padang ilalang gunung cikuray
 "ku coba untuk bangkit bumi ke langit
 meski terasa sulit dari bumi ke langit
 terbang melayang bumi ke langit
 dari bumi ke langit, dari bumi ke langit"

#bumi ke langit-bondan prakoso


bersiaplah untuk yang terburuk

itulah kalimat yang langsung terlintas saat muncul keinginan mendaki gunung cikuray. gunung yang memberikan kenangan bagi beberapa pendaki dengan jalur yang diibaratkan  jidat ketemu dengkul. apakah benar anggapan ini? seperti apakah jalur pendakian gunung cikuray sebenarnya? akhirnya aku berhasil mengajak 2 orang dengan kenangan yang tidak bisa dikatakan indah tentang pendakian gunung cikuray. let's go... 

-team: awi, jun, rhe-
pos pemancar
how to get there:
- naik angkutan umum apapun dari lokasi asal ke terminal guntur di garut
- dari terminal guntur. sewa mobil pick up (40 ribu/orang) yang banyak ditawarkan di depan terminal. mobil akan jalan setelah terkumpul 12 pemunpang. 
- sebelum sampai ke base camp pemancar, pendaki harus melalui kebun teh dan diwajibkan membayar retribusi masuk kawasan ptpn (10 ribu)
- sebelum mendaki gunung cikuray, ada di pos pencatatan pendaki yang memungut biaya pendakian 'seikhlasnya'.

semakin banyak orang -baca: cowo'- semakin baik dalam formasi pendakian cikuray. bukan alasan gender tapi karena tidak adanya sumber air sepajang jalur pendakian. pendaki harus membawa cukup air sebagai salah satu logistik utama yang harus dipersiapkan, selain air, kami juga menetapkan standar logistik sehat setelah pembelajaran dari pendakian gunung pangrango. membawa makanan segar, bukan yang instant.
atas: encounter a mountain, bawah: jun vs awi
bukankah sukses pendakian tidak diukur dari sampainya kita ke puncak tapi dari kemampuan untuk pulang dengan selamat. jangan sampai ada kasus kekurangan logistik apalagi cidera karena kurang air -berasa terkena imbas iklan air mineral :)-. sebagai gambaran, kami membawa 6 botol air mineral 1.5 liter untuk 3 orang selama 2 hari 1 malam. setelah sarapan dan memeriksa perlengkapan, akhirnya kami memulai pendakian pukul 08.30. target: jam 12 istirahat makan di pos bayangan. kalau belum sampai pos bayangan, ya tetap istirahat makan :)

pemandangan hijau kebun teh siap menyapa siapa saja yang akan melakukan pendakian. ternyata bukan hanya hijau teh yang menyegarkan semangat pendakian tetapi apa yang ada setelahnya. walaupun track awal sangat kering dan berdebu, tapi bersabarlah sampai melewati pos satu karena kau akan dihadapkan dengan pemandangan padang ilalang yang mengagumkan. tidak sembarang ilalang, tapi ilalang ungu -pink versi jun- di bulan mei.
gegulingan di ilalang ungu
katanya, saat mereka mendaki di bulan febuari lalu pemandangannya tidak seperti ini. jangankan menikmati pemandangan, menikmati perjalanan saja susah karena hujan deras yang menguyur. rencana mendirikan tenda di puncak pun batal karena team sudah kelelahan efek kehujanan. keinginan melihat samudera awan pun pupus setelah kabut tak kunjung hilang dari pagi yang lembab. itulah alasan mengapa mereka mau kembali diajak mendaki gunung cikuray, karena belum bertemu samudera awan.
 
i'm a lucky girl. walaupun cuaca cerah cenderung panas, setidaknya aku bisa menikmati pemandangan alam ini, lukisan ilahi yang terhampar di depan mata. bukit hijau, tanaman pucuk merah dan... padang ilalang ungu yang membuatku ingin langsung gegulingan di atasnya -literary gegulingan-. aku suka dengan tracking gunung cikuray.
jalur cikuray yang katanya jidat ketemu dengkul
mungkin karena cerita kawan tentang pendakian cikuray yang membuatku selalu mempersiapkan diri dengan yang terburuk. siap tidak mengeluh karena perjalanan, cuaca dan kemungkinan tidak mendapatkan apa yang kau cari justru akhirnya membuatku sangat puas dengan apa yang kudapat saat ini. berbeda jauh dengan apa yang kubayangkan, pemandangan indah, track yang bisa dibilang ringan dan apa yang ada di atas sana nanti.

mengapa track-nya aku bilang ringan? karena tidak seperti rumor buruk yang beredar tentang pendakian cikuray dengan jalur jidat ketemu dengkul, jalurnya sama sekali tidak demikian. memang sebagian besar jalur dipenuhi akar -kecil hingga besar- yang memungkinkan tersandung. tetapi aku masih bisa melaluinya dengan berdiri tegak tanpa harus merangkak seperti pada pendakian gunung rakutak yang membuatku harus  merangkak dengan kedua kaki dan mendaki dengan kedua tangan.
puncak cikuray, ceritanya mencari lapak dan mereka yang 'memungutku'
selama pendakian gunung cikuray, aku masih bisa bersenandung riang tanpa kehabisan nafas, menyisipkan kaki kecilku di antara akar-akar pohon, tersandung dan bersendau-gurau dengan pendaki lain yang sama-sama mengantri jalur. ya, berbaris memunggu di jalur pendakian. inilah justru kendala baru selama pendakian cikuray yang belum aku dengar. bertambahnya minat mendaki gunung membuat beberapa gunung di sekitar garut mengalami lonjakan pendaki. saat mengisi form pendakian -kata awi- tercatat ada 100an pendaki sebelum kami hari ini. kesabaran harus tetap kujaga selama mengantri -antara olahraga kaki dan hati-. jalur pendakian yang relatif sempit dengan jurang di kanan-kirinya membuatmu susah mendahului pendaki lain. berpapasan antara pendaki yang naik dan turun saja sulit apalagi untuk mendahului, lelah.

seperti biasa, walaupun team kali ini anggotanya lebih sedikit, tetap saja kami susah untuk jalan bersama. awi di depan, jun di belakang nyolong waktu sendirian untuk istirahat merokok -jangan ditiru-. karena jalan sendiri-sendiri inilah, seperti biasa aku malah join ke team lain, ditemani, ditunggui hanya tidak dikasih makan -ngarep :D-. sampai akhirnya bertemu awi di pos bayangan sebelum pos 5 dan langsung minta makan. bukan bermaksud manja -nb: aku membawa makanan untuk team kecuali air-, tapi karena kompor ada di awi maka harus menemukan anak ini untuk dapat memasak makan.
jajaran pegunungan dan awan dilihat dari puncak gunung cikuray
1 jam untuk istirahat memasak, makan siang dan ibadah. jun yang pertama pertama selesai berbenah diminta melanjutkan perjalanan lebih dulu untuk mencari lapak mendirikan tenda. aku jalan santai di belakangnya sedangkan awi seperti biasa, power 4 jamnya sudah mulai redup, memilih  bobo' siang dulu. setengah 2 siang, akhirnya aku sampai puncak cikuray masih dalam keadaan kosong dan sepi. setengah tidak percaya karena selama pendakian tadi, tampak banyak pendaki di depan kami. sedangkan kondisi puncak yang memiliki ketinggian 2821 meter ini tampak seperti lapangan kering yang berdebu. hanya tampak beberapa patok kayu yang menandai lapak calon tenda pendaki lain.

mencari lapak yang tepat untuk mendirikan tenda yang terlindung dari angin malam. kenyataanya justru narsis ngga'  jelas selagi puncak masih kosong. pemandangan dari atas puncak gunung cikuray yang terkenal dengan bentuk kerucut sempurna ini memang sangat memanjakan mata. jajaran pegunungan di sekitarnya serta awan yang menggantung di seberang membuat kami lupa tujuan mencari lapak. terlalu lama berputar-putar di sekitar puncak sehingga calon lapak potensial sudah penuh terisi, hanya tersisa jalur air. akhirnya menemukan lapak yang sesuai di sebelah kiri bawah puncak. lokasinya tertutup semak sehingga terlindung dari angin malam, tanahnya lembab dan tidak berdebu. sempurna.
awi in action
tenda berdiri dan saatnya menikmati puncak sebelum ramai sembari menunggu matahari tenggelam -yang masih lama-. sungguh, ini saat yang tepat untuk photo session. masa bodoh dengan pandangan beberapa orang yang sepertinya bosan melihat kami lama beranjak dari setiap spot. sudah sangat banyak foto dan matahari tak kunjung tenggelam. menunggu sunset di dalam tenda sambil tidur siang dan yang ada justru ketiduran sampai malam :(.
jun in action
kami bangun jam 10 malam, lebih tepatnya mereka berdua kubangunkan, lapar. belum makan dan kedinginan. suhu puncak gunung cikuray bulan mei ini sangat di luar dugaan. sedangkan pendakian cikuray febuari lalu, saat hujan deras dan berkabut, suhu cikuray justru tidak sedingin saat ini. awi yang tidur di samping kusangka terserang ayan bahkan kesurupan karena menggigil hebat -sorry wi ;)-.

mencoba keluar tenda, suasana di sekitar sudah sunyi senyap. anehnya langit justru cerah dengan bintang bertaburan. aku harus menggunakan 2 lappis baju untuk menangkal dingin di luar tenda demi memandang langit yang terang disinari bulan penuh dan bintang-bintang. sekali lagi, ini sungguh saat yang tepat mendaki gunung cikuray. semua yang ditunjukkan kepadaku di sini, sempurna -kecuali dingin yang tak tertahankan- sebelum dikacaukan awi yang jackpot karena masuk angin. sedikit menyesal terlalu lama tidur siang sehingga tidak sempat menikmati sunset dari puncak cikuray. lain kali kalau diajak ke sini lagi di bulan mei, aku mau! -saatnya masuk tenda, jangan berisik, sudah pagi, penghuni tenda lain sudah lelap dengan mimpi mereka-
suasana pagi di puncak cikuray
menjelang subuh kericuhan pagi dimulai. keinginan menikmati sunrise mengalahkan kantuk yang masih menggantung kuat di kelopak mata. keluar dari sleeping bag merupakan kemalasan terbesar karena harus berhadapan dengan hawa dingin. tapi kami tetap harus keluar, jika tidak aku akan ditinggalkan begitu saja oleh mereka. memastikan semua penangkal dingin dan headlamp sudah terpasang, kami melangkah ke dalam malam yang siap berganti fajar. 

tak disangka ternyata puncak cikuray sudah seperti pasar malam, ramai orang. mulai dari yang tiduran di dalam sleeping bag sampai yang berdiri karena kehabisan ruang. bukan lagi segarnya pagi hawa pegunungan yang mengisi hidung melainkan asap rokok pengusir dingin sampai debu tanah kering. tidak nyaman memang, tapi ini sebanding dengan apa yang aku saksikan setelahnya. semburat jingga pertama hari itu yang menyusup di antara samudera awan. 
sunrise dari puncak cikuray
keren... tidak ada kata terucap untuk melukiskan keindahan yang ada di depan mataku saat ini. gradasi warna biru disusupi jingga dengan garis cahaya efek sinar yang tidak terpancarkan karena tertutup awan. sementara di bawahnya menggumpal awan seperti tumpukan kapas yang mengundang untuk berloncatan di atasnya. pesona pagi yang hanya dihadirkan bagi mereka yang mencari, yang mau bangun pagi. 
setelah matahari terbit
menunggu untuk mendapatkan pemandangan ini memang perlu kesabaran. ditambah keramaian pendaki dan spot yang kurang bagus membuatku susah mengambil pemandangan yang sesuai dengan keadaan sebenarnya tanpa terhalang kepala orang -susahnya jadi orang pendek-. setidaknya aku cukup puas dengan mengingatnya langsung melalui rekaman mata dan otakku. kalau kau masih kurang puas dengan pemandangan di atas, sebaiknya datang sendiri dan jangan lupa untuk bangun lebih pagi mencari posisi yang tepat untuk menikmati pemandangan ini. terutama kau yang menggemari fotografi, jangan sampai spot istimewa terlanjur ditempati orang.
ini puncak, bukan pasar malam
tapi pemandangan indah ini tidak bertahan lama. karena setelahnya, saat pemburu sunrise sudah kembali ke tenda masing-masing yang tertinggal adalah serakan sampah kertas. kami memang menggunakan kertas serupa untuk 'menyemangati' salah satu teman kami yang belum berhasil bertemu dengan samudera awan tapi tidak bisa bergabung dengan pendakian kali ini karena alasan pekerjaan. tapi kami tidak meninggalkan sampah ini ya. cuma selembar memang, tapi jika setiap pendaki meninggalkan selembar kertas, banyangkan akan ada berapa banyak sampah kertas yang tertinggal di atas sana. ini baru sampah kertas ya, bagaimana dengan sampah yang lain? 
pesan buat acep: jangan banyak kerja, kaya enggak :D
sudahlah, tidak akan ada selesainya membahas sampah gunung ini jika tidak dimulai dengan kesadaran dari masing-masing pendaki. beruntung masih ada beberapa pendaki yang punya kepekaan untuk setidaknya sedikit membantu mengurangi sampah di gunung seperti mas-mas yang menemaniku turun gunung -seperti biasa, team kami berpisah jalan lagi-. dia memunguti botol air mineral yang ditemukannya di jalur turun sebanyak yang mampu dia bawa. tidak berhasil membuat jalur ini bersih juga sih, tapi setidaknya mengurangi sampah yang mengganggu pandangan mata. mas-nya gondrong, beralis tebal, membawa ransel hitam dan memakai baju luar kotak-kotak merah. kalau ada yang tahu tolong kenalkan padaku karena kami tidak sempat bertukar nama selama perjalanan -kode banget-.
see you at next mountain
anyway, walau perjalanan ini singkat tapi aku sangat menikmatinya. pemandangannya, teamnya, orang-orang yang kutemui selama perjalanan dan sebuah pengalaman baru dalam catatanku. thanks awi dan jun yang membiarkan aku tetap membawa blud meski kondisi susah air. kapan kita kemana lagi :) -***-
pabrik tahu susu lembang
location: jalan raya lembang no 177

suatu kewajiban mengunjungi salah satu lokasi kuliner nge-hits di lembang. apalagi kalau bukan tahu susu lembang. maklum, walaupun sudah dibuka dari tahun 2008 tapi aku belum pernah mendatangi langsung lokasinya. selalu menerima tahu susu lembang sebagai buah tangan, sekarang saatnya mencoba langsung di pabriknya.

how to get there: 

- dari terminal leuwi panjang naik angkot kuning leuwi panjang-kalapa (4rb)
- dilanjutkan dengan angkot hijau kalapa-ledeng (5rb) turun di seberang sebelum angkot masuk ke terminal
- dari seberang terminal ledeng naik l300 arah lembang (6rb), turun langsung di depan 

rumah sosis dan factory outlet
hiasan caping langsung kutemui saat memasuki area tahu susu lembang. lokasi yang juga dijadikan spot foto oleh pengunjung. membawa nuansa tradisional di dalam kompleks yang juga terkena imbas modernitas ini. 

kompleks tahu susu lembang tidak hanya menjual tahu susu tapi merupakan sebuah kompleks kuliner dengan tahu susu sebagai pasar andalan. di bagian depan kompleks terdapat sebuah bus dengan bentuk menyerupai sosis yang tentunya menjual aneka olahan sosis dari rumah sosis. di belakangnya terdapat bangunan factory outlet yang menjual koleksi fashion khas bandung. sedangkan pabrik dan outlet tahu susu ada di bagian paling belakang bersebelahan dengan food court yang juga didesain dengan nuansa tradisional.
rumah produksi tahu susu lembang
di dalam pabrik, pengunjung maupun pembeli bisa melihat proses pembuatan tahu mulai dari pengolahan kedelai sampai menjadi tahu. bahan baku tahu susu tetap dari kedelai walau dalam pengolahannya ditambahkan susuyang juga menjadi salah satu produk andalan dari lembang. sari kedelai dan susu ini dicampur bersama mentega dan bahan lain sehingga menghasilkan tahu dengan tekstur yang lebih halus dan lembut.
tahu susu mentah
terdapat 2 pilihan tahu, original dan kuning. untuk tahu kuning, pewarna yang digunakan adalah pewarna alami dari kunyit. sedangkan untuk bentuknya di sediakan 4 pilihan, tahu bantal, tahu kotak, tahu panjang dan tahu kotak kecil. semuanya dijual dengan harga 25 ribu per kemasan, kecuali tahu bantal. tidak seperti tahu umumnya yang dibungkus dalam kemasan plastik, tahu susu dikemas sama dengan kemasan brownies. khusus untuk tahu bantal dibungkus dengan kemasan dari anyaman bambu.
tahu susu goreng
umur simpan tahu susu 2-3 hari. karena alasan ini aku lebih memilih untuk membeli tahu susu goreng yang dijual seharga 10 ribu per 12 biji. dapat langsung dinikmati hangat, langsung keluar dari penggorengan. rasanya guruh, lembut dan padat. tidak sepadat tahu sutra memang tapi lebih berisi dari tahu pada umumnya.

puas membawa sekantong tahu susu goreng saatnya mengeksplore kompleks tahu susu lebih lanjut. ternyata kompleks ini cukup luas sehingga cukup mudah menemukan lahan parkir untuk kendaraan roda empat. tidak hanya rumah produksi tahu susu yang dihias secara tradisional dengan bata merah timbul, sekitarannya juga dihias dengan nuansa tradisional. mulai dari pohon yang dihias dengan caping, rumah burung yang digantung di sekitaranfood court dan hiasan bambu di beberapa spot.

hiasan di sekitar rumah produksi
tidak hanya menjual tahu, kompleks ini juga menjual suasana seakan memang diperuntukkan untuk para pelancong. bagi kamu yang ingin mencari buah tangan bandung, di sini juga terdapat toko oleh-oleh yang menyediakan makanan ringan dan berbagai jenis keripik. jadi, sudah memutuskan apa yang ingin kau beli?
siap untuk petualangan lembang lainnya
-***-

related posts: 
- previous: tazkia guest house
- next: bosscha

selamat datang di dapoer ndeso

location: jalan dr. setia budi no 185, bandung

gerimis mengguyur bandung dini hari membuat aku ingin mencari sesuatu yang hangat. walau sebenarnya tempat berteduh lengkap dengan selimut lebih menjanjikan, tapi karena kenalan penghuni lain memutuskan mencoba makanan khas bandung ini, maka akhirnya akupun ikut melangkahkan kaki ke warung surabi di antara rintik hujan.

ada beberapa warung surabi yang terdapat di jalan setia budi. kami memilih yang paling dekat dengan penginapan karena semuanya tidak membawa payung -basah dong pasti-. kondisi dingin, dini hari dan sedikit keroncongan membuat kami tidak sabar untuk menyantap surabi hangat. jadilah dapoer ndeso seakan oasis tengah malam buat kami yang kelaparan -eh, kedingingan juga-.
suasana dapoer ndeso dini hari
asap pembakaran surabi mengepul di depan warung membuat kami tak sabar untuk segera menyantap surabi. suasana warung yang tidak terlalu ramai membuat kami yakin bisa segera mendapatkan surabi hangat. aku sebenarnya tidak terlalu berminat memesan minuman setelah sebelumnya puas ngopi di kopi ireng sambil berbincang. tapi karena hanya itu yang bisa dinikmati sambil menunggu surabi matang, akhirnya kuputuskan untuk mencoba wedang sereh.

rasa wedang sereh cukup segar, ditambah potongan sereh yang bisa menambah cita rasa -jika dihisap atau dikunyah langsung :D-. selebihnya tidak ada yang istimewa. mencoba bandrek yang dipesan delima rasanya kurang fresh dibanding wedang sereh. mungkin karena minuman ini dibuat dengan menyeduh bandrek sachet-an.
wedang sereh
bandrek
lama menunggu, surabi kami tak kunjung datang. berulang kali diingatkan, pelayan hanya bilang:
"sabar mba', kan masaknya pakai tenaga orang, bukan mesin"
iya, kami tahu memasak surabi menggunakan tungku bukan mesin dan pastinya tidak bisa diatur untuk dipercepat. masalahnya, beberapa pengunjung yang datang setelah kami sudah mendapatkan surabi hangat yang mengepul di atas meja mereka. mengapa pesanan kami tak kunjung datang? kemana surabi kami?

sekitar 1 jam setelah memesan, bahkan sampai minuman hangat -yang ntah kebetulan disajikan dalam cangkir mungil- sudah berpindah sempurna ke dalam perut makanan yang ditunggu tak kunjung datang. ya, kami kesal dan memilih membatalkan pesanan, kembali ke penginapan.

next, aku harap tidak ada pelanggan-pelanggan yang tertelantarkan lagi seperti kami, yang kecewa dengan pelayanan maupun jawaban petugasnya. seandainya masih ada malam-malam lain untuk makan surabi, aku pastikan tidak akan makan di sini lagi. sebagus atau seenak apapun review maupun rasa yang mungkin akan diceritakan orang.
-***-
related posts: 
- previous: kopi ireng
kloset di jepang
terburu-buru masuk toilet karena panggilan alam terkadang membuatmu sering kurang memperhatikan kondisi sekitar. namun jangan sampai itu terjadi di jepang untuk kali pertama, setelahnya mungkin kau sudah terbiasa menggunakannya. inilah yang terjadi denganku saat langsung duduk di toilet bandara kansai. 

terbiasa mencari shower dan tissue, sementara yang disediakan di samping kloset jepang adalah banyaknya tombol pilihan. dalam posisi duduk, tulisan berbahasa inggris ini susah terlihat -terbayangkan? tulisannya ya, bukan jongkoknya-.
berbagai tombol pilihan di samping kloset jepang
dan yang terjadi kemudian adalah mencoba memencet asal tombol-tombol yang ada di sebelahku, dari yang mengeluarkan suara sampai yang benar mengeluarkan air. ada tombol untuk jenis semprotan air yang dikelurkan beserta kekuatan semprotannya, digunakan saat buang air kecil dan besar. ada tombol suara untuk menyamarkan suara kencing bagi mereka yang sering kurang nyaman -bahasa halus dari malu- dengan suara kencing mereka. ada tombol mungil penghilang bau setelah buang air besar. bahkan di toilet penginapan aku menemukan tombol penghangat kloset yang biasa digunakan saat musim dingin -aku sangat menyukainya dan selalu menekannya di pagi hari :D-. tombol flash juga menyatu dengan sekian banyak pilihan tombol ini.

jadi sebelum menggunakannya, sudahkah kau perhatikan tombol apa yang akan kau tekan? seandainya masih bisa, kira-kira pilihan tombol apa yang ingin kau tambahkan?
-***-
related posts: 
- previous: 
- next: 
banner tazkia guesthouse
location: jalan cipaku indah 1 no 15, bandung
website: http://tazkiaguesthouse.weebly.com/

ada yang pernah mencoba penginapan di bandung? karena sebelumnya aku selalu nomaden, menumpang dari kosan ke kosan maka aku tidak punya referensi penginapan low budget dengan fasilitas layak huni -versiku-. kontak dengan mba' endah -rekan jalan ke curug barong- yang katanya akan menginap di kota ini, aku pun menawarkan diri untuk bergabung -siapa tau menurunkan share cost saat banyak harga naik di musim liburan-. 

mencari tazkia guest house bukan perkara gampang, kesasar 3 kali -trus menyerah-. pasrah menunggu jemputan mba' endah di jalan cipaku indah. ternyata lokasi penginapan ini memang tidak strategis di samping pemasangan papan nama yang susah terlihat. kebayangkan nama penginapan ditulis pada kain pudar yang ditempel di pagar bangunan. malam hari tanpa lampu penerangan jelas tidak terlihat.
resepsionis tazkia guest house
ruang tamu tazkia guest house
resepsionis bersebelahan dengan ruang tamu yang luas langsung menyambut begitu aku masuk. ditambah lagi ada piano yang masih berfungsi baik -dimainkan oleh delima- menjadi point plus penginapan ini. bangunannya kokoh, jauh dari kesan 'angker' walau suasana di malam hari cukup mencekam.

kami menggunakan family room kapasitas 4 orang seharga 450 ribu ditambah 2 extra bed masing-masing 75 ribu, share cost per orang 100 ribu. aku tidak terlalu kecewa dengan extra bed yang kudapatkan. selain bersih dan ditemani bantal domba, aku bisa tidur sendirian tanpa harus berdesak-desakan di atas ranjang. kekurangannya adalah fasilitas AC di ruangan ini hanya satu yang tidak menjangkau sudut ruang tempat ekstra bedku berada. setidaknya bandung malam hari tidak mebuat gerah dan selimut yang diberikan juga tidak terlalu tebal. cukuplah untuk merebahkan diri beberapa jam. 
extra bed dengan bantal domba
toilet
family room ini hanya dilengkapi dengan 1 kamar mandi. jika malas antri kau bisa menggunakan toilet yang ada di depan resepsionis yang kebetulan berseberangan dengan kamar kami. hanya saja, tempat itu jauh lebih kotor dibanding dengan yang ada di dalam kamar, mungkin karena hanya digunakan oleh para pekerjanya.

penginapan ini sendiri mempekerjakan 2 orang, resepsionis dan penanggung jawab lapangan. untuk sebuah penginapan yang tidak ramai -kebetulan hanya kami yang check out pagi-, pelayanan mereka sangat lambat. bahkan waktu untuk mengantri mandi pun lebih cepat dibanding mereka yang menyiapkan sarapan. kenyang minum air galon yang memang disediakan di sini, barulah sarapan siap.

dan... setelah waktu yang berlalu lama menyiapkannya, ternyata sarapan yang tersaji adalah: segelas teh manis dan setangkup roti bakar. bingung juga apa yang membuat mereka lama menyiapkannya, apakah bahan bakunya harus dibeli dari sumber yang jauh?
sarapan
anyway, setidaknya kami mendapatkan asupan energi untuk mengawali hari ini. mari angkat ransel dan lanjutkan perjalanan ke tujuan utama hari ini. mau tau?
-***-
related posts: 
- previous: surabi dapoer ndeso
NewerStories OlderStories Home