat yang sama terdapat lebih dari 1 patung buddha dengan ukuran berbeda dan dengan lanna yang merupakan kekhasan kuil di thailand utara. 
patung buddha emas
di vihara lain rhe biasa na melihat patung buddha dengan ukuran yang sama hanya berbeda posisi -biasa na posisi tangan-. sedangkan di sini banyak sekali yang bisa dilihat termasuk patung dari kaca bewarna hijau, patung buddha tidur bahkan patung buddha dengan 4 muka -ini masih termasuk buddha juga ga ya?-.
patung buddha kaca
puas lihat buddha dan orang sembahyang, saat na menghantarkan permohonan. karena tidak bisa berdoa di sini -rhe dengan kepercayaan yang lain- maka yang coba rhe lakukan layak na pengunjung -bukan peziarah ya- adalah memanjatkan permohonan dengan koin. beda na jika biasa na kita melempar koin ke dalam kolam seperti di wat rong khun, di sini kita mengajukan permohonan dengan menempelkan koin di semacam papan. jika koin yang kau tempelkan berhasil tertinggal di papan maka niscaya permohonan kau terkabul. butuh usaha dan banyak lilin untuk berhasil membuat permohoanmu terkabul :D
make a wish
ingin permohonan kau lebih gampang terkabul lagi? perbanyaklah amal baik, salah satu na dengan bederma. derma bisa disalurkan melalui berbagai pilihan yang disediakan di kotak derma mulai dari untuk biksu, pembangunan kuil, untuk lansia bahkan para pelajar. karena sebelum na kami sangat dibantu oleh pelajar chiang mai untuk bisa sampai di tempat ini maka... taulah kemana donasi kami tertuju.
tentukan donasimu :)
thanks buddha untuk pengalaman baru na, thanks student untuk bantuan na dari nyari angkot sampai tawar-tawaran harga, thanks chiang mai karena rhe bisa melihat kau dari ketinggian dan ketenangan yang tak tergantian di tengah jadwal trip yang lumayan padat. menyesal kami hanya punya setengah hari untuk bersamamu. di lain waktu moga ada kesempatan berkunjung ke sini lagi sambil bawa buku dan menyelesaikan bacaan, tempat hening di ketinggian -make a wish, tempel koin-
-***-
related posts:
-  full itinerary of this trip
previous: chiang mai white house
- next: ngegoes di siang bolong
kita ga bisa memilih dilahirkan di keluarga seperti apa, tapi teman adalah keluarga yang bisa kita pilih

resepsionis chiang mai white house
travel date: 14 july 2013
location: 12 ratchadamnoen soi 5, chiang mai
website: http://chiangmai-whitehouse.com/

klo ada rate na rhe kasih 2 bintang aja. 
ok untuk menginap tapi not recommended. maklum, penginapan asal dapet buat numpang tidur n mandi yang gampang ditemukan

saat kami datang resepsionis na -kakek kakek- tidak langsung menyambut kami. tapi dia cukup baik dengan mengijinkan kami melihat kamar dulu sebelum memutuskan untuk menginap. sekilas melihat kamar twin seharga 350 ฿ dengan ukuran yang lumayan lega kami langsung memutuskan untuk menginap di sini -efek males cari penginapan lagi-
 salah satu bed di kamar twin
fasilitas yang ada adalah fan, kamar mandi dalam dan balkon dengan pemandangan ke arah kuil di dekat penginapan ini. view ini tampak jelas jika kita dapat kamar di lantai 3 dan lebih atas lagi. kamar mandi na ada fasilitas air hangat, sayang na untuk yang idung na sensitif, ada bau tidak sedap yang cukup menggangu. memang hanya tercium dari kamar mandi, tidak tercium dari dalam kamar. tapi tetap saja mengganggu kalo kau berada di kamar mandi lumayan lama.
kamar mandi bau
so far, klo cuma bermalam semalam masih bisa betah lah. abaikan temuan di ranjang dan cara mereka menjemur handuk dan seprai yaks, jangan ilfill :D
-***-
related posts: 


mango sticky rice
location: sunday night market, chiang mai

ga sah kalo ke thailand ga nyobain mango sticky rice (40 ฿) na. so, inilah kios pertama yang kami cari. kami menemukan na ga jauh dari gang ke penginapan dengan 2 ibu penjual. kebayang ga malem-malem makan mangga? ga seperti kebanyakan mangga di jakarta, mangga yang digunakan kuning mulus - cicuit...- dan berasa manis yang cocok dipadukan dengan ketan hangat lalu disiram santan manis. jadi dimakan malam-malam pun ga akan mengganggu perut. tapi untuk penggemar mangga, buah yang ada sini kurang berasa segar. mungkin memang cocok na dimakan dengan ketan kali ya, bukan untuk dimakan sendirian sebagai buah :D

seret makan ketan, cari cairan. banyak pilihan minuman, tapi satu yang bikin penasaran adalah jus beetroot (15 ฿). kenapa penasaran? karena selama ini rhe hanya tau tanaman ini digunakan sebagai pewarna makanan -saat itu jus tipco beetroot belum ada di indonesia-, sedangkan di sini kita bisa menikmati na sebagai jus yang disajikan dingin. srupppp. enak ternyata.... rasa na manis dan sedikit asam -mungkin dari campuran markisa na- 2 botol tandas :p
beetroot juice
klo jalan-jalan lupakan progran penurunan berat badanmu -rhe c ga ada masalah dengan ini- cz kapan lagi bisa makan makanan yang jika di jual di jakarta harga na berkali-kali lipat. rasa na juga lebih otentik. nomnom.

walaupun sudah malam dipikiran kami tetap saja makanan, ga peduli habis ini bobo' dan berapa kalori yang tidak tersalurkan. klo mau lebih banyak pilihan lagi cobalah ke food corner -sebutan kami- untuk zona di pojokan dekat tha phae gate yang memag merupakan kumpulan kios makanan. karena sudah terlalu malam, banyak kios yang sudah merapikan dagangan mereka. tapi kami sempat mencoba seafood dan makanan lain yang digoreng maupun dibakar. belum lagi pau dan scank lain yang kami iseng coba setiap melihat yang unik di jalan. al hasil, perut ini ga mampu menampung na dan harus dibawa balik ke penginapan -dasar si lapar mata-.
pilih sendiri yang mau kau panggang
-***-
related posts:
-  full itinerary of this trip
- previous: sunday night market
- next: chiang mai white house

NewerStories OlderStories Home