museum gunung merapi
lokasi: jalan boyong, dusun banteng, desa hargobinangun, pakem, sleman

"mungkin esok lusa aku kan tiada
 maka biarkan diriku menjadi terhanyut di dalam mimpi
 mungkin pagi ini saat kau kembali
 jangan biarkan diriku terhenti terhayut di dalam sepi "

#bagaikan-plus minus

pernah terbangun dan menemukan semua yang kau punya hilang? ngerasa cuma mimpi dan saat kau terbangun semua akan kembali. orang yang pernah kehilangan akan tau rasa na seperti apa. seperti orang-orang yang pernah menjadi korban bencana, salah satu na bencana gunung berapi.
diorama letusan merapi
letusan 2010
salah satu cara untuk mendpat gambaran tentang gunung berapi, kita bisa mengunjungi museum gunung merapi. sesuai nama na, lokasi museum ini di kaki gunung merapi dan mayoritas menceritakan tetang salah satu gunung berapi aktif di pulau jawa ini.

how to get there:
- dari jogja ke arah kaliurang lewat jalan jogja-turi
- sampai ke perempatan pakem, belok ke kanan
- sebelum ketemu spbu di sebelah kanan jalan, belok ke kiri
- naik terus sampai ketemu kompleks museum di sebelah kanan
jika ragu, ikuti saja petunjuk ke arah museum gunung merapi walau jarang terlihat tapi cukup akuarat

museum yang kompleks na dilengkapi dengan taman dan area parkir luas ini diharapkan dapat menjadi geowisata untuk wahana edukasi gunung api, gempa bumi dan bencana alam lain na. untuk mendapatkan informasi yang terangkum di dalam na, pengunjung cukup membayar tiket masuk 3 rb, atau 5 rb jika ingin sekalian menyaksikan film pendek tentang letusan merapi. informasi yang disajikan dikemas dengan konsep rekreaksi-edukatif, semacam taman pintar khusus gunung berapi terutama merapi. 
miniatur merapi
bagian dalam museum dibagi menjadi beberapa zona. begitu masuk pengunjung akan di sambut minuatur gunung merapi beserta penjelasan kronilogi letusan na dengan suara gemuruh serta magma dan asap yang terus-terusan menyembur dari puncak na. cukup dengan menekan tombol yang tersedia di depan na. sedikit ke dalam kita akan melihat volcano world yang berisi alat peraga dan foto gunung berapi di seluruh dunia. 
pertumbuhan kubah
masih di lantai satu kita akan melihat informasi lengkap tentang gunung merapi dari sisi gunung api, kegempaan, gerakan tanah, pembentukan maupun proses yang menyertai na sampai mitos yang ada tentang gunung merapi. selain itu terdapat juga jenis-jenis batuan hasil letusan merapi dan barang-barang yang selamat dari sisa letusan.
motor sisa letusan
di lantai 2, selain terdapat studio untuk pemutaran film juga terdapat mitigasi bencana gunung api, gempa bumi, tsunami dan gerakan tanah. selain itu banyak juga dipasang koleksi replika letusan merapi dan foto beberapa letusan gunung api di indonesia berupa art exhibition yang seakan membawa pengunjung turut serta masuk ke kawah lava.
perjalanan ke kawah
i'm here
cukup memuaskan denga ticket masuk yang relatif murah. belum lagi suasana alam yang ditawarkan selama perjalanan dan di luar museum. sungai-sungai kecil yang jernih di tepi jalan. pengen rasa na berhenti sebentar dan merendam kaki di sana. mendinginkan badan dan pikiran yang sering panas selama ini :D. 
-***-
related posts: 
- next: museum affandi
rumah kamera
"we keep this love in this photograph
 we made these memories for ourselves
 where our eyes are never closing
 our hearts were never broken
 times forever frozen still"

#photograph-ed sheeran

foto merupakan salah satu media yang digunakan untuk menyimpan memori dan kamera adalah media yang digunakan untuk mendapatkan na. bagaimana jika sebuah rumah disulap menjadi semacam kamera DSLR? apakah memori dari waktu yang membeku akan tersimpan lebih lama di dalam na? lihat aja di rumah kamera yang ada di magelang ini.

how to get there:
- perempatan pertama dari punthuk setumbu -klo ke kanan jalanan menurun, lurus terus. klo dari arah candi borobudur, ikuti petunjuk ke punthuk setumbu. jika ketemu perempatan yang klo lurus jalanan menurun, belok ke kiri
- ikuti jalan yang kanan kiri na sawah, candi borobudur ada di sebelah kanan
- tak jauh dari pohon besar di kiri jalan ada rumah berbentuk kamera di kiri jalan
patung buddha
rumah kamera sebenar na adalah galeri lukisan milik tanggol angien jatikusumo. pelukis ini biasa melukis pemandangan alam dan berasal dari semarang. rumah kamera dibangun na dari 2013. sayang kami sampai di lokasi terlalu pagi sehingga galeri 4 lantai ini masih tutup. 

di pagi hari banyak warga yang menggunakan tempat ini untuk menikmati hari. anak-anak yang asik bermain di halaman atau di kereta kuda yang disimpan di pinggiran. kata na ketiga lantai yang ada di sini digunakan sebagai galeri, sedangkan lantai 4 -bagian lensa- yang merupakan tempat terbuka digunakan untuk memandang alam sekitar dari ketinggian. juga ada fasilitas untuk memasangkan gembok cinta yang saat ini banyak ditemukan di beberapa objek wisata.
selfie paradise :D
tempat ini juga dikembangkan dengan fasilitas lain untuk menarik pengunjung seperti selfie paradise dan studio foto 3 dimensi. nanti na akan ada fasilitas-fasilitas lain selama berkaitan dengan seni. antara nyesel dan ga karena belum kesampaian masuk tempat ini. karena jika ingin mencoba semua fasilitas yang ada, tarif na cukup merogoh kocek. jumlahkan saja, untuk masuk ke galeri kita cukup membayar 5 rb, sedangkan untuk naik dan memasang gembok cinta tarif tambahan na 15 rb. tarif ini sama untuk masing-masing selfie paradise dan studio foto 3 dimensi.
patung biksu
dibandingkan dengan tarif menikmati kemegahan borobudur yang hanya 30 rb, mendingan duit na dihemat buat masuk candi aja :D -perhitungan-. ok, biar ga nyesel n sah udah ke sini, fotoin aja patung-patung yang tersebar di halaman na selain rumah kamera itu sendiri. mungkin pemilik na butuh modal tambahan untuk semakin mengembangkan lokasi ini supaya lebih menarik datang na pengunjung. masuk atau ga na itu pilihan kalian :). 
-***-
related posts: 
wat arun di pagi hari
travel date: 17 july 2013
website: http://www.watarun.net/

"who poured the love out?
 what made this bitter doubt?
 is peace not here, for me to see?
 wish i could tell you, what i am feelin'
 but words won't come for me to speak"

#blame it on the sun-emiliana torrini

tertarik dengan arti nama wat arun, temple of the dawn, maka kami pun berniat untuk melihat fajar di tempat ini. lebih ngicer matahari terbit na dibanding dengan kuil na sendiri. dan sedikit kecewa karena kami tidak mendapatkan na. salah siapa? salah kami tentulah yang bangun kesiangan dan kesusahan menemukan bus ke thanon samachai, sampai akhir na kena getok supir tuktuk. sampai lari-lari di tengah pasar yang ada di depan dermaga penyeberangan ke wat arun. tapi tetap saja kami sampai saat matahari sudah bersinar terang, bukan lagi jingga. papasan dengan orang-orang yang pulang dari meniknati fajar -mewek-.

how to get there:
- cari bus atau naik angkot ke dermaga samachai
- menyeberang dengan perahu dari samachai ke wat arun (3 ฿)
detail ornamen penghias
bingung juga mau ngapain di sini. kami terlalu siang untuk menikmati matahari terbit dan terlalu pagi untuk masuk ke wat arun. setelah mengitari bagian luar na tetap saja tidak menemukan pintu yang dibuka segapi itu. baik yang berbayar maupun yang gratis. untung na toko souvenir di sana sudah buka. menemani rista belanja dan ternyata harga di sini jauh lebih murah dari di chatuchak. buat yang memang pengen beli souvenir dan merencanakan berkunjung ke sini, better membeli na di wat arun dibandingkan beli di week end market na. dan yang lebih membantu lagi adalah penjual di sini bisa berbahasa indonesia.
bukan untuk belajar agama
waktu ditanya mengapa mereka bisa bahasa indonesia, karena tenyata banyak orang indonesia yang belajar agama di sana. saat itu pun kami sempat bertemu dengan ibu dari indonesia yang dimaksud si penjual tadi. mereka melakukan aktivitas pagi dengan bercakap-cakap menggunakan bahasa indonesia. jadi selain kuil di sini juga tempat belajar agama, noted.

nama wat arun sebenar na diambil dari nama dewa hindu, varuna, yang merupakan penguasa air. mungkin karena kuil ini dibangun di tepi sungai chao phraya. kuli ini termasuk kuil muda karena baru dibangun pada awal abad ke 19. bangunan utama na disebut prang yang merupakan tower paling tinggi dan dikelilingi 4 tower yang lebih pendek. prang dihias dengan porselin warna-warni yang berasal dari cina. kabar na wat arun pernah ditutup selama 3 tahun saat penempelan serpihan porselin ini tapi pengunjung tetap bisa masuk ke bangunan utama, hanya tidak bisa naik ke balkon yang ada di tower na.
dewa penjaga pintu
ornamen monyet dan setan tampak menyangga tower dari bawah. di sekitaran na terdapat patung binatang atau ksatria dengan nuansa china. bukan hanya patung tapi bangunan yang ada di tepi sungai juga bergaya china -yang warna hijau-. tak bisa masuk lebih dalam karena belum buka, maka kami pun menyudahi kunjungan kami kali itu. lain kali harus lebih pagi untuk liat sunrise atau siang sekalian biar bisa masuk ke kuil na. 
-***-
related posts:
-  full itinerary of this trip
previous: santapan wajib di thailand
- next: akulturasi hindu, buddha plus budaya china
sunrise
"srengenge nyunar kanthi mulyo
 anginne midid klawan rena
 manuk'e ngoceh ono ing wit-witan
 kewane nyenggut ono ing pasuketan"

#srengenge nyunar-g. djaduk ferianto

sebagai orang yang ngaku dari jogja dan suka jalan, aneh rasa na justru lokasi ngehits di dekat kampung halaman justru belum pernah dikunjungi. ntah ujan, ga ada temen, waktu ga cukup dan alasan lain na. sampai akhir na sekarang udah jadi tenar dan pasti na rame banget. padahal lokasi ini sudah mulai menjadi tempat wisata warga lokal mulai tahun 80an dan baru akhir-akhir ini ramai dikunjungi. yups, punthuk setumbu, sebuah perjalanan menuju nirwana.

how to get there:
- dari arah jogja ke magelang menuju borobudur
- ikuti jalan ke candi borobudur, lurus terus sebelum masuk kawasan candi ke arah belakang 
- ikuti petunjuk yang ada ke punthuk setumbu
- sampai perempatan terakhir -klo lurus jalanan menurun-, belok kanan. ikuti jalan dengan sawah di kiri kanan na
- akan ada jalan sempit nanjak seukuran 1 mobil di sebelah kanan dengan petunjuk punthuk setumbu
nirwana sunrise
perjalanan kali ini rhe diteminin day dari jogja dengan menggunakan motor. setelah ngangkring di kopi joss malioboro sampai jam 2 dini hari, kami langsung melanjutkan perjalanan ke magelang -klo tidur dulu takut kebablasan-. masih belum pagi saat kami sampai di lokasi. kami numpang istirahat di pos penjagaan yang jadi satu dengan loket sebelum tracking ke atas menunggu sunrise.

petugas pun belum semua na datang. kebetulan kami bertemu dengan bapak yang menjadi kepala group jaga hari ini. bapak ini yang bertugas membawa kunci fasilitas di atas dan mengkoordinir anggota group na dalam tugas jaga. pembagian na adalah 4 orang jaga di atas, 2 di bawah dan 2 di sepanjang track dari loket ke lokasi. biasa na mereka mulai berjaga dari jam 4-10 pagi. selebih na mereka adalah warga desa biasa yang mayoritas masih sebagai petani.
menunggu pagi
setelah punthuk setumbu memperlihatkan pamor na, mulai banyak warga sekitar yang mau bekerja paroh hari dengan pendapatan harian 20 rb. jangan lihat dari angka na cz jumlah ini jika dikumpulkan dalam sebulan cukup besar untuk warga di sini. belum lagi pendapatan dari mata penceharian utama mereka. salah satu bentuk wisata yang bisa meningkatkan perekonomial lokal. belum lagi dengan makin ramai na pengunjung, warung dan penjaja asongan dari warga lokal juga makin bertambah untuk menjawab kebutuhan pengunjung. terutama mereka yang pagi-pagi ke sini, turun saat waktu sarapan dan tidak menyiapkan bekal. peluang.

melihat potensi ini rupa na warga setempat mulai melakukan banyak perbaikian untuk kenyamanan pengunjung mulai dari kemudahan akses dan penambahan fasilitas. jika 3 bulan sebelum na day ke sini dengan kondisi track yang becek, masih jalan tanah layak na tracking di alam serta tidak ada penerangan -padahal kami sudah ready emergency lamp-. sekarang 3 bulan sesudah na kondisi sangat berbeda. sepanjang jalur tacking sudah dipasang lampu penerang, track na pun sudah dipasang batako sehingga tidak licin dan lebih mudah dilewati. di atas juga sudah didirikan fasilitas toilet dan mushola. usaha perbaikan untuk kenyamanan pengunjung yang sebanding dengan tiket masuk yang harus dibayar. pengunjung domestik dikenakan tarif 15 rb, sedangkan untuk turis manca 30 rb.
keramaian pengunjung
punthuk setumbu merupakan bukit yang menyajikan pemandangan sunrise ke arah gunung merapi dan merbabu. tak hanya itu saja, dari bukit ini kita juga bisa melihat borobudur dari ketinggain, memang tidak terlihat terlalu jelas apalagi jika kabut tebal dan mendung. tapi justru pemandangan yang mengintip samar-samar ini yang membuat na eksotis. kita bisa melihat kemegahan dan keagungan borobudur langsung jika berkunjung ke candi. sedangkan dari sini kita bisa melihat pesona mistis borobudur saat dia perlahan-lahan memantapkan bentuk na dari kabut yang semula menyelimuti na.
merapi dan matahari
mengapa tempat ini dinamakan nirwana sunrise? tentu karena di sini merupakan lokasi untuk menikmati surise. selain itu, posisi candi borobudur, candi pawon dan candi mendut ke arah gunung semeru yang segaris dengan bukit ini merupakan jalur imajiner yang menggambarkan tahapan mencapi nirwana. tahapan ini juga tersirat pada prosesi upacara waisak. 

candi mendut disebut juga syrimat venuvena, arti na yang mulia hutan bambu. candi ini dinyatakan sebagai jina mandira atau candi sang jina yang diperuntukkan untuk memuja buddha gautama. candi pawon disebut juga jinalaya mandira atau candi tempat jina yang merupakan tempat untuk mempersiapkan diri sebelum menuju tingkat terendah dari candi borobudur. sedangkan candi borobudur siapa yang ga tau? candi ini merupakan bangunan terbesar dari 3 candi yang ada dan merupakan tempat suci untuk mencapai kesempurnaan abadi. pembangunan ketiga candi ini mempertimbangkan keselarasan makroskosmos dan mikrokosmos dengan penggabungan konsep hindu dan buddha.
setelah kabut hilang
day yang pesimis bisa melihat sunrise dengan cuaca cerah karena sepanjang perjalanan dari jogja ke magelang ditemani rintik hujan memilih untuk melanjutkan tidur. sedangkan rhe yang kebetulan bertemu dengan rombongan dari jakarta asik menanti sapaan pertama matahari pagi ini. dan inilah hasil dari penantian itu. gerimis yang behenti, pagi yang cerah dan bias matahari perlahan menyingkirkan langit malam dengan pesona jingga na. tak hanya itu, siluet gunung merapi dan merbabu semakin mempercantik kemunculan sang fajar.
mengintip borobudur
bonus yang memuaskan adalah saat kabut pagi perlahan terbuka dan borobudur mulai mengintip dari bawah sama. ya, hari ini sangat-sangat cerah sehingga semua pesona yang ditawarkan tempat ini bisa rhe nikmati semua. inilah alam yang selalu menyajikan keindahan untuk siapa saja yang berlaku baik kepada na. akhir na satu misi mengunjungi wisata kampung halaman selesai dengan lengkap dan memuaskan. 
mission accomplished
semburat senyum pagi, sebuah hari baru dan banyak waktu untuk kunjungan lain na. di tempat lain juga tentu na. thanks god.
siap lanjut jalan-jalan
-***-
related posts: 
previous: -
.:warning: tulisan ini banyak content foto narsis. leave segera klo ga tahan :D:.
sisa-sisa batu karang
"these are the good old days
 i could stay
 these are the good old days
 and the more that you let it go
 the faster the time goes
 the darker the night is
 the lighter the moon glows"

#good old days-pink

i wish i could stay. pengen rasa na lama-lama di sini, at stone garden. seperti nama na tempat ini dipenuhi dengan hamparan batuan. tidak seperti stone garden di jepang yang sengaja dibuat dengan memperhatikan lambang dari tiap batu yang disusun, batuan di sini tertata secara alami. dengan asumsi karya alam pastilah lebih bagus dari tangan manusia, worthed berkunjung ke sini.

how to get there:
- dari jakarta naik kereta ke cimahi menggunakan kelas binis atau eksekutif. -sedangkan kelas ekonomi bisa langsung turun di padalarang- 
- lanjut naik KRD dari cimahi ke padalarang. kereta ini menetapkan single tarif (1,5 rb) untuk semua tujuan
- keluar stasiun padalarang, jalan kaki ke arah kanan sampai ketemu pertigaan tempat ngetem angkot. cari angkot warna kuning
- naik angkot warna kuning jurusan rajamandala (5 rb), turun di bukit azhar. penanda na pohon beringin di kiri jalan dengan mushola di belakang na
- lanjut dengan jalan kaki atau naik ojeg ke dalam. jika 1 angkot isi na 1 rombongan, bisa tambah tarif (2 rb/orang) untuk dianter sampai ke dalam
pemandangan padalarang dari dekat
sebuah improvement dari KAI atau ntah apa, tapi seakan berasa menggunakan semi kereta wisata untuk rute jakarta-bandung. maklum sejak ada na tol cipularang, rasa na lebih cepat lewat tol -klo lancar- dibanding naik kereta. ada penjelasan selama perjalanan untuk beberapa jalur yang dilewati kereta seperti jembatan cisomang baru yang diresmikan oleh presiden megawati soekarnoputri pada 3 agustus 2004 untuk menggantikan jembatan cisomang lama yang telah berusia lebih dari 100 tahun. jembatan cisomang lama dibangun pada 1894 dengan panjang 230 meter dan ketinggian hampir 100 meter dari dasar sungai cisomang. jembatan ini masih berdiri sampai sekarang di sebelah jembatan cisomang baru yang merupakan jembatan kereta api tertinggi di indonesia.

info lain diberikan saat hendak melewati terowongan sasaksaat. terowongan ini terletak antara purwakarta dan padalarang dengan panjang 949 meter membelah perbukitan cidepong. terowongan yang terletak pada daerah operasi II bandung merupakan terowongan padat lalu lintas dengan 44 kereta api yang melintas secara reguler setiap hari na dan membutuh penjagaan khusus sehingga di kedua ujung na terdapat gardu jaga untuk juru periksa terowongan.
jalur masuk
puas melihat padalarang dari perlintasan kereta, saat na melihat sebagian dari dekat, dari stone garden. dalam buku geologi atau literatur lain lokasi ini disebut taman batu. tapi ga ngehits klo ga ngenglish, maka pelancong di luar padalarang lebih familiar dengan sebutan stone garden. taman batu merupakan salah satu bagian dari sejarah geologi gunung sunda. letusan dasyat na menyisakan kaldera yang sisa na masih bisa dilihat dari hutan dan dinding alam yang menjulang sekitar 200-300 meter di sebelah barat bandung ini. salah satu yang menjadi lokasi peninggalan gunung sunda adalah kawasan karst padalarang.
sebagian karst
daerah karst terbentuk oleh pelarutan batuan terutama batuan karbonat. batu gamping yang banyak terdapat pada kawasan karst awal na merupakan terumbu karang yang biasa na dibentuk oleh koloni binatang koral yang mengalami proses pengendapan sempurna. hal ini bisa dilihat dari kontur batuan serupa batu karang dengan irisan tajam, runcing dan banyak rongga. hati-hati terkena luka gores saat mengeksplor batuan di sini -liat lutut yang babak belur-.
batuan yang sebenar na tajam
terumbu karang terbentuk saat dataran tinggi padalarang masih merupakan dasar samudera dengan kondisi fisik dan mutu air mendukung tumbuh subur na koloni binatang karang. tapi akibat letusan gunung berapi yang mencemari perairan padalarang, kelangsungan hidup binatang koral rusak dan terputus. setelah proses pengeringan lautan menjadi daratan, koloni binatang karang mengalami pengendapan sempurna dan dengan ada na proses geologi menjadi batu gamping sampai tercipta kawasan karst yang salah satu na adalah taman batu ini.
hasil pengendapan berpuluh-puluh tahun
stone garden terletak di cipatat, padalarang yang dilewati jalur bandung-cianjur dan bandung-purwakarta. selain stone garden terdapat juga bukit gamping lain yaitu gunung masigit dan pasir pabeasan. pada bukit-bukit itu terdapat aktivitas penambangan batu kapur. tempat ini rupa na memiliki jasa yang cukup besar bagi ekonomi daerah -salah satu tambang yang kami lewati bahkan sampai memasang tulisan "tidak ada lowongan di sini". tapi bagaimana keadaan alam yang diakibatkan setelah aktivitas penambangan ini? selain hilang na bukti sejarang geologi, mungkin akan timbul akibat alam lain na seperti berkurang na sumber resapan air yang bisa jadi membuat susah na air bersih nanti na jika keadaan semakin parah -sok tau-.

taman batu sendiri merupakan bagian dari pasir pawon. pasir dalam bahasa sunda bearti bukit. kawasan taman batu pawon tentu na terdiri dari bebatuan. terlalu banyak batu yang ada di sana sehingga kurang rasa na untuk bisa mengeksplorasi semua spot yang ada. karena kami datang di musim penghujan, saat tanah ga tandus sehingga membuat view taman batu lebih hidup dengan ada na rumput-rumput tinggi. bebatuan na jadi tampak semakin alami, seakan kembali ke masa lalu saat masih ada di dasar laut dengan terumbu karang dan algae yang bergoyang tersapu arus lautan -ngayal-.
rumput seakan algae
dulu na dasar laut
salah satu batu yang menarik adalah batu yang menyerupai gerbang. oleh masyarakat setempat, di sini kata na terdapat gerbang menuju dunia lain. tidak susah untuk menemukan batu gerbang karena selain ukuran na yang cukup besar terdapat juga petunjuk nama na. sedangkan batu yang lain tidak ada penamaan khusus. cari aja spot yang menarik menurut kita. klo menurut rhe, hampir semua spot menarik selama ga ngelukai dengkul  :D
lokasi batu gerbang
batu gerbang
sedikit saran, untuk waktu kunjungan alangkah lebih baik klo pagi sekalian or menjelang sore saat udara sejuk. kebetulan kami datang pada siang hari yang panas dan membuat dehidrasi hanya dalam beberapa menit eksplorasi -.-.

di semacam puncak taman batu terdapat sebuah makam dengan batu melingkar yang mengelilingi na. jika dilihat dari kontur na, batuan di sekitaran makam bukan berasal dari pasir pawon. seakan sengaja dibawa ke sana untuk semacam ritual. tidak ada penjelasan sebenar na siapa yang disemayamkan di sana, tapi dari obrolan singkat kata na makam ini kosong. cerita na berawal dari seorang ibu yang datang ke tempat ini. merasa mendapat bisikan sampai akhir na dia respon dan menjadikan na kaya. maka ntah sebagai ucapan terima kasih atau prasyarat yang harus dijalankan, dibuatlah nisan di lokasi yang kata na dihuni leluhur sakti ini -masih percaya?-.
makam yang dikeramatkan
bukan pre wedding
taman batu tidak hanya menarik untuk mereka yang ingin melihat sejarah geologi atau sekedar berburu foto. bahkan ada pasangan yang menggunakan lokasi ini sebagai tempat pengambilan foto pre wedding. semoga kehidupan rumah tangga pasangan-pasangan ini tidak dipenuhi batu karang yang harus ditaklukan dan hambatan yang tajam :). jadi, apakah kalian tertarik untuk datang? -***-
NewerStories OlderStories Home