gunung galunggung dan pesonanya
'it was always you 
 can't believe i could not see it all this time, all this time
 it was always you
 now i know why my heart wasn't satisfied, satisfied'

#it was always you-maroon 5

setelah sekian lama, setelah sekian gunung, setelah sekian banyak 'rencana', akhirnya kesampaian juga nanjak -anggap demikian- bareng. kami memang tidak mencapai puncak beuti canar, tapi kali ini puncak memang bukan tujuan, yang penting full team. sampai kami mentolerir ke tingkat 'camping doang' pun ga apa.
team yang ga pernah full
gunung galunggung dipilih sebagai destinasi 'camping doang', selain karena berbau gunung -rencana semula ngecamp di bekas lapangan golf belakang rumah awi- juga daerah asal teman kami, acep. ditambah 2 orang yang ngakunya belum pernah ke gunung galunggung. jadilah kami munggahan dengan naik ke salah satu gunung di tasikmalaya ini.

tidak banyak persiapan yang dilakukan untuk camping ceria kali ini, sampai-sampai ada yang bawa daypack -bukan aku-. perjalanan pun tidak memerlukan usaha keras selain jalanan yang gelap karena penerangan yang kurang, maklum setting-an camping ceria. kami memulai perjalanan setelah maghrib dan mengisi perut di warung yang ada di sekitaran parkiran. 
malam di warung galunggung
walau telah beberapa kali ke galunggung, aku belum pernah menyaksikan pemandangan malam di sini. gubuk kecil yang sesak diisi kami berenam menyajikan pemandangan yang sayang untuk dilewatkan. pesona lampu kota di kaki gunung yang berkelap-kelip menandakan hari sudah mulai di penghujungnya. sedangkan bintang mulai menampaknan dirinya di langit hitam. malam beranjak dan dengan udara yang untungnya tidak terlalu dingin.

ternyata tidak hanya kami yang berkunjung malam ini. beberapa pengunjung lain juga mulai mendaki anak tangga menuju bibir kawah. sebagai orang yang tidak pernah berolahraga, ternyata ngegas langsung naik tangga cukup menghabiskan nafas. tapi begitu turun ke arah kawah, semua nafas kembali bahkan sisa untuk teriak-teriak dan lari-lari ga jelas. maklum, walaupun sudah 3x ke galunggung tapi ini adalah kali pertama aku sampai di kawahnya.
kabut pagi dan malam pekat galunggung
tidak tahu apakah galunggung di pagi, siang atau malam hari yang paling mempesona. bagiku semuanya indah. kalau tidak mana mungkin aku kembali 3x ke tempat ini. perjalanan ke galunggung di antara musim hujan serasa menembus hutan. menembus ilalang-ilalang tinggi dan rumput berbunga ungu -yang baru tampak di pagi hari-. melintasi pasir gersang yang membawamu ke penjelajahan mencari lokasi mendirikan tenda.

lokasi ditandai, tenda didirikan dan saatnya mengisi waktu luang. karena ini bukan pendakian seperti biasa yang menguras tenaga, kami punya cukup waktu untuk memasak, berburu bintang sampai nonton film. sekali lagi, ini adalah camping ceria. sampai-sampai ojan menyempatkan diri membawa laptopnya. dan hari pun ditutup dengan nonton sebelum tidur.
aktivitas pagi di galunggung

pagi terlalu cepat untuk datang. masih ingin rasanya ngelungker di dalam sleeping bag. tapi suara aktivitas pagi memaksaku bangun. ternyata cukup banyak orang yang bermalam di kawah galunggung dan memulai aktivitas pagi mereka. tidak disangka minat camping di galunggung cukup tinggi. bahkan ada yang sudah siap dengan peralatan memancing mereka dan memulai hari dengan mencari sarapan pagi, memancing di kawah.

aku tidak tahu jenis ikan apa yang hidup di kawah galunggung karena kami mulai sibuk dengan urusan kami sendiri setelahnya. menyiapan sarapan, berburu foto pemandangan, berpose untuk difoto -^^- atau kembali lagi masuk tenda bagi pengangguran -ops-. apapun itu, aku menikmati pagi ini.
bukti kalau kami pernah lengkap!
ternyata waktu berjalan dengan singkat. kebersamaan full team di alam bebas hanya sebatas sarapan. kami pun berbenah karena igus harus mengejar bus pagi ke sukabumi. mengingat ini adalah hari terakhir sebelum puasa, keramaian pengunjung ke gunung galunggung pun bertambah. jika tidak ingin terjebak dengan arus pengunjung maka sebaiknya memang kami harus mulai berkemas.

masih terlalu pagi memang. tapi setiap orang mulai kembali dengan kepentingan dan urusan mereka masing-masing. kami berkenalan di gunung dan juga berpisah di gunung. karena saat ini berhasil dengan camping ceria full team, next bukan tidak mungkin untuk sampai puncak full team. puncak apapun itu -senyum jahil-.
'the peak' members
kau punya teman perjalanan seperti ini juga? berbagilah ceritanya denganku, dengan mereka :) -***- 
menunggu penerbangan balik yang masih beberapa jam, kami sempatkan berkeliling lombok. mengikuti arahan penduduk setempat untuk mencoba kuliner di taman kota akhirnya kami menemukan deretan penjual kaki lima. salah satu yang menarik perhatianku adalah sate bulayak. wah, sepertinya enak ni mencoba sate buaya.

setelah memesan satu ternyata aku baru sadar ini bukanlah sate buaya -miss perception-. sekali lagi sate bulayak bukan sate yang dibuat dari daging buaya tetapi merupakan sate yang dihidangkan bersama bulayak. penasarankan bulayak itu apa?
sate dan bulayak
bulayak merupakan lontong yang biasa dimakan dengan sate. jika lontong kebanyakan dibungkus daun pisang, lontong yang disebut bulayak ini dibungkus dengan daun aren sehingga bentuknya lebih ramping dan memanjang. dalam bahasa sasak, bulayak memang bearti lontong. 

sedangkan satenya tetap dibakar dan disiram bumbu kacang. pembedanya adalah bumbu kacang yang digunakan juga dimasak dengan santan dan bumbu lain sehingga mempunyai rasa gurih yang dominan serta rasa pedas yang menonjol. sate disajikan dengan potongan cabai dan jeruk nipis untuk menetralkan rasa berlemak. sedangkan ukuran sate bisa dibilang mungil dibanding sate kebanyakan. mungkin karena harga yang murah. seporsi sate bulayak dapat disantap dengan harga 10k. jika pilihan satenya adalah daging, hati dan jerohan, dapat dibayangkan semungil apa ukurannya dari harga yang dipasang. penasaran untuk mencoba?
-***-
related posts:
- previous:
- next:
selimut fajar di rinjani
travel date: 14-20 agustus 2015

siapa sangka mendaki gunung menjadi salah satu kegemaranku saat ini sejak pertama kali diperkenalkan dengan puncak lawu. pendakian sendiri merupakan perjalanan mengalahkan ego-ku, bukan untuk menaklukkan gunung. setelah beberapa kali gagal mendaki gunung tertinggi di jawa, semeru, kesempatan lain justru datang padaku. puncak yang lain, puncak yang justru menjadi impian utamaku, anjani. puncak gunung rinjani yang sudah tersohor dengan keindahannya, siapa yang ga mau. semoga setelah ini aku masih bisa melihat puncak-puncak indah yang lain. semeru... kau tunggu dulu.

day 1
- belanja logistik
- pendakian via sembalum, ngecamp di pos 2

day 2
- pos 3
- tujuh bukit penyesalan
- plawangan sembalun

day 3
- plawangan sembalun-puncak-plawangan sembalun

day 4
- go to segara anak

day 5
- plawangan senaru
- desa senaru

day 6
- jump to gili
- snorkeling
- stay at gili trawangan 

day 7
- jump to lombok
- belanja oleh-oleh di sasaku
- mencari desa penenun
- santap sore di ayam taliwang
- kuliner taman kota: sate bulayak
- back to jakarta
japan postcard yang tidak pernah membosankan
yay! sepertinya jepang memang destinasi wisata atau bepergian orang-orang di sekitarku. kali ini untuk ke 3x-nya aku mendapatkan kiriman kartu dari jepang. setelah yang sebelumnya dan sebelumnya lagi. walau sudah beberapa kali menerima kiriman dari jepang, selalu ada kesan berbeda dari setiap kartu yang ada. selain karena desain kartu posnya yang unik isinya pun kocak.

kartu ini menarik karena yang tertulis di dalamnya, selain karena pengirimnya yang merupakan salah satu 'senior' kantor -sorry mas bap-. kartu yang dikirimkan untukku tidak hanya ditujukan kepadaku tetapi juga yamamoto san -yang tidak kutahu siapa-. sepertinya dia adalah orang yang membantu si pengirim untuk mengirimkan kartu ini :D. anyway, thanks mas bap. lain kali kalo ada business trip kirim kartu lagi ya :) -***-
NewerStories OlderStories Home