terminal 2 changi airport
sebagai salah satu bandara terbesar seasia tenggara dan merupakan bandara internasional yang sering digunakan beberapa maskapai penerbangan untuk transfer flight, wajar jika banyak fasilitas ditawarkan oleh changi airport. seberapa lama waktu transitmu dan kapan saat itu pasti mempengaruhi aktivitas yang kau lakukan di sana. dengan waktu transit hampir 9 jam di malam hari -tour keliling singapura terakhir pukul 6 sore-, banyak hal seru -selain tidur- yang bisa kau lakukan selama mengunggu di sini. apa saja kegiatan seru itu?

free internet kiosks
transfer area di changi airport
salah satu kebutuhan dasar manusia saat ini adalah koneksi internet. dengan tarif jaringan ponsel yang biasanya mahal di luar negeri, fasilitas wifi selalu menjadi buruan. jangan khawatir tentang wifi, tersedia di semua terminal. selain itu juga terdapat internet kiosks yang juga bisa dikases bebas di setiap terminal. tidak perlu mengantri karena perangkat komputer yang disediakan cukup banyak dan mudah ditemukan. kekurangannya adalah adanya durasi 30 menit untuk sekali login ke sebuah komputer. jika waktumu habis maka kau harus login ulang untuk menggunakan fasilitas internet gratis ini. tidak ada batasan berapa kali login untuk setiap komputer, hanya saja cukup mengganggu ketika koneksimu terputus karena waktu habis di saat asik browsing.

melukis di woodblock rubbing station
cetakan gambar gosok
tersedia di terminal 2 dan 3, di sini kau bisa melukis atraksi, tempat wisata atau icon singapura. dengan waktu transit yang singkat kau bisa melukis dengan cepat karena di sini disediakan cetakan, kertas dan pensil warna/crayon. cetakan seukuran kertas a4 cukup kau timpa dengan kertas yang tersedia lalu usapkan pensil warna/crayon. kau bisa menggambil gambar dari 1 cetakan atau memadukan padankan gambar yang ada di cetakan yang berbeda untuk mendapatkan cerita dalam gambarmu. aku memilih memoleskan satu gambar saja, merlion, yang menjadi icon negara ini.

menikmati cerianya bunga matahari
sunflower garden  di changi airport
dari semua tanaman hidup yang ada di bandara ini, aku paling suka dengan hamparan bunga matahari yang ada di rooftop terminal 2. selain bisa melihat langsung aktivitas keluar masuknya pesawat, warna cerah dari jejeran bunga matahari sejenak menyegarkan mata sebelum kau kembali dalam pemandangan kabin untuk penerbangan selanjutnya. bunga-bunga ini bagus dinikmati siang maupun malam hari.

pemandangan ini lebih bagus saat malam datang -terlalu mainstream untuk memandangnya di siang hari-. hanya saja kameraku tidak cukup bagus untuk mengabadikan moment sinar lampu kekuningan jatuh di kelopak-kelopak kuning ini -terpaksa mengambil fotonya saat matahari mulai keluar-. kau harus melihatnya sendiri untuk tahu bagaimana suasana malam dengan rintik gerimis yang membiaskan cahaya lampu membuat bunga-bunga ini seakan mempunyai nyala mereka sendiri. impas sudah paparan udara malam di tempat terbuka yang harus kau rasakan. plus point lain jika kau datang di sini malam hari, udaranya lebih segar dibanding siang dimana lokasi ini digunakan sebagai smooking area bagi mereka yang ingin merokok.

menenukan anggrek langka di orchid garden
berbagai macam anggrek di orchid garden
aku memang bukan penggemar anggrek dan tidak tahu jenis-jenisnya. tapi karena paling sering melihat anggrek ungu, sementara aku bisa menemukan anggrek dengan berbagai warna dan bentuk, ntah mengapa rasanya senang berada di antara bunga-bunga yang ditanam di terminal 2 ini. hampir semua warna terwakili dari bunga-bunga yang ada dengan bentuk yang berbeda pula. rista -patner jalanku yang orang tuanya memiliki bisnis tanaman hias- bahkan menghabiskan banyak waktu untuk memotret hampir seluruh koleksi. menurut dia, banyak jenis anggrek di sini yang bahkan belum pernah dia temukan di indonesia. jadi terbayangkan bagaimana serunya menghabiskan waktu dengan menikmati koleksi di orchid garden. ayo, menurutmu koleksi mana yang paling langka?

dengarkan nyanyian alam versi enchanted garden
imitasi yang menarik hari di enchanted garden
apakah kau penat dengan keriuhan orang atau lalu-lalang penumpang yang berpindah dari penerbangan yang satu ke penerbangan lain? atau kau lelah setelah penerbangan panjang atau menunggu terlalu lama penerbangan selanjutnya? bosan dengan pemandangan yang itu-itu saja di setiap terminal?

lupakan sejenak kebisingan itu dengan mendengarkan nyanyian alam yang dimainkan di enchanted garden. suara jangkrik dan desir air berpadu dengan aroma dupa segar berhasil membuatku rileks sesaat di terminal 2 tidak jauh dari orchid garden. pengoperasian musik ini menggunakan sensor yang hanya akan dimainkan jika ada pengunjung yang datang. selain enak untuk beristirahat, pemandangan dari bunga-bunga potong yang ditata dalam cawan kaca patri raksasa ini juga indah untuk dilihat -dan difoto tentunya-. satu yang membuatku penasaran adalah kapan petugas bandara mengganti bunga-bunga ini mengingat kepadatan aktivitas bandara. jika kau tahu, tolong informasikan padaku.

ini kolam koi, bukan kolam permohonan

kolam koi
berada di tengah orchid garden, kolam koi ini menjadi salah satu penyeimbang suasana kaku bangunan bandara dengan riak air yang dinamis dan koi yang hidup di dalamnya. mungkin karena pada dasarnya ini adalah kolam -mengabaikan koi yang hidup di sana-, ada juga pengunjung yang melemparkan koin ke dalamnya. ntah apakah mereka berpikir setiap kolam adalah kolam permohonan, atau memang mereka menggunakannya sebagai donasi untuk pemeliharaan koi. asal jangan sampai koin-koin ini termakan oleh koi yang mengancam kelangsungan hidup mereka, sampai saat aku datang belum ada larangan untuk 'membuang' koin ke dalam kolam.

dengan segudang aktivitas seru di atas jangan khawatir akan merasa lelah mengunjungi atraksi di terminal yang berneda. selain ada airport link, yang paling penting adalah adanya mesin pijat gratis yang mudah kau temukan di setiap terminal. tertarik menghabiskan waktu transit di changi atau sekedar main ke bandara internasional ini untuk dapat belanja murah di duty free-nya. pilih yang mana?
-***-
arwiga hotel
location: jalan sederhana nomor 53, sukajadi, bandung

setelah kali pertama mencoba penginapan di bandung, ini adalah kali kedua untuk kembali mencobanya. kali ini bukan lagi guesthouse melainkan hotel dan kami pesan melalui agoda -tepatnya, ka' erry yang memesannya-. selain harganya yang murah menurut situs booking online ini, lokasinya juga dekat dengan tujuan kami sebelumnya. hotel ini cukup mudah dijangkau dari farmhouse, hanya 2x angkot dengan waktu tempuh 30 menit.

how to get there:
- dari farmhouse menggunakan L300 ke terminal ledeng (3 ribu)
- dilanjutkan dengan angkot biru ledeng-margahayu (3 ribu), turun di depan arwiga hotel. hotel arwiga berada di kanan jalan dari arah ledeng, berseberangan dengan ardan hotel.
deretan kamar arwiga hotel
walaupun mudah dijangkau, hotel ini susah ditemukan pada awalnya karena sedang dalam renovasi dan tidak memasang papan nama. nama arwiga baru kami temukan setelah masuk ke dalam lobi. langsung menuju resepsionis menunjukkan bukti pemesanan dan kami diantar ke kamar seharga 15.99 usd (room 12.88 usd, tax 2.71 usd). murah tampaknya dibanding harga on the spot yang kami lihat sekitar 400an ribu. tapi tunggu sampai kau lihat kamarnya.

jangan bayangkan kamar kami berada di salah satu deretan kamar di atas. jangankan menghadap kolam dengan sirkulasi udara yang baik, tetangga kamar pun kami tak punya -drama-. kamar seharga 15.99 usd yang kami peroleh berada di dead spot, pada gang buntu dengan dinding polos di kanan kiri dan hanya ada 1 pintu di ujungnya. seakan gudang yang dimanfaatkan, kamar 102 ini berada. mungkin karena letaknya inilah sewa kamar ini murah.
interior kamar arwiga hotel
walaupun murah kami cukup puas dengan interior kamarnya. tempat tidur cukup bersih walau lemari yang tersedia tidak berpintu. kamar mandi dilengkapi air panas walau handuk yang mereka sediakan bau. ada fasilitas tv cable sebagai satu-satunya tontonan karena jendela kamar kami tidak menyajikan pemandangan apapun kecuali dinding lorong yang bewarna merah muda. sebagai compliment disediakan air mineral dan serbuk jahe merah, sayang tidak ada termos atau pemanas air. kami baru mendapatkannya ketika memintanya di resepsionis. satu catatan, mungkin karena lokasi kamar atau alasan lain, kami tidak mendapatkan akses wifi yang katanya menjadi salah satu fasilitas di sini.

ketika malam datang kamar kami tidak kedap. suara dari luar terdengar dari dalam kamar yang berada di ujung ini. terdapat sebuah pintu lagi di dalam kamar yang tidak dapat dibuka dan tidak tahu terhubung ke mana. sedangkan dinding di belakang tempat tidur ternyata terbuat dari partisi yang sepertinya terhubung ke ruangan pengurus hotel yang berisik. tapi setidaknya kami tetap bisa menikmati malam sampai bangun siang.
sarapan kenyang versi arwiga
sebagai penutup yang dapat menghibur malam kami sebelumnya adalah ketika saatnya sarapan. tidak seperti guesthouse yang pernah aku huni di daerah setia budi -sewanya sama dengan arwiga- sarapan di sini lebih mengganjal perut. sarapan terdiri dari 3 pilihan: nasi goreng, kwetiau goreng dan roti dengan banyak pilihan isian. sedangkan untuk minumnya disediakan teh, kopi dan jus jeruk serta jambu.

puas mengisi perut kamipun meninggalkan hotel dan melanjutkan perjalanan. overall, arwiga cukup untuk numpang tidur. tapi jika kau berniat bermalas-malasan dan menghabiskan waktu di kamar, disarankan mencari penginapan dengan fasilitas kamar yang lebih memanjakan untuk menginap. bukan hotel atau penginapan dengan fasilitas seperti kamar kos
-***-
mencicip auckland
"there is nothing like looking, if you want to find something. 
you certainly usually find something, if you look, but it is not always quite the something you were after"

#the hobbit-jrr tolkien 

liburan mahal sudah ga jaman. liburan ke luar negeri ga hanya untuk golongan tertentu. tapi mimpi ke auckland tetap saja mahal di dompetku. mau yang murah dan mudah dijangkau? carilah maka kau akan menemukannya.

mencari spot yang cantik difoto seakan sedang liburan mahal? atau ingin tampak pulang dari liburan ke luar negeri? aku sendiri lebih ingin mengintip auckland sebelum nantinya mampu ke sana sendiri. dan muncullah lokasi yang baru beroperasi selama 3 bulan ini di bandung utara. rumah hobbit di indonesia, farmhouse, ingin mencoba?
mengintip auckland
how to get there:
- jakarta-bandung dengan primajasa (75 ribu) turun di leuwipanjang  
- terminal leuwipanjang-ledeng dengan damri (5 ribu)
- dari pertigaan ledeng naik L300 warna putih ke arah lembang (3 ribu), turun di seberang  farmhouse, jangan mau ditipu tarif oleh supir angkot

selain hawa dinginnya, lembang juga terkenal sebagai penghasil susu. setelah tahu susu yang meningkatkan konsumsi susu lembang, sekarang hadir farmhouse yang menjual susu lembang dengan konsep unik. pada dasarnya lokasi ini adalah lokasi kuliner tetapi dikonsep sebagai kuliner keluarga.
 menurutmu ini bangunan apa?
pengunjung yang datang diwajibkan membayar tiket masuk yang dapat ditukar dengan susu -ada 3 pilihan rasa: plain, coklat dan strawberry- atau sosis bakar. aku memilih menukar tiket masuk dengan segelas susu dingin -tidak ada yang hangat-. rasa strawberry menurutku paling pas, sedangkan susu plain berbau amis khas sapi tanpa tambahan apapun dan rasa coklat terlalu manis di lidahku. jika kau merasa kurang dengan 1 gelas susu yang kau dapat dari penukaran tiket, farmhouse juga menjual susu dan sosis di lokasi terpisah.
tiket ditukar susu atau sosis
sebagai tempat yang juga menghadirkan wisata kuliner, di sini disajikan berbagai jenis makanan. selain susu dan sosis ada pilihan camilan lain seperti olahan ubi, kopi dan resto lainnya. bangunan utama yang ada di sini digunakan sebagai gedung pertemuan dengan cafe dan resto di lantai dasar. sedangkan bangunan-banguan kecil yang ada di sekitarnya merupakan kios jajanan, souvenir dan juga tempat penyewaan kostum untuk semakin merasakan nuansa peternakan eropa.
deretan resto, cafe dan gerai souvenir di farmhouse
jangan bingung dengan auckland vs eropa karena bangunan di sini didesain dengan gaya eropa. yang nemarik adalah adanya toilet anak yang terpisah dengan toilet dewasa. sedangkan yang memunculkan nuansa auckland adalah replika hobbit house yang terdapat di area petting zoo. letak petting zoo berbeda dengan kompleks cafe dan resto. jika cafe dan resto berada di sebelah kiri pintu masuk, maka petting zoo berada di belakang pintu masuk.

petting zoo di sini cocok untuk mengajak anak kecil karena banyak koleksi binatang dari kelinci, kura-kura, domba atau bahkan binatang yang dibawa pengunjung bisa saling menemukan kawan. si kecil bisa diajak untuk berinteraksi langsung dengan binatang yang ada atau memberi makan mereka. sungguh tempat yang dikonsep untuk liburan keluarga.
petting zoo di farmhouse
aku bahkan diijinkan mengajak bermain anjing milik pengunjung. si kecil huki sempat gemetar saat digendong tapi kelamaan mulai bisa ceria lagi. pengen rasanya membawa pulang koleksi anak domba dan menculik huki -semoga pemiliknya tidak membaca blog ini-.

setelah puas bermain dengan binatang-binatang peternakan, kini saatnya ke spot utama yang menjadi alasan kami datang ke farmhouse, replika hobbit hole. ternyata banyak pengunjung yang datang ke tempat ini untuk alasan yang sama. hiburan di indonesia salah satunya memang spot yang bagus difoto supaya bisa di-share ke jejaring sosial -manusia adalah makhluk sosial bukan- dan lokasi ini telah menarik banyak pengunjung dengan hobby hiburan semacam ini.

untuk bisa mendapatkan akses foto selama 10 detik, kami mengantri nyaris 20 menit. itu pun dengan menegur orang-orang yang seenaknya memotong antrian. jika tidak demikian, aku tidak tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan di akhir minggu untuk dapat berfoto di depan pintu rumah biblo baggins ini. sebuah kepuasan tersendiri ketika akhirnya aku dapat berada di depan antrian. masa bodoh dengan mata-mata yang menatapku berpose karena aku sudah menantikan ini selama 20 menit. sekali lagi 20 menit. dan untung hasilnya bagus :)
apa yang kau lihat dan apa yang kulihat
kekuranganya adalah kesadaran dari pengunjung yang ada. sudah ditata bagus, sudah diberi fasilitas kebersihan memadai tapi tetap saja mental membuang sampah sembarangan banyak ditemukan di sini. sisa gelas susu maupun piring sosis dibuang seenaknya di taman, kursi atau tempat mana pun yang mereka singahi terakhir kali menghabiskan santapan tersebut. padahal dari pihak pengelola sudah menyediakan tempat sampah yang mudah dijangkau, bahkan sampai membekali kantong plastik bagi yang menginginkannya. hanya saja kesadaran tentang sampah ini belum muncul dari setiap pengunjung -kasihankan petugas kebersihan yang harus berjibaku membersihkan sampah di tengah keramaian-.

tidak banyak waktu yang kami habiskan untuk mengeksplorasi tempat ini. puas mendapatkan apa yang kami cari penjelajahan pun berhenti. kau tertarik untuk menjelajah lebih dalam dari aku? ditunggu hasil jelajahnya ya.
-***-   
NewerStories OlderStories Home