melihat rumpin dari atas
"elevator buttons and morning air
 strangers silence makes me want to take the stairs
 if you were here we'd laugh about their vacant stares
 but right now, my time is theirs"

#ours-taylor swift

jalan dengan orang baru? bukan hal baru. sebuah perjalanan adalah perubahan dari aku menjadi kita. pas pengen nanjak pas ada yang ngajakin pemanasan ke gunung munara. gunung ini udah ngehits sejak 2014 sama kaya' tebing keraton. mumpung belum mahal, ayoh.


how to get there:

- dari jakarta naik commuter line sampai stasiun bojong
- sewa angkot (200 rb) dari stasiun ke rumpin, ga ada angkot yang langsung andai berniat untuk ngeteng. harus ke parung dulu baru ke rumpin. 
- turun di gapura rumpin dengan penanda situs gunung munara, tinggal jalan kaki masuk dengan jarak yang lumayan. ada retribusi ga resmi (2 rb) yang dipungut warga tak jauh dari gapura
bamboo grove
gunung ini mungkin lebih cocok disebut bukit cz ketinggian na hanya 1100 mdpl tapi ada baik na menggunakan alas kaki yang nyaman cz medan na batu, lumut, lumpur sampai nyaris panjat tebing. sangat bisa tektok dengan banyak sisa waktu setelah pendakian. spot khas na adalah batu belah -yang belahan na hanya kelihatan dari bawah-, selain batu kodok yang diakui sebagai puncak munara. kawasan wisata gunung munara juga diakui warga setempat sebagai situs sejarah. konon kata na dijadikan tempat semedi presiden soekarno tapi ntah kapan dan saat apa. 
pertapaan soekarno
sedangkan kisah lain yang beredar, di sini bisa ditemukan tapak kabayan. jika kalian berpikir bahwa kabayan yang dimaksud adalah tokoh sunda yang sering muncul dalam cerita sinetron dengan pasangan na nyi iteung, singirkan segera. mindset ini sempat beberapa kali mengganggu rhe yang ga nyambung dengan penjelasan guide munara.

kami ditemani 4 pemandu dan diservice lengkap oleh garas, warga rumpin yang merupakan salah satu teman dari anggota rombongan kami. jalan yang dipilih adalah masuk desa. setelah parkiran akan ada retribusi lagi sekaligus lapor ke petugas -semacam ngurus simaksi-. pengunjung biasa akan dikenakan tarif 2,5 rb, sedangkan ongkos masuk kami dicover oleh aif, salah satu pemandu kami. 
jembatan cekung
tracking dimulai dari jembatan cekung yang nyaris rubuh. walaupun terbuat dari beton tapi penampakan na sudah tidak layak lagi, mungkin hanya bisa menahan beban beberapa orang. jalur selanjut na adalah melewati tanah liat. jika musim kemarau tidak ada masalah, sedangkan kami datang saat musim hujan dimana semalam rumpin diguyur hujan deras yang menyisakan tanah semi lumpur yang becek dan licin. saking licin na sampai dibuat pijakan-pijakan baru oleh guide kami untuk mempermudah perjalanan setelah beberapa orang sukses jatoh kepleset :D -are you ok fia?-. 
pijakan dadakan
view selanjut na yang menjadi spot favorite setelah puncak adalah bamboo grove. semacam hutan bambu yang ada di arashiyama, ga perlu jaoh-jaoh ke jepang. selain bambu banyak juga pohon duren yang hampir ditemui di sepanjang perjalanan. sayang saat itu belum musim na sehingga kami tidak kebagian durian jatohan -ngarep-.

untuk sampai ke batu belah kita harus melewati 4 pos yang jarak na relatif dekat. dan unik na, mungkin karena lokasi wisata, semua pos ini berupa warung. ya, warung dengan banyak piliham makanan dan minuman. pos 1 adalah warung minuman dan camilan yang dijaga oleh seorang bapak tua. pos 2 merupakan warung rujak yang menyambut siapa saja yang memiliki niat baik. pos 3 yang terletak di bawah batu besar dijaga seorang ibu yang walaupun sudah bersuami orang mapan -s3 ekonomi klo ga salah inget- tetap mau berjualan. ibu ini sangat ramah, mungkin karena ikhlas berjualan, bukan semata-mata mencari untung. sedangkan pos 4 berada persis di bawah batu belah yang merupakan warung terlengkap dari semua warung yang ada di gunung munara.
warung rujak
pos 3
situs pertama yang kami jumpai adalah gadongan kuda yang berada di semacam goa kecil dengan juluran akar di samping jalan masuk na. tidak jelas asal nama na karena tidak ada petunjuk sejarah maupun papan keterangan. hanya semacam batu penanda yang dengan sadis ditempel menggunakan semen ke batu besar di sini. mungkin dulu digunakan sebagai tempat menambatkan kuda. tapi siapa juga yang mau bawa kuda ke lokasi semacam ini :D
antara gadongan kuda dan tapak kabayan
memasuki jalur dengan gerbang akar di antara himpitan batu besar. di jalur inilah konon peninggalan keramat si kabayan berada. telapak tangan sang kabayan tercetak berdampingan dengan ukuran besar seakan menyangga batu dari bawah. jadi tau kan apa yang dimaksud dengan kabayan? ya, dari ukuran na yang dimaksud kabayan menurut bahasa sunda lama adalah raksasa. di atas batu ini terdapat tampungan air hujan yang bisa diminum -klo berani-. sedangkan mata air tidak ditemukan di gunung munara. selebih na adalah jalanan bebatuan. 
tampungan air hujan
setelah batu belah track na lebih ramah. jika dilihat dari lokasi na langsung, batu belah hanyalah seonggok batu dengan tebing curam. mereka yang berani naik ke ujung na akan disajikan pemandangan hamparan sawah di depan dan rimbun pepohonan di belakang na. batu ini mudah dipanjat tanpa alat bantu selama tidak ditumbuhi lumut. klo ga berani, ada webbing di hampir puncak. lucu na ada juga pasangan yang menjadikan ujung batu sebagai lokasi kencan. alhasil si cowo' kebingunan gimana cara na ngebantuin si cewe' yang terlanjur keder trus diam membeku ga berani turun :D
sebagian batu belah
melanjutkan track setelah batu belah terdapat mushola dengan air wudhu yang bisa diambil dari situs sejarah sendang gunung munara -lagi lagi adalah tampungan air hujan-. masih satu lokasi dengan sendang terdapat situs lain yang kata na adalah tapak kaki kabayan. hanya saja klo tapak tangan na tadi benar-benar menyerupai tangan dengan 10 jari, di sini tidak menyerupai kaki sama sekali. bentuk na berupa cekungan persegi panjang dengan panjang sekitar 50 cm. ukuran kaki na tampak ga proporsional dengan tapak tangan sebelum na. apakah ini milik makhluk yang sama? percaya ga percaya :D

ditambah lagi telapak kaki ini hanya sebelah. please, jangan tanya kanan atau kiri ya. di samping tapak kaki ada lubang lain yang diceritakan sebagai jejak tongkat yang digunakan kabayan sebagai pijakan saat meloncat ke gunung lain. info na tapak yang lain bisa ditemukan di gunung bongkok yang berada di sebelah waduk jati luhur. jaoh juga ya, curiga jangan-jangan dulu sun go kong dulu pernah mampir ke tanah jawa ;)
cendol
di lokasi inilah kami menyantap makan siang sebelum lanjut ke batu kodok. jarak na ga sampai 15 menit dari batu belah. hanya saja track na banyak kambing. ga tau itu kambing warga atau kambing gunung -emang ada kambing gunung ya?-. ati-ati aja ma tai mereka yang berserakan dimana-mana. klo ga mo antri narsis datanglah lebih pagi cz selepas siang isi na cendol. rame banget. jangan percaya dengan foto mereka yang tampak merasakan ketenangan di puncak munara. sayang na lokasi ini sudah ternodai dengan tangan-tangan usil mental orang indonesia yang membuktikan eksistensi mereka tidak hanya dengan foto tapi juga grafiti yang mereka torehkan pada batu-batu di sini, miris. 
bersama aksi tangan jail
melanjutkan sedikit tentang goa soekarno. bingung juga mo komen secara belum ada sejarah yang menuturkan atau membuktikan na. di dalam gua seukuran sebuah kamar kos ini ada tikar hampir utuh yang tergelar. warna na masih bersih. seperti na bukan peninggalan soekarno jika dilihat dari usia tikar tapi milik orang-orang yang memang menggunakan lokasi ini untuk bersemedi. selain kelelawar yang menghuni gua, ternyata bagian dalam na tak lepas dari tangan-tangan jail pengunjung. dan lagi-lagi semen asal-asalan batu penanda kembali ditempelkan. sedikit di atas goa soekarno ada situs batu quran. menurut aif, peletakan batu penanda ini bahkan tidak sesuai dengan batu quran yang sebenar na dimaksud -ada di sebalik na lagi-. tapi memang lokasi keberadaan batu quran sebenar na susah dijangkau oleh mereka yang cuma iseng doang cz kau perlu keahlian dan keberanian untuk melipir di semacam teping batu ke arah sebalik na. kata na batu ini berukuran kecil, pas untuk meletakkan quran sehingga disebut demikian.
bukti campur tangan pemda
dilihat dari penada-penanda yang disemen permanen seperti na lokasi ini sudah mendapat perhatian dinas wisata setempat. tapi jika demikian kenapa tidak disebutkan sekalian di batu penanda bahwa memang dinas wisata setempat mengakui lokasi ini sebagai situs sejarah. cz jika memang demikian kita bisa tau bahwa lokasi tersebut menyimpan sejarah. semacam ga valid gitu jadi na penamaan yang ada. ditambah lagi cara peletakan baru dengan semen yang terkesan asal tempel aja -bukan kerjaan arkeolog pasti na-, tidak memperhatikan nilai sejarah -atau keramat- jika memang situs ini merupakan peninggalan yang perlu diperhatikan. antara senang atau patut disayangkan. -***-
situ sampireun
"and it's gonna be a long night 
  and it's gonna be cold without your arms 
  and i'm gonna get stage fright caught in the headlights 
  it's gonna be a long night 
  and i know i'm gonna lose this fight"

#long night-the corrs 

pernah ngerasain "liburan" dipaksa? kali ini rhe merasakan na. meeting yang dibuat berkesan liburan supaya peserta na rela masuk akhir minggu tanpa bayaran ini membuat rhe dimusuhi hampir satu divisi karena menolak ikut. berbagai skenario disiapkan tapi akhir na terpaksa ikut juga karena permintaan emak yang super duper melas -ga tega-. jadi na yang ada adalah menikmati setengah-tengah -anggap liburan-.
ikan mas minta makan
lokasi yang dipilih adalah kampung sampireun. kata na untuk merasakan suasana pedasaan setelah jenuh kerja kantoran -kebetulan di daerah sunter, kelapa gading yang sangat tenar dengan macet dan banjir na-.  ok, inti na untuk merasa nyaman -yang dipaksakan- sejenak dari rutinitas yang ada. pindah ngantor doang sebenar na.

how to get there:
- kampung sampireun terletak di desa ciparay garut
- dari jakarta, gunakan tol keluar cileunyi
- ikuti jalan raya rancaekek ke arah garut
- sekita 15 menit dari alun-alun leles akan ada baliho kampung sampireun di sebelah kanan jalan -tulisan na udah pudar-. masuk ke kanan, sejalan dengan arah ke kawah kamojang
- jalanan sempit dan berliku sehingga butuh waktu 45 menit-1 jam untuk sampai ke kampung sampireun

gadis pendayung
welcome drink langsung disajikan ketika kami sampai diiringi nyanyian sunda. beberapa orang langsung girang melihat situ yang ada di bagian dalam na. konon awal na memang di sini terdapat situ sampiren yang dikelilingi pohon kelapa. jumlah pohon kelapa yang mengelilingi na masih dipertahankan sesuai jumlah awal na. di sekitar situ yang terbentuk secara alami inilah kemudian dibangun fasilitas modern sehingga menjadi resort seperti sekarang. ada yang langsung narsis, ada yang langsung ngelompat ke perahu untuk menikmati situ. masih dengan suasana males, rhe mah naik perahu aja, males ngedayung :D
resto di tengah situ
walaupun ukuran na ga cukup luas -bisa 3x lari keliling tanpa kehabisan nafas-, tetap aja situ yang menjadi center dari penginapan adalah daya tarik bagi pengunjung. untuk sampai ke aula dari pintu masuk ada 2 cara, naik perahu, naik rakit atau dengan jalan kaki di tepian situ. fasilitas rakit maupun perahu disediakan gratis untuk yang menginap di sini. sedangkan untuk pengunjung bisa seperti na dikenakan tarif sewa perahu. melihat beberapa rombongan kami langsung menuju aula, memanfaatkan spot kosong maka kami segera menuju rakit di tengah situ. kata na klo malam tempat ini dibuka sebagai dinner spot. tempat romantis tapi dijamin banyak nyamuk.
fasilitas
selain kamar dan meting room, fasilitas lain ada restauran, playground dan kolam renang. kolam renang na juga terletak di alam terbuka dengan kedalaman 1 m plus ga terlalu luas untuk menampung lebih dari 10 orang. sedangkan playground terletak di samping resto dan becek jika hujan. yang paling mengecewakan adalah makanan na. ga tau tempat ini sekelas hotel berapa bintang, tapi makanan na bisa dibilang ga enak dan ga menarik. untuk makan siang saat kami datang menu na ga variatif, ga nyambung antara yang satu dengan yang lain dan sayuran na over cook. belum lagi ada binatang di air putih na. mungkin karena konsep alam na kali ya, jadi binatang pun bebas masuk.
seruling bambu restaurant
sedangkan untuk makan malam dan sarapan na, rhe sudah ga terlalu berharap lagi dengan rasa na. cukuplah makan untuk menjawab kebutuhan perut karena di sekitar sini ga ditemukan sebangsa *mart yang biasa na hampir bisa ada di semua daerah. susah cari camilan dan kebutuhan lain klo kau sudah di dalam. setidak na makan siang terakhir di hari kedua cukup bisa dinikmati -efek ga makan layak 3x mungkin ya-. 

masuk kamar aja yuks. kamar yang disediakan berdinding bambu dan beratap bambu dengan lapisan rumbia. nah ini yang cukup jadi alasan keluhan beberapa teman kantor, langit-langit kamar na tidak dilapisi jaring atau penutup lain na, sehingga kotoran na langsung jatuh ke dalam. kebayang kan dengan sprei dan selimut putih, kotoran ini langsung terlihat.
view dari berada belakang
awal na mereka meminta petugas untuk membersihkan na. sprei dan selimut pun diganti. tapi saat kembali ke kamar dari acara malam, sprei pun kembali dipenuhi kotoran dari langit-langit. sedangkan untuk kamar mandi na sebenar na konsep na menarik, kamar mandi di alam terbuka. sebagian kamar mandi beratap sedangkan bagian shower na tanpa atap -tenang, dinding kamar mandi cukup tinggi, males manjat juga-. nah, klo di sini dipasang jaring sehingga daun atau material lain yang jatuh ga akan mengganggu mandi kita :D. pengalaman baru mandi malam-malan dengan air hangat dan tiba-tiba merinding saat angin malam berhembus langsung kena kulit.

dari berada belakang yang menghadap situ sudah disiapkan juga 1 perahu dayung untuk tiap kamar. ikan mas mulai berdatangan ketika kami keluar. seperti na mereka sudah hafal dengan pengunjung yang selalu memberi mereka makan. untung juga pengelola di sini, pengunjung harus membeli makanan ikan mas dan yang nanti dimasak dan dijual ke pengunjung juga. untung ganda. sebagai pengganti morning tea, ada petugas dengan perahu dayung yang berkeliling dari kamar ke kamar menghantarkan serabi.
satu-satu na yang ga pake seragam
setidak na pernah merasakan menginap di sini yang kata orang mahal. view na cukup memanjakan dengan nuansa hijau na. sekali lagi jangan terlalu berharap dengan rasa makanan na, enak di mata tapi ga sedap di lidah -***-
vihara avalokitesvara
"sudikah kau terima ku
 terlanjur sayangi
 terlanjur ingini
 semua yang ada
 di dalam dirimu"


#semua yang ada-d'cinnamons

ini adalah trip ga mo rugi setelah perjalanan jakarta-serang untuk dateng ke pernikahan rekan kantor yang diadakan di pandeglang. minim info tentang propinsi di ujung barat jawa jadi na memanfaatkan jasa google. dan pas googling yang muncul antara lain benteng dan kraton banten. ga cocok dengan rekan-rekan "cantik" akhir na vihara avalokitesvara yang menjadi pilihan.

how to get there:
- lewat tol jakarta-serang, keluar di pintu tol serang timur
- belok kanan pas lampu merah, susurin jalan. jalanan di sini lumayan banyak lubang dan berdebu, ga bisa buat mobil melaju cepat -apalagi kencang-, siapkan waktu lumayan lama buat perjalanan
- belok kiri saat berhadapan dengan sungai, jangan nyeberang ya. susuri sungai
- di ujung jalan ada benteng banten lama, putarin benteng. vihara ini akan kelihatan di sebelah kanan
gerbang masuk vihara
vihara avalokitesvara merupakan vihara tertua di banten. dibangun pada 1542 di desa dermayon dan dipindahkan ke lokasi saat ini pada tahun 1774. vihara ini dibangun atas prakarsa ong tien nio -istri sunan gunung jati, berasal dari tiongkok-. bangunan ini sudah mengalami beberapa kali pemugaran, terakhir di tahun 2009 setelah terjadi kebakaran. jadi tidak heran jika banguan na terlihat baru walau bentuk asli na masih dipertahankan.

patung tertua di sini adalah dewi kwan im, mungkin ini juga yang menjadi dasar penamaan vihara ini, avalokitesvara. patung kwan im menjadi satu-satu na patung yang berhasil diselamatkan saat peristiwa kebakaran 2009. secara keseluruhan, terdapat 16 patung di dalam vihara.
bersama anak singa batu
di bagian dalam na terdapat semacam aula dan ruang terbuka dilengkapi dengan bangku taman. untuk menuju ke sana kita bisa melewati lorong yang ada. di atas lorong ini terdapat lukisan dinding yang menggambarkan peristiwa meletus na gunung krakatau tahun 1883, mulai dari letusan na sampai air bah dan bencana yang ditimbulkan. selain itu digambarkan pula orang-orang yang berlindung di dalam vihara dan berdoa memohon mukjizat keselamatan. dan doa itu pun terjawab dengan selamat na orang-orang yang berlindung di dalam vihara dari air bah yang datang.
lorong dan lukisan dinding
walaupun merupakan klenteng tri darma, penganut kepercayaan lain boleh masuk ke sana selama sopan dan tidak mengganggu. kami datang di hari sabtu, saat banyak peziarah yang datang sembahyang. tidak tau klo tempat dupa di bagian depan adalah lokasi penting, kami asik aja berfoto di situ. maaf, rhe sungguh tidak tau dan para peziarah ini seperti na cukup memaklumi dengan bersedia menungggu kenarsisan kami di depan vihara. makasih... -padahal ditegur aja boleh lho- ^^v
menara pembakaran
selain sembahyah mereka juga melakukan doa leluhur atau mengirim "sesuatu" untuk arwah yang meninggal. barang-barang ini dibakar di menara pembakaran yang terdapat 2 buah di samping vihara, kanan dan kiri. barang yang dibakar tidak hanya dikirim sebagai bekal arwah yang meninggal tapi juga untuk memberikan "upeti" pada para penjaga alam baka untuk menjaga arwah leluhur mereka. konsep yang menarik, bahwa sifat manusia dibawa sampai ke alam baka, bahkan sampai ke penghuni asli na.
sisa pembakaran
puas mengekspor vihara, kami melanjutkan kunjungan singkat ke benteng spellwijk. nama spellwijk diambil dari nama gubernur jenderal belanda yang menjabat pada masa benteng ini dibangun, cornelis janszoon speelman. benteng ini terletak di depan vihara avalokitesvara, cukup menyeberangi parit yang memang dibangun mengelilingi benteng. melihat kompleks ini sepintas seakan kembali dibawa ke ayutthaya, saat kemegahan masa lalu tersisa dalam puing-puing. setidak na di sana sudah direstorasi sedangkan di sini masih diabaikan.

kontruksi utama benteng yang dibangun untuk mencegah serangan banten ini adalah batu bata dan batu karang. maklum bangunan ini dibangun di dekat selat malaka yang saat itu memang menjadi pusat perniagaan. jangan bayangkan benteng ini memanjang dari titik yang satu ke titik lain karena bangunan na kotak seperti lapangan. bahkan saat kami datang banyak anak menggunakan tempat di dalam na sebagai lapangan bermain sepak bola -lengkap dengan gawang-. sedangkan penduduk sekitar na menggunakan lokasi ini sebagai tempat melepaskan ternak mereka seperti kambing dan ayam. sungguh kotor, tai dimana-mana. belum lagi grafiti yang banyak dijumpai di dinding batu na. dan yang paling miris adalah spot di samping jalan masuk yang digunakan sebagai tempat pembuangan akhir, bau sampah banget.

padahal jika diperhatikan baik-baik ada menara utama dan ruang pengintip yang masih utuh -walo banyak coretan dan bau pesing-. ruang bawah tanah dan bunker na pun juga masih ada. sayang jika sebuah peninggalan hanya menjadi puing dan kehilangan fungsi sejarah na. pengelolaan dan campur tangan pemerintah seperti na perlu. mungkin juga pergerakkan warga lokal atau traveler yang membuat na jadi tempat "ngehits". biasa na klo udah gitu, walau terkesan pungutan liar tapi setidak na ada yang merawat dan memperhatikan.
sebagian benteng yang masih berwujud
memikirkan na saja sudah membuat lapar. mari cari makan. sebenar na kami sempat makan siang di rumah makan soup ikan taktakan. saking semangat makan na sampai lupa mengambil foto na -googling aja ya yang mo tau-. harga per mangkuk na lumayan mahal tapi bisa dimakan untuk 2-3 orang dengan pelengkap lain na. soup ikan na bening dengan rasa segar karena tomat hijau di dalam na. daging na juga tidak amis. sedangkan untuk buah tangan, makanan yang khas di sini adalah sate bandeng. ikan bandeng na dibungkus tempelan semacam adaonan otak-otak kemudian dibakar. ikan semua ya, karena dekat laut kali -masa bodo'-. ada 2 pilihan rasa, original dan pedas yang dijual dengan harga 35 rb.
sate bandeng

ada kudapan lain yang juga menggiurkan untuk dicoba. tapi karena letak na lebih mengarah ke pandeglang dan jauh dari lokasi benteng maka kami melewatkan na, durian jatohan. kata na durian di sini dijamin manis karena bukan dipetik tapi nunggu jatoh, maka na dijamin durian tua. klo ga manis boleh langsung ditukar ke penjual na. okay, masuk list kuliner selanjut na. memang harus berkunjung ke banten lagi seperti na. demi durian :D  -***-
jarak hanyalah kata yang menyelinap di antara tempat kau berdiri dan keindahan

deretan cafe
travel date: 16 july 2015

"centuries are what it meant to me
 a cemetery where i married the sea
 stranger things could never change my mind
 i've got to take it on the otherside
 take it on the otherside
"


#otherside-red hot chili peppers

kebersamaan dalam keterasingan. mungkin seperti itulah rasa na berada di tempat ini. berkumpul bersama backpacker dari berbagai negara di suatu lokasi yang memang diperuntukkan bagi mereka. kau bisa menjumpai beragam karakter orang, gaya, etnis dan rupa-rupa mereka. tak hanya dari pendatang na, keberagaman ini ternyata juga muncul dari fasilitas yang ada di sana.
kaos dagangan
mayoritas fasilitas yang ada adalah kios, bar dan penjual -apapun yang bisa dijual dari barang sampai jasa-. kawasan ini sudah ramai dari siang. tapi akan mencapai puncak na di kala malam. saat musik dimainkan, saat beer dan alkohol dikeluarkan dan saat semakin banyak orang keluar dari kamar mereka. jedag jedug, jedag jedug. buat yang harus tidur tenang better jangan memilih penginapan di sekitar sini.

kawasan backpacker ini dimulai dan berujung di khaosan road. sepanjang jalan na menyediakan semual fasilitas dan kelengkapan backpacker. tak hanya di khaosan road saja, bahkan jalan-jalan di sekitar na juga ramai oleh penjual dan para backpacker. apa yang kau butuhkan semua disediakan. kelelahan setelah keliling seharian? jasa thai massage dengan beragam tarif tersedia di sama. yang ingin mencari buku impor murah juga ada. dan yang paling penting... lokasi hang out sambil makan dan ngobrol dengan mereka dari berbagai negara.
dari kios buku sampai bar
sebuah cerita yang membuat malu adalah untuk pertama kali na di sini rhe menyangkal sebagai orang indonesia. memanfaatkan wajah yang mirip dengan orang vietnam or philipine, rhe menggunakan na sebagai identitas. gimana ga, saat ngobrol bersama backpacker denmark dan australi mereka sangat terganggu dengan turis indonesia di bangkok. kenapa? karena menurut mereka orang-orang indonesia ini bukan backpacker tapi sok backpacker. mereka adalah turis sejati bukan dengan tujuan untuk melihat, menikmati dan menyelami tempat baru yang kau kunjungi tapi untuk: belanja! ya... mungkin itulah cara orang indonesia menikmati backpacker na, eh bukan, liburan na.

maaf, untuk kali ini rhe sepakat dengan omongan teman-teman baru tadi :)
-***-
related posts:
-  full itinerary of this trip
previous: tarif ekomoni ayutthaya-bangkok
- next: santapan wajib di thailand

pad thai
location: khaosan road

ke thailand rasa na belum sah klo belum mencoba makanan yang satu ini, pad thai. mie goreng yang dicampur dengan bahan lain na ini menjadi salah satu makanan khas di bangkok. kita hampir bisa menemukan makanan ini di semua lokasi. original na pad thai menggunakan daging babi. tapi kali ini yang rhe pesan adalah vegetarian pad thai plus telur (30 ฿). isi na tentu ana mie dan telur -dikeplak- :D. penambahan lain ada wortel, tauge, selada dan beberapa daun yang rhe ga tau nama na. dimakan di pinggir jalan sambil ngeliatin abang penjual na menyiapkan menu lain untuk pembeli yang ngantri dengan aroma yang terus menguar dari wajan na. sedap.
por pia
cemilan na yang wajib dicoba adalah por pia. semacam lumpia goreng, isi na hampir sama dengan sayuran yang dimasukkan ke pad thai -tanpa mie tentu na-, masih dengan telur. kriuk-kriuk dah. rasa na mirip didominasi dengan bawang dan kau bisa memilih sendiri cabe pedas na, bisa bubuk cabe sampai semacam acar cabe. tapi jangan berharap nemu cabe rawit kunyah ya :D
-***-
related posts: 
tiket kereta ayutthaya-bangkok
travel date: 16 july 2013
website: http://www.railway.co.th/checktime/checktime.asp?lenguage=Eng

tiket kereta ayutthaya-bangkok tidak bisa dibooking sebelum na. bahkan saat kami sampai pagi hari dan akan membeli tiket untuk keberangkatan sore pun petugas loket menolak pembelian kami. ya udah, nyantai aja. mereka lebih tau dari kita. tapi klo pengen aman dan ngotot-ngototan beli tiket biar ga kehabisan, silahkan saja :D. just info, kereta ke bangkok ada hampir setiap jam na.

keberadaan website lebih untuk melihat jadwal kereta daripada untuk booking tiket. ada beberapa kelas yang disediakan. perbedaan tarif na bukan berdasarkan waktu tempuh tapi dari kapasitas dan interior kereta. berdasar perkiraan lama explore ayutthaya, kami berencana menggunakan express train (16฿) atau rapid train (6฿). tapi seperti na explore ayutthaya tidak memerlukan waktu sebanyak yang kami rencanakan sehingga kami sampai 2 jam lebih cepat dari kereta yang ingin kami tumpangi. masih bisa bebenah dan ke toilet -kebutuhan rista- pikir na.

dan percakapan gila gaya manusia purba inilah yang terjadi;
rhe (r): "2 tickets to bangkok"
petugas loket (pl): "30 ฿" -sambil pake jari-
r: nyodorin 100 ฿, berpikir harga tiket satu na 30 ฿ cz rencana na kami naik kereta seharga 6฿ or 16฿
pl: balikin duit 100 ฿ sambil nunjukin duit 50 ฿
r: ni maksud na apa c, kurang atau minta uang pas? -minjem ke rista 10 ฿- lanjut bayar 60 ฿
pl: nerima duit, ngasih tiket sambil ngasih kembalian 3฿
r: nerima semua na dengan bingung cz harga tiket na sangat jauh lebih murah dari estimasi kami, 15 ฿ per orang. ini kereta apaan?
r: "where the train?
pl: nunjuk kereta yang sedang ada di jalur
r: "what time the train to go?"
pl: "now!"
langsung ngibrit ngejer kereta yang perlahan udah mulai jalan, ga jadi kebelet, batal ke toilet.

pas masuk kereta langsung tambah kecepatan -gila-, dan memang ternyata di dalam udah penuh penumpang. hanya kosong beberapa bangku sehingga rhe ma rista harus duduk terpisah -kasihan juga dia jadi harus nahan kebelet selama perjalanan-. kereta yang kami naiki adalah kereta biasa kelas ekonomi -pantes harga na murah banget-. so far bentuk kereta na sama dengan kereta dari chiang mai ke ayutthaya. pembeda na adalah jenis bangku na, yang ini keras dan duduk na berhadapan. masih bisa tahan lah untuk waktu tempuh 1,5 jam.
3rd class, ordinary train
walaupun tidak berdesak-desakan tapi kereta ini mirip KRL atau kereta jaman dulu di mana pedagang asongan bisa masuk ke dalam. mulai dari pedagang minuman, snack dan buah potong. pengguna mayoritas adalah warga lokal walo terlihat 1 atau 2 pasang turis. ada warga yang cuek aja, ada yang ramah. kebetulan di samping rhe adalah sepasang nenek yang menuju bangkok. sempat ada percakapan sekilas sampai ditawarin bekal mereka. hahaha... bawaan ibu-ibu dimana-mana sama ya, suka banget nawarain makanan :D
pemberhentian akhir
ga kerasa 1,5 jam berlalu. saat pemandangan sawah mulai digantikan dengan bangunan. saat nuansa hijau pedesaan mulai digantikan pemukiman kumuh di sekitar lintasan -ternyata dimana-mana masih sama kehidupan pinggir rel na-. akhir na kami tiba di tujuan akhir trip kali ini, bermula dari bangkok kembali ke bangkok.
hua lampong station
-***-
related posts: 
makan siangku :)
location: chao phrom market

ini adalah pasar sebenar-benar na. niat na kulineran dengan nuansa lokal yang kami dapat adalah pasar penjual bahan makanan. hampir bisa dibilang pasar becek dengan segala produk pertanian setempat. bingung juga mau makan apa cz jelas kami tidak mungkin memasak bahan makanan yang dijual di sana -padahal pengen nyoba atu atu-.

selesai melihat-lihat barang yang dijual, akhir na kami menemukan bagian pasar yang menjual makanan siap saji. zona ini terletak di tepi jalan, di samping parkiran yang menghadap ke ruko yang ada bank na. mulai dari snack, kopi, es sampai makanan berat. snack lokal sampai fusion bisa ditemukan di sini, seperti aneka sushi hias -ada yang bentuk na doraemon lho- dan dim sum mini. untuk minuman na, kami memilih milk tea ice (2฿) yang cocok diminum saat cuaca terik. sedangkan makanan na kami mampir di sebuah kedai yang dijaga oleh seorang ibu ramah dan bisa berbahasa inggris -walo patah patah-.

di sini juga tidak disediakan menu. cara memesan na, pertama, pilih jenis mie yang menjadi menu utama na, kecil, sedang atau besar. kedua, pilih jenis daging yang menjadi topping na, ada berbagai bagian dari badan babi dan ayam. terakhir, pilih jenis kuah na. dan... dengan sentuhan taburan akhir, tada... menu makan siang pun siap dinikmati.
meat topping
menu yang rhe pilih adalah mie kecil dengan daging babi tanpa jerohan plus kuah bening. makanan ini diberi harga 2฿ yang tentu na sangat terjangkau. dengan porsi yang cukup mengganjal tapi ga bikin kekenyangan, kami masih memiliki space untuk mencoba makanan lain na. dan yang sempat kami coba sebelum melanjutkan perjalanan kembali ke stasiun adalah cumi bakar (20 ฿). cumi na biasa aja, tapi bumbu siram na luar biasa. pedas dan asem maksimal dengan sedikit manis. sangat cocok dengan selera rhe. satu mah ga cukup :D
cumi bakar
-***-
related posts:
-  full itinerary of this trip
previous: wat maha that
- next: tarif ekomoni ayutthaya-bangkok
NewerStories OlderStories Home