gedhong sekawan taman sari
taman sari, wisata sejarah budaya ini sering direkomendasikan jika kau hanya berkunjung di jogja tidak lebih dari 1 hari. lokasi wisata yang mudah dijangkau dari pusat kota, malioboro maupun keraton ini menjadi incaran wisatawan. tempat yang selalu ramai saat liburan maupun hari biasa ini menyimpan beberapa fakta yang mungkin sering terlewat oleh turis yang hanya berburu foto atau melakukan kunjungan singkat.

untuk ke sekian kalinya ngangon anak-anak ke taman sari, inilah kali pertama aku lupa waktu. menemani 3 cowok yang katanya cukup berkunjung 2 jam tapi kenyataannya sampai nyaris ketinggalan kereta ke jakarta. taman sari yang dibangun oleh hamengku buwono i telahjauh menyusut dari luas dan bentuk aslinya. tetapi sisa yang tertinggal tetap menyimpan pesona di setiap bagiannya.
akses masuk taman sari
pintu masuk ke taman sari saat ini dahulunya merupakan pintu belakang dari tempat taman rekreasi keluarga keraton. sebutan taman sari sendiri sekarang identik dengan kolam pemandian umbul binangun. sedangkan bagian taman lain yang diperkirakan seluas 10 hektar sudah berubah menjadi pemukiman penduduk. 

dua bangunan kecil semacam pos di dekat penjualan tiket masuk disebut gedhong temanten yang merupakan tempat penjagaan. sedangkan bangunan tempat pemeriksaan tiket disebut gapura panggung. bangunan berlantai 2 ini memiliki relief ular yang menandakan tahun selesai dibangunnya taman sari. masuk ke gapura panggung terdapat gedhong sekawan yang merupakan taman dengan dengan 4 buah banguan yang digunakan sebagai tempat istirahat sultan. 
gapura panggung taman sari
beberapa bagian dari gapura panggung dan gedong sekawan ada yang sudah mengalami renovasi. tetapi beberapa bagian masih menyisakan bentuk lamanya. termasuk pintu kayu lapuk yang menjadi pembatas bangunan ini dengan komplek pemukiman penduduk.

pintu lain di gedhong sekawan terhubung ke umbul binangun yang menjadi pusat wisata taman sari. terdapat tangga menurun dari pintu ini ke bekas pemandian sultan, selir dan putri-putrinya. pemandian yang dikelilingi tembok tinggi ini terdiri dari 3 kolam. dua kolam di bagian utara adalah umbul kawitan dan umbul pamuncar. sedangkan sebuah kolam di bagian selatan adalah umbul panguras yang dikhususkan untuk sultan. sebagai pemisah terdapat bangunan 3 lantai yang digunakan sultan untuk mengamati selir dan putri-putrinya.
umbul binangun taman sari
konon katanya ketika masih terdapat danau buatan, umbul binangun dapat diakses menggunakan perahu dari keraton. terdapat sungai khusus yang menghubungkan umbul binangun langsung ke keraton. saat ini keberadaannya tidak dapat dipastikan karena tertutup pemukiman penduduk.
 
bagian dalam menara ini terdiri dari 2 sayap. sayap barat terdapat semacam rak yang mungkin digunakan untuk meletakkan baju. sedangkan sayap timur terdapat dipan panjang dengan tungku di bawahnya. semacam tempat sauna satu ruangan. walaupun tidak terlalu tinggi tapi sirkuasi udara di sini sangat bagus sehingga terasa sejuk di walaupun cuaca di luar sangat panas.
bagian dalam menara umbul binangun
mendaki keluar umbul binangun terdapat halaman luas yang saat ini digunakan penjual cindera mata dan minuman. bagian tengahnya terdapat garis segi delapan yang dulunya berdiri menara 2 lantai yang disebut gedhong lopak-lopak. sepertinya menara ini terbuat dari kayu sehingga saat ini sudah tak bersisa.

halaman ini juga dibatasi tembok dengan pintu utama berupa gapura yang lebih besar dibanding gapura panggung. gapuranya disebut gapura hageng karena merupakan gapura utama dan berukuran besar. berhiaskan relief bunga dan burung yang menunjukkan tahun awal dibangunnya taman sari, gapura ini memiliki ruang 2 tingkat. sayangnya gapura hageng sudah tidak berfungsi dan diberi pagar besi karena langsung berbatasan dengan pemukiman penduduk.
gapura hageng taman sari
masih dalam kompleks taman sari, keluar ke barat daya dari halaman utama terdapat akses ke sumur gumuling atau dikenal dengan masjid bawah tanah. disebut demikian karena bangunan melingkar ini dahulu digunakan sebagai tempat ibadah sultan dan harus dicapai melalui terowongan bawah tanah. sumur gumuling terdiri dari 2 lantai, bagian bawah untuk pria dan bagian atas untuk wanita. di tengah sumur terdapat kolam air yang digunakan sebagai tempat wudhu.

hasil pemugaran kompleks taman sari memberikan akses yang lebih mudah ke lorong bawah tanah dan sumur gumuling. bagian dalamnya sudah dilengkapi dengan lampu penerangan sehingga tidak terlalu berkesan mistis saat malam hari. namun ada yang percaya jika kau memiliki 'ilmu' tertentu maka kau tidak dapat masuk ke dalam lorong bawah tanah.
sumur gumuling taman sari
arsitektur sumur gumuling memang cukup menarik bagi pecinta fotografi dan tak jarang digunakan sebagai lokasi foto pre wedding. ntah apa ilmu apa yang digunakan para agen foto ini yang mampu menciptakan spot sepi untuk beberapa saat di tengah keramaian pengunjung untuk para klien mereka. rasanya ingin kucek-kucek mata melihat sesaat spot di tengah sumur gumuling tidak ada cendol. ayo coba, apakah kau bisa melakukannya?
-***-
doc: rhe, ojan, mifta
sleep at phuket
aku cukup terkejut menemukan tempat menginap kami malam ini. guesthouse dengan tarif nyaris sama tetapi memiliki penampilan yang jauh berbeda dengan penginapan krabi maupun ao nang. setelah menginap di no 7 guesthouse yang tidak memberikan pemandangan apapun selain dinding bangunan sebelah dan merasakan hidup di alam ao nang, maka kami surprise dengan apa yang kami temukan hari ini.

sleep at phuket literary membuat kami tertidur nyaman malam terakhir traveling di thailand selatan. bagaimana tidak jika kami yang tidak lagi berharap banyak dengan pengalaman no 7 guesthouse krabi mendapatkan bangunan dan fasilitas mirip dengan hanoi guesthouse -minus bunga bunganya-. memasuki bangunan 6 lantai ini kami disambut lobby guesthouse yang lega dan welcome drink. memang sih yang gratis adalah minuman hangat sedangkan minuman di chiller harus beli. setidaknya kami bisa memanfaatkannya malam nanti.
lobby sleep at phuket
aura modern langsung kami rasakan saat masuk ke penginapan ini baik dari tata ruang maupun dekorasinya. setelah proses check in yang cepat kami langsung diantar ke kamar lantai 4. yang membuat kami girang adalah adanya lift. setelah beberapa hari naik turun tangga dan keluar masuk 'hutan', bolehlah sedikit manja di hari terakhir. aku sangat menikmati fasilitas yang ada ini.

kamar twin yang kami pilih menghadap ke jalan raya sehingga dapat dimanfaatkan untuk menjemur baju basah sisa ao nang -ops-. hanya perlu beberapa trik supaya baju tidak terbang ke jalan. kamar ini juga dilengkapi fasilitas televisi yang sayangnya kurang bisa dinikmati karena mayoritas adalah siaran lokal. kali ini kami memilih private room dengan kamar mandi dalam. kamar madinya pun dihias lucu dengan gambar anak anjing. dan yang paling penting adalah lemarinya besar sehingga bebas menaruh barang tanpa harus berebut atau menyebarnya di tempat tidur.
sleep at phuket room
kekurangan guesthouse ini adalah kamar yang menghadap jalan sehingga terkena sinar matahari langsung. jika kau berencana bermalas-malasan di kamar, sebaiknya pilihlah kamar ber-ac. jika tidak maka bersiaplah mandi keringat di dalamnya. karena kami berkeliling phuket siang hari dan kembali ke kamar di malam hari, maka kekurangan ini dapat kami tolerir.

sebenarnya kami juga mendapatkan sarapan gratis untuk kamar yang kami pesan. tapi karena sarapan mulai disajikan pukul 7 sedangkan kami check out 1 jam sebelumnya, maka tidak sempat mereview menunya. over all, untuk pelayanan dan fasilitas setingkat guesthouse, sleep at phuket dapat menjadi salah satu pilihan tidur di phuket. satu lagi, penyewaan motor ada di samping guesthouse sehingga kau akan semakin dimanjakan selama menginap di sini.
-***-
- previous:
- next:

can you guess where is it?
gunung ketur
o, gunung kidul
bukan, gunung ketur

percakapan ini sering terjadi jika ada yang bertanya tentang rumahku. sebagai orang rantau yang berasal dari jogja, menjadi kebangaan tersendiri saat menyebut kota asalku ini. tapi lebih sering sewot jika mereka salah memahami nama daerahnya. gunung ketur itu di kota tetapi gunung kidul perkara lain.

bagi orang jogja, kau pasti akan memahami perbedaannya. tetapi ketika akhirnya aku berkunjung ke gunung kidul dan menyaksikan perkembangannya saat ini, ok, aku tidak akan sewot lagi jika disangka orang gunung kidul. gunung kidul -dalam ingatanku- adalah daerah yang terkenal dengan image tandus dan kering ternyata menyimpan pesona alam yang luar biasa.
batuan khas gunung kidul
sebagai salah satu kabupaten yang berbatasan langsung dengan laut selatan -selain bantul dan kulon progo-, kekayaan alam pantai di kabupaten ini tak terhitung jumlahnya. ada yang sudah menjadi tempat wisata resmi, ada yang belum. ada yang sudah terjamah, ada yang belum. ada yang sudah dikenal luas, ada yang masih kalangan terbatas. salah satunya adalah pantai kesirat.

akses ke pantai kesirat bisa dibilang mudah, jalanan mulus sampai sebelum parkiran lokasi wisata. mengingat beberapa daerah kabupaten belum mendapatkan akses jalan yang layak, maka akses ke pantai kesirat dapat dibilang bagus. kecuali lebar jalan begitu keluar dari jalan utama yang hanya muat dilalui 1 mobil saja. dari jogja dapat melalui jalan imogiri barat maupun timur sampai bertemu jalan panggang. setelahnya cukup mengikuti jalan yang ada dan sampailah kita di lokasi wisata.
pantai kesirat
lokasi wisata yang masih dikelola warga dan belum memungut retribusi ini tergolong sepi jika dibandingkan dengan wisata pantai lain di kawasan gunung kidul. alasan ini menjadi pendukung yang membuat pantai ini tampak indah, terjaga keaslian dan kebersihannya. pesona lain yang membuat pantai kesirat berbeda dengan pantai-pantai lain adalah garis pantainya yang tidak berupa pasir tetapi bebatuan

pesisir pantai kesirat merupakan perbatasan langsung antara laut dan gugusan batuan beku yang menjadi bukti adanya gunung api purba. sesuai dengan nama kabupatennya, gunung kidul, tidak heran jika banyak perbukitan di kawasan ini. selain itu di bagian lain juga terdapat batuan karst yang menunjukkan bahwa kawasan ini dahulunya adalah dasar laut.
pesisir pantai kesirat
batuan karst berasal dari terumbu karang dengan irisan tajam, runcing dan banyak rongga. bagian timur pantai kesirat didominasi dengan batuan jenis ini, berkelompok maupun tersebar diantara rerumputan hijau seperti padang. sedangkan dari arah kedatangan batuan yang ada tertutup tanah liat dan lebih terlihat seperti padang rumput. di padang inilah terdapat pohon yang menjadi icon pantai ini.

dominasi bebatuan ini yang membuat pantai kesirat berbeda dengan pantai kebanyakan yang menyajikan pemandangan pasir pantai. jangan berharap bermain basah-basahan di pantai ini karena butuh usaha lebih untuk turun ke garis pantai. kau harus menuruni tebing curam dengan tangga bambu supaya bisa sampai di pesisir pantainya.
pohon pantai kesirat
jika kau belum puas bermain di pantai kesirat karena tidak merasakan pasir pantai, maka kau dapat mencoba kunjungan ke pantai wohkudu yang berada satu kawasan dengan pantai ini. akses masuk ke pantai wohkudu ada sebelum pantai kesirat. hanya saja karena aksesnya dari perbukitan maka pengunjung harus melalui perjalanan menurun terlebih dahulu sebelum sampai ke pesisir pantai. tertarik untuk mencoba? -***-
vietnam coffee
vietnam merupakan salah satu surga bagi pecinta kopi. kedai-kedai kopi berkembang pesat di bekas koloni perancis ini. kebiasaan lokal dalam menikmati kopi sambil bercakap-cakap di pagi atau sore hari menjamur hampir di semua kawasan. hal ini didukung dengan koleksi dan jumlah kopi yang dihasilkan negara ini. sebagai komoditi agrikultura kedua terbesar setelah beras, kau akan sangat mudah menemukan kopi di kota apapun yang kau kunjungi di vietnam.

aku pun tergoda untuk melangkahkan kaki ke salah satu toko kopi yang menjual berbagai koleksi kopi vietnam. sama dengan indonesia, kopi di sini diberi nama sesuai dengan daerah penghasilnya. kecuali kopi trung nguyen yang dihasilkan sendiri dari perkebunan milik grup penghasil kopi terbesar di vietnam ini.

biji-biji kopi sangrai ditata rapi dalam kotak kaca untuk menjaga aromanya. sang penjual pun dengan lihai melayani pembeli dengan memberi rekomendasi dari kopi-kopi koleksinya. aku memilih 3 jenis kopi berdasarkan penjelasannya sebelum dia mengeluarkan kopi sangrai ini untuk kucium. galau dengan 2 pilihan, dia pun menawarkan untuk menyeduh 2 kopi yang kupilih. wow! walaupun hanya pedagang pasar, pelayanan mereka sangat memuaskan.
penyajian kopi vietnam
kopi digiling dan diseduh di depan pembeli. jelas ini untuk memastikan keasliannya tanpa ada curiga dibohongi. memakan waktu cukup lama memang, tapi dengan cara ini dia pun bisa menjajakan dagangannya yang lain. kopi trung nguyen 3in1 gt7, gt 7 cappucinno dan instan no 8 akhirnya masuk ke keranjang belanja rista. sedangkan aku lebih memilih kopi bubuk yang masih disiapkan.

karakter dari kedua kopi yang kucoba jauh berbeda. kopi arabica yang kucoba tidak terlalu asam seperti arabica biasanya hanya lebih terasa gosongnya. sedangkan kopi buon me thuot memiliki aroma yang kuat dengan rasa manis samar muncul di belakang. kopi inilah yang akhirnya kubeli dengan harga 300ribu dong untuk 500 gramnya.

hati senang, kopi di tangan tapi ntah mengapa keinginan menikmati kopi vietnam ini belum juga hilang. kami pun melipir ke kedai kopi di pinggir jalan untuk merasakan budaya lokal, ngopi-ngopi seperti warga lokal.
-***-
previous:
- next:
there is no wi-fi in the forest. but i promise, you will find a better connection

gerbang paduraksa
"mama didn't raise no fool 
 well my mama didn't raise no fool 
 you can't tell me what to do 
 'cause my mama didn't raise no fool"

#mama didn't raise no fool-firehouse

ibuk -aku suka menambahkan 'k' di belakangnya karena terasa lebih tegas dan penting- adalah orang yang hampir selalu mengijinkanku pergi kemana pun tanpa menuntut apapun. karena begitu request, biasanya susah dicari. suatu kali saat aku ke thailand selatan -karena sebelumnya pernah menerima kartu pos dari thailand utara dan vietnam bergambar orang dari suku setempat- ibuk request dikirim kartu pos bergambar orang thailand selatan. nah loh... thailand selatan lebih banyak daerah pesisir, apa coba suku aslinya?

ibuk selalu ikut dalam setiap perjalananku melalui cerita. mendengar dengan setengah bahagia, setengah berharap. seakan-akan ingin bepergian tetapi cuti kami sebagai pekerja yang tidak pernah dapat diseragamkan. maka saat ada kesempatan, tidak peduli jarak tujuan, yang penting menemani ibuk dholan. kali ini yang ibuk pilih adalah kotagede.
masjid gede mataram
kotagede menyimpan banyak potensi wisata. selain terkenal dengan kerajian peraknya, di sini juga terdapat masjid kotagede peninggalan dari jaman mataram yang juga dikenal dengan sebutan masjid gede mataram. masjid ini dibangun atas perintah panembahan senopati dengan gaya pra islam atau arsitektur hindu-buddha. arsitektur ini dapat dilihat jelas dari gerbang masjid yang berbentuk paduraksa.

di selatan masjid gede mataram terdapat makam agung tempat peristirahatan terakhir para peletak dasar kerajaan mataram islam. salah satunya adalah panebahan senopati, tokoh yang memerintah pembangunan masjid gede mataram. menuruni undakan pada gerbang paduraksa akan terlihat bangsal duda sebagai tempat jaga abdi dalem sekaligus toko souvenir. menempel pada tembok bata yang menjadi pembatas bangsal duda dengan masjid gede terdapat tulisan yang menyebutkan panembahan senopati bertahtakan di mataram pada 1509 tahun jiwal, wafat dan dikubur pada 1532 tahun ehe. halaman ini adalah halaman pertama sebelum masuk ke bagian selanjutnya.
pintu makam dengan detail gerbang paduraksa
gerbang paduraksa yang disebut regol sri manganti menghubungkan halaman pertama dan kedua. di halaman ini terdapat bangunan kuno yang digunakan sebagai pendaftaran sekaligus tempat berganti baju bagi peziarah sebelum masuk ke makam yang hanya dibuka pada hari-hari tertentu.  selain itu terdapat 2 pedopo kecil, bangsal pengapit ler di sebelah kanan sebagai ruang tunggu putri sedangkan bangsal pengapit kidul di sebelah kiri sebagai ruang tunggu pria.


kami berkunjung bukan saat makam dibuka untuk ziarah. jika sedang dibuka, peziarah dapat masuk dengan membayar biaya khusus serta mengikuti aturan pakaian berkunjung ke makam. seandainya dibuka pun sepertinya aku tidak akan masuk ke dalam. selain karena malas berganti pakaian -perempuan menggunakan jarik dan kemben-, di dalam makam pun harus bersikap sopan dan dilarang memotret karena kawasan makam dianggap sakral.
sendang seliran
dari halaman kedua terdapat gerbang paduraksa lain menuju sendang seliran. dari atas gerbang terlihat sendang putri dan sendang kakung. perbedaan kedua sendang ini terdapat pada area mandinya, dimana atap area mandi putri tertutup sedangkan atap area mandi pria terbuka. katanya pembuatan sendang ini dikerjakan sendiri oleh kyai angeng pemanahan dan panembahan senopati. sebutan seliran karena airnya berasal dari makam/badan yang dalam bahasa jawa disebut selira. di dalam sendang terdapat ikan, paling terkenal adalah lele bule, yang tidak kunjung ke permukaan saat aku menunggunya.

menurut ibu penjada tempat ini, sendang biasanya ramai di malam jumat atau ketika ada pasaran jawa tertentu. di sini masih kuat budaya kejawen walaupun sudah dibangun masjid di atasnya. ada juga orang yang datang bersemedi atau siraman di sendang ini pada waktu-waktu tertentu. tentu saja kunjungan kami adalah wisata belaka, tanpa maksud untuk ziarah dan sejenisnya. mengenal kotaku lebih dalam, bukan hal tabu bukan. -***-
kedai kamameshi
hampir semua anak indonesia yang besar bersama doraemon pasti mendambakan dorayaki. tetapi untukku, yang paling ingin kucoba saat berkunjung ke jepang bukan makanan si robot kucing itu melainkan kamameshi. nasi yang dimasak dalam kama ini sebenarnya mirip dengan nasi liwet indonesia. hanya saja ketika melihatnya pertama kali -lupa di film apa- saat satu keluarga memakannya bersama-sama mengelilingi perapian tempat tungku pemanas kamameshi, dalam sebuah rumah kuno jepang dengan suasana hujan yang mengguyur di luar... ah, tampaknya nikmat sekali.
bagian dalam kedai kamameshi
awalnya kamameshi merupakan menu keluarga, namun saat ini sudah banyak yang menjual kamameshi untuk porsi per orangan. dan dari kota yang aku kunjungi di jepang, katanya di naralah paling mudah menemukan makanan ini. maka dengan semangat penuh menyapukan pandangan ke semua kedai makanan, akhirnya aku menemukan kedai penjual kamameshi di nara. tentu bukan karena tulisannya tetapi karena gambar yang mereka pajang di luar kedai >.<

bangunan 2 lantai ini ternyata dimanfaatkan menjadi 2 kedai. lantai bawah digunakan sebagai toko mochi sedangkan kedai makan berada di lantai 2. jangan banyangkan kedai cepat saji yang ramai seperti kebanyakan kedai rumah makan jepang. tidak ada kata terburu-buru di sini. semuanya tenang dan santai menikmati makanan mereka. dan aku baru tahu alasannya setelah kamameshi pesananku datang.
paket kamameshi
kamameshi datang dalam kondisi setengah matang di atas tungku kecil dengan api menyala di dalamnya -wow!-. menurut penjelasan pelayan, kamameshi dapat dimakan setelah api padam dan menunggu satu putaran jam pasir yang disertakan bersama makanan. ternyata makanan ini tidak cocok dimakan orang dalam kondisi lapar. sangat menguji kesabaran sebelum kau dapat mengangkat penutup makanannya.

selama menunggu kamameshi matang yang dapat kulakukan hanyalah meminum es teh yang bebas diisi ulang di sini. selain itu menyiapkan side dish kamameshi. seperti teh dan sup yang ternyata hanya berisi bahan kering dan harus dijerang dengan air panas yang tersedia.
kamameshi dan pelengkapnya
walaupun dijual untuk porsi per orang, ternyata cara penyajiannya tetap mengikuti penyajian kamameshi yang biasa dimakan secara komunal. dalam santap keluarga, kamameshi yang dimasak dalam ketel besar akan dibagikan ke anggota dalam mangkuk individual. di sini pun juga disediakan mangkuk untuk mengambil nasi dari ketel. jadi kau tidak memakan nasinya langsung dari dalam ketel ya :D

selain nasi di dalam ketel, terdapat side dish seperti sup yang rasanya cenderung tawar karena berasal dari bahan-bahan kering yang disiram air panas. tidak ada penambahan apapun karena tidak ada kondimen yang disediakan di atas meja seperti di indonesia. ada juga tofu siram yang teksturnya sangat lembut. lebih mirip dengan puding dari pada tahu untuk teksurnya dan tidak ada bau mengganggu yang biasanya tercium dari tofu. untuk sayurannya tersedia acar biji lotus yang dimasak bersama dengan semacam lobak dan wortel. teksturnya renyah dengan rasa cenderung manis tetapi ada sedikit rasa asin yang melintas lembut. kalau boleh refill sepertinya aku sudah minta acar ini diisi terus-terusan. dan terakhir ada bonus manis yang tak mungkin terlewatkan, mochi. khusus untuk mochi ini, jika menginginkannya lagi kau bisa membelinya di kedai lantai bawah.
kamameshi siap santap
sekitar 15 menit dari datangnya, sudah ada tanda-tanda makanan matang. dimulai dengan uap yang mengepul dilanjutkan dengan buih yang merembes keluar. menunggu satu putaran jam pasir dan... inilah hasil penantianku. nasi bertabur jamur, semacam lobak, semacam wortel dan sejenis kacang siap disantap. walaupun penampilannya sederhana tapi isinya kaya rasa karena beras yang dimasak katanya sudah dicampur dengan saus kedelai dan mirin. ada juga beberapa jenis kamameshi yang dibumbui dengan sake. mungkin ini salah satunya karena ini enak :D

nasinya pulen dan kenyal dengan rasa yang semakin kuat dalam setiap kunyahan. karena nasi dimasak bersama dengan bumbu sehingga semakin dikunyah semakin terasa bumbu makanan ini. semakin mendekati dasar ketel, nasinya semakin enak karena nasi yang dimasak perlahan dan tetap dibiarkan dalam ketel memberikan rasa pangangan samar yang semakin menambah kekayaan rasa. aku bahkan baru sadar bahwa ternyata makanan ini tidak dilengkapi daging apapun. jika makanan vegetarian senikmat ini, mungkin aku bisa tidak makan daging untuk bebeberapa hari :)
-***-
- full itinerary of this trip
- previous:
- next:
NewerStories OlderStories Home